Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI DI KELURAHAN TONA 1 KABUPATEN SANGIHE Gaghana, Marleve Ighnatius Sasundung I. S.; Binilang, Alex; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan masalah yang sangat sering terjadi di Indonesia termasuk di wilayah Kota Tahuna. Penyebab terjadinya banjir cukup beragam, diantaranya karena kurangnya daerah resapan air, pembangunan di pinggir sungai yang mengakibatkan mengecilnya penampang sungai. Sungai Buas merupakan salah satu sungai yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Tahuna Timur. Sungai Buas adalah sungai yang debitnya berubah-rubah tiap tahunnya mengakibatkan meluapnya sungai tersebut, puncaknya terjadi pada tahun 2008 dan 2014. Meluapnya sungai Buas menggenangi pemukiman penduduk disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan besaran debit banjir dan tinggi muka air penampang di sungai Buas di titik jembatan dekat dengan kantor Telkom Tahuna, Kelurahan Tona 1, terhadap berbagai kala ulang banjir. Penelitian ini menggunakan metode log person III. Sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder, data curah hujan pos Kuma atau data sekunder dari kantor badan wilayah sungai.Berdasarkan hasil penelitian didapat curah hujan tinggi, kemudian dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SCS menggunakan program computer HEC-HMS. Hasil dari simulasi debit puncak dimasukkan ke dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukan bahwa penampang pada STA 0 + 73 dan 0 + 83 tidak dapat menampung debit banjir terjadi untuk kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Kapasitas Penampang, HEC-HMS, HEC-RAS 
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA PATOKAAN KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Tampubolon, Eden; Mangangka, Isri R.; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Patokaan adalah sebuah desa yang berlokasi di Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Desa Patokaan memiliki sebuah mata air yaitu Walino dengan kapasitas air sebesar 1,5 liter/detik. Mata Air tersebut dimanfaatkan warga Desa Patokaan sebagai sumber air bersih. Akan tetapi sistem penyediaan air bersih di desa patokaan sudah tidak tertata dengan baik, dikarenakan pipa-pipa yang sudah rusak dan bangunan-bangunan hidrolis yang sudah tidak terawat. Untuk itu perlu direncanakan pengembangan sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Patokaan.Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan Analisis Regresi Eksponensial. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Analisis Regresi Eksponensial diperoleh jumlah penduduk Desa Patokaan pada tahun 2031 sebesar 1178 jiwa dengan kebutuhan total air bersih mencapai 0,514 liter/detik atau 37,699 liter/orang/hari.Perencanaan sistem penyediaan air bersih terdiri dari perencanaan pipa transmisi dengan jenis HDPE berdiameter 4” untuk pipa sambungan dari Bak Penangkap ke Reservoir. Dimensi reservoir Distribusi berukuran 4 m x 3 m x 3 m dengan diameter pipa distribusinya menggunakan pipa dengan diameter 2 ”. Perencanaan ini sesuai dengan tujuan yaitu dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Patokaan. Kata kunci: Desa Patokaan, Kebutuhan Air, Sistem Penyediaan Air Bersih
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI AIR KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumardi, Mirza Arrazy; Hendratta, Liany A.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Air Kolongan, adalah anak sungai yang mengalir melewati daerah Kolongan, Kawangkoan, Suwaan dan bermuara di sungai Tondano. Sungai Air Kolongan merupakan anak sungai yang bermuara langsung di Sungai Tondano dan diperkirakan akan mengangkut sejumlah sedimen ke Sungai Tondano yang selanjutnya akan terbawa masuk ke daerah waduk Kuwil dan dapat berdampak terhadap kapasitas waduk tersebut. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, di perlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Untuk menghitung angkutan sedimen di sungai Air Kolongan dititik kontrol daerah Suwaan, di gunakan metode Van Rijn dan Einstein, yang akan dianalisis terhadap data debit aliran sungai selama 10 tahun. Data debit air sungai selama 10 tahun dilakukan dengan pendekatan dengan metode NRECA, untuk analisis tersebut, diperlukan data curah hujan selama 10 tahun dan data klimatologi, seperti: temperatur, kelembaban, kecepatan angin, dan durasi penyinaran matahari.Dari hasil perhitungan, diperoleh angkutan sedimen total berdasarkan debit andalan sungai selama 10 tahun. Debit andalan terbesar pada bulan Januari sebesar 0,682 m3/det, diperoleh hasil total angkutan sedimen dengan metode Van Rijn sebesar 0,1920 kg/det dan untuk metode Einstein dengan debit yang sama diperoleh hasil total angkutan sedimen sebesar 0,1092 kg/det. Hasil analisis angkutan sedimen diperoleh bahwa persamaan Van Rijn menghasilkan nilai angkutan sedimen yang terbesar, sehingga metode Van Rijn lebih direkomendasikan untuk menganalisis angkutan sedimen di sungai Air Kolongan. Akibat debit terbesar di bulan januari terjadi kenaikan dasar sungai sebesar 0,628 m/tahun untuk metode Van Rijn dan 0,360m/tahun untuk metode Einstein. Kata kunci : Sedimen total, Sedimentasi, Sungai Air Kolongan
PENATAAN SISTEM DRAINASE DI JALAN SUNGAI MUSI KELURAHAN SINGKIL II KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO Manengkey, Arsita Maria; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Sungai Musi Kelurahan Singkil II Kecamatan Singkil adalah daerah yang seringkali tergenang akibat curah hujan yang tinggi. Genangan terjadi karena saluran yang ada tidak mampu menampung debit air. Bahkan ada beberapa titik di ruas jalan yang tidak memiliki saluran. Hal inilah yang mengakibatkan daerah tersebut sering tergenang dan merugikan masyarakat sekitar. Diperlukan penataan kembali dan penambahan sistem saluran drainase yang baru agar masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan aman.Metode analisis yang dipakai adalah Analisis Hidrologi dengan menggunakan distribusi Log-Pearson III. Debit rencana dihitung dengan Metode Rasional. Analisis Hidraulika untuk menghitung kapasitas tampung debit yang masuk di saluran eksisting dan rencana dengan menggunakan rumus Manning. Kedua hasil ini kemudian dibandingkan (Qkaps > Qrenc) untuk melihat kemampuan dari setiap ruas saluran.Berdasarkan hasil analisis dari tiga puluh sembilan saluran eksisting terdapat dua saluran eksisting dan dua gorong-gorong eksisting yang tidak mampu menampung debit hujan dengan kala ulang 10 tahun. Diperlukan perbaikan dimensi saluran dan gorong-gorong. Selain itu, ditambahkan sembilan ruas saluran rencana yang baru karena di beberapa titik ruas jalan belum memiliki saluran. Kata Kunci: Debit Rencana, Analisis Hidrologi, Analisis Hidraulika, Genangan, Sistem Drainase
ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN WADUK KUWIL-KAWANGKOAN TERHADAP DEBIT BANJIR DI HILIR SUNGAI TONDANO Lahamendu, Victor Christofel; Hendratta, Liany A.; Jansen, Tommy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir adalah dengan membuat rekayasa bangunan air seperti waduk, waduk adalah suatu bangunan air yang berfungsi untuk menampung air sungai yang memilki kelimpahan air di musim penghujan dan menampung air pada musim kemarau, dengan demikian dengan adanya waduk maka pada musim hujan dapat menampung kelebihan air sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan dapat ditampung untuk digunakan pada musim kemarau.Waduk Kuwil Kawangkoan dibangun untuk keperluan pencegahan banjir dan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh waduk ini terhadap debit banjir di hilir sungai Tondano, dengan kala ulang 25, 50 dan 100 tahun, menggunakan bantuan program HEC-HMS.Data yang diperlukan adalah data curah hujan rerata harian maksimum dari beberapa stasiun, Peta DAS Tondano, Tata Guna Lahan DAS Tondano, kurva hubungan antara elevasi dan luas bendungan, dan data debit AWLR di daerah tinjauan, sedangkan untuk pengolahan hidrolika dibutuhkan data penampang sungai.Hasil analisis menunjukkan debit yang terjadi sebelum adanya bendung untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun adalah sebesar, 481,3 m3/det, 534,7 m3/det dan 588,2 m3/det, setelah adanya waduk untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun dengan elevasi air dalam waduk 87,5 m atau dalam keadaan low water level (LWL) debit banjir outflow sebesar 230,8 m3/det, 283,3 m3/det dan 337,3 m3/det sehingga banjir yang tereduksi dari sebelum adanya waduk dengan kala ulang 25,50 dan 100 tahun sebesar 250,5m3/det, 251,4 m3/det dan 250,9 m3/det.Keadaan tinggi air dalam waduk pada elevasi 100 m (Normal Water Level) debit outflow untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun masing-masing sebesar 439,5 m3/det, 490 m3/det dan 540 m3/det sehingga debit banjir yang tereduksi 41,8 m3/det, 44,7 m3/det dan 48,2 m3/det. Keadaan air dalam waduk pada elevasi (103,6) (High Water Level), outflow untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun sebesar 445,7 m3/det, 495,4 m3/det dan 545,6 m3/det dengan reduksi banjir sebesar 35,6 m3/det, 39,3 m3/det dan 42,6 m3/det. Informasi yang didapat adalah adanya waduk sangat mempengaruhi debit banjir di hilir sungai Tondano pada saat air dalam waduk terisi air sampai pada elevasi low water level atau 87,5 m ketika akan terjadinya banjir.  Keywords: Debit Banjir, Tinggi Muka Air Banjir, Waduk Kuwil-Kawangkoan
ANALISIS TINGGI MUKA AIR BANJIR DI MUARA SUNGAI TALAWAAN–BAJO KECAMATAN WORI Kalangi, Peni Patricia; Hendratta, Liany A.; Jansen, Tommy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan-Bajo di Kota Manado pada musim penghujan pernah meluap pada titik yang bermuara ke pantai Talawaan-Bajo. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang mungkin terjadi, dibutuhkan data tinggi muka air banjir di sungai Talawaan–Bajo tanpa pengaruh pasang surut dan dengan pengaruh pasang surut.Analisis frekuensi hujan dilakukan dengan metode Log Pearson III. Parameter HSS SCS dikalibrasi sebelum simulasi debit banjir dengan program HEC-HMS. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai Nash Sutchliffe Efficiency yang baik yaitu 0,751. Setelah didapat debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang, dengan program HEC-RAS  disimulasikan tinggi muka air pada penampang yang telah diukur tanpa pengaruh pasang surut dan dengan pengaruh pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran aliran melalui pemodelan aliran permanen (steady flow), untuk Boundary condition sebelah hulu digunakan debit puncak kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, sedangkan Boundary condition sebelah hilir adalah tinggi muka air pasang tertinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya debit puncak pada kala ulang 5 tahun=175,7 m3/det, kala ulang 10 tahun=231,8 m3/det, kala ulang 25 tahun=307,7 m3/det, kala ulang 50 tahun=367,2 m3/det, dan kala ulang 100 tahun=429,1 m3/det. Dalam kondisi tanpa pengaruh pasang surut untuk kala ulang 5 tahun luapan banjir mulai terjadi pada STA 0+75, untuk kala ulang 10, 25, dan 50 tahun luapan banjir mulai terjadi pada STA 0+25, dan pada kala ulang 100 tahun luapan banjir sudah mulai terjadi pada STA 0+0 . Sedangkan dalam kondisi pengaruh pasang surut untuk kala ulang ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun, luapan banjir sudah mulai terjadi pada STA 0+0. Tinggi muka air tertinggi dengan kenaikan muka air banjir (luapan) berkisar 0,01-0,96 meter untuk kondisi dengan pengaruh pasang surut. Kata kunci: Banjir, Tinggi Muka Air, Pasang Surut, HEC-HMS, HEC-RAS.
PERENCANAAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI AIR BERSIH IBUKOTA KECAMATAN NUANGAN Gaib, Dwi Tirta Yudha; Tanudjaja, Lambertus; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Nuangan merupakan daerah pemekaran yang populasinya berkembang  pesat sehingga kebutuhan akan air bersih juga meningkat.  Sementara itu ketersediaan air bersih dari PDAM  saat ini berkapasitas 5 ltr/detik  yang ditingkatkan menjadi 10 ltr/detik masih kurang memadai dan kondisinya sangat memprihatinkan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Berdasarkan latar belakang ini diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih yang baru guna menunjang kebutuhan penduduk pada masa mendatang. Penelitian ini menggunakan data primer yang meliputi survei sumber air, kondisi existing IPA dan data sekunder berupa data jumlah penduduk, peta topografi dan data RTRW Boltim 2013-2033. Dari data sekunder ketersediaan air sungai Ongkag Totoka sebagai sumber air baku yang berkapasitas 10 m³/d. Berdasarkan data jumlah penduduk lima tahun terakhir, dianalisis pertumbuhan penduduk dengan menggunakan analisis regresi eksponensial sampai tahun 2035 yaitu sebesar 7353 jiwa. Dari hasil proyeksi jumlah penduduk sampai tahun rencana didapat total kebutuhan air bersih di Ibukota Kecamatan Nuangan 12 l/d. Total kebutuhan air ini digunakan sebagai data awal dalam perhitungan dimensi hidrolis sistem pengolahan air bersih yang meliputi : bak prasedimentasi, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan ground reservoir dengan menerapkan kriteria desain dan batasan-batasan yang sesuai dengan sistem pengolahan lengkap. Juga terdapat reservoir distribusi berukuran 10m x 6m x 5,5m untuk menampung air dan optimalisasi suplai. Kata kunci : Ketersediaan air , kebutuhan air bersih, sistem penyediaan air bersih
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI BAGIAN TIKUNGAN SUNGAI TALAWAAN BAJO KABUPATEN MINAHASA UTARA Kapoh, Sharon Beatrix; Halim, Fuad; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan Bajo terletak di Kabupaten Minahasa Utara yang bermuara di Pantai Talawaan Bajo. Pada saat ini terjadi proses sedimentasi di sungai tersebut yang diakibatkan oleh banyaknya sedimen yang terbawa oleh aliran. Proses sedimentasi ini dapat mengakibatkan terjadinya perubahan ketinggian dasar sungai yang tentunya dapat mengurangi kapasitas tampungan sungai tersebut dan lama kelamaan akan mengakibatkan terjadinya banjir yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai. Oleh karena itu untuk menanggulangi masalah tersebut, diperlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di sungai untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran (, , )  dan berat jenis sedimen. Dalam analisis juga digunakan nilai hasil analisis debit banjir. Data- data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu Van Rijn dan Einstein.Dari hasil perhitungan angkutan sedimen dasar di bagian tikungan sungai menunjukkan bahwa nilai angkutan sedimen dasar di bagian tikungan luar lebih besar dibandingkan dengan nilai angkutan sedimen dasar di bagian tikungan dalam dan tengah sungai. Kata kunci: Sedimen dasar, Sedimentasi, Tikungan Sungai, Sungai Talawaan Bajo.
Analisis Neraca Air Sungai Tondano dan Optimalisasi Pemanfaatannya Susilo, Dewi M. M.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany Amelia
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 7, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is an essential natural resource, much needed by humans and other living beings.It is transformed through the hydrological cycle. As a hydrological system, the Tondano River receives input in the form of rainfall and then processes it according to its characteristics into flow. The infiltrated water will rise again by the capillary force, moving horizontally as an interflow or vertically percolating to the aquifer layer that also flows as the baseflow. Water which is not restrained at ground level and also not infiltrated will become overland flow. In the end these three streams will enter the river as a stream / river flow. Thus the river is a joint point between overlandfl ow, interfl ow, basefl ow and rainwater that directly fall on the river body.               In line with the increasing number of population and the development of economy and industry, there is also increasing demand for water for various purposes (mainly for domestic, urban and industrial, irrigation, electricity, tourism and environment). On the other hand, the availability of water is still fixed so that the conflict of interest in water consumption has begun. This situation if allowed to drag on will interfere with people's life and national development in general. To anticipate this, it is necessary to manage water distribution at river level or even between river areas, comprehensively and integrated. Given the complexity of this water allocation system, the assistance of a computer model for water allocation, which is not only used in the planning stage, but also operationalally to assist water managers as a decision support system.                Water balance analysis is a part of water resource development activities, while water balance is a general description of the condition of water availability and its allocation in an area in the last 10 years. Water balance analysis is useful in the prevention of drought in the dry season.       Tondano river basin consists of several rivers. This study aims to determine the amount of water availability and water demand and optimization of its utilization in the river tondano            Optimization and water allocation in this study using secondary data in the form of debit mainstay and wide catchment area with software DSS ribasim            Results revealed that: - total water demand in Tondano River 1.38 m³ /sec.; total water availability in Tondano River is 0.93 m³ / sec.; The need for water and its allocation is for Irrigation Area, PLTA, PDAM.;Irrigation area is 100% fulfilled for DI Noongan, DI Kulo, DI Kinidow, IN Doud Sukur and DI Ranoweleng.; Hydroplasses of 774% of old tonsea, PLTA Tanggari 1 of 61.2%, PLTA Tanggari 2 by 47%.; PDAM Tondano at 100% availability, Manado PDAM at 100% availability. Keywords: water Balance, Tondano river , DSS ribasim, water availability, water demand
Kajian Efektivitas Pengendalian Banjir di DAS Torosik Jansen, Dave; Jansen, Tommy; Hendratta, Liany Amelia
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 7, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The catchment area of Torosik River exists in Pinolosian Bolaang Mongondow region, often make flooding in society area because the discharge flooding is more than Torosik River capacity. The reduction of flood discharge is carried over with river flowing of Torosik reach in existing condition and the exist of retention pond in upstream part of river and river normalization in downstream part, using HMS and HEC-RAS computation tools. The peak outflow of one retention pond results 88.5 m3/sec, two retention pond results 86.9 m3/sec, and 93.3 m3/sec for existing condition. River flow simulation of river normalization condition results average water surface level 12m , and existing condition results average water surface level 13m. The reduction of flood discharge in existing condition and the exist of two retention pond result 6.4 m3/sec, if it is conversed to the height of water surface with constant velocity then get the height of water is just 0.5m.The river normalization result of discharge reduction more than the exist of retention pond of the Torosik catchment area.  Keywords: watershed,, catchment area, flood discharge, peak discharge, HMS-HECRAS.
Co-Authors . Sukarno Abdul Karim, Intan A. N. S. Adare, Demetrius R. Ch. Alex Binilang Ardianto, Billy Prima Ariestides K. T. Dundu Bimo A. S. Wonggo Cindy J. Supit Dave Steve Kandey Dave Steve Kandey, Dave Steve Davy Ivan Robert Jansen Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dwi Tirta Yudha Gaib, Dwi Tirta Yudha Eveline M. Wuisan Firdaus Fuad Halim Gaghana, Marleve Ighnatius Sasundung I. S. Gerald C. A. Nayoan Gloria A. Palit Hanny Tangkudung Hendra Riogilang Iroth, Angelia Isa, Mohamad Isri R. Mangangka, Isri R. Jeffry Swingly Frans Sumarauw Jeremia R. R. Oroh Jimmy Y. Kalumata Kalangi, Peni Patricia Kamase, Malinda Kapoh, Sharon Beatrix Karina, Farah Vida Kristoffel R. P. Kapoh La'la Monica Lagoari, Meyvi C. Lahamendu, Victor Christofel Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Lumowa, Thessalonika S. G. Makasaehe, Deborah Mamahit, Donny Mambu, Venezia Syaloom Manansang, Merry Kristin Manengkey, Arsita Maria Monica, La’la Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Olivia M Tumurang Pagayang, Enjelia Tasya Panelewen, Vivienne Pantungan, Ferdinand R. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina priskila Perez Mosesa, priskila Perez Raco, Maria Gloria Raden G. Rompas Rahelga F. E. Rembet Riogilang, Herawaty Roski R.I. Legrans Rurung, Muhammad Alriansyah SATRIYAS ILYAS Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Soekarno Soekarno Sondak, Scrivily Witsly Sukarno, David Endro Tomici Suma, Muayyad Feisal Sumardi, Mirza Arrazy Susilo, Dewi M. M. Tamboto, Yonathan Tampubolon, Eden Taslim, Febrian Thambas, Arthur Harris Tiny Mananoma Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tulandi, Andre Felix Viralsia Ivana Kundimang, Viralsia Ivana Wulandarry D. Harundja