Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kapasitas Penampang Sungai Pompang Desa Tambelang Kabupaten Minahasa Selatan Terhadap Berbagai Kala Ulang Banjir Topah, Renaldo F.; Sumarauw, Jeffry S.F.; Hendratta, Lianny A.
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Pompang merupakan salah satu sungai di Kecamatan Maesaan yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati oleh sungai Pompang yang sebagian besar merupakan pemukiman masyarakat dan lahan persawahan. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang dapat terjadi.  Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Tompaso Baru. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2009 s/d 2018. Setelah didapat besar hujan, dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SCS menggunakan program computer HEC-HMS. Setelah itu debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.  Hasil simulasi menunjukkan bahwa hampir semua penampang sungai Pompang yang ditinjau, sudah tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kecuali penampang sta 0 dan sta 150 yang tidak terjadi luapan di setiap kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Dan juga untuk sta 175 yang tidak terjadi luapan hanya pada kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI BIYONGADI TITIK BENDUNG HULUDUPITANGO KABUPATEN GORONTALO Djokja, Syalia Ayu Fitriana; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Huludupitango memanfaatkan air dari Sungai Biyonga untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.150 ha sawah fungsional di daerah irigasi desa Biyonga dan sekitarnya. Akan tetapi, pada musim kemarau debit di Bendung Huluputango mengalami penurunan sehingga tidak mampu menyuplai air secara maksimal untuk kebutuhan irigasi yang menyebabkan para petani mengalami kerugian akibat gagal panen. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Biyonga. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Biyonga agar dapat diketahui apakah jumlah air mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air di DAS Biyongatidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Biyonga. Masa tanam yang digunakan perlu disesuaikan sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi untuk lahan fungsional. Kata Kunci: DAS Biyonga, Bendung Huludupitango, Metode NRECA, Neraca Air
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI TALER DI KELURAHAN PAPAKELAN KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Mambu, Venezia Syaloom; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Taler merupakan salah satu sungai yang berada di Kecamatan Tondano Timur yang pernah meluap dan membanjiri Kelurahan Papakelan. Kejadian ini menyebabkan kerugian bagi masyarakat akibat terendamnya rumah penduduk, jalan serta lahan pertanian. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data mengenai besarnya debit banjir dan tinggi muka air untuk penyesuaian penampang sungai Taler.Pada penelitian ini dilakukan perkiraan debit banjir rencana di Sungai Taler dengan analisis hidrologi untuk mengetahui besarnya debit banjir rencana. Simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang sungai yang ditinjau menggunakan program komputer HEC-RAS. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi debit menggunakan metode Log Pearson III untuk mendapatkan debit banjir rencana dengan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Adapun data debit yang digunakan berasal dari pos pemantauan debit Taler – Papakelan. Data debit yang digunakan adalah data debit maksimum sesaat tahunan dengan debit terukur tahun 2004, 2010 sampai tahun 2018. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang sungai yang telah diukur.Hasil simulasi menunjukkan bahwa penampang sungai Taler untuk STA 0+50, STA 0+75, STA 0+150 dan STA 0+200 pada kala ulang 2 tahun, STA 0+25 sampai STA 0+200 pada kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh tinggi muka air banjir melebihi elevasi tebing sungai. Kata kunci: Sungai Taler, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RAS.
Analisis Ketersediaan Air Sungai Talawaan Untuk Kebutuhan Irigasi Di Daerah Irigasi Talawaan Meras Dan Talawaan Atas Kundimang, Viralsia Ivana; Hendratta, Liany A.; Wuisan, Eveline M.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Irigasi Talawaan Meras dan Talawaan Atas dengan luas fungsi lahan 1705 Ha adalah Daerah Irigasi yang mendapatkan suplay air dari sungai Talawaan, mengalami ketersediaan debit air yang tidak merata. Pada daerah hulu (1440 Ha) kebutuhan irigasi masih terpenuhi. Sedangkan untuk daerah hilir (265 Ha) debit air cenderung berkurang sehingga tidak dapat mengairi lahan daerah tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan dan kebutuhan air dengan menggunakan data yang tersedia yaitu data tahun 2004-2013. Ketersediaan air dihitung dengan menggunakan model MOCK. Hasil kalibrasi yang paling mendekati adalah data tahun 2004 dengan tingkat keakuratan menggunakan Nash-Sutcliffe Coefficient (E) sebesar 0,518. Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan air dilakukan dengan membuat variasi pola tanam dengan mengubah beberapa parameter, seperti jumlah musim tanam dalam setahun, pembuatan sistem pembagian air golongan dan sistem rotasi petak tersier. Hasil analisis, debit Sungai Talawaan tidak cukup mengairi seluruh petak tersier dengan sistem pengairan secara terus menerus, sehingga dicoba untuk membuat variasi pola tanam dan mengubah koefisien rotasi petak tersier. Dari 9 pola tanam yang dicoba. Yang paling optimal adalah pola tanam 9 dengan variasi 1 musim tanam, 3 golongan dan koefisien rotasi = 0,5. Kata kunci: sungai Talawaan, kekurangan air, MOCK, debit andalan (Q80), kebutuhan air irigasi, pola tanam, sistem rotasi golongan
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Suluun Tiga Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan Subagia, Ni Kadek A. F. C. E.; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Suluun Tiga terdiri atas 5 lingkungan yang belum mendapatkan pelayanan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, selama ini warga mengandalkan 2 mata air yang terdapat di Desa Suluun Tiga yang belum dilengkapi dengan jaringan air bersih dari mata air ke pemukiman warga sehingga perlu adanya Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih. Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2034. Untuk memproyeksi pertumbuhan penduduk sampai tahun 2034 menggunakan metode regresi logaritma. Dari hasil proyeksi pertumbuhan penduduk didapat kebutuhan air bersih Desa Suluun Tiga yaitu 0,431 l/det dengan debit total mata air sebesar 0,506 l/det. Jadi air dari mata air dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Suluun Tiga sampai tahun 2034. Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Suluun Tiga dibagi menjadi 2 zona. Zona 1 mata air berada di daerah yang lebih tinggi dari daerah layanan sehingga air akan di kumpulkan di reservoir distribusi berukuran (2,5x2,5x3,4) m kemudian dialirkan secara gravitasi ke 5 hidran umun yakni hidran umum1, 2, 3, 4, dan 5. Zona 2 mata air berada pada daerah yang lebih rendah dari daerah layanan sehingga air akan dikumpulkan di brokaptering berukuran (3x3x3) m kemudian dipompa ke reservoir distribusi berukuran (3x3x4) m yang letaknya lebih tinggi dari daerah layanan sehingga air akan dialirkan secara gravitasi ke 6 hidran umum yakni hidran umum 6, 7, 8, 9, 10, dan 11. Jenis pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal SANYO PW H137 dan Multi Pro PS 123A-MP. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk menganalisa sistem perpipaan distribusi menggunakan program Epanet 2.0. Kata kunci : desa Suluun Tiga, hidran umum, perencanaan sistem penyediaan air bersih.
OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN DRAINASE JALAN RAYA SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH GENANGAN AIR Hendratta, Liany Amelia
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan Kota Manado yang pesat memicu terjadinya alih fungsi lahan yang tidak terkendali sehingga banjir dan genangan air sering terjadi di kawasan sekitar kompleks Kantor Camat Tuminting dan menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi jalan, aktivitas lalu lintas  serta kehidupan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi aktual melalui observasi lapangan serta pengumpulan data yang terdiri dari data curah hujan, peta lokasi dan peta jaringan jalan lokasi penelitian. Metode analisis meliputi analisis hidrologi berupa analisis curah hujan dan analisis hidrolika untuk perencanaan drainase dan bangunan pelengkapnya. Suatu rekomendasi sebagai alternatif penyelesaian masalah genangan air di sekitar Jalan Hasanudin kompleks Kantor Camat Tuminting dihasilkan dalam penelitian ini, terutama menyangkut kerangka sistem jaringan drainase dengan maksud optimalisasi terhadap sistem jaringan drainase eksisting dan penambahan kapasitas saluran serta gorong-gorong dengan tetap memperhatikan faktor efektivitas dan faktor ekonomis dalam menyelesaikan persoalan dan genangan air dan aliran permukaan.   Kata kunci : drainase jalan raya, genangan air, analisis hidrologi, analisis hidrolika
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MARISA KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Isa, Mohamad; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Marisa adalah salah satu sungai yang berada di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Sungai Marisa pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, rusaknya areal pertanian serta menganggu lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari Sungai Marisa.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan MRG DAS Limboto Datahu dan pos hujan Klimatologi DAS Limboto. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2009 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukkan nilai 0,9799. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Marisa yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Marisa, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS.
ANALISIS PENGARUH BACKWATER DI MUARA SUNGAI TALAWAAN-BAJO KABUPATEN MINAHASA UTARA La'la, Monica; Hendratta, Liany A.; Supit, Cindy J.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan-Bajo di Kabupaten Minahasa Utara pada musim penghujan pernah meluap di muara pantai Talawaan-Bajo. Luapan air ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta pengaruh pasang surut di sungai Talawaan-Bajo. Analisis pengaruh pasang surut dan backwater yang terjadi di sungai tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak.Analisis frekuensi hujan menggunakan Metode Log Pearson III dengan bantuan Program HEC-HMS dengan metode HSS SCS. Debit banjir dianalisis dengan program HEC-HMS menggunakan parameter terkalibrasi. Debit puncak hasil simulasi untuk setiap kala ulang digunakan untuk mensimulasi tinggi muka air pada penampang menggunakan program HEC-RAS. Simulasi dibuat dengan kondisi pasang surut terendah dan debit terkecil, pasang surut terendah dan debit terbesar, pasang surut tertinggi dan debit terkecil, dan pasang surut tertinggi dan debit terbesar. Metode Tahapan Langsung dan Metode Tahapan Standart akan digunakan untuk melihat profil muka air banjir sungai Talawaan-Bajo.Penelitian menunjukkan besarnya debit puncak pada kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 68,8 m3/det, 102,6 m3/det, 154,6 m3/det, 204,9 m3/det, dan 263,8 m3/det. Analisis HEC-RAS pada kondisi tanpa pasang surut untuk kala ulang 5 tahun, penampang sungai sudah tidak mampu menampung debit banjir sejak STA 0+45. Pada kala ulang 100 tahun sudah tidak mampu menampung debit banjir sejak STA 0+25. Kondisi dengan pengaruh pasang surut untuk kala ulang 5 dan 100 tahun seluruh tinggi muka air sudah melampaui tinggi penampang sungai dengan nilai antara 0,08-1,47 meter. Luapan cenderung terjadi ke arah bantaran kanan sungai.Analisis tinggi muka air dengan metode tahapan langsung mendapatkan selisih pengaruh backwater pada kondisi pasang surut terendah dan pasang surut tertinggi untuk debit terkecil antara 1,47–2,48 m, sedangkan untuk debit terbesar antara 0,7–1,49 m. Analisis yang sama dilakukan dengan metode tahapan standart mendapatkan hasil 0,63–1,2 m dan 0,07–0,35 m. Kedua metode ini menunjukkan pengaruh backwater lebih besar terjadi pada kondisi debit terkecil dibandingkan dengan debit terbesar. Fenomena ini terjadi karena debit yang kecil memungkinkan masuknya sejumlah aliran balik menuju sungai. Hasil analisis metode tahapan standart menunjukkan perbedaan yang kecil dengan HEC-RAS sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif penggunaan program HEC-RAS dalam menganalisis profil muka air. Kata kunci:  Backwater, HEC-HMS, HEC-RAS, Profil Muka Air, Metode Tahapan Langsung, Metode Tahapan Standart
PENGEMBANGAN POTENSI SUNGAI NUNUK SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) DI KAWASAN AIR TERJUN PONIKI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mamahit, Donny; Supit, Cindy J.; Hendratta, Liany A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy fosil masih menjadi sumber energy/bahan bakar bagi sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia meskipun penggunakan sumber energi yang berasal dari energi terbarukan mengalami peningkatan jumlahnya. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam khususnya energy baru terbarukan, walaupun demikian masih banyak potensi energy baru terbarukan yang belum dioptimalkan termasuk di Kabupaten Minahasa Tenggara yang memiliki potensi pembangkit listrik skala kecil seperti di kawasan air terjun Poniki.Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar debit yang dihasilkan sungai Nunuk di Kawasan air terjun Poniki, Tinggi jatuh efektif, tata letak serta desain awal bangunan sipil PLTM.metode penelitian yang digunakan ialah survey langsung untuk memperoleh data primer dan sekunder dalam rangka menganalisa lebih lanjut pengembangan pembangkit listrik skala kecil.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Debit sesaat pada musim normal 2,54 m3/dt. Debit rencana ditetapkan 2,1 m3/dt untuk merencanakan bangunan bendung, Intake, saluran penghantar dan bak penenang. Sedangkan pipa pesat dan daya turbin menggunakan debit 1,376 m3/dt, tinggi jatuh efektif sebesar 21,3 m dengan potensi daya listrik sebesar 183,7 KW. Turbin yang digunakan adalah jenis turbin Crossflow dengan Generator tipe asinkron. Kata kunci: Debit, Tinggi Jatuh, Energi, PLTM
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA PAKUURE TINANIAN Tambingon, Dennis Paul; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pakuure Tinanian terletak di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa selatan. Terdiri atas 5 lingkungan yang saat ini sebagian wilayah didesa tersebut telah mendapat pelayanan air bersih dari pemanfaatan sumber mata air Lolombulan, namun untuk lingkungan 4 dan 5 belum terdistribusi air dengan baik. Suplai air bersih belum dapat memenuhi kebutuhan air di daerah layanan secara menyeluruh. Sehingga perlu direncanakan kembali sistem jaringan baru agar pendistribusian air bersih didaerah tersebut dapat terlayani. Sumber air yang dimanfaatkan dari mata air Lolombulan. Sistem jaringan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih 12 hidran umum diwilayah layanan sampai tahun 2035. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk yang dianalisis dengan menggunakan analisa logaritma. Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih di Desa Pakuure Tinanian, pada tahun 2035 dengan jumlah penduduk 1160 jiwa kebutuhan air bersih mencapai 0,973 liter/detik. Jaringan distribusi menggunakan layout DEAD END or TREE-SYSTEM dengan system gravitasi, layout ini terdiri atas Bronkaptering dengan kapasitas 1,5 m3 dengan dimensi (1,24x1,24x1,5), Pipa Transmisi dengan diameter 2”, Reservoar dengan kapasitas 16 m3 dengan dimensi (2,3x,2,3x3,5), Pipa distribusi dengan diameter 1”, 12 Hidran Umum yang tersebar diseluruh daerah layanan dengan kapasitas 2 m3 Kata kunci : Kebutuhan Air Bersih, Sistem Penyediaan, Jaringan Pipa
Co-Authors . Sukarno Abdul Karim, Intan A. N. S. Adare, Demetrius R. Ch. Alex Binilang Ardianto, Billy Prima Ariestides K. T. Dundu Bimo A. S. Wonggo Cindy J. Supit Dave Steve Kandey Dave Steve Kandey, Dave Steve Davy Ivan Robert Jansen Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dwi Tirta Yudha Gaib, Dwi Tirta Yudha Eveline M. Wuisan Firdaus Fuad Halim Gaghana, Marleve Ighnatius Sasundung I. S. Gerald C. A. Nayoan Gloria A. Palit Hanny Tangkudung Hendra Riogilang Iroth, Angelia Isa, Mohamad Isri R. Mangangka, Isri R. Jeffry Swingly Frans Sumarauw Jeremia R. R. Oroh Jimmy Y. Kalumata Kalangi, Peni Patricia Kamase, Malinda Kapoh, Sharon Beatrix Karina, Farah Vida Kristoffel R. P. Kapoh La'la Monica Lagoari, Meyvi C. Lahamendu, Victor Christofel Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Lumowa, Thessalonika S. G. Makasaehe, Deborah Mamahit, Donny Mambu, Venezia Syaloom Manansang, Merry Kristin Manengkey, Arsita Maria Monica, La’la Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Olivia M Tumurang Pagayang, Enjelia Tasya Panelewen, Vivienne Pantungan, Ferdinand R. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina priskila Perez Mosesa, priskila Perez Raco, Maria Gloria Raden G. Rompas Rahelga F. E. Rembet Riogilang, Herawaty Roski R.I. Legrans Rurung, Muhammad Alriansyah SATRIYAS ILYAS Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Soekarno Soekarno Sondak, Scrivily Witsly Sukarno, David Endro Tomici Suma, Muayyad Feisal Sumardi, Mirza Arrazy Susilo, Dewi M. M. Tamboto, Yonathan Tampubolon, Eden Taslim, Febrian Thambas, Arthur Harris Tiny Mananoma Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tulandi, Andre Felix Viralsia Ivana Kundimang, Viralsia Ivana Wulandarry D. Harundja