Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Tikala Di Titik Jembatan Jalan Siswa Keluarahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado Kastilong, Dylan G. D.; Supit, Cindy J.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65141

Abstract

Anak Sungai Tikala adalah salah satu anak sungai dari Sungai Tikala yang seringkali mengalami pengeluapan dan mengakibatkan terjadinya banjir di Kota Manado terlebih khusus pada beberapa jalan dan kelurahan yang dilewati oleh anak sungai ini. Jalan Siswa, Kelurahan Taas yang merupakan salah satu daerah yang dilewati oleh anak sungai ini terdampak langsung luapan Anak Sungai Tikala yang menyebabkan jalan serta beberapa rumah di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi kelak, perlu dilakukan analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air anak sungai Tikala. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos Hujan Tikala - Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2015 s/d 2024. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan semua penampang melintang dari STA 0+25 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Anak Sungai Tikala, debit banjir, elevasi tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Luas Genangan Akibat Keruntuhan Bendungan (Dam Break) Kuwil Kawangkoan Dengan Program HEC-RAS Lombogia, Christhio A. P.; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66106

Abstract

Menurut ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia mengenai bendungan, setiap bendungan wajib memiliki dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) yang diperbaharui setiap lima tahun. Penyusunan RTD tersebut harus didasarkan pada analisis potensi keruntuhan bendungan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melakukan analisis potensi keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, dengan mengacu pada Pedoman Klasifikasi Bahaya Bendungan sesuai Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan. Studi ini memberikan hasil bahwa curah hujan PMP di DTA Waduk Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 1297,18 mm, debit banjir PMF di Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 2476,57 m3/det, dan Skenario keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan dampak paling ekstrem adalah overtopping, yang menghasilkan genangan seluas ±1.689,49 ha. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa. Kedalaman genangan maksimum pada titik representatif masing-masing wilayah berkisar antara 2,69 m hingga 22,06 m. Berdasarkan kedalaman banjir tersebut, sebagian besar wilayah seperti Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa dikategorikan sebagai Zona Bahaya Tinggi. Kata kunci: keruntuhan bendungan, Bendungan Kuwil Kawangkoan, Probable Maximum Flood, genangan banjir, HEC-RAS
Co-Authors . Sukarno Abdul Karim, Intan A. N. S. Adare, Demetrius R. Ch. Alex Binilang Ardianto, Billy Prima Ariestides K. T. Dundu Bimo A. S. Wonggo Cindy J. Supit Dave Steve Kandey Dave Steve Kandey, Dave Steve Davy Ivan Robert Jansen Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dwi Tirta Yudha Gaib, Dwi Tirta Yudha Eveline M. Wuisan Firdaus Fuad Halim Gaghana, Marleve Ighnatius Sasundung I. S. Gerald C. A. Nayoan Gloria A. Palit Hanny Tangkudung Hendra Riogilang Iroth, Angelia Isa, Mohamad Isri R. Mangangka, Isri R. Jeffry Swingly Frans Sumarauw Jeremia R. R. Oroh Jimmy Y. Kalumata Kalangi, Peni Patricia Kamase, Malinda Kapoh, Sharon Beatrix Karina, Farah Vida Kastilong, Dylan G. D. Kristoffel R. P. Kapoh La'la Monica Lagoari, Meyvi C. Lahamendu, Victor Christofel Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Lombogia, Christhio A. P. Lumowa, Thessalonika S. G. Makasaehe, Deborah Mamahit, Donny Mambu, Venezia Syaloom Manansang, Merry Kristin Manengkey, Arsita Maria Monica, La’la Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Olivia M Tumurang Pagayang, Enjelia Tasya Panelewen, Vivienne Pantungan, Ferdinand R. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina priskila Perez Mosesa, priskila Perez Raco, Maria Gloria Raden G. Rompas Rahelga F. E. Rembet Riogilang, Herawaty Roski R.I. Legrans Rurung, Muhammad Alriansyah SATRIYAS ILYAS Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Soekarno Soekarno Sondak, Scrivily Witsly Sukarno, David Endro Tomici Suma, Muayyad Feisal Sumardi, Mirza Arrazy Susilo, Dewi M. M. Tamboto, Yonathan Tampubolon, Eden Taslim, Febrian Thambas, Arthur Harris Tiny Mananoma Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tulandi, Andre Felix Viralsia Ivana Kundimang, Viralsia Ivana Wulandarry D. Harundja