Claim Missing Document
Check
Articles

Pendeteksian Suara Ikan Lepu Ayam (Pterois Volitans)Pada Periode Makan Dengan Skala Laboratorium Rika Dwi Susmiarni; Fauziyah .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.913 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1711

Abstract

Penelitian  mengenai  pendeteksian  karakteristik  menggunakan  metode  hidroakustik  telah dilaksanakan  pada  bulan  Juni  2011  sampai  Januari  2012  di  laboratorium  Inderaja,  Akustik  dan Instrumentasi serta Laboratorium Oseanografi Program Studi Ilmu Kelautan. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk  mendeteksi  karakteristik  suara  ikan  lepu  ayam  (Pterois  volitans).  Penelitian  ini dilakukan menggunakan metode  passive soundingdengan cara merekam suara yang dihasilkan ikan saat periode makan. Perekaman dilakukan pada ikan jantan, betina, dan berpasangan. Karakteristik dari  ikan  lepu  ayam  (Pterois  volitans) menghasilkan  frekuensi  pulsa  antara  149,5  Hz  –  765,7  Hz dengan kisaran intensitas (-78,8) dB – (-11,6) dB.  Ikan lepu ayam betina memiliki rentang intensitas paling  panjang  (-78,8)  dB  –  (-11,6)  dB  dibandingkan ikan  jantan  (-71,5)  dB  –  (-12,4)  dB  dan  saat berpasangan  (-69,4)  dB  –  (-31,5)  dB.  Ikan  jantan  lebih  aktif  saat  sebelum  dan  setelah  makan, sedangkan  ikan  betina  lebih  aktif  saat  makan,  dan  ikan  berpasangan  aktif  saat  makan  dan  setelah makan.
PEMETAAN BATIMETRI MENGGUNAKAN METODE AKUSTIK DI MUARA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN Ridho Anzari; Hartoni .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.019 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4473

Abstract

Informasi kedalaman merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk beberapa kajian kegiatan sumberdaya kelautan. Namun, saat ini peta batimetri untuk perairan dangkal masih sangat terbatas, termasuk wilayah Muara Sungai Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan batimetri di Muara Sungai Lumpur. Pengukuran batimetri menggunakan metode akustik yaitu pendeteksian target di perairan dengan proses perambatan suara. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 3–5 Juli 2014 di Muara Sungai Lumpur. Pengukuran pasang surut untuk menentukan mean sea level (muka laut rata-rata) yang dijadikan koreksi kedalaman. Hasil dari penelitian diketahui mean sea level 3,016 meter dengan kedalaman perairan rata-rata 4,2 meter, dimana kedalaman tertinggi sedalam 10,4 meter terletak di hulu dan kedalaman terendah 0,7 meter pada muara sungai. Pada badan sungai kemiringan bervariasi antara 5-9 derajat, sedangkan pada pantai lebih landai dengan kemiringan dibawah 1 derajat.KATA KUNCI: Akustik, batimetri, Sungai Lumpur. 
Analisis Pola Sebaran Sedimen Tersuspensi Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh di Perairan Muara Sungai Banyuasin Fernandho Simbolon; Heron Surbakti; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.328 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2432

Abstract

TSS  (Total  suspended  solid)  adalah  semua  zat  padat  (pasir,  lumpur, dan tanah  liat)  atau partikel-partikel  yang  tersuspensi  dalam  air  berupa komponen  biotik  (fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi,dll), ataupun komponen abiotik (detritus dan partikel-partikel anorganik)  yang  masuk  ke perairan  melalui  sungai  menuju  ke  wilayah  pesisir  dan  laut , dapat dilihat pengaruhnya secara langsung di perairan pesisir. Aktivitas manusia di hulu seperti  illegal loging, pembuatan parit, transportasi, industri dan rumah tangga memberi sumbangan yang nyata terhadap peningkatan TSS di Muara Banyuasin. Penelitian analisis pola  sebaran  sedimen  tersuspensi menggunakan  teknik  penginderaan  jauh  di  perairan Muara Banyuasin telah dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai dengan Oktober 2013. Data Landsat ETM 7 dikaji untuk memetakan sebaran TSS di Perairan Muara Banyuasin. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pola  sebaran  TSS insitu  dan  pendugaan, mengetahui  algoritma  TSS  pendugaan  yang  sesuai di  Muara  Banyuasin  dan mengaplikasikanya  pada  citra  31  Maret  2004,  29 Maret  2009  dan  24  Maret  2013. Pengolahan  data  citra  landsat   ETM  7 tanggal  9  April  2013  adalah  untuk  mengetahui pendugaan konsentrasi TSS dan  mengolah  data  insitu  yang diambil tepat saat perekaman citra. Konsentrasi  TSS  pendugaan  diregresikan  dengan  data  insitu.  Hasil penelitian menunjukkan hasil dari regresi polynomial  antara TSS pendugaan dan TSS insitu koefisien determinasi (R2) terbesar adalah 0,426 dihasilkan oleh algoritma Budhiman. berdasarkan data  insitu  menunjukkan  konsentrasi  TSS saat  surut  berkisar  40,33  mg/l-755,66  mg/l sedangkan  saat   pasang berkisar  113,44  mg/l-477,11  mg/l.  Konsentrasi  TSS  pendugaan dalam kurun waktu 9 tahun (2004-2013) menunjukan bahwa terjadi peningkatan TSS di Muara Banyuasin.KATA KUNCI:   Landsat ETM 7, muara Banyuasin, penginderaan jauh, total suspended solid  (TSS).
Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Defin Ari Pastra; melki .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1344

Abstract

This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial. Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic. This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli dan bakteri Staphylococcusa aureus. Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya. Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23 dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons
PEMETAAN SEBARAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL DI TELUK LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Elza Anggarini Gunawan; Andi Agussalim; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.814 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9467

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktifitas primer di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisa konsetrasi dan memetakan klorofil-a di Teluk Lampung menggunakan data citra satelit Landsat berdasarkan algoritma yang sesuai yang dikolerasikan dengan data lapangan setiap musim. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 April 2016 dengan metode purposive sampling sebanyak 20 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan nilai klorofil-a di Teluk Lampung termasuk dalam kategori kesuburan rendah (2,749 mg/m3). Berdasarkan hasil regresi data citra dan data lapangan, diperoleh algoritma yang sesuai, yaitu Chl = 0,00997 ((TM5+TM6)/TM4)10,491 – 0,2704 ((TM5+TM6)/TM4)6,994 + 2,0237 ((TM5+TM6)/TM4)3,497 – 1,2751. Hasil penerapan algoritma tersebut pada musim yang berbeda, menunjukkan bahwa musim timur cenderung memiliki nilai klorofil-a tertinggi dengan kisaran 2,85-3,28 mg/m3
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Ramsen Napitu; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Ramsen Napitu; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
IDENTIFIKASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL – a MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI PERAIRAN BANGKA BAGIAN BARAT Rizky Adolf A Saing; Heron Surbakti; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.721 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5778

Abstract

Perairan Bangka bagian barat merupakan perairan yang terletak di antara Pulau Bangkadan Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang termasuk di dalamnya yaitu Selat Bangka.Daerah ini memiliki potensi penangkapan ikan pelagis seperti tongkol dan tenggiri yangcukup baik. Pengamatan dan pengambilan sampel lapangan dilakukan di perairan Bangkabagian barat pada tanggal 12 Desember sebanyak 16 stasiun dengan menggunakan datacitra satelit dan in situ. Data citra Modis Aqua yang digunakan yaitu selama 6 tahun padaperiode Januari 2009 sampai dengan Januari 2015 meliputi konsentrasi klorofil-a, suhupermukaan laut dan fenomena thermal front. Daerah penangkapan yang ditunjukkan olehdata citra memiliki pola yang berbeda pada setiap musimnya dan berbeda dengan daerahoperasi penangkapan yang biasa dilakukan oleh nelayanKATA KUNCI : Citra Modis, Daerah Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Perairan BangkaBagian Barat, Suhu Permukaan Laut
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI TELUK RATAI, PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN TEKHNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN MODEL NUMERIK Dwi Sapto Widodo; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.134 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8574

Abstract

Perubahan garis panatai dipengaruhi fenomena alam seperti hempasan gelombang, arus dan pasang surut, serta aktifitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai dan transport sedimen yang terjadi pada kurun waktu 2010-2015 di Pantai Teluk Ratai, dengan menggunakan metode penginderaan jauh dan model numerik. Berdasarkan hasil analisis CITRA SPOT dan model numerik, dalam kurun waktu 5 tahun terjadi sedimentasi seluas 12.291,67 m2 dengan transport sedimen 13.196.637,64 m3. Terjadi abrasi seluas 1.114,40 m2 dengan transport sedimen 3.313.327,75 m3. Sedimentasi terbesar terjadi di Pantai Kalura seluas 3.687,783 m2 dengan transport sedimen 7.714.817,075 m3. Abrasi terbesar terjadi di ujung Teluk Ratai yang memanjang seluas 663,39 m2 dengan transport sedimen 1.879.193,19 m3. 
POLA SEBARAN SALINITAS MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK DI MUARA SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Lucky Pratama; Heron Surbakti; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.22 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5779

Abstract

Salinitas merupakan gambaran penting dari kondisi oseanografi suatu perairan laut dan jugamerupakan salah satu faktor penting bagi penyebaran organisme perairan laut. Tujuan daripenelitian ini memodelkan dan mengkaji pola sirkulasi salinitas pada perairan Muara SungaiBungin dengan model numerik dan mengetahui pola sebaran salinitas pada saat pasang dansurut di Muara Sungai Bungin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 di MuaraSungai Bungin. Pemodelan numerik dilakukan dengan lebar grid ?x=?y=20 m, time step = 1detik, Kondisi awal : u=v=?=0 dan S = 11.6 PSU. Hasil dari simulasi nilai salinitas pada kondisisurut memiliki perbedaan nilai sebesar 0.33 PSU dengan nilai simulasi lebih tinggi dari padanilai pengamatan. Sebaliknya pada saat pasang nilai salinitas pengamatan lebih tinggi dari padanilai simulasi, perbedaan nilai tersebut sebesar 1.99 PSU. Perbedaan rata-rata antara nilai hasilsimulasi dan hasil pengamatan sebesar 4.82 PSU. Pola sebaran salinitas pada Sungai Bunginmemiliki nilai tertinggi pada saat pasang dan terendah pada saat surut.KATA KUNCI :,Model Numerik, Muara Sungai Bungin, Salinitas
Co-Authors ., ardani Affandi, Azhar Kholik Agustin Rustam Alexander A Aritonang Alexander A Aritonang, Alexander A Andi Agussalim Andi Agussalim, Andi Anna I S Purwiyanto Anna I S Purwiyanto, Anna I S Anzari, Ridho ardani . Arifelia, Destri Rizki Arsyei, Laksamana Fachryzal Atik Hendika Lyusta Azhar Kholik Affandi Bambang Aditya Nugraha Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Christie Indah Sari Christie Indah Sari, Christie Indah Defin Ari Pastra Destri Rizki Arifelia Dianysah, Gusti Dietrich G Bengen Dwi Puspa Indriani Dwi Sapto Widodo Elza Anggarini Gunawan Erwin F Silalahi Fajri, M. Awaluddin Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fereddy Yulianus Napitupulu Fernandho Simbolon Fernandho Simbolon, Fernandho Fitri Agustriani Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Dianysah hartoni . Hartoni . Hartoni . Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hendro H Sinaga Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah I Wayan Nurjaya Isnaini Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Johan Risandi Jonson Lumban Gaol La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay, La Ode Nurman Ladys, Maria Lucky Pratama Lyusta, Atik Hendika M. Albab Al Ayubi M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al M. Awaluddin Fajri M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Ladys Melki Melki Melki Melki Melki Muh. Adhim Adrian Muhammad Hendri Mulia Purba Mulia Purba Mulyadi Mulyadi Nanda Nurisman Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurisman, Nanda Nurul Fitriya Nurul Fitriya Pastra, Defin Ari Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna R. Bambang Adhitya Nugraha R. Bambang Adhitya Nugraha Raisyah Salsabilah Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramsen Napitu, Ramsen Rezi Apri Rian Andriansyah Ridho Anzari Rika Dwi Susmiarni Rika Dwi Susmiarni, Rika Dwi Rio Demak Hasibuan Rio Demak Hasibuan, Rio Demak Riris Aryawati Rizky Adolf A Saing Robinson Sitepu Romega Sinaga Rozirwan . Saing, Rizky Adolf A Sarno . Sarno . Silalahi, Erwin F Sinaga, Romega Siswahyudianto Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono Ulqodry, T. Utami, Risnita Widodo, Dwi Sapto Wike Ayu Eka Putri Yundari, Yundari