Claim Missing Document
Check
Articles

Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Defin Ari Pastra; melki .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1344

Abstract

This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial. Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic. This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli dan bakteri Staphylococcusa aureus. Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya. Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23 dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Ramsen Napitu; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Ramsen Napitu; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
IDENTIFIKASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL – a MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI PERAIRAN BANGKA BAGIAN BARAT Rizky Adolf A Saing; Heron Surbakti; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.721 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5778

Abstract

Perairan Bangka bagian barat merupakan perairan yang terletak di antara Pulau Bangkadan Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang termasuk di dalamnya yaitu Selat Bangka.Daerah ini memiliki potensi penangkapan ikan pelagis seperti tongkol dan tenggiri yangcukup baik. Pengamatan dan pengambilan sampel lapangan dilakukan di perairan Bangkabagian barat pada tanggal 12 Desember sebanyak 16 stasiun dengan menggunakan datacitra satelit dan in situ. Data citra Modis Aqua yang digunakan yaitu selama 6 tahun padaperiode Januari 2009 sampai dengan Januari 2015 meliputi konsentrasi klorofil-a, suhupermukaan laut dan fenomena thermal front. Daerah penangkapan yang ditunjukkan olehdata citra memiliki pola yang berbeda pada setiap musimnya dan berbeda dengan daerahoperasi penangkapan yang biasa dilakukan oleh nelayanKATA KUNCI : Citra Modis, Daerah Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Perairan BangkaBagian Barat, Suhu Permukaan Laut
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI TELUK RATAI, PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN TEKHNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN MODEL NUMERIK Dwi Sapto Widodo; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.134 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8574

Abstract

Perubahan garis panatai dipengaruhi fenomena alam seperti hempasan gelombang, arus dan pasang surut, serta aktifitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai dan transport sedimen yang terjadi pada kurun waktu 2010-2015 di Pantai Teluk Ratai, dengan menggunakan metode penginderaan jauh dan model numerik. Berdasarkan hasil analisis CITRA SPOT dan model numerik, dalam kurun waktu 5 tahun terjadi sedimentasi seluas 12.291,67 m2 dengan transport sedimen 13.196.637,64 m3. Terjadi abrasi seluas 1.114,40 m2 dengan transport sedimen 3.313.327,75 m3. Sedimentasi terbesar terjadi di Pantai Kalura seluas 3.687,783 m2 dengan transport sedimen 7.714.817,075 m3. Abrasi terbesar terjadi di ujung Teluk Ratai yang memanjang seluas 663,39 m2 dengan transport sedimen 1.879.193,19 m3. 
Pola Sebaran Salinitas dengan Model Numerik Dua Dimensi di Muara Sungai Musi Christie Indah Sari; Heron Surbakti; Fauziyah .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.572 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2503

Abstract

The aim of this research is to describe the spread salinity with two dimensions numerical model at the Musi River’s estuary, and also to determined relationship of spread salinity with hydrodynamic unsure in water. The research has been done at Juli – Agustus 2011 at Musi River’s estuary, South Sumatra. Determination of sampling points is done by using purposive sampling method. The sample is measured by in-situ method and the data is proceed using Surface Water Modelling System (SMS 8.1) software, then verified with field measurement. The result of this research indicated that when the condition of sea-water tidal waters not too far into the river, the concentration of salinity in the surface layer (0.2 D) ranged between 6 - 28o/oo, in the water column (0.5 D) between 6 - 27o/oo, and in the deep waters (0.8 D) between 5 - 27o/oo. In other hand, at low tide condition, the influence of river moved farther out to the sea, with the concentration of salinity in the surface layer (0.2 D) ranged between 5 - 26o/oo, the salinity in the water column (0.5 D) and in the deep waters (0.8 D) between 4 - 27 o/oo. The result of spread salinity of the model simulation shows that the salinity distribution patterns follow the formed of the flow so that it can be said that the flow will affect the distribution of salinity in the waters. Based on the results of the flow simulation and salinity with or without the effects of wind’s flow and salinity patterns are the same, in the range 0.9 to 23.9o/oo. The verified average error result of measurement and simulation the model (MRE) with or without wind is 3,163 E-11%. So, factor of the wind did not significantly affect the movement of flow on the research.Keywords: Salinity distribution, Numerical models, SMS, Estuary
ANALISIS KONDISI PERAIRAN DITINJAU DARI KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN SEBARAN KLOROFIL-A DI MUARA SUNGAI LUMPUR, SUMATERA SELATAN Destri Rizki Arifelia; Gusti Dianysah; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.862 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4475

Abstract

TSS (Total Suspended Solid) dan Klorofil-a merupakan parameter indikator tingkat kesuburan di suatu perairan. Tinggi rendahnya parameter tersebut dipengaruhi oleh faktor hidrologi perairan (pasang surut, suhu, salinitas, pH, arus, kecerahan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan,sebaran serta mengetahui faktor yang mempengaruhi TSS dan Klorofil-a di perairan Muara Sungai Lumpur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – September 2014. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling dengan 10 stasiun berdasarkan metode tiga lapisan kedalaman. Analisis TSS menggunakan metode gravimetri di Laboratorium Oseanografi dan Instrumentasi, analisis klorofil-a menggunakan metode spektrofotometridi Laboratorium Kimia. Analisis data menggunakan Ocean Data View (ODV) 4.3.6 untuk melihat hubungan antara parameter pendukung dan parameter utama dilakukan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan TSS berkisar 100 - 1900 mg/l, sedangkan Klorofil-a berkisar 4,02 – 8,26 mg/m3. Secara umum hasil TSS dengan nilai tinggi berada pada stasiun-stasiun di daerah timur muara yang dekat dengan daratan, sedangkan Klorofil-a dengan nilai tinggi berada pada stasiun di daerah sungai.KATA KUNCI: Klorofil–a, muara Sungai Lumpur, TSS.
Penentuan Perubahan Garis Pantai dengan Teknologi Penginderaan Jauh dan Model Numerik di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Maria Ladys; Heron Surbakti; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.07 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1391

Abstract

ABSTRACTThe coastal is intensif place for human activity. Sea process and human activity made influence for coastline change. This research discusses coastline change. The aim of this research investigates wave high, wave period, wave direction, sediment transport, and coastline change for remote sensing technic and numeric model. This research has been carry out on Mei to September 2011. The mothodes used wave numeric model and remote sensing technic.Mean maximum wave high is 1.7 metre and mean minimum wave high is 0.8 metre. Mean maximum wave period is 6.18 second and mean minimum wave period is 4.66 second. Wave direction has been on 1-3, 12 mounth come from north west, but 4-11 month, dominan direction wave come from north east. Design wave transformation from north west, north, and north east go to south east and south direction. Maximum sediment transport0.5 m3/s and minimum sediment transport is -0.5 m3/s. The change chostline of remote sensing method 568 cell or 34.08 km is experience sedimentation process and 104 cell or 6.24 km experience erosion process. The calculation mean numeric for 1999-2008, sediment transport for sedimentation process is 449 cell or  26.94 km and erosion process is 223 cell or 13.38 km. As calculate cumulation numeric model for 1999-2008, sedimentation process is 343 cell or 20.58 km and erosion process is  329 cell or 19.74 km. Key Words : coastline, wave, numeric, remote sensing, Kabupaten Batang ABSTRAKPesisir merupakan tempat intensif untuk kegiatan manusia. Pengaruh proses laut dan aktivitas manusia akan mempengaruhi perubahan garis pantai. Penelitian ini membahas perubahan garis pantai. Tujuannya yaitu menghitung tinggi, periode, arah datang gelombang, transpor sedimen, dan perubahan garis pantai dengan kedua metode. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2011. Metode yang digunakan adalah model numerik gelombang dan teknik penginderaan jauh.Tinggi gelombang maksimum rata-rata 1.7 meter dan tinggi gelombang minimum rata-rata 0.8 meter. Periode gelombang maksimum rata-rata 6.18 detik dan periode minimum rata-rata 4.66 detik. Arah gelombang dominan yang terjadi pada bulan 1-3, dan 12 berasal dari arah barat laut, sedangkan bulan 4-11 arah gelombang dominan berasal dari arah timur laut. Pola transformasi gelombang yang berasal dari barat laut, utara, dan timur laut cenderung berbelok ke arah barat daya dan arah selatan. Transpor sedimen maksimum berkisar 0.5 m3/s dan transpor sedimen minimum berkisar -0.5 m3/s. Perubahan garis pantai dengan metode penginderaan jauh menghasilkan perhitungan berupa 568 sel atau 34.08 km mengalami sedimentasi dan 104 sel atau 6.24 km mengalami erosi. Perhitungan model numerik rata-rata tahun 1999-2008, transpor sedimen untuk proses sedimentasi berada pada wilayah pantai barat dengan 449 sel atau 26.94 km dan proses erosi terjadi pada wilayah timur pantai dengan 223 sel atau 13.38 km. Sedangkan perhitungan model numerik kumulatif tahun 1999-2008, proses sedimentasi terjadi di wilayah barat pantai dengan 343 sel atau 20.58 km dan proses erosi terjadi di wilayah timur pantai dengan 329 sel atau 19.74 km. Kata Kunci : garis pantai, gelombang, numerik, penginderaan jauh
Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sekitar Pulau Maspari, Ogan Komering Ilir Isnaini .; Heron Surbakti; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.025 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1708

Abstract

Pulau  Maspari  merupakan  satu-satunya  pulau  yang  berada  di  perairan  laut  (Selat  Bangka) yang  dimiliki  Sumatera  Selatan.  Sampai  saat  ini  informasi  tentang  kondisi  Pulau  Maspari  masih sangat  terbatas,  sehingga  penelitian ini dirasa perlu  untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini  adalah menggali informasi tentang kondisi fisika kimia danbiologi perairan melalui studi langsung ke lokasi perairan  Pulau  Maspari  Ogan  Komering  Ilir  Sumatera  Selatan.  Pengukuran  dan  pengambilan  data dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi fisika kimia perairan  Pulau Maspari  masih dalam  kondisi  baik.  Perbedaan utama terlihat dari  sebaran nutrien, dimana kandungan nutrien (fosfat dan ammonia) di sisi bagian utara Pulau Maspari cenderung lebih tinggi dibandingkan sisi bagian barat dan selatan,  kecuali pada kandungan nitrat. Konsentrasi nitrat di bagian barat cenderung lebih tinggi  dibandingkan kedua lokasi lainnya. Pada penelitian biologi, yang diamati adalah jenis dan kelimpahan fitoplankton, dan ditemukan 13 jenis fitoplankton dengan Chaetoceros dan  Bacteriastrum sebagai  fitoplankton  yang  dominan  ditemukan.  Struktur  komunitas pada indeks keanekaragaman sedang, indeks keseragamannya yang tinggi dan tidak ada genera yang mendominasi
Karakteristik Pasang Surut di Alur Pelayaran Sungai Musi Menggunakan Metode Admiralty Nanda Nurisman; Fauziyah .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.045 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1435

Abstract

Research the characteristics using data on 5 (five) stations tidal observations, namely: Boombaru, Lais River, Jaran Strait, Upang and Tanjung Buyut. Tidal data were obtained from observations Pelindo II branch Palembang. The research was conducted at the Computer Laboratory of Marine Science Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, and starts from March to April 2011. The goal of research is to analyze of the tidal propagation from outside the threshold (Tanjung Buyut) to in the threshold (Boombaru), and knowing the type of tide. The methodology used in research is descriptive comparative time series of oceanographic data, the tidal data from 2000 to 2010. Tidal analyzing used Admiralty method. The average difference longest ebb and flow between stations located in Tanjung Buyut with Boombaru, which is about 4 hours and 30 minutes for the conditions of high and 5 hours and 20 minutes for low tide conditions. Type tides result of Admiralty analysis at all stations are diurnal tide. Key words: Characteristics of Tidal, Musi River, Admiralty, Least Square ABSTRAK Penelitian ini menggunakan data pasang surut di 5 (lima) stasiun pengamatan pasang surut, yaitu: Boombaru, Sungai Lais, Selat Jaran, Upang dan Tanjung Buyut. Data pasang surut tersebut diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Program Studi Imu Kelautan Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, dan dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan April tahun 2011. Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah menganalisis pola perambatan pasang surut dan mengetahui tipe pasang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komperatif terhadap time series data oseanografi, yaitu data pasang surut mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. Adapun dalam menganalisis data pasang surut digunakan metode Admiralty. Adapun rata-rata perbedaan pasang dan surut terlama terdapat diantara stasiun Tanjung Buyut dengan Boombaru, yaitu sekitar 4 jam 30 menit untuk kondisi pasang dan 5 jam 20 menit untuk kondisi surut. Tipe pasang surut yang dihasilkan dari analisis komponen harmonik pasang surut Admiralty di semua stasiun pengamatan bersifat pasang surut tunggal.   Kata Kunci: Karakteristik Pasang Surut, Sungai Musi, Admiralty, Least Square
Co-Authors ., ardani Affandi, Azhar Kholik Alexander A Aritonang Alexander A Aritonang, Alexander A Andi Agussalim, Andi Anna I S Purwiyanto Anna I S Purwiyanto, Anna I S Anzari, Ridho ardani . Arifelia, Destri Rizki Arsyei, Laksamana Fachryzal Atik Hendika Lyusta Azhar Kholik Affandi Bambang Aditya Nugraha Bengen, Detriech G Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Christie Indah Sari Christie Indah Sari, Christie Indah Defin Ari Pastra Destri Rizki Arifelia Dianysah, Gusti Dietrich G Bengen Dwi Puspa Indriani Dwi Sapto Widodo Erwin F Silalahi Fajri, M. Awaluddin Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fereddy Yulianus Napitupulu Fernandho Simbolon, Fernandho Fitri Agustriani Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Dianysah hartoni . Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hendro H Sinaga I Wayan Nurjaya Isnaini Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Jonson Lumban Gaol La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay, La Ode Nurman Ladys, Maria Lyusta, Atik Hendika M. Albab Al Ayubi M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al M. Awaluddin Fajri Maria Ladys Melki Melki Melki Melki Melki Muh. Adhim Adrian Muhammad Hendri Mulia Purba Nanda Nurisman Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurisman, Nanda Nurul Fitriya Nurul Fitriya Pastra, Defin Ari Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna Ramadoni, Ramadoni Ramsen Napitu, Ramsen Rian Andriansyah Rika Dwi Susmiarni Rika Dwi Susmiarni, Rika Dwi Rio Demak Hasibuan Rio Demak Hasibuan, Rio Demak Riris Aryawati Rizky Adolf A Saing Robinson Sitepu Romega Sinaga Saing, Rizky Adolf A Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno . Silalahi, Erwin F Sinaga, Romega Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono Ulqodry, T. Utami, Risnita Widodo, Dwi Sapto Wike Ayu Eka Putri