Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Sebaran Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Sugihan, Sumatera Selatan Mulyadi Mulyadi; Tengku Zia Ulqodry; Riris Aryawati; Isnaini Isnaini; Heron Surbakti
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.403 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.3178

Abstract

The anthropogenic activity around Sugihan Estuary might drive changes on physical-chemical factors which affect the abundance and distribution of phytoplankton in the Sugihan Estuary. The purpose of this study was to analyze the abundance and distribution of phytoplankton based on physical-chemical parameters at Sugihan Estuary, South Sumatera. Samples were taken at 18 stations in towards low tide condition. The measured parameters include light intensity, visibility, temperature, current velocity, salinity, pH, dissolved oxygen, nitrate, phosphate and phytoplankton samples. Principal Component Analysis (PCA) was used to determine the characteristic of phytoplankton distribution. We found 14 genus of phytoplankton which consist of 13 genera of Bacillariophyceae and 1 genus of Dinophyceae. The entire observation stations were classified into four groups based on abundance and the genus of phytoplankton. The phytoplankton abundance ranged between 101 cell/l to 1071 cell/l. The phytoplankton abundance and distribution are in linear correlation with light intensity, visibility, pH, dissolved oxygen, salinity and current velocity. This research could contribute on describing the water productivity level of Sugihan Estuary.    Aktivitas di perairan Muara Sungai Sugihan berpotensi mengakibatkan perubahan kondisi fisika-kimia perairan yang berpengaruh pada kelimpahan dan distribusi fitoplankton. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelimpahan dan distribusi fitoplankton dalam kaitannya dengan parameter fisika dan kimia perairan Muara Sugihan, Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dilakukan pada 18 titik stasiun dalam kondisi perairan menuju surut. Parameter lingkungan yang diukur meliputi intensitas cahaya, kecerahan, suhu, kecepatan arus, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat, fosfat dan sampel fitoplankton. Karakteristik sebaran fitoplankton dianalisis dengan menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA). Hasil pengamatan fitoplankton ditemukan sebanyak 14 genus, 13 genus dari kelas Bacillariophyceae dan satu genus dari kelas Dinophyceae. Seluruh stasiun pengamatan dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan kelimpahan dan genus fitoplanktonnya. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 101 sel/l hingga 1071 sel/l. Hubungan distribusi dan kelimpahan fitoplankton berbanding lurus dengan intensitas cahaya, kecerahan, pH, oksigen terlarut, salinitas dan kecepatan arus. Penelitian ini dapat berkontribusi dalam menggambarkan tingkat kesuburan perairan di Muara Sungai Sugihan Sumatera Selatan.
SIMULASI POLA ARUS LAUT DUA DIMENSI DI PERAIRAN SEKITAR NUSA PENIDA, BALI R. Bambang Adhitya Nugraha; Heron Surbakti; Johan Risandi; La Ode Nurman Mbay
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 1 (2014): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1509.16 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v9i1.6200

Abstract

Sirkulasi arus laut dua dimensi di sekitar perairan Nusa Penida, Bali telah disimulasikan dengan menggunakan pemodelan numerik hidrodinamika dengan tujuan untuk mengetahui pola arus di lapisan permukaan sekitar perairan Pulau Nusa Penida, Bali. Model numerik difokuskan pada profil kecepatan horizontal dan pola sirkulasi arus permukaan yang dominan dipengaruhi oleh pola pasang surut di daerah tersebut. Hasil komputasi tersebut divalidasi dengan metode Langrangian dari sebuah coastal drifter yang mengikuti pergerakan arus pada saat pengukuran lapangan. Pola arus laut perairan Nusa Penida sangat dipengaruhi oleh kondisi dasar perairan yang dangkal dan pola pasang surut (semidiurnal). Kecepatan rata-rata arus laut di perairan Nusa Penida berkisar antara 0.1-0.95 m/s sedangkan kecepatan maksimum di beberapa titik mencapai kisaran angka 2-2.5 m/s. Berdasarkan diagram probabilitas kecepatan arus laut selama setahun, terdapat 5 titik pengamatan yang memiliki kecepatan arus di atas 1 m/s yang dapat dijadikan patokan dalam pengelolaan dan pemanfataan sumber daya pesisir dan laut di sekitar perairan Nusa Penida.
Model Numerik Lintasan Sebaran Larva Karang di Kandidat Lokasi Penempatan Bekas Struktur Anjungan Migas Lepas Pantai (Rig To Reef) R. Bambang Adhitya Nugraha; Heron Surbakti; Agustin Rustam
Jurnal Segara Vol 16, No 3 (2020): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.516 KB) | DOI: 10.15578/segara.v16i3.7423

Abstract

Anjungan migas lepas pantai yang sudah dibongkar ketika telah memasuki masa akhir produksinya dapat dimanfaatkan sebagai terumbu karang buatan (artificial reef).  Program ini di beberapa negara dikenal dengan sebutan Rigs-to-Reef (R2R).  Salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam penempatan struktur rigs untuk terumbu buatan ini adalah konektivitas antara habitat asli sebagai sumber larva karang dan kandidat lokasi agar larva karang dapat menyebar, tumbuh dan berkembang dengan baik. Faktor penting yang mempengaruhi planulasi (pelepasan dan penyebaran larva karang ke laut sekitar) adalah sirkulasi arus laut di lapisan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat simulasi sebaran larva karang dan memetakan pola konektivitas antara kawasan konservasi Perairan Daerah (KKPD) Bontang (source) dan lokasi baru untuk penempatan struktur rigs (sink).  Sebaran larva karang diperoleh dengan menggunakan pemodelan biofisik untuk mendapatkan skenario rekruitmen dan jejak penyebaran larva.  Pemodelan biofisik digunakan sebagai alat prediksi penyebaran larva untuk menilai konektivitas antar kawasan konservasi dan untuk evaluasi umum dari berbagai faktor yang berperan dalam pergerakan larva.  Simulasi sebaran larva dibuat dengan menggunakan modul Agent Based Modelling (Passive Drifter) menggunakan MIKE 21 FM untuk memprediksi sebaran larva karang di kandidat lokasi.  Simulasi sebaran larva dilakukan di beberapa bulan yang mewakili puncak 4 musim yang berbeda, yakni musim barat (bulan Januari), musim Peralihan I (bulan Mei), musim Timur (bulan Agustus) dan musim Peralihan II (bulan Oktober).  Hasil dari model sebaran larva mengindikasikan bahwa proses penyebaran larva karang di kawasan konservasi Bontang dipengaruhi oleh arus permukaan yang dibangkitkan oleh pasang surut serta variasi angin musiman dan menyebar dengan baik ke kandidat lokasi R2R.
Kontribusi Massa Air Tawar dari Estuari Banyuasin ke Perairan Selat Bangka pada Musim Peralihan II Heron Surbakti; I Wayan Nurjaya; Dietrich G Bengen; Tri Prartono
POSITRON Vol 12, No 1 (2022): Vol. 12 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.509 KB) | DOI: 10.26418/positron.v12i1.53035

Abstract

Perairan Selat Bangka banyak mendapat pasokan air tawar dari sungai-sungai di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, termasuk estuari Banyuasin.  Percampuran air tawar dan air laut menentukan kondisi lingkungan estuaria, khususnya pola salinitas, termasuk pembentukan habitat yang kompleks untuk komunitas tumbuhan dan hewan yang khas di dalamnya.  Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi besarnya masukan air tawar dari empat muara sungai di estuari Banyuasin ke Perairan Selat Bangka pada bulan Oktober (musim peralihan II).  Pengukuran data lapangan dilakukan di 23 lokasi pada bulan Oktober 2018 menggunakan Valeport Midas CTD+ Model 606.  Selanjutnya, data salinitas digunakan untuk mengetahui kisaran nilai salinitas, menganalisis nilai anomali, fraksi air tawar dan stabilitas massa air dari masing-masing sungai.  Kisaran salinitas massa air di perairan Selat Bangka pada musim peralihan II adalah 2,19 sampai 31,42 psu dengan nilai anomali salinitas sebesar -30,23 sampai -1,00 psu. Masukan massa air tawar dari empat sungai adalah berbeda satu sama lain sehingga terbentuk kontur lidah salinitas di mulut estuari dan nilai salinitas bervariasi secara spasial di Selat Bangka.  Fraksi air tawar yang paling dominan berasal dari Sungai Musi dengan kontribusi sebesar 31,2 %, selanjutnya diikuti Sungai Air Saleh (21,9%), Sungai Banyuasin (20,5%) dan Sungai Upang (20,3%).
LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN Rhizophora apiculata DI KAWASAN MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Tengku Zia Ulqodry; Rian Andriansyah; Fitri Agustriani; Riris Aryawati; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/maspari.v15i1.21487

Abstract

Dekomposisi serasah merupakan proses terjadinya penguraian terhadap bahan-bahan organik yang akan menjadi bagian-bagian kecil. Serasah mangrove berperan sebagai sumber nutrien di perairan pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi serasah antar jenis mangrove dan antar stasiun penelitian di kawasan Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Analisis laju dekomposisi serasah mangrove dengan menggunakan kantong serasah (litter bag). Penelitian dilakukan di empat stasiun yang dibedakan berdasarkan perbedaan parameter salinitas. Penelitian dilakukan dari Bulan November 2018 sampai Januari 2019. Laju dekomposisi serasah daun R. apiculata mencapai 0,0968 gbk/harii, dengan sisa bobot serasah akhir sebesar 1,43 g). Stasiun empat memiliki laju persentase dekomposisi yang paling tinggi (19,4 %).Kata kunci: Laju dekomposisi, mangrove, serasah.
Peningkatan Produktivitas Pemasaran UMKM di Desa Sungsang II Melalui Peningkatan Kemasan Produk Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Surbakti, Heron; Indriani, Dwi Puspa; Agussalim, Andi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.162

Abstract

Kegiatan peningkatan produktivitas pemasaran UMKM di Desa Sungsang II difokuskan pada peningkatan kualitas kemasan produk untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing produk lokal di pasaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya kemasan yang menarik dalam meningkatkan nilai jual produk. Metode yang digunakan meliputi pelatihan praktis mengenai desain kemasan, pemilihan bahan, dan strategi pemasaran daring. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran pelaku UMKM untuk menerapkan pada produknya, meskipun 63% diantaranya masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan modal, kemampuan teknis, resistensi terhadap perubahan, dan keterbatasan akses terhadap alat dan bahan kemasan. Maka diperlukan upaya pendampingan berkelanjutan, akses permodalan, dan penyediaan bahan kemasan yang terjangkau agar dapat memberikan hasil yang optimal.
Distribusi Klorofil-A Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Di Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Diansyah, Gusti; Ulqodry, Tengku Zia; Surbakti, Heron; Arsyei, Laksamana Fachryzal; Aryawati, Riris
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.61216

Abstract

Perairan Muara Sungai Banyuasin merupakan daerah yang sangat dinamis dan biasa  dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat sekitar, sehingga mempengaruhi perubahan kondisi perairan. Klorofil-a merupakan salah satu parameter produktivitas primer yang dapat mengetahui kualitas perairan. Teknologi penginderaan jauh dapat mempermudah dalam mendapatkan distribusi dan konsentrasi klorofil-a di perairan. Tujuan penelitian ini untuk menguji akurasi citra Landsat-8 yang sesuai dalam mengekstraksi konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Banyuasin menggunakan algoritma Wibowo et al. (1994) dan Pentury (1997), mengetahui pola sebaran secara spasial klorofil-a pada data lapangan dan data citra di Muara Sungai Banyuasin, serta menganalisis distribusi klorofil-a pada tiap musim tahun 2022 di Muara Sungai Banyuasin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan uji validasi antara kedua algoritma didapatkan algortima Wibowo et al. (1994) dari persamaan regresi linear (y = 1,4691x - 1,2669) yang lebih sesuai dengan R2 0,918 dan RMSE terendah yaitu 0,0924. Pola sebaran konsentrasi klorofil-a di Muara Sungai Banyuasin antara data lapangan dengan data citra menunjukkan nilai yang tidak jauh berbeda, dengan nilai pada insitu berkisar 2,22–3,35 mg/m3 sedangkan data citra 1,68–3,79 mg/m3. Rata-rata konsentrasi pada musim barat, peralihan I, timur, dan peralihan II pada tahun 2022 sebesar 2,41–3,71 mg/m3.  The Banyuasin River Estuary are very dynamic area and usually used for the activities of the surrounding community, thereby affecting changes in water conditions. Chlorophyll-a is one of the primary productivity parameters that can determine water quality. Remote sensing technology can make it easier to get the distribution and concentration of chlorophyll-a in waters. The purpose of this study was to test the accuracy of Landsat-8 imagery that is suitable for extracting chlorophyll-a concentrations in the Banyuasin River Estuary waters using the Wibowo et al. algorithm. (1994) and Pentury (1997), determined the spatial distribution pattern of chlorophyll-a in field data and image data in the Banyuasin River Estuary, and analyzed the distribution of chlorophyll-a in each season in 2022 in the Banyuasin River Estuary. This research was held in October to November 2022. The results of this study showed that the validation test between the two algorithms was obtained by the Wibowo et al. (1994) from the linear regression equation (y = 1,4691x-1,2669) which is more suitable with the R2 of 0.918 and the lowest RMSE of 0,0924. The distribution pattern of chlorophyll-a concentrations in the Banyuasin River Estuary between field data and image data shows values that are not much different, with insitu values ranging from 2.22–3.35 mg/m3 while image data is 1,68–3,79 mg/m3 . The average concentration in the west season, transition I, east, and transition II in 2022 is 2,41–3,71 mg/m3.
Keanekaragaman Zooplankton pada Variasi Kedalaman di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris; Susanti, Ester Mei; Ulqodry, Tengku Zia; Hartoni, Hartoni; Surbakti, Heron; Fauziyah, Fauziyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.68360

Abstract

Muara Sungai Musi berperan penting bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai, karena berfungsi sebagai tempat untuk mencari ikan, sebagai sarana jalur transportasi di perairan. Adanya aktivitas tersebut berdampak pada penurunan kualitas perairan, dimana zooplankton memainkan fungsi penting pada perairan dengan mentransfer energi dari produsen utama di suatu daerah ke konsumen yang lebih tinggi di perairan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan komposisi zooplankton, menganalisis kelimpahan zooplankton dan menganalisis hubungan biodiversitas, kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan pada kedalaman yang berbeda. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 9 stasiun pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m. Pengambilan sampel zooplankton menggunakan planktonet dan pengukuran parameter perairan dilakukan secara insitu. Sampel zooplankton dilakukan analisis kelimpahan dan biodiversitas serta hubungannya terhadap parameter perairan dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Berdasarkan hasil penelitian zooplankton di muara Sungai Musi ditemukan sebanyak 50 genera terdiri dari 14 kelas dan 8 filum. Rata rata Kelimpahan zooplankton semakin dalam perairan, kelimpahan zooplankton semakin tinggi. Biodiversitas zooplankton pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m memiliki keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman zooplankton semakin dalam perairan semakin tinggi dan tidak ada jenis zooplankton yang mendominansi. Hubungan biodiversitas dan kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan menunjukkan kecepatan arus, salinitas dan suhu  kelimpahan, keanekaragaman dan keseragaman zoolankton.
Konsentrasi Klorofil-a di Muara Upang Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Surbakti, Heron
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24295

Abstract

Muara Sungai Upang merupakan salah satu muara yang terletak di pesisir Sumatera Selatan. Muara sungai banyak menerima masukan bahan organik dari lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a yang dapat digunakan untuk mengetahui status kesuburan di Perairan Muara Sungai Upang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus 2020. Pengambilan sampel air dan pengukuran parameter ditentukan secara purposive sampling method. Analisis klorofil-a dilakukan dengan metode spektrofotometri. Konsentrasi klorofil-a dan parameter lingkungan perairan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Data konsentrasi klorofil-a selanjutnya dianalisis untuk melihat kesuburan perairannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang tergolong oligotrofik dengan rata-rata 1,04 mg/m3 pada bulan Februari dan tergolong mesotrofik dengan rata-rata 6,63 mg/m3 pada bulan Agustus. Konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang cenderung tinggi pada daerah bagian muara menuju perairan laut dan lebih rendah di daerah sungai.
FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN ORGANIK DI PERAIRAN SUNGAI MUSI BAGIAN HILIR SUMATRA SELATAN Aryawati, Riris; Ulqodry, T. Zia; Isnaini; Surbakti , Heron
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.25498

Abstract

Sungai Musi merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Sumatra Selatan. Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi dapat berpengaruh terhadap kualitas air sungai dan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Tingginya aktivitas industri maupun rumah tangga di sepanjang Sungai Musi menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan di DAS Musi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran yang terjadi di DAS Musi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui tingkat saprobitas di sepanjang DAS Musi bagian hilir berdasarkan nilai SI (Saprobik Indeks), serta mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan penilaian saprobitas perairan. Penelitian ini menggunakan plankton sebagai bioindikator pencemaran organik perairan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survei, dan penetapan stasiun pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton di perairan Sungai Musi pada rentang 123-2581 sel/liter atau rata-rata sebesar 1397 sel/liter. Indeks Saprobik di perairan Sungai Musi berkisar antara 0,63-1, digolongkan pada fasesaprobik, yaitu β-Mesosaprobik, sehingga pada perairan Sungai Musi digolongkan pada tingkat pencemaran ringan.
Co-Authors ., ardani Affandi, Azhar Kholik Agustin Rustam Alexander A Aritonang Alexander A Aritonang, Alexander A Andi Agussalim Andi Agussalim, Andi Anna I S Purwiyanto Anna I S Purwiyanto, Anna I S Anzari, Ridho ardani . Arifelia, Destri Rizki Arsyei, Laksamana Fachryzal Atik Hendika Lyusta Azhar Kholik Affandi Bambang Aditya Nugraha Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Christie Indah Sari Christie Indah Sari, Christie Indah Defin Ari Pastra Destri Rizki Arifelia Dianysah, Gusti Dietrich G Bengen Dwi Puspa Indriani Dwi Sapto Widodo Elza Anggarini Gunawan Erwin F Silalahi Fajri, M. Awaluddin Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fereddy Yulianus Napitupulu Fernandho Simbolon Fernandho Simbolon, Fernandho Fitri Agustriani Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Dianysah Hartoni . Hartoni . Hartoni . hartoni . Hartoni ., Hartoni Hendro H Sinaga Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah I Wayan Nurjaya Isnaini Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Johan Risandi Jonson Lumban Gaol La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay, La Ode Nurman Ladys, Maria Lucky Pratama Lyusta, Atik Hendika M. Albab Al Ayubi M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al M. Awaluddin Fajri M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Ladys Melki Melki Melki Melki Melki Muh. Adhim Adrian Muhammad Hendri Mulia Purba Mulia Purba Mulyadi Mulyadi Nanda Nurisman Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurisman, Nanda Nurul Fitriya Nurul Fitriya Pastra, Defin Ari Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna R. Bambang Adhitya Nugraha R. Bambang Adhitya Nugraha Raisyah Salsabilah Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramsen Napitu, Ramsen Rezi Apri Rian Andriansyah Ridho Anzari Rika Dwi Susmiarni Rika Dwi Susmiarni, Rika Dwi Rio Demak Hasibuan Rio Demak Hasibuan, Rio Demak Riris Aryawati Rizky Adolf A Saing Robinson Sitepu Romega Sinaga Rozirwan . Saing, Rizky Adolf A Sarno . Sarno . Silalahi, Erwin F Sinaga, Romega Siswahyudianto Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono Ulqodry, T. Utami, Risnita Widodo, Dwi Sapto Wike Ayu Eka Putri Yundari, Yundari