Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sekitar Pulau Maspari, Ogan Komering Ilir ., Isnaini; Surbakti, Heron; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.025 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1708

Abstract

Pulau  Maspari  merupakan  satu-satunya  pulau  yang  berada  di  perairan  laut  (Selat  Bangka) yang  dimiliki  Sumatera  Selatan.  Sampai  saat  ini  informasi  tentang  kondisi  Pulau  Maspari  masih sangat  terbatas,  sehingga  penelitian ini dirasa perlu  untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini  adalah menggali informasi tentang kondisi fisika kimia danbiologi perairan melalui studi langsung ke lokasi perairan  Pulau  Maspari  Ogan  Komering  Ilir  Sumatera  Selatan.  Pengukuran  dan  pengambilan  data dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi fisika kimia perairan  Pulau Maspari  masih dalam  kondisi  baik.  Perbedaan utama terlihat dari  sebaran nutrien, dimana kandungan nutrien (fosfat dan ammonia) di sisi bagian utara Pulau Maspari cenderung lebih tinggi dibandingkan sisi bagian barat dan selatan,  kecuali pada kandungan nitrat. Konsentrasi nitrat di bagian barat cenderung lebih tinggi  dibandingkan kedua lokasi lainnya. Pada penelitian biologi, yang diamati adalah jenis dan kelimpahan fitoplankton, dan ditemukan 13 jenis fitoplankton dengan Chaetoceros dan  Bacteriastrum sebagai  fitoplankton  yang  dominan  ditemukan.  Struktur  komunitas pada indeks keanekaragaman sedang, indeks keseragamannya yang tinggi dan tidak ada genera yang mendominasi
Karakteristik Pasang Surut di Alur Pelayaran Sungai Musi Menggunakan Metode Admiralty Nurisman, Nanda; ., Fauziyah; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.045 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1435

Abstract

Research the characteristics using data on 5 (five) stations tidal observations, namely: Boombaru, Lais River, Jaran Strait, Upang and Tanjung Buyut. Tidal data were obtained from observations Pelindo II branch Palembang. The research was conducted at the Computer Laboratory of Marine Science Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, and starts from March to April 2011. The goal of research is to analyze of the tidal propagation from outside the threshold (Tanjung Buyut) to in the threshold (Boombaru), and knowing the type of tide. The methodology used in research is descriptive comparative time series of oceanographic data, the tidal data from 2000 to 2010. Tidal analyzing used Admiralty method. The average difference longest ebb and flow between stations located in Tanjung Buyut with Boombaru, which is about 4 hours and 30 minutes for the conditions of high and 5 hours and 20 minutes for low tide conditions. Type tides result of Admiralty analysis at all stations are diurnal tide. Key words: Characteristics of Tidal, Musi River, Admiralty, Least Square ABSTRAK Penelitian ini menggunakan data pasang surut di 5 (lima) stasiun pengamatan pasang surut, yaitu: Boombaru, Sungai Lais, Selat Jaran, Upang dan Tanjung Buyut. Data pasang surut tersebut diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Program Studi Imu Kelautan Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, dan dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan April tahun 2011. Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah menganalisis pola perambatan pasang surut dan mengetahui tipe pasang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komperatif terhadap time series data oseanografi, yaitu data pasang surut mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. Adapun dalam menganalisis data pasang surut digunakan metode Admiralty. Adapun rata-rata perbedaan pasang dan surut terlama terdapat diantara stasiun Tanjung Buyut dengan Boombaru, yaitu sekitar 4 jam 30 menit untuk kondisi pasang dan 5 jam 20 menit untuk kondisi surut. Tipe pasang surut yang dihasilkan dari analisis komponen harmonik pasang surut Admiralty di semua stasiun pengamatan bersifat pasang surut tunggal.   Kata Kunci: Karakteristik Pasang Surut, Sungai Musi, Admiralty, Least Square
KARAKTERISTIK MASSA AIR DAN TIPE ESTUARI DI PERAIRAN MUARA SUGIHAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ramadoni, Ramadoni; Surbakti, Heron; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.766 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik massa air di perairan Muara Sugihan berdasarkan parameter oseanografi (arus, suhu dan salinitas) dan mengkaji tipe estuari di perairan Muara Sugihan. Pengambilan data lapangan dilaksanakan pada bulan September 2016 dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada kondisi menuju pasang dan kondisi menuju surut dengan menggunakan analisis deskriptif komperatif. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik massa air di Muara Sugihan dipengaruhi oleh kondisi pasang surut. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan karakteristik massa air saat menuju pasang maupun saat menuju surut. Saat kondisi menuju pasang kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,026 m/s dengan suhu tertinggi 31,75°C dan salinitas 32 psu. Kondisi menuju surut kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,033 m/s dengan suhu tertinggi 30,41°C dan salinitas 32 psu. Berdasarkan distribusi salinitasnya Muara Sugihan termasuk kedalam tipe estuari tercampur sempurna (well-mixed estuary).
ANALISIS PASANG SURUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DAN PENENTUAN PERIODE ULANG PASANG SURUT DENGAN METODE GUMBEL DI PERAIRAN BOOM BARU DAN TANJUNG BUYUT Hasibuan, Rio Demak; Surbakti, Heron; Sitepu, Robinson
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.091 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2491

Abstract

Wilayah Palembang merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami banjir. Sekitar tanggal 21 Februari 2013 terjadi fenomena meluapnya air sungai Musi di sekitar Palembang, berdasarkan pantauan BMKG SMB II Palembang, bahwa fenomena ini salah satunya diakibatkan oleh terjadinya bulan besar yang menyebabkan pasang di Palembang sehingga membuat air tertahan menuju ke laut. Sifat Pasut terjadi secara periodik. Hal ini dapat dikaitkan pada fenomena banjir yang terjadi di Palembang bahwa kedepannya ada kemungkinan akan terjadi banjir lagi jika dilihat dari aspek pasut penyebabnya. Fenomena tersebut menjadi alasan dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis komponen harmonik pasang surut dengan metode Least Square dan menganalisis periode ulang pasang surut di perairan Boom Baru dan Tanjung Buyut dengan metode Gumbel.Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2013 di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Akustik Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Data Pasut diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Datadianalisis dengan metode least square dan Gumbel. Berdasarkan hasil analisis diperoleh komponen K1 dan O1 lebih dominan daripada yang lain. Pola perambatan pasut di kedua perairan terjadi dari Tanjung Buyut menuju Boom Baru. Tipe Pasut dikedua perairan berdasarkan hasil analisis adalah bertipe tunggal. Hasil ramalan pasutnya didapat bahwa hasil peramalan pasut yang lebih akurat terdapat di perairan Tanjung Buyut 80,47% daripada Boom Baru 76,47%, dan peluang terjadinya ketinggian muka air melewati MSL adalah pada periode ulang yang lebih besar dari periode ulang 2,25 tahun di Boom Baru dan lebih besar dari 2,43 tahun di Tanjung Buyut.KATA KUNCI: Gumbel, least square, pasang surut, peramalan, periode ulang.
Pola Sebaran Fitoplankton serta Klorofil-a pada Bulan November di Perairan Tambelan, Laut Natuna Fitriya, Nurul; Surbakti, Heron; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.596 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1307

Abstract

Phytoplankton is one of the parameters that determine the primary productivity in the sea. Distribution and abundance of phytoplankton is influenced by physical and chemical aspects of sea water. The purpose of this study is to analyze the abundance of plankton and chlorophyll-a. The research was conducted in November 2010 in the Tambelan Waters, Natuna. 24 species of phytoplankton were found. It was dominated by the group of Bacillariophyceae such as Bacteriastrum, Ditylum, Thalassiothrix, Hemiaulus, Nitzshia, Chaetoceros and Skeletonema. While the group of dinoflagellate species found are common and many of Ceratium. The content of chlorophyll-a showed that the range of chlorophyll-a in the Tambelan waters ranged between 1.71 - 4:08 mg/m3 (in the surface layer) and 0.92 - 5:39 mg/m3 (in the layer near the bottom). This condition indicates that the research are greatly influenced by the activity of the mainland. These results are also evident from the high concentrations of chlorophyll-a in the waters near the mainland compared to offshore areas, this confirms that the distribution of chlorophyll-a concentrations in waters strongly influenced by high nutrient inputs from activities in the surrounding land.   Key Words: Chlorophyll-a, phytoplankton, Tambelan   ABSTRAK Fitoplankton merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di laut. Sebaran dan tinggi rendahnya konsentrasi fitoplankton sangat terkait dengan kondisi oseanografi suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesuburan perairan berdasarkan kelimpahan plankton dan klorofil a-fitoplankton sebagai produsen primer di wilayah kepulauan Tambelan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2010 di sekitar perairan Kepulauan Tambelan, Natuna.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Tambelan, ditemukan 24 jenis fitoplankton. Lima jenis diatom umum dijumpai di perairan ini, yaitu Bacteriastrum, Ditylum, Thalassiothrix, Hemiaulus, Nitzshia, Chaetoceros dan Skeletonema. Sedangkan dari kelompok dinoflagellata jenis yang umum dan banyak ditemukan adalah Ceratium. Kandungan klorofil-a menunjukkan bahwa kisaran klorofil-a di lapisan permukaan di sekitar perairan Tambelan berkisar antara 1.71 – 4.08 mg/m3.  Konsentrasi klorofil-a pada lapisan dekat dasar di Perairan Tambelan berkisar antara 0.92 – 5.39 mg/m3.  Kondisi ini menandakan bahwa lokasi penelitian di sekitar kedua pulau tersebut sangat dipengaruhi oleh aktivitas dari daratan.  Hasil ini juga terlihat dari tingginya konsentrasi klorofil-a di perairan dekat daratan jika dibandingkan dengan daerah lepas pantai, ini menegaskan bahwa sebaran konsentrasi klorofil-a yang berada di perairan sangat dipengaruhi oleh masukan nutrien yang tinggi dari aktivitas di daratan sekitarnya.   Kata Kunci: Klorofil-a, fitoplankton, Tambelan
LAJU PENGENDAPAN SEDIMEN DI PULAU ANAKAN MUARA SUNGAI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Aritonang, Alexander A; Surbakti, Heron; Purwiyanto, Anna I S
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 1 (2016): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.738 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i1.2645

Abstract

Perairan  muara  Banyuasin  Sumatera  Selatan,  merupakan  salah  satu muara  sungai  yang mengalami sedimentasi atau pengendapan, dimana dapat dinyatakan bahwa muara Sungai Banyuasin masih mendapatkan pengaruh yang besar dari aktifitas daratan. Pengendapan yang terjadi sangat berpengaruh terhadap kondisi sekitarnya, diantaranya Pula u Anakan yang  terdapat  di Muara  Sungai  Banyuasin.  Terbatasnya  informasi  tentang  laju pengendapan di  lokasi  kajian  menjadi  dasar  pentingnya  penelitian  ini  untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ukuran butir dan karakteristik sedimen serta menganalisis  laju pengendapan sedimen  yang terjadi di  muara  Pulau  Anakan.  Penelitian ini dilaksanakan pada Mei  –  Juni 2013. Penelitian ini dimulai dengan pengambilan sampel sedimen  di  lokasi kajian  menggunakan  sedimen  trap  yang  telah  dimodifikasi, yang berfungsi menangkap sedimen yang berada pada dasar serta permukaan sungai sehingga bisa  ditentukan  karakteristik  maupun  laju  pengendapan  di  lokasi kajian  sekaligus mendapatkan  sumber  sedimen  tersebut  berasal  yang kemudian  dilanjutkan  dengan analisis  sampel  di  laboratorium.  Hasil penelitian  menunjukkan  karakterisitik  sedimen pada Pulau Anakan didominasi lumpur dan lumpur berpasir dengan dominansi sedimen berasal dari masukan sungai/daratan. Laju pengendapan yang terdapat di Pulau Anakan sebelah Utara adalah  2,645  x  10-11m3/s,  untuk  sebelah  Barat  Daya  adalah  1,421  x 10-10m3/s  dan  sebelah  Selatan  adalah  1,625  x  10-9m3/s,  dimana  laju pengendapan  tertinggi berada  pada  bagian  Selatan  Pulau  Anakan,  yang berhadapan  langsung  dengan  muara Sungai Banyuasin dan Sungai Lalan.KATA KUNCI: Banyuasin, pengendapan, Pulau Anakan, sedimentasi.
PERTUMBUHAN Rhizopora apiculata DENGAN DUA TEKNIK PERSEMAIAN HIDROPONIK NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE) DAN TRADISIONAL ., ardani; surbakti, heron; ., sarno
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.705 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.8469

Abstract

Luasan hutan mangrove di Indonesia semakin berkurang akibat pemanfaatan hutan mangrove secara berlebihan. Adapun upaya untuk mencegah kerusakan hutan mangrove yang semakin parah, perlu dilakukan rehabilitasi hutan mangrove, tepatnya penanaman kembali. Penanaman mangrove dari bibit hasil persemaian memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang relative tinggi, sekitar 60-80 %. Persemaian mangrove saat ini masih dilakukan secara tradisional, sehingga perlu adanya inovasi sebagai alternative, salah satunya menggunakan NFT (nutrient film technique). Penelitian ini berujuan menganalisis seberapa besar persentase hidup Rhizopora apiculata pada persemaian NFT dan tradisional, serta untuk menganalisis laju pertumbuhan R.apiculata sehingga diperoleh teknik persemaian yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan persentase hidup bibit R.apiculata pada kedua persemaian adalah 100 %. Pertumbuhan terbaik ada pada perlakuan tradisional dengan nilai laju pertumbuhan tinggi tunas 2,54 cm/bulan, laju pertumbuhan diameter tunas rata-rata 1,33 mm/bulan dan laju pertumbuhan daun rata-rata 4 helai/3 bulan.
Penzonasian Mangrove Dan Keterkaitannya Dengan Salinitas Di Muara Sungai Upang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Hendro H Sinaga; Heron Surbakti; Gusti Diansyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.048 KB) | DOI: 10.56064/jps.v21i2.531

Abstract

The mangrove is a plant native to tropical areas in the coastal area of Indonesia. This research aims to analyze the distribution of salinity in Upang River Estuary, to determine the density, relative frequency and dominance of mangrove in Upang Estuaries River Banyuasin Regency South Sumatera, to determine the zonation of mangrove in Upang River Estuary Banyuasin Regency South Sumatera, to analyse the relation between salinity with mangrove zonation in Upang River Estuary anyuasin Regency South Sumatera. This Research was carried out in October 2015. The metodhs used for analysis of mangrove were density type, Relative Density (RD), the Relative Frequency (RF), Relative Dominance (RD), and important values’s index and the analysis of physics chemistry factors using the ODV. Salinity values at high and low tide conditions ranged from 12,5 – 25 PSU and 15 – 20 PSU respeclively. In the phases of the tree kind of Avicennia marina had the highest density of 1567 ind/ha with 300% of INP. In the phase of sampling type Avicennia marina and Sonneratia alba had the same highest density of 800 ind/ha with 300% of INP for both. In the Phase for seed type Sonneratia alba had the highest density of 23,333 ind/ha with 200% of INP. Zoning formed in Upang River Estuary was Avicennia marina, Sonneratia alba, Nypa fruticans and Avicennia marina.
Karakteristik Pasang Surut dan Pola Arus di Muara Sungai Musi, Sumatera Selatan Heron Surbakti
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6034.402 KB) | DOI: 10.56064/jps.v15i1.92

Abstract

Penelitian mengenai kondisi pasang surut dan arus di muara sungai Musi telah dilakukan pada bulan Februari 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan pola arus di muara sungai Musi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di lokasi penelitian bersifat tunggal. Berdasarkan hasil analisis data terlihat bahwa saat pasang, arus cenderung bergerak kearah darat (sungai) sedangkan saat surut, arus bergerak ke arah laut (Selat Bangka). Arus di lokasi penelitian lebih didominasi oleh arus pasang surut dengan nilai besaran rata-rata arus pasang surut adalah 19.3 cm det−1.sedangkan rata-rata kecepatan arus residu sebesar 10.1 cm det−1.
Uji Stabilitas Sensor DT-Sense Color Untuk Mendeteksi Warna dan Sensor MQ137 Untuk Mendeteksi Gas Ammonia Berbasis Mikrokontroler Fereddy Yulianus Napitupulu; Fauziyah Fauziyah; Heron Surbakti
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.99 KB) | DOI: 10.56064/jps.v21i1.528

Abstract

This study has conduct with  origami  color paper and ammonia gas to test the stability that serves to DT-Sense color sensors and MQ137 ammonia gas sensors. Method of this study is experimental laboratory scale. DT-Sense color sensor placed on material origami color paper test and measurement of three repetitions and then compared the results obtained against the database default provisions. The results of the RGB color by using origami color paper compared with the data base color like a hot pink, black, yellow, red, orange, green liner, royal blue, dark green and brown saddle with stability range digital tools 0-255 number. Measurement of liquid ammonia evaporation with a content of 25% with a different sample preparation. Measurements were performed for 250 seconds (s). Based on the observations of the ammonia concentration value detected by the sensor MQ137 related with the sensor voltage which is R = 0.9996 and stability of concentration of ammonia and ADC values have a related with R = 1. Based on observations sensr MQ137 which has been designed only able to detection of ammonia concentration of +/- 1300 ppm and MQ137 sensor voltage with +/- 5 volts.
Co-Authors ., ardani Affandi, Azhar Kholik Alexander A Aritonang Alexander A Aritonang, Alexander A Andi Agussalim, Andi Anna I S Purwiyanto Anna I S Purwiyanto, Anna I S Anzari, Ridho ardani . Arifelia, Destri Rizki Arsyei, Laksamana Fachryzal Atik Hendika Lyusta Azhar Kholik Affandi Bambang Aditya Nugraha Bengen, Detriech G Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Christie Indah Sari Christie Indah Sari, Christie Indah Defin Ari Pastra Destri Rizki Arifelia Dianysah, Gusti Dietrich G Bengen Dwi Puspa Indriani Dwi Sapto Widodo Erwin F Silalahi Fajri, M. Awaluddin Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fereddy Yulianus Napitupulu Fernandho Simbolon, Fernandho Fitri Agustriani Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Dianysah Hartoni . hartoni . Hartoni ., Hartoni Hendro H Sinaga I Wayan Nurjaya Isnaini Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Jonson Lumban Gaol La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay, La Ode Nurman Ladys, Maria Lyusta, Atik Hendika M. Albab Al Ayubi M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al M. Awaluddin Fajri Maria Ladys Melki Melki Melki Melki Melki Muh. Adhim Adrian Muhammad Hendri Mulia Purba Nanda Nurisman Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurisman, Nanda Nurul Fitriya Nurul Fitriya Pastra, Defin Ari Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna Ramadoni, Ramadoni Ramsen Napitu, Ramsen Rian Andriansyah Rika Dwi Susmiarni Rika Dwi Susmiarni, Rika Dwi Rio Demak Hasibuan Rio Demak Hasibuan, Rio Demak Riris Aryawati Rizky Adolf A Saing Robinson Sitepu Romega Sinaga Saing, Rizky Adolf A Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno . Silalahi, Erwin F Sinaga, Romega Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono Ulqodry, T. Utami, Risnita Widodo, Dwi Sapto Wike Ayu Eka Putri