Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Strategi Manajemen Brand Ambassador Artis pada Industri Kuliner di Purwokerto Ajeng Puspita Priantana; S Bekti Istiyanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.38

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanastrategi manajemen menggunakan Brand Ambassador artis komedian Sule Sutisna berhasil mendorong kemajuan industri kuliner di Purwokerto, Jawa Tengah. Studi menempatkan Rumah Makan “Parte Ceker Rempah” milik Sule sebagai subyek penelitian dan konsumen bersama manajemen rumah makan itu sebagai informan penelitian. Sampel diambil menggunakan purposive sampling, yakni memilih informan yang mengetahui permasalahan. Analisa menggunakan analisis interaktif, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Trend penggunaan Brand Ambassador artis Sule Sutikna dinilai tepat dari sisi pengelolaan manajemen rumah makan. Hasil penelitian dengan menggunakan metode SWOT menyatakan, strategi manajemen reputasi pada industri kuliner menggunakan brand ambassador berhasil menarik minat konsumen untuk berkunjung ke rumah maka “Parte Ceker Rempah” yang berujung pada peningkatan profit usaha setiap bulannya.
Pembelajaran Politik untuk Pemilih Pemula Melalui Media Sosial di Purwokerto – Jawa Tengah Sri Pangestuti; Ch Herutomo; S Bekti Istiyanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 02 (2018)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.25008/wartaiski.v1i02.21

Abstract

Pembelajaran politik untuk pemilih pemula adalah subjek penelitian yang menarik. Pemilih pemula, merupakan segmen yang strategis untuk direkrut dalam kegiatan pemilihan umum baik dalam pemilihan Presiden, legislatif, dan kepala daerah di tahun politik 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana komunikasi melalui media mampu memberikan pengaruh untuk para remaja yang mempunyai rentang usia 17-21 tahun dalam menerima informasi politik sebagai bagian pembelajaran berpolitik. Asumsi dasar dari penelitian ini adalah bagaimana belajar berpolitik melalui media sosial untuk remaja merupakan fenomena yang menarik dan dapat memprediksi keberhasilan kegiatan politik praktis bagi pemilih pemula secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan focus of group discussion (FGD). Informan merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang merupakan pemilih pemula. Karakteristik informan dibatasi dengan kriteria berumur dari 17-21 tahun, tahun 2019 merupakan partisipasi pertama dalam politk praktis seperti kegiatan pemilihan umum dan atau kepala daerah. Hasil dari studi ini:  pembelajaran politk bagi pemilih pemula umumnya dipengaruhi oleh lingkungan terdekat di mana mereka tinggal; Strategi pembelajaran politik yang diperlukan untuk pemilih pemula  dalam kegiatan politik praktis berjalan efektif menggunakan media sosial yang sesuai.
Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Program Pembangunan Daerah Wisata Pantai Pascabencana S. Bekti Istiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3412

Abstract

Gempa dan tsunami pada 17 Juli 2006, meninggalkan banyak catatan tidak hanya untuk masyarakat lokal tetapi juga untuk pemerintah daerah. Terdapat berbagai kebijakan khususnya pengembangan proses komunikasi untuk masyarakat lokal dari pemerintah daerah. Di Pantai Pangandaran, dalam program perencanaan awal setelah bencana, mereka menerima hibah dari pemerintah untuk pemulihan hidup mereka tetapi keterlibatan tersebut berhenti meskipun program ini berjalan selama lima tahun. Situasi yang berbeda terjadi di PantaiWidarapayung dan Pantai Parangtritis. Tidak terdapat program pemulihan terintegrasi di Pantai Widarapayung dari pemerintah Cilacap sampai sekarang, hanya beberapa penampungan dibangun kembali dan toko-toko. Bagi Pemerintah Bantul, mereka memiliki program untuk relokasi perdagangan ke lokasi baru dan menyusun beberapa aturan bagi stakeholder di sekitar Pantai Parangtritis. Walaupun program tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai program pemulihan bagi masyarakat setempat setelah bencana namunprogram relokasi membantu pariwisata yangada lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan yang ada dikumpulkan sebagai representasi lembaga yang diwakili pemerintah daerah di Ciamis, Cilacap dan pemerintah Bantul dan masyarakat lokal di sana.
Media Baru sebagai Sarana Promosi Taman Lazuardi dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat Desa Susukan nuryanti nuryanti; S. Bekti istiyanto; Agoeng Noegroho; Shinta Prastyanti; Agus Ganjar Runtiko; adinna Islah Perwita
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.69138

Abstract

ABSTRACT  In the era of the second new media, where technology is very fast and reaches a wider audience, new media has become a mandatory choice as a means of promotion for the world of business, industry, and even education. One of the BUMDES efforts to increase village income is to build village parks. The emergence of village parks simultaneously makes the competition more intense, therefore a strategy is needed on how to utilize new media so that the results are maximized. One of the village parks that is currently being promoted to attract more residents is the Lazuardi Park located in Susukan Village, Sumbang, Banyumas. This study will look at how the strategy of using new media is carried out by the Susukan BUMDES for community empowerment and increasing the number of visitors to Lazuardi Park, so that it can strengthen the economic resilience of rural communities.This research was conducted in Susukan Village Park, Sumbang, Banyumas using descriptive qualitative research methods, using data collection techniques in the form of FGDs, in-depth interviews, and literature studies.The results showed that the promotion carried out by the manager of Lazuardi Village park was by utilizing social media, namely fb, instagram, and websites. The efforts made by the manager of Lazuardi Park are one of the efforts to increase the economic resilience of Susukan Village, including by diversifying promotions, improving infrastructure, managing human resources and funding.    Keywords: New Media, Promotion, BUMDes, Village Park, Economic resilience ABSTRAK Pada masa era media baru kedua, dimana teknologi bersifat sangat cepat dan menjangkau khalayak lebih luas, media baru menjadi pilihan wajib sebagai sarana promosi bagi dunia bisnis, industri, bahkan pendidikan. Salah satu usaha BUMDES untuk menambah pendapatan desa adalah dengan membangun taman desa. Kemunculan taman desa yang secara serentak membuat persaingan semakin ketat, oleh karena itu diperlukan sebuah strategi bagaimana memanfaatkan media baru sehingga hasilnya maksimal. Salah satu taman desa yang saat ini sedang melakukan promosi agar dikunjungi banyak warga adalah taman Lazuardi yang berada di Desa Susukan, Sumbang, Banyumas. Penelitian ini akan melihat bagaimana strategi pemanfaatan media baru yang dilakukan oleh BUMDES Susukan untuk pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan jumlah pengunjung taman Lazuardi, sehingga bisa menguatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa.Penelitian ini dilakukan di Taman Desa Susukan, Sumbang, Banyumas dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data berupa FGD, wawancara mendalam, dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi yang dilakukan oleh pengelola taman Desa Lazuardi adalah dengan memanfaatkan media sosial, yaitu fb, instagram, dan website. Upaya yang dilakukan oleh pengelola taman Lazuardi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Desa Susukan, diantaranya adalah dengan diversifikasi promosi, perbaikan infrastruktur, pengelolaan SDM dan pendanaan. Kata Kunci: Media Baru, Promosi, BUMDes, Taman Desa, Ketahanan ekonomi 
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME MELALUI PELAYANAN TERAPI WICARA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Resya Nur Intan Putri; S Bekti Istiyanto
Jurnal Dakwah Risalah Vol 30, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v30i1.6999

Abstract

This study talks about the therapeutic communication process carried out by medical personnel (speech therapists) with patients with special needs who are specified in persons with Down syndrome at Prof. RSUD. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study aims to determine the process or method of conducting therapeutic communication by speech therapists with pediatric patients with Down syndrome in Prof. RSUD. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The method used in this study is an explorative qualitative method. The results of this study indicate that to conduct a therapeutic communication with pediatric patients can be done using several methods in language therapy, for example such as modeling and self talk-parallel talk methods. Furthermore, there is a therapeutic communication process carried out by a therapist consisting of the stages of pre-interaction, introduction, orientation, work, and termination. In therapeutic communication that is interwoven there is also the exchange of messages and obstacles experienced by therapists in carrying out the process.
Transformation of health communication literacy in the pandemic era K. Y.S. Putri; Deddy Mulyana; S Bekti Istiyanto; Linda Zakiah; Rayni Delya Hafni
Informasi Vol 51, No 1 (2021): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v51i1.38290

Abstract

Indonesian public health communication literacy is the education center for the government and related institutions. The formulation of this research problem is how to model health communication literacy in communities in tourism areas in Indonesia. The research objective was to determine the health communication literacy model in the community in tourism areas in Indonesia. The concept used in this research is new media literacy and health communication and audience attitudes. Several previous studies support this research. The method used is quantitative by distributing questionnaires to respondents. The result of the research is that health communication literacy on social media in a cognitive structure greatly affects the respondents. However, at the conative level, there are still some respondents who do not care about this pandemic because of the long duration. In the simple regression results, this study shows a great influence on the respondent's attitude. The suggestion of this research is the need for knowledge collaboration in subsequent research. So that it is not only in social science research but with natural science.
KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL SEBAGAI PENUNJANG KEBERHASILAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Sarah Qaida Islami; S. Bekti Istiyanto
Widya Komunika Vol 8 No 2 (2018): WIDYA KOMUNIKA - JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.389 KB) | DOI: 10.20884/1.wk.2018.8.2.1401

Abstract

Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang menekankan pendidikan karakter dimana siswatidak hanya memiliki kemampuan kognitif, namun juga kemampuan spiritual, sosial, danketerampilan yang dipadukan dalam sebuah mata pelajaran. Dalam hal ini guru menggunakanstrategi komunikasi instruksional untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui penggunaan komunikasi instruksional untuk menunjang keberhasilanpelaksanaan kurikulum 2013. Salah satu bentuk keberhasilan kurikulum 2013 adalah bahwa siswadapat turut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan studi kasus. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagaiteknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yangdigunakan guru dalam keberhasilan kurikulum 2013 tidak hanya menggunakan komunikasi verbaldan nonverbal, namun juga bagaimana guru mengkondisikan mood siswa agar dapat menerimapesan pembelajaran dengan baik. Proses komunikasi dilakukan dengan cara memasukkan pesanke dalam permainan, nyanyian, dan bermain peran. Penelitian ini menggunakan teori penguatansebagai salah satu strategi komuikasi instruksional yang digunakan guru untuk mendorongkeaktifan siswa.
AIESEC Exchange programme Sebagai Media Globalisasi Komunikasi Multikultural Dalam Membangun Intercultural Awareness Almira Yoshe Alodia; S Bekti Istiyanto
Widya Komunika Vol 10 No 1 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.1.2647

Abstract

ABSTRAK Era globalisasi yang mengaburkan batas-batas negara mengharuskan manusia untuk bisa menerima keberagaman dan konsekuensi yang ada di dalamnya. Kompetensi komunikasi antar budaya yang didasarkan pada intercultural awareness pada perbedaan budaya menjadi hal yang penting untuk tiap individu berjuang menghadapi kemajuan teknologi komunikasi yang semakin mengaburkan batas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana exchange programme dapat membangun intercultural awareness pesertanya hingga pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi komunikasi multikultural, berfokus pada Global Citizen Programme yang diselenggarakan oleh AIESEC Purwokerto. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan studi literatur. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sementara informan yang digunakan di sini berjumlah enam orang peserta exchange programme ke Vietnam, Thailand (dua orang), Ceko, Slovakia, dan Ukraina. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa exchange programme dapat menjadi media dalam membentuk intercultural awareness melalui paparan internasional yang didapatkan dari pengalaman peserta ketika berhadapan dengan perbedaan budaya, pola pikir, cara bersikap, dan juga perbedaan kemampuan bahasa. Pengalaman ini dapat membantu peserta untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan menjadi pribadi yang lebih fleksibel, dapat menyesuaikan diri dengan hal baru tanpa menghakimi yang berujung pada rasa empati. Intercultural awareness adalah tingkatan dimana individu tidak lagi menujukkan sikap penolakan terhadap budaya baru yang dihadapi, dimana artinya dalam tahap ini masing-masing individu sudah sampai pada tahap penerimaan.
REVOLUSI BELAJAR SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GANESHA OPERATION Aditya Pratama Nugraha; S Bekti Istiyanto
Widya Komunika Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2016.6.2.1109

Abstract

Revolusi Belajar merupakan istilah yang dipakai oleh Lembaga Bimbingan Belajar GaneshaOperation untuk metode pembelajarannya. Rumus cepat The King, Mind Map (pohon ilmu),Metode Cornell (tempat pengingat di sudut buku ajar), Von Restorff (jeda istirahat di tengah jampelajaran), dan Pemutaran Musik Klasik saat pelajaran merupakan bagian dari Revolusi BelajarGanesha Operaton. Penelitian ini dilakukan melalui observasi mata pelajaran Geografi dalampersiapan siswa kelas Super Intensif Ganesha Operation menuju tes SBMPTN. Penelitian inimenggunakan pedekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada strategi komunikasi instruksionalGanesha Operation yang diajarkan melalui Revolusi Belajar. Untuk pemilihan informanmenggunakan teknik purposive sampling kepada Kepala Ganesha Operation Purwokerto dan siswakelas Super Intensif Ganesha Operation. Pengumpulan data menggunakan metode wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika pengajarmampu menyampaikan metode pembelajaran Revolusi Belajar dengan baik kepada siswa dengannuansa kekeluargaan. Begitu pula dengan siswa kelas Super Intensif yang mampu menangkapmateri yang disampaikan oleh pengajar.
METODE INSTRUKSIONAL PROGRAM KOMPUTER DENGAN JAWS PADA KELAYAN TUNANETRA DI PTN PENGANTHI TEMANGGUNG Dewi Mustika Sari; S Bekti Istiyanto
Widya Komunika Vol 5 No 1 (2015): Widya Komunika
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2015.5.1.920

Abstract

Tulisan ini menganalisis bagaimana metode instruksional program komputer dengan JAWS pada kelayan tunanetra di PTN TRW Penganthi Temanggung. Selain itu, juga menganalisa hambatan yang sering muncul seperti hambatan yang ditimbulkan dari pengajar, media dan kelayan. Tujuan tulisan ini adalah ingin mengetahui serta menggambarkan metode instruksional program komputer dengan JAWS yang digunakan pengajar pada kelayan tunanetra di tempat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Dari data penelitian diperoleh informan yang dalam hal ini adalah seorang pengajar ekstrakurikuler komputer dan beberapa kelayan dengan kriteria kelayan yang termasuk dalam kelompok terampil, yang sedikit banyak sudah mengetahui program Microsoft word dan Microsoft excel dan telah tersertifikasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling, yang semuanya berjumlah lima orang. Data atau informasi diperoleh melalui wawancara mendalam, pengamatan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan secara teknis, metode yang lebih sering digunakan dalam proses instruksional program Microsoft Word dan Microsoft excel menggunakan JAWS pada kelayan adalah metode demonstrasi diikuti dengan metode tanya jawab secara bersamaan. Metode dapat digunakan satuan atau gabungan sesuai tujuan instruksional yang ingin dicapai dan juga mempertimbangkan materi akan lebih efektif disampaikan. Pada penerapan metode instruksional di sini juga memiliki faktor penghambatnya dari pengajar, media dan kelayan, dalam hal ini, ditempuh berbagai cara untuk menanganinya.