Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI ONLINE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH KOTA BANDAR LAMPUNG Siti Julaiha1*, Dias Ardini, Isnenia Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Jl. Soekarno Hatta No. 1 Bandar Lampung Penulis Koresp Siti Julaiha; Dias Ardini; Isnenia Isnenia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i1.349

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang dengan cara pengurangan risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan ketidakpatuhan dalam menjalankan terapi dan diet khusus. Kondisi ini dapat memperparah komplikasi penyakit pada pasien diabetes melitus. Ketidakpatuhan pasien terhadap rekomendasi terapi dapat meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular yang menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata. Berdasarkan hasil survei ke Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung, didapatkan bahwa penyakit diabetes melitus merupakan salah satu dari sepuluh besar penyakit di Puskesmas tersebut. Permasalahan yang ditemui dari hasil survey adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya Pola hidup sehat, pentingnya kontinuitas dalam menggunakan obat selama menjalani terapi obat pada pasien diabetes melitus, Kurangnya informasi yang diterima mengenai Apotek Hidup, dan Belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat yang terbukti secara ilmiah dapat digunakan sebagai obat alternatif dalam terapi penyakit diabetes melitus. Untuk itu, Kegiatan pengadian masyarakat yang dilakukan adalah pemberian edukasi online mengenai pola hidup sehat, terapai dan pentingny akepatuhan terhadap regimen terapi serta pemnafaatna tanaman obat untuk terapi alternatif penyakit diabetes melitus. Kontribusi mendasar dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan peningkatan skore kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS-8. Pasien diabetes melitus memanfaatkan leaflet dan video edukasi yang berisi materi tentang penyakit diabetes melitus dan terapinya serta tanaman obat yang bermanfaat untuk terapi penunjang pada pasien diabetes melitus tipe 2. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat kami sarankan untuk melakukan edukasi secara daring dengan bertatap muka langsung dengan pasien sehingga edukasi yang disampaikan lebih mudah diserap dan diterima oleh pasien. Dengan demikian, diharpakan dapat meningkatkan kepatuhan pada pasien diabetes melitus tipe 2
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DAN PHYSICAL DISTANCING DI PEKON PATOMAN DAN PEKON PAGELARAN KECAMATAN PAGELARAN, PRINGSEWU Musiana - Musiana; dias ardini; Pudji Rahayu; Siti Julaiha; Iwan Sariyanto; Nawasari Indah Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i3.311

Abstract

Penyakit infeksi pernafasan akut yang disebabkan virus Corona telah dinyatakan WHO sebagai pandemi dunia. Wabah ini mengakibatkan lebih dari 53.900 kematian dan menyebabkan gangguan sosial ekonomi global. Sebagai wujud kepedulian terhadap situasi yang ada, dosen Poltekkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di pekon Patoman dan Pagelaran kabupaten Pringsewu sebagai desa mitra. Hasil penjajakan didapat penderita covid-19 sebanyak 1 orang, PDP 1 orang dan ODP sebanyak 23 orang. Tujuan kegiatan memberikan edukasi pola hidup sehat dan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Bahan berupa kuesioner, media edukasi (leaflet dan poster) dan sarana pencegahan covid-19 seperti APD, masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sabun. Metode dengan pre test dan post tes, pemberian edukasi dan distribusi sarana pencegahan covid-19. Hasil pre test dan post test menunjukkan ada perbedaan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi (p value 0,002). Materi edukasi sebanyak 500 eksemplar leaflet dan 400 eksemplar poster telah disampaikan kepada masyarakat termasuk distribusi tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, desinfektan, dan pemberian alat pelindung diri seperti baju hazmat, masker medis, handscoen, kepada tenaga Kesehatan di Puskesmas Pagelaran dan satgas di Pekon Pagelaran, dan Pekon Patoman. Kesimpulan, kegiatan terlaksana dan dapat berjalan dengan baik serta hasilnya sesuai dengan indicator yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat, masyarakat memanfaatkan masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan, dan hasil survey kepuasan masyarakat terhadap kegiatan baik. Saran, untuk terus memberikan edukasi tentang bahaya covid-19 dan upaya memutus rantai penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu pakai masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kata kunci: Pencegahan, Covid-19, Physical Distancing, Edukasi
Identifikasi Potentially Inappropriate Medications (PIMs) Berdasarkan Kriteria STOPP START pada Pasien Geriatri Rawat Inap di RS Advent Bandar Lampung Siti Julaiha
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v7i1.912

Abstract

Identifikasi peresepan obat pada populasi geriatri sangat penting untuk terus dilakukan karena peresepan yang membahayakan pada populasi ini akan berasosiasi dengan peningkatan morbiditas, terjadinya kejadian yang tidak diinginkan terkait obat, dan mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi PIM (Potentially Inappropriate Medication) pada pasien geriatri rawat inap di RS Advent Bandar Lampung pada tahun 2016 berdasarkan Kriteria STOPP START. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien geriatric yang berobat rawat inap di RS Advent Bandar Lampung tahun 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 72 rekam medik. Uji statistic yang digunakan adalah  uji Chi square. Identifikasi penggunaan PIM disesuaikan dengan criteria STOPP START. Hasil analisis univariat menunjukkan tiga jenis PIM terbanyak pada pengobatan pasien geritari di RS Advent Bandar Lampung adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease (51,28%), adanya duplikasi kelas obat (17,95%), dan penggunaan benzodiazepine pada pasien yang berisiko jatuh (11,43%).  Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan secara bermakna antara kejadian PIM dengan jenis kelamin, usia, jumlah obat yang diberikan, komorbid, dan lama rawat.
Analisis Faktor Kepatuhan Berobat Berdasarkan Skor MMAS-8 pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Siti Julaiha
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.497 KB) | DOI: 10.26630/jk.v10i2.1267

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease known as a deadly killer. Indonesia ranks 5th in the world in the number of people with Diabetes Mellitus in 2014. Poor medication adherence can increase microvascular and microvascular complications that cause damage to organs such as fat, heart, brain, and eyes. Patient adherence can be measured using a questionnaire 8- Morisky item Medication adherence Scale (MMAS-8). This instrument can be used to measure medication adherence in patients with chronic diseases such as hypertension, diabetes mellitus, tuberculosis, etc. This study aimed to analyze the factors associated with Medication Adherence Based On MMAS-8 Score to Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Mardi Waluyo Hospital Metro in 2018. This research is an analytic observational study with a design cross-sectional study. The population of this study was type 2 DM outpatients who were treated at Mardi Waluyo Hospital Metro in 2018. The data collected were the results of research using the MMAS-8 questionnaire. Data were analyzed by using chi-square and multivariate logistic regression method. Result of this study showed that the patient who has income <Rp 2,100,000 risk nonadherence 2,981 times higher than a patient who has an income of ≥Rp.2,100,000. Patients with primary education risk nonadherence 2.724 times higher than patients with further education. 
Pendampingan Keluarga Balita Stunting Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting Di Desa Sri Mulya Jaya Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Agus Purnomo; Sutrio Sutrio; Retno Puji Hastuti; Siti Julaiha
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak karena masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi anak tidak sesuai dengan usia atau < -2 SD berdasarkan tabel Z-Score WHO. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kepedulian seluruh civitas akademika Poltekes Tanjungkarang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya keluarga Balita Stunting. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan konseling gizi dengan melakukan kunjugan rumah. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 7 keluarga balita stunting dengan melakukan home visite langsung dengan melibatkan kader posyandu dan pemberian Bantuan Paket PMT. Disamping pemberian konseling gizi tim pengabdian kepada masyarakat juga melakukan pelatihan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal bagi ibu balita dan kader posyandu yang ada di desa Sri Mulya Jaya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Keluarga balita sudah mengerti penyebab gizi kurang pada balitanya dan mampu mengatasi dengan pola asuh yang baik. Terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu balita dan kader posyandu dalam pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal. Perlu pemantauan status gizi dan pendampingan gizi secara rutin oleh pihak puskesmas dan desa terutama bagi keluarga balita gizi kurang dan stunting. Petugas kesehatan juga diharapkan meningkatkan layanan kesehatan terhadap ibu balita dengan  memberikan  dukungan dan mendorong pemberian ASI ekslusif dan pemberian makanan tambahan. Masyarakat  juga  perlu  berkontribusi  dalam mencegah stunting dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
PELATIHAN PEMBUATAN JAHE INSTAN SEBAGAI MINUMAN PENINGKAT IMUNITAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG SRI MULYA JAYA KECAMATAN SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Siti Julaiha; Agus Purnomo; Retno Pujihastuti; Sutrio Sutrio
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.415

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada banyak aspek kehidupan manusia. Dengan adanya pandemi covid-19, masyarakat berupaya menjalani pola hidup yang sehat, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi minuman herbal yang diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh, di antaranya minuman dari rimpang jahe. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa tanaman rimpang jahe memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk meningkatkan kesehatan dan imun tubuh. Masyarakat kampung Sri Mulya Kecamata Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Selatan banyak yang menanam tanaman herbal di sekitar pekaranngan rumah seperti jeruk lemon dan jahe yang juga dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Akan tetapi, pemanafaatannya belum optimal karena sebagian besar masyarakat belum mengetahui khasiat dan cara pemanfaatannya. Selain itu, pada musim penghujan seperti saat ini warga Kampung Sri Mulya Jaya banyak yang mengeluh flu, batuk dan pilek (ISPA). Saat ini juga sedang merebak Pandemi Covid-19 (khususnya varian Omicron) di dunia dan Indonesia. Khususnya wilayah Kabupaten Lampung Tengah termasuk dalam PPKM Level 2. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ini, tim dosen dari Poltekkes Tanjungkarang tergerak untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga protokol covid-19, meningkatakan pengetahuan masyarakat terkait tanaman herbal peningkat imunitas tubuh, optimalisasi pemanfaat KRPL, dan tanaman obat sebagai altermatif dalam mengatasi ISPA dan Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi berupa penyuluhan dan pelatihan. Materi yang diberikan melalui penyuluhan meliputi protokol kesehatan covid-19, enam langkah cuci tangan yang benar, dan pemanfaatan tanaman imunomodulator. Adapun materi yang diberikan melalui pelatihan adalah pembuatan jahe instan sebagai minuman peningkat imunitas. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat merasakan manfaat dari kegiatan ini dan menjadi paham akan pentingnya meningkatkan imunitas di masa pandemi Covid-19 ini serta paham cara pembuatan minuman herbal serbuk jahe yang bisa dibuat secara mandiri.
Sikap Ibu Terhadap Sisa Obat Pengobatan Di Salah Satu Puskemas Di Kota Bandar Lampung Isnenia Isnenia; Siti julaiha
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 2 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i2.218

Abstract

The prevalence of leftover medicines that are still stored in households is still quite high, including people still storing medicines that have expired. Children are a vulnerable age group who often receive compounded and non-compounded medicines. The purpose of this study was to compare the attitudes of the two groups of mothers towards leftover compounded drugs and non-compunded drugs with assessment aspects namely storage of leftover drugs, reuse, and re-examination. This research is a quantitative-analytical research, non-experimental, with a cross-sectional design used in this study. Data was obtained from mothers of children who received treatment, carried out by guided interviews using an interview instrument containing 8 statements. The data was then processed statistically using the Chi Square test. The results showed that the age of most respondents was in the range of 26-35 years, the most recent education being high school, and as housewives, and using insurance. The percentage of respondents who showed a positive attitude on the aspects of remaining drug storage, reuse, re-examination in the compunded group (97.5%; 95%; 98.8%) showed a higher percentage than the non-compounded group (86.2%; 85% ; 97.5%). Both groups showed significant differences in aspects of leftover drug storage and reuse.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Potentially Inappropriate Medication (PIM) Berdasarkan Kriteria Stopp Start pada Pasien Geriatri dengan Gangguan Kardiovaskuler Siti Julaiha; Riyanto Riyanto; Citra Yuliyanda Pardilawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i2.3011

Abstract

Background: Identification of drug prescriptions in the geriatric population is very important to prevent dangerous prescriptions, increased morbidity, adverse drug reactions, and mortality. The STOPP START criterion is one of the criteria that is widely used to identify the safety of pharmacological therapy in the geriatric population. Purpose: This research aims to know factors associated with the incidence of PIM in geriatric patients with a diagnosis of cardiovascular disorders based on the STOPP START Criteria. Methods: The design of this research is analytic observation research with a cross-sectional study method. The population in this study were inpatient geriatric patients diagnosed with cardiovascular disorders at Dr. H. Abdul Moeleok Hospital Lampung Province in 2018. Sample collection was carried out by observing patient medical record data in 2018. The incidence of PIM was identified using the STOPP START criteria. Data analysis was carried out by using the chi-square test. Results: The results of the univariate analysis showed that the four most common types of PIM were not using statins in patients with a history of coronary heart disease and cerebral vascular disease (25.81%), not using ACE inhibitors in patients with chronic heart failure (24.19%), not using ACE inhibitor in patients with acute myocardial infarction and atrial fibrillation 11.29% each. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the incidence of PIM and comorbidities. Conclusion: The most PIM in the treatment of geriatric patients is the use of statins in patients who have a history of coronary heart disease and cerebral vascular disease as much as 25.81% and there is a significant relationship between the incidence of PIM and comorbidities.Abstrak. Latar Belakang: Identifikasi peresepan obat pada populasi geriatri sangat penting dilakukan untuk mencegah peresepan yang membahayakan, peningkatan morbiditas, reaksi obat tidak diinginkan, dan mortalitas. Kriteria STOPP START merupakan  salah satu kriteria yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi keamanan terapi farmakologi pada populasi geriatri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor  yang berhubungan dengan kejadian PIM pada pasien geriatri dengan diagnose gangguan kardiovaskuler berdasarkan Kriteria STOPP START. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien geriatri rawat inap dengan didiagnosa gangguan kardiovaskuler di RSUD Dr. H. Abdul Moeleok Provinsi Lampung pada tahun 2018. Pengumpulan sampel dilakukan dengan mengobservasi data rekam medik pasien tahun 2018. Kejadian PIM diidentifikasi menggunakan criteria STOPP START. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan empat jenis PIM terbanyak adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease (25,81%), tidak digunakannya ACE inhibitor pada pasien gagal jantung kronik (24,19%),  tidak digunakannya ACE inhibitor pada pasien infark miokardial akut dan fibrilasi atrial  masing-masing 11,29%.  Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kejadian PIM dengan komorbid. Simpulan PIM terbanyak pada pengobatan pasien geritari adalah tidak digunakannya statin pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan cerebral vascular disease sebanyak 25,81% dan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian PIM dengan komorbid.
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Sabun Berbahan Baku Minyak Jelantah Kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Politeknik Kesehatan Rodhiansyah Djayasinga; Iwan Sariyanto; Yusrizal Yusrizal; Eka Sulistianingsih; Mimi Sugiarti; Wimba Widagdho Dinutanayo; Siti Julaiha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i2.44

Abstract

Untuk mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan bagi para mahasiswa dan menciptakan lulusan Politeknik Kesehatan Tanjungkarang (Poltekkes Tanjungkarang) yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), maka melalui Program Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Tim Dosen  (Pengabmas) Skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK), maka dipandang perlu diadakan pembinaan atau pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa agar mampu  melaksanakan wirausaha (entrepreneur). Analisis Situasi, Poltekkes Tanjungkarang merupakan pendidikan tinggi vokasi dalam bidang kesehatan dengan mengelola 15 Program Studi terdiri dari 10 Prodi D III ( Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Analis Kesehatan, Keperawatran Gigi, Farmasi, Teknik Gigi, Gizi) dan 5 Prodi D IV (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Analis Kesehatan). Kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat  Skema  Program Pengembangan Kewirausahaan ini adalah sebagai pelaksanaan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang akan dilaksanakan kepada Unit Kegiatan Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang. Permasalahan Mitra, UKM BEM Poltekkes belum memiliki  Soft  Skill  dan  Life  Skill kewirausahaan. Solusi yang diberikan oleh Tim Pengabmas Poltekkes Tanjungkarang adalah melakukan Pelatihan kewirausahaan pembuatan sabun menggunakan bahan baku minyak jelantah. Metode pelaksanaan dilakukan sesuai tahapan yaitu koordinasi tim pengabmas dengan mitra yaitu UKM BEM Poltekkes Tanjungkarang, Workshop, praktik, pembuatan produk sabun, Pengurusan perijinan produk, pemasaran produk. Sasaran pelaksanaan pengabmas ditujukan kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Poltekkkes Tanjungkarang. Indikator keberhasilan kegiatan pengabmas ini adalah para mahasiswa yang tergabung dalam UKM memiliki soft skill dan life skill kewirausahaan pembuatan sabun dan publikasi ilmiah pada jurnal ataupun prosiding nasional atau internasional terakreditasi ataupun nonakreditasi.
Edukasi Dan Pemeriksaan Tekanan Darah Sebagai Upaya Deteksi Dini Hipertensi Ibu Pkk Desa Hajimena Pudji Rahayu; Ani Hartati; Yulyuswarni Yulyuswarni; Siti Julaiha; Isnenia Isnenia; Endah Ratnasari Mulatasih; Elma Viorentina Sembiring; Ageng Hasna Fauziyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37642

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin menyebabkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta skrining tekanan darah di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu PKK Desa Hajimena tentang hipertensi serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah dengan desain one group pre-test–post-test pada 40 peserta ibu PKK Desa Hajimena pada bulan Oktober 2025. Kegiatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemberian pre-test, penyuluhan mengenai hipertensi dan pola hidup sehat, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kelompok usia ≥40 tahun (82,5%) yang merupakan kelompok berisiko hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 47,5% peserta berada pada kategori hipertensi dan 37,5% pada kategori pre-hipertensi. Evaluasi pengetahuan menunjukkan 33 peserta (82,5%) mengalami peningkatan skor setelah edukasi, sedangkan tidak terdapat penurunan skor. Mayoritas peserta (87,5%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik setelah kegiatan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai skrining tekanan darah mampu meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini hipertensi. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam mengidentifikasi faktor risiko serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Disarankan agar kegiatan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara berkala melalui kerja sama antara kader kesehatan, pengurus PKK, dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat guna meningkatkan deteksi dini dan pengendalian hipertensi di Masyarakat.