Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sikap Ibu Terhadap Sisa Obat Pengobatan Di Salah Satu Puskemas Di Kota Bandar Lampung Isnenia Isnenia; Siti Julaiha
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 2 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i2.218

Abstract

The prevalence of leftover medicines that are still stored in households is still quite high, including people still storing medicines that have expired. Children are a vulnerable age group who often receive compounded and non-compounded medicines. The purpose of this study was to compare the attitudes of the two groups of mothers towards leftover compounded drugs and non-compunded drugs with assessment aspects namely storage of leftover drugs, reuse, and re-examination. This research is a quantitative-analytical research, non-experimental, with a cross-sectional design used in this study. Data was obtained from mothers of children who received treatment, carried out by guided interviews using an interview instrument containing 8 statements. The data was then processed statistically using the Chi Square test. The results showed that the age of most respondents was in the range of 26-35 years, the most recent education being high school, and as housewives, and using insurance. The percentage of respondents who showed a positive attitude on the aspects of remaining drug storage, reuse, re-examination in the compunded group (97.5%; 95%; 98.8%) showed a higher percentage than the non-compounded group (86.2%; 85% ; 97.5%). Both groups showed significant differences in aspects of leftover drug storage and reuse.
Penyuluhan Gizi tentang Anemia dan Demonstrasi Pembuatan Combro Hati Ayam Makanan Tinggi Zat Besi sebagai Upaya Pencegahan Anemia Sutrio Sutrio; Agus Purnomo; Siti Julaiha; Retno Puji Hastuti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.232

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja khususnya remaja putri ialah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) seseorang kurang dari normal. Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umum terjadi saat kadar sel darah (eritrosit) dalam darah terlalu rendah. Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama prevalensi anemia tertinggi yaitu sebesar 63%. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kepedulian seluruh civitas akademika Poltekes Tanjungkarang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi tentang anemia dan demonstrasi pembuatan Combro Hati Ayam. Hasil yang didapatkan semua peserta meningkat pengetahuan dan kesadaran tentang anemia dan mampu membuat combro hati ayam tinggi zat besi. Pengabdian masyarakat ini memberikan perubahan cara pandang dan menambah pengetahuan ibu-ibu kader posyandu dan ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) tentang anemia dengan salah satu rangkaian kegiatan adalah cara membuat combro hati ayam tinggi zat besi berbasis pangan lokal namun bernilai gizi tinggi dan higienis. Pengabdian ini telah mengimplemantasikan ilmu yang diperlukan oleh masyarakat khususnya wanita usia subur, remaja dan ibu dalam upaya pencegahan anemia.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN PESISIR BARAT Nadia Oktariana; Siti Julaiha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56122

Abstract

Gangguan jiwa adalah gangguan pada pikiran, perilaku, dan perasaan yang muncul dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang signifikan, yang dapat menyebabkan penderitaan dan menghalangi orang tersebut untuk produktif secara sosial dan ekonomi. Jumlah kasus gangguan jiwa di Provinsi Lampung cukup tinggi yang terdiri dari 14.662 kasus.  Adapun kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari 269 kasus gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di puskesmas krui, karya penggawa, dan biha Tahun 2024. Kepatuhan minum obat pada pasien dengan gangguan jiwa sangat menentukan keberhasilan terapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 39 responden penderita gangguan jiwa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis dan dianalisis secara statistik untuk melihat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin sebagian besar yang menderita gangguan jiwa dialami laki-laki (74,36%), berusia 36-45 tahun (33,33%), dengan Pendidikan terakhir SMA (69,23%), tidak bekerja (46,15%), durasi pengobatan >1 tahun (92,31%), jumlah item obat sebanyak 3 obat (66,67%), dengan gangguan mental psikotik (97,44%). Kepatuhan berdasarkan metode MMAS-8 yang paling tinggi jenis kelamin laki-laki (51,72%), usia 12-16 tahun (100%), Pendidikan sarjana (100%), pekerjaan PNS (100%), durasi pengobatan 1-3 bulan (100%), jumlah item obat 2 obat (61,54%), gangguan neuronik (100%).