Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Krisis Identitas Nasional: apakah campur kode merupakan ancaman bagi bahasa Indonesia? Feni Verawati; Nisa Nurmaulida Tsani; Siska Gandari; Achmad Syauky; Azmi Muhammad Dahlan; Rama Wijaya Abdul Rozak; Nisrina Nurul Insani
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v1i2.67

Abstract

This research aims to investigate whether code-mixing poses a threat to the Indonesian language as the national identity and the efforts that can be done as a prevention of identity crisis. It is because society is beginning to forget its national language. The research method used is descriptive qualitative. The research data were obtained from the general public who mix languages in their daily communication. Data collection was conducted by distributing questionnaires to respondents through Google Forms. The data obtained will then go through several stages, including data tabulation, description, and analysis. From the results obtained from this study, approximately 68.3% of the respondents mix their local and foreign languages with the Indonesian language. This frequent code-mixing can pose a threat to national identity, as people tend to forget their language and feel proud when using foreign languages. However, it was also found that code-mixing positively impacts social and cultural aspects, as it can be used to communicate more effectively and as a means of learning new languages. Code-mixing can become a threat if the speaker consciously prefers to use a foreign language in a conversation.
Digital Native Generation Strategies in Handling the Spread of Hoax News by Parents on Social Media Adhiani Nur Arifah; Siti Nurbayani; Rama Wijaya Abdul Rozak
Jurnal Komunikasi Vol 17, No 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v17i2.21289

Abstract

The problem regarding the spread of hoax news has not been thoroughly handled until now, especially on social media. The flow of information circulation is very rapid, forcing people to have a deeper understanding and ability to filter news that is widespread in cyberspace. The problem is, not all people can understand this, especially for groups of people who are just getting used to using technology such as parents. Therefore, it takes the role of digital natives to be able to control and educate parents. In a family environment, someone who has a role as a native is a child. So this research will examine more deeply the role of a child as a digital native in educating his parents about hoax news. This study uses qualitative methods and a phenomenological approach. The results of the study state that there are 2 core stages when a child carries out digital education to his parents, namely the identification and confrontation stages. As for the implementation of educational efforts, a child highly upholds manners and respects the position of parents
Pengaruh media sosial terhadap Degradasi Moral Generasi Z Asyifa Nurul Liah; Fajar Sidik Maulana; Giva Nur Aulia; Salfa Syahira; Sofi Nurhaliza; Rama Wijaya Abdul Rozak; Nisrina Nurul Insani
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap degradasi moral generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sedangkan dalam pengumpulan data penelitian menggunakan metode wawancara dan kuisioner (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas menggunakan media sosial dari 68 responden berbeda-beda, dimulai dari respondenyang mengisi 1 jam dalam sehari hingga yang paling lama menggunakan media sosial selama 20 jam dalam sehari. Kemudian ditemukan juga hasil penelitian yang menyebutkan bahwasannya media sosial untuk mereka sangatlah penting. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa generasi z banyak menggunakan media social dalam keseharianya, hampir setiap saat mereka menggunakan media sosial dan hanya berhenti ketika mereka beristirahat saja.
Sastra Dongeng dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan Rama Wijaya Abdul Rozak; Yeti Mulyati
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2018): DEIKSIS JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v5i1.860

Abstract

Pendidikan merupakan jalan utama untuk memanusiakan manusia. Namun, hal tersebut menjadi pertanyaan besar di zaman sekarang. Banyak orang yang berpendidikan tetapi tidak menunjukkan sejatinya orang yang terdidik. Pendidikan terus mengalami perubahan dan kemajuan, tetapi di sektor etika dan moral terus mengalami kemunduran. Banyak pihak menyalahkan muatan pendidikan karakter telah gagal membimbing manusia Indonesia berlaku layaknya manusia. Tindak lanjut dari hal tersebut adalah digemakan pendidikan karakter dan literasi. Program tersebut lebih dikenal dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digagas langsung oleh pemerintah. GLS harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan karakter dan mengembangkan keterampilan berbahasa siswa, yaitu dengan cara literasi sastra terutama sastra dongeng. Literasi sastra (dongeng) merupakan sebuah solusi yang dapat dipilih dalam pembelajaran, terutama pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP). Karya sastra memiliki banyak keunggulan, diantaranya mengembangkan karakter, memperhalus karakter, sarana pembelajaran bahasa, dan lain-lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran profil pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) di sekolah dasar Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada guru-guru. Data kemudian dianalisis dan dideskripsikan sehingga tergambar tujuan penelitian yang dimaksud. Berdasarkan hasil penelitian, banyak guru yang tidak memahami konsep pembelajaran MMP dan implementasi dari konsep tersebut. Kemudian sedikit guru yang menggunakan sastra dalam pembelajaran MMP.