Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara Dini Novalanty Ohara Daulay; Jafron Wasiq Hidayat
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Successful management of a national park cannot be separated from the role of government as the manager. Communities as partners of the government also have important contribution in the area management. Arising problems in the national park area are generally caused by disharmony relationship between the communities and the area manager. Communities support around national park through communities participation in the area management is necessary to preserve the sustainability of national park forest area. A variety of perception and involvement all stakeholders should be known to accommodate the interests of all stakeholders, so overlapping interests that harming one of the stakeholders can be avoided. Batang Gadis National Park (BGNP) is one of the national parks in Indonesia. To strengthen institutional BGNP Authority as area manager, this research is considered important to do. With communities perceptions to BGNP, expected to provide inputs for improvement of the BGNP management. This research aimed to know communities perceptions about BGNP management. The research is carried out on July 2017 at Sirambas Village. This qualitative research is conducted by interviewing informants who have been determined i.e. government official, village representative institution, public figure/religious figure, and communities. In addition to interview, researcher also observate, so the information obtained is suitable to the statement submitted with the reality in the field. Selection of informants in this research using non probability sampling method, i.e. purposive sampling method. The selected informants are people who are considered to have information or knowledge related to research object i.e. conservation sector. Furthermore, data are analyzed in a descriptive. The results showed that the communities perceptions of Sirambas Village to BGNP can be categorized into medium perception.
Struktur komunitas plankton perairan Sungai Pendo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus Hanifah Pamuji Rahayu; Jafron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad
NICHE Journal of Tropical Biology Vol. 4, No. 1, Year 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sciences and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/niche.4.1.8-15

Abstract

KAJIAN POTENSI SUMBERDAYA ALAM HAYATI DI KAWASAN HUTAN MANGROVE TONGKE-TONGKE KABUPATEN SINJAI Wahdaniar W; Jafron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad
Jurnal Biotek Vol 6 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.134 KB) | DOI: 10.24252/jb.v6i2.6148

Abstract

Ekosistem mangrove di Desa Tongke-tongke merupakan salah satu hutan mangrove yang terbaik di Sulawesi Selatan.Mangrove di Tongke-tongke merupakan perpaduan antara mangrove alami dan hasil rehabilitasi. Pengembangan berbasis sumber daya hayati Tongke-tongke memiliki beranekaragam biota yang hidup disekitaran mangrove akan tetapi rentan terhadap kerusakan  apabila kurang bijaksana dalam pengelolaanya. Komposisi fauna makrobentik pada hutan mangrove bermacam-macam, moluska diantaranya merupakan spesies yang paling menonjol. Fauna ini mempunyai peranan utama dalam menghancurkan bahan organik, yang lebih lanjut dipermudah oleh mikroflora, yang akhirnya melepaskan rangkaian unsur hara. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makro fauna bentik, khususnya Mollusca yang terdapat dalam hutan mangrove Tongke-tongke Kabuaten Sinjai Sulawesi Selatan. Waktu penelitian lapangan dilakukan pada bulan Oktober 2018 sampai dengan Desember 20018 bertempat di Kawasan hutan mangrove Tongke-tongke Kabupaten Sinjai. Untuk pengambilan sampel Mollusca di dapatkan dengan menggunakan Membuat transek dengan ukuran plot 10 x 10 meter pada tiap stasiun dengan menggunakan meteran dan tali rafia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Mollusca yang banyak di temukan di kawasan hutan mangrove tongke-tongke adalah Cerithium kobelti dan Littorinascabra. Hal ini diduga spesies spesies tersebut menyukai hutan mangrove sebagai habitatnya dan mampu memenangkan persaingan untuk mendapatkan makanan dan tempat hidup dibandingkan spesies lainnya. Penelitian selanjutnya sebaiknya mengkaji molusca yang paling banyak menyerap logam berat.Kata Kunci: hutan mangrove, mollusca, Sinjai
PEMBUATAN BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DARI LIMBAH ORGANIK BERBASIS PETERNAKAN TERPADU DAN BERKELANJUTAN DI UNGARAN, KAB. SEMARANG Jafron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad; Erry Wiryani
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik merupakan permasalahan lingkungan yang cukup serius yang masih dihadapi masyarakat. Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kab. Semarang merupakan daerah sentra peternakan dengan populasi sapi 125 ekor dan kerbau berjumlah 63 ekor. Limbah organik berupa sisa-sisa pakan dan kotoran ternak menjadi masalah yang perlu mendapatkan penyelesaian. Tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan percontohan instalasi biogas skala rumah tangga; meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi limbah ternak untuk diolah menjadi biogas; memberikan alternatif bahan bakar ramah lingkungan selain LPG. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, masyarakat diperkenalkan dan diberi ketrampilan pembuatan biogas yang diperkaya inokulan mikroba yang merupakan teknologi tepat guna ramah lingkungan. Ada dua aspek yang bisa diperoleh dari teknologi ini. Pertama, biogas yang diisikan limbah organik dapat mencegah pencemaran melalui perombakan limbah organik menjadi energi alternatif (biogas) dan residu hasil pengolahan dapat digunakan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah pertanian. Dari kegiatan ini, akan terwujud peternakan dan pertanian berkelanjutan berupa peternakan zerro waste dan pemanfaatan pupuk kompos bagi pertanian organik.
PEMANFAATAN AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR MENGGUNAKAN PRINSIP DESALINASI (STUDI KASUS : DESA PUNJULHARJO, KABUPATEN REMBANG) Fuad Muhammad; Jafron Wasiq Hidayat; Solikhin; Arizal Rusdiyanto; Hafiz Rama Devara
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.367

Abstract

Desa Punjulharjo Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah binaan dari Universitas Diponegoro yang berbatasan dengan laut jawa. Hal tersebut menyebabkan Desa Punjulharjo kesulitan untuk mendapatkan air bersih dari sumur. Kondisi sumur yang terletak di pesisir pantai menyebabkan air sumur tersebut berasa asin, yang menyebabkan warga Desa Punjulharjo harus menyuplai air dari daerah lain seperti mata air Gunung Kajar dan PDAM. Tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu membuat contoh alat desalinasi yang dapat dijadikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk kebutuhan perairan warga. Alat ini mempunyai fungsi yaitu mengubah air laut menjadi air tawar atau air bersih. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian ini berupa identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, dan perumusan program kerja. Dari permasalahan yang ada, tim pengabdian mecoba fokus pada pemasalahan yaitu pengolahan air laut menjadi air tawar. Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan cara menerapakan prinsip desalinasi pada alat yang akan digunakan. Alat desalinasi yang dihasilkan mempunya 3 bagian utama, yaitu kontruksi piramida, kontruksi lapisan penopang dan dinding transparan piramida. Untuk membuat ketiga bagian utama tersebut dibutuhkan bahan bahan seperti : Alumunium, kayu, bambu dan geo-membrane putih. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Masyarakat Desa Punjulharjo telah memiliki alat desalinasi untuk merubah air laut menjadi air tawar
Pelatihan budidaya hidroponik untuk Pemenuhan Kebutuhan Sayuran Sehat di kelurahan Rowosari Semarang Widowati; Hariyanto , Susilo; Wasiq Hidayat, Jafron; Triyana, Eka
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v3i2.1231

Abstract

Kelurahan Rowosari merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan TembalangKota Semarang yang mempunyai potensi untuk mengembangkan pertanian sistem hidroponik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya tanaman hidroponik sehingga dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga. Selain itu, juga untuk memperkenalkan tanaman hidroponik sebagai tanaman yang sehat, praktis dalam perawatan, optimasi pemanfaatan lahan kosong/pekarangan sebagai sumber pangan menuju ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian di Kelurahan Rowosari adalah melalui metode ceramah, diskusi, pelatihan instalasi sistem hidroponik dan praktek budidaya hidroponik. Di akhir kegiatan dilakukan monitoring dan evaluasi.
Analisis Kualitas Fisika dan Kimia Air di Kawasan Budidaya Perikanan Kabupaten Majalengka Ayuniar, Ligar Novi; Hidayat, Jafron Wasiq
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.905 KB) | DOI: 10.30736/jev.v2i2.67

Abstract

Produksi budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh kualitas air, baik itu kualitas air budidaya ataupun kualitas air sumber. Kualitas air yang baik akan memberikan dampak yang positif terhadap ikan yang dipelihara, sedangkan kualitas air yang buruk dapat menyebabkan pertumbuhan ikan tidak optimal dan memberikan dampak yang negatif terhadap ikan yang dipelihara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika dan kimia perairan di kawasan budidaya perikanan kabupaten majalengka. Parameter yang dianalisis yaitu suhu, pH, DO, fosfat, nitrat, dan BOD. Metode pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif.  Hasil dari penelitian ini adalah bila dibandingkan dengan PP No. 82 Tahun 2001 parameter suhu dan pH termasuk ke dalam baku mutu kelas II, untuk DO titik ke 1 – 4 telah memenuhi baku mutu kelas II sedangkan untuk titik kelima tidak memenuhi baku, untuk fosfat melebihi baku mutu kelas II, untuk nitrat kelima hasil masih dibawah baku mutu, untuk ammonia melebihi baku mutu dan untuk BOD titik 2-4 melebihi baku mutu sedangkan titik 1 dan 5 dibawah baku mutu.
LIFE CYCLE ASSESMENT BUDIDAYA UDANG SISTEM MILLENIAL SHRIMP FARMING DI KAWASAN TAMBAK BBPBAP JEPARA Sumantri, Iwan; Muhammad, Fuad; Hidayat, Jafron Wasiq; Halim, M. Arief Rahman
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i1.2059

Abstract

With the increasing global population, providing enough food to meet the increasing demand has become a major challenge for the food-producing sectors. Shrimp is a leading commodity in Indonesia, and their production plays an important role in the aquaculture industry. However, shrimp farming causes various types of pollution that damage the environment and aquatic biodiversity, the related impacts must be mitigated to ensure the sustainability of shrimp production. BBPBAP Jepara as an aquaculture technology developer and reviewer institution conducts environmental studies on the technology being developed. This study conducted a life cycle assessment (LCA) on shrimp farming under the Milenila Shrimps Farming system in the Jepara BBPBAB pond area. Midpoint environmental impacts including acidification potential (AP), eutrophication potential (EP) and global warming potential (GWP) were determined. Feed production was identified as the main contributor to AP and GWP for the MSF system, regardless of feed formula. While the environmental performance of feed production is highly dependent on feed conversion ratio, feed ingredients are another determining factor in which animal protein sources, including poultry by-products and fish meal, show a high contribution to AP and GWP. The use of shrimp feed is the largest contributing component of the three impacts, especially with the highest EP. Feed is the highest potential source of impact because the material used has a fish meal component which is the result of marine exploitation which has been quite large so far. In addition, other feed components are agricultural products imported from other countries which are cultivated intensively, one of which is soybean and wheat raw materials, which in their cultivation system still use chemicals and fertilizers intensively.
Study of the Potential of Mangrove Areas to Support Ecotourism in Mangunharjo Village, Tugu District, Semarang Tefarani, Rahmadyan; Hidayat, Jafron Wasiq; Muhammad, Fuad
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 5 (2023): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v4i5.471

Abstract

Mangrove ecosystems are one of the potential ecosystems to be developed as ecotourism areas. This study was designed to analyze the suitability of mangrove areas as objects of attraction in ecotourism development in Mangunharjo Village, Tugu District, Semarang City. This study looked at 5 variables, namely mangrove type, mangrove density, biota association,  thickness, and tides. Sampling was carried out at 3 stations, 10 plots each. Density data collection is done by counting each individual on each species in a sampling quadrant of 10 x 10 m. Identification of mangroves is carried out by Wetlands. The identification results recorded 8 species of mangrove plants found at the research station. A. marina and R. mucronata species are most commonly found at each station. Biota found in mangrove areas is quite diverse. The tides in the Mangunharjo area are not too high, so it is an area that is classified as very suitable for ecotourism development. The suitability of the Mangunharjo coastal tourism area for the development of marine ecotourism areas for the three stations in the category is very suitable to match the IKW value of 68.42 - 96.05%.
Prediksi Muka Air Tanah Perkotaan Menggunakan Hybrid ANFIS-PSO: Studi Kasus Kota Semarang Suharyanto, Oasiska Nuhannaning; Helmi, Muhammad; Hidayat, Jafron Wasiq
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1394-1403

Abstract

Prediksi muka air tanah merupakan hal krusial untuk perencanaan pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan, khususnya di daerah urban seperti Kota Semarang yang rentan terhadap penurunan muka air tanah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi MAT satu bulan ke depan dengan mengoptimalkan algoritma Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). Data sekunder dari ESDM Jawa Tengah periode Juni 2019 hingga Agustus 2024 dari tujuh sumur pantau dianalisis dengan variabel input muka air tanah bulan sebelumnya (GWL t-1), curah hujan, evapotranspirasi, dan temperatur. Evaluasi kinerja model menggunakan koefisien determinasi (R²) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasilnya menunjukkan akurasi yang bervariasi antar lokasi, dengan R² tertinggi 92,77% (RMSE 19,62%) di SMKN 1 Semarang dan R² terendah 62,71% (RMSE 16,27%) di PT Savana Tirta Makmur. Variasi akurasi ini diduga kuat dipengaruhi oleh karakteristik akuifer dan kondisi lingkungan setempat yang tidak seragam. Secara keseluruhan, model ANFIS-PSO terbukti robust dalam memprediksi fluktuasi muka air tanah non-linier. Model ini dapat dijadikan sebagai alat pendukung keputusan yang berharga bagi para pemangku kebijakan, misalnya untuk memitigasi risiko overdraft air tanah dan menyusun strategi konservasi yang lebih efektif di Kota Semarang.