Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Program Behavioural Safety (B-Safety) untuk Penurunan Unsafe Action Operator Sewing PT X Ulhaq, Muhammad Dhiya; Wardani, Tyas Lilia; Fauzi, Rachmawati Prihantina
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 7 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i7.374

Abstract

Kecelakaan kerja adalah penyebab utama kerugian yang signifikan. Menurut data ILO, 430 juta insiden terjadi setiap tahun, dengan kerugian ekonomi mencapai hingga 4% dari PDB suatu negara. Di Indonesia, meskipun jumlah perusahaan yang mencapai nol kecelakaan telah meningkat, banyak yang masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan kecelakaan kerja. Diketahui bahwa 88% kecelakaan kerja disebabkan oleh tindakan yang tidak aman. Penelitian ini mengkaji implementasi program B-Safety di PT X Sragen. Berdasarkan data K3 perusahaan, kecelakaan terus sering terjadi di unit jahit, yang telah diselidiki karena tindakan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan efektivitas program dalam mengurangi tindakan tidak aman sebagai bagian dari upaya peningkatan manajemen keselamatan kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan desain pasca tes pra-uji satu kelompok. Intervensi penelitian adalah implementasi program B-Safety, dengan total pengambilan sampel populasi yang melibatkan 55 operator jahit di PT X Sragen. Studi ini mengukur tindakan tidak aman responden dan efektivitas implementasi B-Safety melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji-T berpasangan dan d Cohen. Penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tindakan tidak aman (p-value = 0,000; p ? 0,05) sebelum dan sesudah implementasi program B-Safety. Efektivitas program B-Safety termasuk dalam kategori tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh nilai ukuran efek d = 0,8 (d > 0,8). Implementasi program B-Safety secara signifikan mengurangi tindakan tidak aman di PT X Sragen, menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi.
PENYULUHAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI DINI TUBERKULOSIS (TB) PADA PEKERJA TEKSTIL DI SRAGEN Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wardani, Tyas Lilia; Qadrijati, Isna; Wijayanti, Reni; Faradisha, Jihan; Harjono, Afrian Eskartya; Sari, Rizqi Kartika; Riansyah, Rici; Kinasih , Eka Ayu Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2716

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang berdampak pada produktivitas pekerja, terutama di sektor industri tekstil yang memiliki tingkat paparan terhadap debu kapas yang tinggi. Paparan debu jangka panjang akan menyebabkan kerusakan saluran pernapasan dan penurunan fungsi pertahanan paru. Penurunan  fungsi paru ini akan meningkatkan risiko pekerja terhadap berbagai penyakit infeksi paru, termasuk Tuberkulosis. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 969.000 kasus angka kejadian TBC di Indonesia, dan 54.800 diantaranya adalah kasus pada pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai penyakit TBC, termasuk gejala, penularan, dan pencegahannya melalui program penyuluhan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan deteksi dini TBC agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan penularan di tempat kerja dapat dicegah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan menggunakan media audio-visual, presentasi materi dan interaksi diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah 40 pekerja bagian Spinning. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan pengetahuan sebelum (Pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan pekerja mengenai TBC setelah mengikuti penyuluhan. Nilai median pengetahuan meningkat dari 70 menjadi 80, dengan uji wilcoxon yang menunjukkan p-value 0,001 (<0,005) yang menandakan perbedaan tersebut bermakna signifikan. Peningkatan terutama terjadi pada lima aspek utama, yaitu deteksi dini TBC, pemahaman program P2TB, sikap preventif terhadap rekan kerja yang terdiagnosis TBC, tindakan saat mengalami batuk lebih dari dua minggu, dan pengetahuan tentang cara penularan penyakit. Program penyuluhan penyakit TBC terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pekerja industri tekstil secara signifikan. Pengetahuan yang meningkat diharapkan dapat mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik, sehingga berkontribusi pada upaya pengendalian TBC di tempat kerja secara berkelanjutan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN MASA KERJA DENGAN GANGGUAN KAPASITAS PARU PADA PEKERJA TEKSTIL DI PT X SRAGEN Harjono, Afrian Eskartya; Qadrijat, Isna; Wardani, Tyas Lilia; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wijayanti, Reni; Faradisha, Jihan; Sari, Rizqy Kartika; Riansyah, Rici
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49070

Abstract

Industri tekstil merupakan sektor vital yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan kerja, khususnya gangguan pernapasan, akibat paparan debu dan serat. Selain paparan lingkungan, faktor individu seperti status gizi dan masa kerja juga diduga berperan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi (IMT) dan masa kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja tekstil. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 51 pekerja tekstil di PT. X Sragen yang diambil secara purposive sampling. Data status gizi (IMT) diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan gangguan fungsi paru diukur dengan spirometry. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS. Penelitian ini telah disetujui secara etik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan gangguan fungsi paru (p-value= 0,000). Nilai korelasi positif moderat (r=0,602) menunjukkan bahwa semakin buruk status gizi (baik obesitas maupun malnutrisi), semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan fungsi paru. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan gangguan fungsi paru (p-value = 0,168), meskipun sebagian besar pekerja dengan masa kerja lebih singkat menunjukkan gangguan paru sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa status gizi menjadi faktor risiko dominan dibandingkan masa kerja dalam memengaruhi fungsi paru pada populasi ini.
The Effect Of Educational Video On Knowledge Of Personal Protective Equipment For Road Barrier Workers Of Pt X Klaten Widyawati, Estiningtyas; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Ismayenti, Lusi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i2.1470

Abstract

PT X Klaten is a subcontractor in the road construction project, responsible for manufacturing road barriers that function as safety signs and lane dividers. This type of work involves multiple occupational hazards, such as injuries from sharp materials, falling objects, and accidents involving project vehicles, particularly during night shifts. An initial survey revealed that 70% of workers had limited knowledge of Personal Protective Equipment (PPE), contributing to low compliance and an increased risk of workplace accidents. This study aims to examine the effect of educational videos on improving PPE knowledge among road barrier workers at PT X Klaten. A quasi-experimental design was employed using a pre-test and post-test control group. Total sampling was applied to recruit 50 respondents, who were equally divided into experimental and control groups. The intervention consisted of a two-week educational video program incorporating animations and real-life demonstrations that explained the types, functions, and proper use of PPE in construction settings. Data were collected using structured questionnaires and analyzed through Paired Sample T-tests and Independent Sample T-tests. The results have shown a significant increase in PPE knowledge in the experimental group, p-value = 0.001 (p ≤ 0.05), while the control group exhibited no significant change, p-value = 0.422 (p> 0.05). The comparison between groups has revealed a statistically significant difference in post-test scores, Sig (2-tailed) value = 0.017 (p ≤ 0.05). These findings demonstrate that educational videos are an effective medium for enhancing PPE-related knowledge among construction workers. This approach can be applied more broadly in other high-risk industries as a practical strategy to improve occupational safety, increase PPE compliance, and reduce the incidence of work-related accidents.
PELATIHAN MEMBATIK TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA Sumardiyono, Sumardiyono; Widjanarti, Maria Paskanita; Chahyadhi, Bachtiar; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Wijayanti, Reni; Ada', Yeremia Rante; Puspitasari, Yunita Dwi; Agathara, Reidiatama Aviano
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1726

Abstract

Batik, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, saat ini menghadapi tantangan pelestarian di era globalisasi. Memudarnya minat generasi muda terhadap batik, termasuk anak sekolah dasar, mengancam keberlanjutannya sebagai simbol identitas nasional. Upaya menumbuhkan kecintaan dan penghargaan terhadap batik di kalangan generasi muda sangat penting untuk memastikan kelestarian warisan budaya batik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan dan pemahaman siswa terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa, meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dalam membatik, mendukung pengembangan desa wisata batik di Desa Kliwonan 1 Masaran Sragen, dan melestarikan budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan, pertama identifikasi dan analisis permasalahan melalui survei. Kedua, penentuan solusi berdasarkan hasil identifikasi dan analisis. Ketiga, pelaksanaan teknis pelatihan meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik membatik, dan post-test. Keempat, menganalisis hasil dan mengevaluasi kegiatan. Kelima, merencanakan tindak lanjut. Pelatihan membatik bagi siswa menunjukkan hasil positif dan signifikan. Pengetahuan meningkat 80,0% (12 dari 15 siswa). Sikap meningkat 86,7% (13 dari 15 siswa), dan praktik meningkat 60,0% (9 dari 15 siswa). Analisis statistik menggunakan uji Paired T-Test dan Cohen's menunjukkan perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test pada ketiga aspek (pengetahuan, sikap, dan praktik) secara signifikan. Efek pelatihan terhadap pengetahuan dan sikap tergolong besar, sedangkan pada praktik tergolong sedang. Analisis statistik Repeated Measure ANCOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik, dan tidak dipengaruji kelas dan jenis kelamin. Kesimpulan, pelatihan membatik efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik serta menunjukkan keadilan dan kesetaraan, sehingga siswa memiliki kesempatan sama dalam pengembangan membatik.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Edukasi Ergonomi dan Latihan Peregangan untuk Pencegahan Low Back Pain Nisa Suratna, Farhana Syahrotun; Paskanita, Maria; Chahyadhi, Bachtiar; Sumardiyono, Sumardiyono; Wijayanti, Reni; Fauzi, Rachmawati Prihantina; Ada’, Yeremia Rante
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8667

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan Low Back Pain (LBP) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas fisik berulang. Kondisi ini juga dialami oleh anggota Kelompok Wanita Tani Sekar Arum di Desa Genengan, Kabupaten Karanganyar terutama pada kegiatan pascapanen yang dilakukan dalam posisi duduk membungkuk dalam waktu lama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan penerapan prinsip ergonomi melalui penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pelatihan peregangan, serta perancangan stasiun kerja yang lebih ergonomis. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan kerja, demonstrasi latihan peregangan, serta pendampingan praktik peregangan yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta penilaian risiko postur menggunakan metode REBA dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko Low Back Pain serta kemampuan melakukan latihan peregangan dengan benar. Kegiatan ini diharapkan daat membantu petani mengurangi risiko gangguan musculoskeletal dan meningkatkan kenyaman kerja.