Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Pengembangan e-Modul Ajar Berbasis PjBL Terintegrasi Etnoekologi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Materi Perubahan Lingkungan Fitriani, Ida; Hidayat, Saleh; Genisa, Marlina Ummas
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i2.582

Abstract

Modul ajar merupakan implementasi konkret dari perencanaan kurikulum merdeka. Tujuan modul ajar adalah mengarahkan perkembangan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini menjadi dasar penelitian untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap modul pembelajaran berbasis PjBL terintegrasi etnoekologi materi perubahan lingkungan guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada empat guru biologi dan 20  peserta didik kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka terutama penyusunan modul ajar, 2) pendekatan yang diinginkan  terintegrasi etnoekologi, 3) model pembelajaran yang disukai bebrbasis projek 4) Kendala peserta didik dalam pemahaman materi pembelajaran terkait dominasi metode ceramah, meskipun guru telah mencoba menggunakan model pembelajaran, namun masih ada ketidakpahaman terhadap sintaks model pembelajaran, (4) Materi yang dinggap sulit adalah perubahan lingkungang, dan 5) kompetensi yang diinginkan adalah berpikir kritis dan kreatif 6). Bahan ajar yang diinginkan siswa berbentuk elektronik. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan pengembangan modul pembelajaran elektronik perubahan lingkungan berbasis PjBL terintegrasi etnoekologi yang mudah dipahami, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR Mukharomah, Ervina; Hidayat, Saleh
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 2 No. 02 (2017): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v2i02.430

Abstract

This research is descriptive research, as for the purpose of this research to improve students' critical thinking ability to environmental problem by using Problem Based Learning (PBL) learning model in Environmental Science subject in Biology Education Study Program of UM Palembang. The study was conducted from September to December 2016. The results of this study indicate that PBL learning model is suitable to be applied in the subject of Environmental Knowledge. That students are able to think critically is seen from the way students solve environmental problems properly, meticulously, logically and thoroughly
Analisis pelaksanaan penilaian hasil belajar biologi siswa SMA se-Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten OKI pada masa pandemi Covid-19 Untari, Untari; Wijayanti, Tutik Fitri; Hidayat, Saleh
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v5i2.49

Abstract

Pada saat terjadi pandemi Covid-19 beredarnya surat edaran bahwa pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan penilaian hasil belajar biologi siswa SMA se-Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian terdiri atas 2 kepala sekolah, 2 guru biologi, 113 peserta didik UPT SMAN 12 OKI dan 45 peserta didik UPT SMAN 25 OKI. Pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini diperoleh data sebagai berikut: (1) Penilaian sikap menggunakan teknik observasi, penilaian pengetahuan menggunakan teknik tes tertulis dan penugasan, penilaian keterampilan menggunakan teknik penilaian praktik, proyek dan produk, (2) Penilaian sikap dilakukan menggunakan aplikasi WhatsApp, penilaian pengetahuan dilakukan menggunakan aplikasi WhatsApp, Google form dan Google classroom, penilaian keterampilan dilakukan menggunakan aplikasi WhatsApp, (3) Hambatan dalam penilaian adalah sulitnya menilai aspek sikap serta tidak semua aspek sikap dapat diamati dan dinilai secara daring, peserta didik susah mengumpulkan tugas, peserta didik terlambat bahkan tidak mengumpulkan tugas. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penilaian hasil belajar biologi siswa SMA se-Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten OKI pada masa pandemi Covid-19 dilakukan secara daring.
PENDAMPINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN RAWA DESA BURAI Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Genisa, Marlina Ummas; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Sidik, Bagas Rasid; Helida, Asvic
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JP2N: Mei - Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/rr9tw768

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara merupakan keterampilan produktif dalam artian pembicara menghasilkan bunyi bahasa dan komunikasi dalam dua arah. Pembicara dan pendengar dapat menegosiasikan arti dari apa yang mereka katakan. Era industri 4.0, kemampuan berbicara dan mengemukakan sebuah masalah di depan umum sangat penting karena informasi yang didapatkan tidak lagi terbatas. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman terhadap isi informasi, diperlukan kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut membantu seseorang untuk mencari dan memahami informasi dengan benar. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum juga mengajarkan cara meyakinkan orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan berguna untuk yang membutuhkan. Tulisan ini membahas tentang keterampilan berbicara mahasiswa di depan masyarakat Desa Burai mengenai pengelolaan sampah di daerah rawa. Para mahasiswa didorong untuk melatih kemampuan berbicara mereka dengan topik permasalahan mengenai pembuangan sampah masyarakat di daerah rawa melalui teknik wawancara. Metode kegiatan dimulai dari kegiatan pendampingan oleh dosen pendamping dimulai dengan pendahuluan, pemberian materi, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan rasa percaya diri dan termotivasi, tanpa harus takut mengemukakan pendapat atau butir pertanyaan yang dapat menyinggung masyarakat. Kata kunci: Desa Burai, kemampuan berbicara, rawa, wawancara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN 5 TALANG KELAPA Erlina; Saleh Hidayat; Widiasih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.18651

Abstract

This study aims to determine the effect of the Flipped Classroom learning model on the civics (PKN) learning outcomes of fifth-grade elementary school students, to determine the effect of independent learning on the civics learning outcomes of fifth-grade elementary school students, and to determine the effect of the Flipped Classroom learning model and independent learning on the civics learning outcomes of fifth-grade elementary school students at SD Negeri 5 Talang Kelapa. The results showed that learning with the Flipped Classroom model was more effective than the conventional model in improving students' civics learning outcomes. The Flipped Classroom learning model and students' independence in learning together have a positive and significant influence on learning outcomes.
Education on the use of natural ingredients as medicine and making hand sanitizer Astriani, Meli; Wijayanti, Tutik Fitri; Hidayat, Saleh; Aseptianova, Aseptianova; Saputri, Wulandari; Antika, Rindi Novitri
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12632

Abstract

Background: Biodiversitas tumbuhan di Indonesia dikenal sangat tinggi dan terbesar di dunia karena berada dalam Kawasan Malesia. Sebanyak 300 spesies tumbuhan digunakan untuk pengobatan tradisional. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi pemanfaatan tanaman sebagai obat, memanfaatkan bahan alam menjadi handsanitizer, dan sosialisasi pentingnya mencuci tangan bagi Masyarakat. Metode: Pengabdian ini dilakukan kolaborasi antara narasumber dengan mahasiswa KKN dan Masyarakat. Metode meliputi tiga tahapan yaitu penyampaian materi, demonstrasi dengan penanyangan video, diskusi dan evaluasi. Hasil: Pembuatan handsanitizer dengan konsentrasi daun sirih di atas 15% sama dengan etanol sebagai alternatif yang dapat dilakukan untuk pemakaian sendiri. Kegiatan edukasi ini juga menunjukkan kepuasan peserta berkaitan dengan materi kegiatan merupakan hal baru sebesar 96%, kepuasan dengan materi yang dijelaskan 47,4% (sangat puas), 45,4% (puas), 1,09% (cukup puas). Efisien waktu pengabdian yang dilakukan sebesar 98,15% menyatakan seimbang antara materi dan tugas). Kesimpulan: Edukasi pemanfaatan tanaman obat dan handsanitizer memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pemanfaatan tanaman kelor sebagai obat, pembuatan handsanitizer dari daun sirih, dan menerapkan cuci tangan dengan sabun yang baik dan benar.
Protein Biji Kelor Sebagai Bahan Aktif Penjernihan Air Hidayat, Saleh
Biospecies Vol. 2 No. 2 (2009): Juni 2009
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v2i2.250

Abstract

Kelor memiliki sejumlah keuntungan bagi manusia seperti bahn sayur yang hiegenis,obat-obatan, bahan baku kosmetik dan sabun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji kelor bisadigunakan sebagai bio-koagulan karena mengandung protein berumuatan positif yang dapat berperansebagai kation polielektolit dan penting dalam agen bio-koagulan.
Analisis Kesiapan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ogan Ilir dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Selpiana; Wulandari, Puja Tri; Nurhayati, Siti; Hidayat, Saleh; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.1.1-11

Abstract

Kurikulum Merdeka menerapkan konsep “Merdeka Belajar” untuk mendukung upaya proses pemulihan krisis pembelajaran pada Kurikulum 2013 karena pandemi Covid-19. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan persiapan yang matang. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kesiapan Madrasah Tsanawiyah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Madrasah Tsanawiyah Ogan Ilir dan sampel penelitian yaitu MTs N 1 Ogan Ilir dan MTs Al-Ittifaqiah. Sebanyak 17 guru dan 2 wakil kepala bidang kurikulum di kedua Madrasah Tsanawiyah  sebagai sasaran penelitian. Data penelitian  dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara.  Hasil penelitian menyatakan bahwa Madrasah Ogan Ilir cukup siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan nilai rata-rata 66,2. Indikator kesiapan meliputi tiga aspek diantaranya kesiapan terhadap perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses penilaian. Menurut ketiga aspek kesiapan, yang paling siap dengan nilai tinggi yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran dengan nilai 68,8. Sedangkan kesiapan pada proses penilaian termasuk kategori siap rendah dengan nilai 63,7. Dengan demikian, perlu ada peningkatan pada pelatihan ataupun sosialisasi sehingga tingkat kesiapan guru meningkat.
Pengembangan LKPD Elektronik IPA dengan Model Problem-Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang: (Developing Electronic Science Student Worksheets Using the Problem-Based Learning (PBL) Model to Improve Critical Thinking Skills in Grade VII Students at Muhammadiyah 1 Junior High School, Palembang) Ikopala, Silvyanda; Hidayat, Saleh; Syahri, Indawan
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49850

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) the validity of the E-LKPD (Electronic Student Worksheet) IPA (Natural Sciences) product developed with the PBL (Problem Based-Learning) model according to material experts, language experts, media experts, teaching materials experts, evaluation experts and learning device experts, 2) the practicality of the E-LKPD IPA product developed with the PBL model based on teacher and student responses, 3) the effectiveness of the E-LKPD IPA product that will be developed with the PBL model to improve critical thinking skills of grade VII students. The development model used is the 4D model by Thiagarajan., et al. (1974) namely define, design, develop, and disseminate. The resulting product is an E-LKPD regarding the classification of living things for grade VII students that is valid, practical, and effective. The validity of the E-LKPD with the PBL model that has been carried out by the validator gets valid and very valid qualification results. Practicality was obtained from the results of the E-LKPD readability questionnaire trial showing a strong response. E-LKPD using the PBL model on the material of classification of living things was proven to be more effective in improving students' critical thinking skills compared to the control class that did not receive E-LKPD treatment. The effectiveness value can be measured through the N-Gain results with experimental classes 1 and 2 achieving a value of 0.7 which is included in the high category while control class 1 obtained a value of 0.3 which is included in the low category and control class 2 obtained a value of 0.6 which is included in the medium category Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kevalidan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL menurut ahli materi, ahli bahasa, ahli media, ahli bahan ajar, ahli evaluasi dan ahli perangkat pembelajaran, 2) kepraktisan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL berdasarkan respon guru dan peserta didik, 3) keefektifan produk E-LKPD IPA yang akan dikembangkan dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D oleh Thiagarajan., et al. (1974) yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan adalah E-LKPD mengenai klasifikasi makhluk hidup untuk peserta didik kelas VII yang valid, praktis, dan efektif. Kevalidan E-LKPD dengan model PBL yang telah dilakukan oleh validator mendapatkan hasil kualifikasi valid dan sangat valid. Kepraktisan diperoleh dari hasil uji coba angket keterbacaan E-LKPD menunjukkan respon kuat. E-LKPD yang menggunakan model PBL pada materi klasifikasi makhluk hidup terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan E-LKPD. Nilai keefektifan dapat diukur melalui hasil N-Gain dengan kelas eksperimen 1 dan 2 mencapai nilai 0,7 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kelas kontrol 1 memperoleh nilai 0,3 yang termasuk dalam kategori rendah dan kelas kontrol 2 memperoleh nilai 0,6 yang termasuk ke dalam kategori sedang.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Sosialisasi Pemanfaatan Augmented Reality dalam Pembelajaran Anjelia, Bella; Sari, Lilia Krisna; Sherly, Adis; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas; Summah, Astrid Sri Wahyuni; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Priyambodo, Panggih
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38663

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to improve the competence of teachers at SMAN 9 OKU in utilizing Augmented Reality (AR) technology as an innovative learning medium. The partner institution faced challenges related to the limited knowledge and skills of teachers in integrating digital technology, particularly AR, into classroom learning. Therefore, a socialization and training program on the use of AR in learning was conducted for teachers. The activity was implemented through several stages, including the presentation of materials on the basic concepts of Augmented Reality, demonstrations of AR applications in learning, and hands-on practice sessions involving participants. The evaluation of the activity was carried out using pretest and posttest questionnaires administered to seven participating teachers to identify changes in their level of understanding after the training. The results indicated an improvement in participants’ understanding across all measured indicators. The initial pretest scores ranged from approximately 14 to 57, while the posttest results showed significant improvement, with most indicators reaching a score of 100. These findings indicate that the socialization and training on the use of AR were effective in enhancing teachers’ knowledge and skills in utilizing AR technology to support more interactive and visual learning processes.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 9 OKU dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang inovatif. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital, khususnya AR, ke dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR bagi para guru. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi mengenai konsep dasar Augmented Reality, demonstrasi penggunaan aplikasi AR dalam pembelajaran, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian angket pretest dan posttest kepada tujuh guru peserta kegiatan untuk mengetahui perubahan tingkat pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur. Nilai awal peserta berada pada rentang sekitar 14 hingga 57 pada hasil pretest, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan sebagian besar indikator mencapai nilai 100. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan AR mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AR sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual.