Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE EFFECT OF TURMERIC AND GARLIC PHYTOBIOTIC ADDITION WITH DIFFERENT DURATION STORAGE ON THE FUNGAL COLONY IN FEED SRI PURWANTI; GEMINI ALAM; JASMAL A. SYAMSU; LAILY AGUSTIN; YUSRI SAPSUHA; LISNAWATY LISNAWATY
Jurnal Peternakan Vol 13, No 2 (2016): September 2016
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v13i2.2421

Abstract

Turmeric and garlic phytobiotic contain bioactive substances, each of which has a function as an antifungal. The study aims to determined to test the ability turmeric and garlic phytobiotic pressed fungal colonies in the feed with different storage time. The data were analyzed by a factorial experimental design with 5 treatments 4 replications and 2 repetitions. The first factor types phytobiotic and the second factor was storage duration. R0 = basal ration (without phytobiotic), R1 = basal ration + 0.3% synthetic antifungal, R2 = basal ration + 2.5% turmeric, R3 = basal ration + 5% garlic, R4 = (basal ration + 2.5% turmeric+ 5% garlic. W0, W1, W2 and W3 respectively with storage time 0, 2, 4 and 6 weeks. Samples were taken from each experimental unit homogeneously. The results showed the average fungal colonies of garlic phytobiotic treatment (26.06±44.76 CFUx103/g) in 2-week storage time (25.20±22.52 CFUx103/g) lower than the provision of synthetic preservatives (57.75±52.03 CFUx103/g) and the control treatment (74.87±70.69 CFUx103/g). Fungal colonies increases rapidly with increasing length of time of storage. The conclusion of this study was that the additon of turmeric and garlic phytobiotic capable as an antifungal in feed.
Potensi Putri Malu (Mimosa pudica) sebagai Penghambat Aflatoksin pada Jagung Pipilan W. Nurmayani; J. A. Syamsu; S. Purwanti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.1.87-94.2022

Abstract

KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG LIMBAH BIJI KAKAO YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI SELULOLITIK DENGAN METODE PENGERINGAN YANG BERBEDA . Rafidah; A Mujnisa; sri Purwanti
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 13 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bnmt.v13i2.10927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengeringan yang optimal terhadap kandungan nutrisi tepung limbah biji kakao yang difermentasi menggunakan bakteri selulolitik. Bahan difermentasi selama 8 hari kemudian dikeringkan dengan metode pengeringan berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan; P0 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) tanpa pengeringan, P1 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering diangin-anginkan, P2 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering matahari, P3 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering oven. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian kadar air (%) P0: 46,82±1,84, P1: 15,98±0,73, P2: 6,78±0,34, P3: 32,18±1,22; kadar abu (%) P0: 13,59±1,61, P1: 12,65±0,24, P2: 12,69±0,65, P3: 9,78±2,59; lemak kasar (%) P0: 3,95±0,85, P1: 3,84±0,99, P2: 6,93±1,34, P3: 4,14±0,51; serat kasar (%) P0: 17,82±2,02, P1: 21,53±0,72, P2: 22,99±0,46, P3: 23,54±0,81 dan protein kasar (%) P0: 10,94±2,63, P1: 12,64±0,11, P2: 11,70±0,09, P3: 12,80±0,57. Tepung limbah biji kakao yang difermentasi menggunakan bakteri selulolitik dengan metode pengeringan yang berbeda menunjukkan perbedaan nyata terhadap kadar air, kadar abu, lemak kasar dan serat kasar, tetapi tidak berbeda nyata terhadap protein kasar. Kesimpulannya bahwa metode pengeringan dengan diangin-anginkan mampu memperbaiki kandungan nutrisi tepung limbah biji kakao fermentasi.Kata Kunci: Bakteri selulolitik, fermentasi, limbah biji kakao, nutrisi, pengeringan.
Aktivitas antibakteri ekstrak daun oregano terhadap bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus sebagai alternatif feed additive unggas Mulqiama Sarmira; Sri Purwanti; Farida Nur Yuliati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i1.33161

Abstract

Gangguan kesehatan pada ternak unggas biasanya diberikan Antibiotics Growth Promoters (AGPs). Penggunaan AGPs dilarang oleh karena itu, dicarilah alternatif herbal yang dapat digunakan untuk menggantikan antibiotik. Tanaman oregano berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun oregano terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P1 (kontrol (+) kloramfenikol 30 µg), P2 (kontrol (-) aquades), P3 (ekstrak daun oregano 5%), P4 (ekstrak daun oregano 10%) dan P5 (ekstrak daun oregano 15%) disusun berdasarkan  rancangan acak lengkap. Parameter yang diukur yaitu zona hambat pada bakteri Escherichia coli dan Stahylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji kontras ortogonal menunjukkan bahwa bakteri Escherichia coli perlakuan kontrol (+) dengan perlakuan 5%, 10% dan 15% ekstrak daun oregano berpengaruh nyata (P<0,05)  tetapi pada bakteri Staphylococcus aureus tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Uji kontras polinominal memperlihatkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak oregano pada level 15% maksimum menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kesimpulan bahwa ekstrak daun oregano dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sehingga dapat digunakan sebagai feed additive pakan.  
APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DALAM PROGRAM KEMITRAAN WILAYAH KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Jasmal A. Syamsu; Ilham Rasyid; Sri Purwanti; Muh. Hatta
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 3 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.055 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i3.6912

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknologi pengolahan jerami padi sebagai pakan ternak sapi potong di tingkat peternakan rakyat dalam menunjang integrasi sapi potong dan padi. Penelitian dilaksanakan di kelompok tani ternak, Desa Watangpulu Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Introduksi teknologi yang dilakukan adalah pengolahan fermentasi jerami padi, dengan jumlah jerami padi yang difermentasi sebanyak 1,5 ton. Dalam aplikasi teknologi fermentasi jerami padi secara umum menunjukkan terjadinya peningkatan kualitas jerami padi sebelum dan setelah dilakukan sentuhan teknologi pengolahan. Kualitas protein kasar jerami padi yang telah difermentasi mengalami peningkatan dibanding jerami padi yang tidak difermentasi, dan diikuti dengan penurunan kadar serat kasar setelah fermentasi.
Potensi Kombinasi Maggot, Kunyit dan Indigofera Sebagai Antioksidan Alternatif Imbuhan Pakan Sri Purwanti; Nurhasmiati Nurhasmiati; Nancy Lahay; Jasmal A. Syamsu
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 2 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i2.616

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out how much antioxidant content combination maggot (Hermetia illucens), turmeric (Curcuma domestica) and Indigofera zollingeriana to be used as an alternative feed additive for poultry. This study used a complete randomized design with 6 treatments 3 replays using DPPH method with treatment P0 vitamin C (positive control), P1 (2,5% turmeric + 5% Indigofera + 25% larva BSF), P2 (2,5% turmeric+ 10% Indigofera + 20% larva BSF), P3 (2,5% turmeric + 15% Indigofera + 15% larva BSF), P4 (2,5% turmeric + 20% Indigofera + 10% larva BSF), P5 (2.5% turmeric + 25% Indigofera + 5% larva BSF). The observed parameters are antioxidant activity using orthogonal contrast tests and orthogonal polynomial tests. The results showed that the treatment had a very real effect (P<0.01) on antioxidant activity. Orthogonal contrast test results showed that the treatment of P0 (control) with the treatment of P1, P2, P3, P4 and P5 had a very noticeable effect (P<0.01) on antioxidant activity. Further tests of orthogonal polynomials showed that the highest antioxidant was in the P5 treatment (2,5% turmeric + 25% Indigofera + 5% larva BSF) 115.67%. It was concluded that a combination of  25% larva BSF (Hermetia illucens), 2,5% turmeric (Curcuma domestica) and 5% Indigofera zollingeriana can be used as an alternative feed additive source of antioxidants for poultry livestock. Keywords: Antioxidants, larva BSF, turmeric, Indigofera zollingeriana.
Diseminasi Maggot sebagai Pakan Lokal Alternatif Sumber Protein Ayam Kampung pada Kegiatan PKM Kelompok Tani-Ternak Liku Labbua di Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Sri Purwanti; Muhammad Rachman Hakim; Ilham Syarif
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 5 No 3 (2021): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v5i3.488

Abstract

A technology dissemination program aimed at the community is carried out with a focus on the main problems experienced by partners and provides sustainable solutions based on the potential and resources owned by internal partners themselves. The implementation of this program aims to increase the capacity of farmers by providing information on the potential utilization of natural resources in their land. That resources especially agricultural and livestock waste that can be used as a medium for developing feed ingredients from insects i.e., BSF larvae (maggot). It will be used as an alternative feed for native chickens. Service activities are carried out through several stages including preparation, socialization, extension and demonstrations, as well as assistance so that farmers can independently carry out technology transfer packages themselves. During the activity, group members showed a high level of participation. Demonstration plots for rearing BSF larvae followed by feeding either processed or fresh larvae to native chickens. It was focused on one member of the group who was more ready to receive the technology package. From the evaluation results obtained that partners have additional information on how to cultivate maggot as an alternative source of protein feed, get to know local feed raw materials around and management of free-range chickens. Maggot cultivation results that are harvested at the age of 15 days are directly given to members’ chickens. At the end of the service activities, partners get a lot of experience and new skills, namely maggot cultivation.
TEKNOLOGI SILASE RANSUM KOMPLIT SEBAGAI PAKAN TERNAK ITIK DI DESA BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Sri Purwanti; Muhammad Ihsan A. Dagong; Ilham Syarif; Kumandari Indah Prahesti; Jasmal A. Syamsu
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.9124

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen pemeliharaan ternak itik khususnya pengembangan teknologi silase ransum komplit dalam memanfaatkan potensi sumber daya pakan lokal yang ada sebagai pakan alternatif untuk unggas khususnya itik. Target khusus yang ingin dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi ternak, khususnya ternak itik, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dengan introduksi teknologi pengolahan pakan silase ransum. Permasalahan mitra yang menjadi fokus kegiatan adalah belum mengenal teknologi pakan alternatif dan pakan tidak tersedia secara kontinyu, serta manajemen pemeliharaan ternak itik  masih tradisional. Solusi yang ditawarkan adalah melaksanakan penyuluhan dan demostrasi pengolahan silase ransum komplit, serta pendampingan manajemen pemeliharaan ternak itik. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dapat dimengerti ditunjukkan dengan keaktifan peserta dalam diskusi dan interaksi selama berlangsungnya penyuluhan. Demonstrasi pembuatan silase ransum komplit mendapat respon yang sangat tinggi dari anggota kelompok ternak. Hal ini terlihat tingkat partisipasi dalam melibatkan diri dari setiap tahapan pembuatan silase ransum komplit dan peternak dapat melakukan sendiri. Kegiatan pendampingan dapat merubah pola pikir peternak dalam manajemen budidaya ternak itik bahwa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi skala bisnis, dan mengharapkan kegiatan pendampingan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN DI KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA PROPINSI SULAWESI SELATAN sri - purwanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i1.3776

Abstract

Tujuan kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat adalah memberikan keterampilan kepada kelompok tani dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada sebagai pakan alternatif untuk itik, memanfaatkan dedak amoniasi sumber protein tinggi, dan pembuatan ramuan herbal sebagai feed additive. Target khusus yang ingin dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi ternak, khususnya ternak itik dengan memanfaatkan sumber daya lokal dengan introduksi teknologi pengolahan pakan sederhana sehingga peternak dapat membuat pakan sendiri dan tidak tergantung pada pakan konsentrat ataupun hanya menggunakan pakan tanpa proses pengolahan. Melalui kegiatan ini diharapkan petani dan penyuluh pertanian bersinergi untuk belajar memanfaatkan pakan lokal yang tersedia, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal menjadi pakan yang kaya nutrisi. Metode pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan adalah sosialisasi kegiatan pada kelompok tani, pelatihan untuk anggota kelompok tani, demonstrasi cara pembuatan pakan dengan beberapa teknologi pengolahan pakan dan pendampingan pada petani. Target luaran program IbM adalah ransum alternatif untuk itik, amoniasi dedak sebagai sumber protein, jamu ternak. Metode yang digunakan adalah PRA (Participatory Rural Appraisal)/RRA (Rapid Rural Appraisal). Metode pendekatan menyelesaikan masalah, meliputi penyuluhan, latihan dan kunjungan (Laku), pendidikan sekolah lapang (SL), demplot, pembimbingan dan pendampingan, learning by doing. Kata kunci: Pakan, jamu ternak, dedak amoniasi, itik, protein
DISEMINASI MINI FARM LAYER DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA TOMPOBULU KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS Sri Purwanti; Dian Saputra Marzuki; Abdul Alim Yamin; Hasrin Hasrin; Mita Arifa Hakim; Lisa Nasfati Muhammad; Jasmal A Syamsu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1612-1618

Abstract

Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki angka stunting tahun 2022 mencapai 4.434 atau 14 persen dari 29.684 balita yang diperiksa. Tahun 2021 yakni 2.892 atau 9.47 persen dari 30.584 balita yang diperiksa. Untuk itu perlu upaya untuk mencegah terjadinya stunting sedini mungkin dengan penyediaan sumber protein hewani seperti telur untuk kebutuhan gizi keluarga dengan melakukan pemeliharaan ternak ayam petelur dalam bentuk mini farm. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu dengan kelompok sasaran adalah kelompok tani Tompo Limbua. Tahapan kegiatan adalah persiapan dan pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan pelatihan berdasarkan uji perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0.01) pengetahuan peserta yaitu nilai post-test lebih tinggi dibanding nilai pres-test. Peningkatan pengetahuan peserta terkait dengan lingkup materi yaitu pengetahuan tentang mini farm layer, stunting dan pakan ayam petelur. Dalam tahapan pendampingan dilakukan bimbingan manajemen pemeliharaan ayam petelur, dan melakukan recording tentang pemberian pakan, produksi telur, dan penyakit. Recording dilakukan dengan mengisi cacatan harian (log book). Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan selama program pengabdian kepada masyarakat.