Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Fasilitas Pabrik Tahu untuk Meminimalisasi Material Handling Siska, Merry; Henriadi, H
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.522 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.133-141

Abstract

UD. Dhika Putra is a tahu manufacturing company. Currently, the company is having some problems in production facility layout and physical environment. This study aimed to redesign the facility layout of tahu manufacturing company to minimize the path length of material handling and apply the 55 method to enhance work productivity. The approach used to redesign the plant facility layout is Systematic Layout Planning (SLP), which can be categorized in three stages, namely material flow analysis, research, and selection. While the 55 method consist of several steps to organize workplace condition that affect on the effectiveness, eficiency, productivity, and safety. This study concluded that the chosen layout for the final layout showed a significant decrease in path length of material handling, i.e 45 meters or about 19,2%. The decreasing of material handling path length on the choosen layout was also influenced by the arrangement of the work place by using 55 method. 
Perancangan Perbaikan Pelayanan Bongkar Muat Dermaga X Dengan Menggunakan Extend Simulasi Misra Hartati; Ahmad Kurniawan; Melfa Yola; Merry Siska
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.745 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v8i1.3217.19-26

Abstract

Large-scale logistics companies deliver products using sea transportation effectively. Company X as one of the pioneer port containers service still has limitations both from minimal stacking capacity and limited equipment, 1 HMC unit and 1 unit reach adapter. The number of containers increases from 2014-2017, but the availability of tools and facilities that needed continue to cause overcapacity problem. This paper aims to determine the yard occupancy ratio (YOR), berth occupancy ratio (BOR) and utility equipment that are in accordance with the standards to prevent overcapacity at port X until 2020. This study uses extend simulation method to make improvements and analysis of conditions that running, the results of the study are recommendations for the addition of 2 units of transport and the addition of reach units of 2 units. For the YOR value, additional capacity from 2,046 TEUs was made to 3,800 TEUs so that the initial maximum YOR was 139.8% to 75.3%, while BOR still in maximum BOR capacity which is 24.0%.Keywords: Container, Discrete Event Simulation, ExtendSim, Port
Analisis Postur Kerja Manual Material Handling Pada Aktivitas Pemindahan Pallet Dengan Menggunakan Metode Biomekanika Rula (STUDI KASUS : PT. ALAM PERMATA RIAU) Merry Siska
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 15, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v15i2.4440

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang banyak sekali ditemukan industri-industri dengan proses kerja masih manual dan menggunakan tenaga manusia atau disebut juga dengan Manual Material Handling (MMH). MMH banyak digunakan di dunia industri karena aktivitas MMH lebih murah dan lebih mudah dilakukan. Akan tetapi aktivitas MMH juga memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi, yaitu apabila dilakukan dengan cara yang salah. PT. Alam Permata Riau merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi pallet, dimana pada perusahaan ini masih ditemukan pekerjaan pengangkutan yang masih manual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengindentifikasi dan menganalisis postur kerja pekerja pengangkut pallet di PT. Alam Permata Riau dari sisi biomekanika berdasarkan metode RULA. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data terhadap 10 postur tubuh operator didapatkan hasil sebagai berikut: Postur tubuh pertama, ke tiga, ke lima, ke enam, ke tujuh, dan ke sembilan dengan skor akhirnya yaitu 4 dan nilai  action level 2, artinya yaitu kondisi ini berbahaya sehingga pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera saat itu juga. Postur tubuh ke dua, ke delapan, dan ke sepuluh dengan skor akhir 4 dan action level 2, artinya yaitu aktivitas ini memerlukan pemeriksaan lanjutan dan juga memerlukan perubahan-perubahan terhadap postur tubuh tersebut. Postur tubuh ke empat dengan  skor akhir 2 dan action level 1, artinya postur ini bisa diterima jika tidak dipertahankan atau tidak berulang dalam periode yang lama. Kata kunci : Biomekanika, Manual Material Handling, Postur Tubuh, RULA
ANALISIS PRINSIP KERJA 5S DAN MOTIVASI KARYAWAN DI PT. JASA BARUTAMA PERKASA PEKANBARU RIAU Merry Siska; Lisa Fitri Sari
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 14, No 1 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v14i1.2710

Abstract

5S merupakan dasar bagi mentalitas karyawan untuk melakukan perbaikan (improvement) dan juga untuk mewujudkan kesadaran mutu (quality awareness). 5S sendiri merupakan singkatan dair seiri (sort), seiton (straighten), seiso (shine), seiketsu (standardize) dan shitsuke (sustain).Lingkungan kerja yang tidak produktif mampu menghambat jalannya aktifitas kerja. PT. Jasa Barutama Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbengkelan dan service mobil yang terletak di jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kondisi stasiun kerja pada perusahaan ini terbilang tidak begitu produktif untuk dilakukannya pekerjaan service mobil, material dan tools yang berantakan dan tidak pada tempatnya mengganggu jalannya pekerjaan. Maka dari itu dilakukanlah perancangan budaya kerja 5S dengan membiasakan karyawan agar meletakkan tools yang telah digunakan pada tempatnya, membersihkan stasiun kerja setelah pekerjaan selesai, merawat serta menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih dan rapi.Selain itu, motivasi pada karyawan pun perlu ditinjau dalam menerapkan 5S tersebut. Dilakukannya perhitungan statistic dengan dua variabel yaitu variabel komunikasi dan sikap atasan. Semua responden diberikan kuesioner yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi karyawan dalam menerapkan 5S kemudian didapatlah variabel komunikasi (b1 = 1,243) merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam penerapan 5S.
RANCANG ULANG TATA LETAK CV. SUMBER VULKANISIR SUPER MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN CRAFT Merry Siska
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 14, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v14i2.4437

Abstract

             CV. Sumber Vulkanisir Super adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi vulkanisir ban, terletak di jalan Siak II KM 18 Palas Pekanbaru atau jalan pekanbaru-Duri. Penulis telah melakukan survey awal dimana di lokasi pabrik ditemukan beberapa permasalahan tata letak yaitu tata letak lantai produksi yang tidak teratur, di mana jarak antar mesin yang satu dengan yang lainnya berjauhan serta terdapat banyak arus bolak balik yang tentu saja akan mengurangi tingkat efisiensi lantai produksi. Tujuan penelitian ini adalah  melakukan perancangan ulang tata letak pabrik vulkanisir ban guna menghasilkan tatanan layout yang efektif dan efisien serta menguji hasil rancangan dengan menggunakan simulasi Arena. Pada penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu metode Teknik Konvensional, Craft, dan Simulasi Arena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua alternatif layout usulan metode teknik konvensional, layout alternatif 1 terpilih sebagai layout usulan karena memiliki total jarak pemindahan dan total jarak tempuh yang lebih kecil dari alternatif 2. Dimana   layout usulan metode teknik konvensional alternatif 1 memiliki total jarak pemindahan sebesar 694,9 m dan total jarak tempuh sebesar 10970,1 m. Sedangkan  layout usulan alternatif 2 memiliki total jarak pemindahan sebesar 776,9 m dan total jarak tempuh sebesar 11541,1 m. Sehingga layout usulan alternatif satulah yang dijadikan inisial layout di pengolahan metode craft karena memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibanding dua alternatif layout lainnya. Setelah di lakukan pengolahan dengan menggunakan metode craft, jarak layout usulan metode teknik konvensional mengalami peningkatan efisiensi sebesar 13,11 %. Dan setelah didapat layout usulan yang optimal, dilakukanlah simulasi untuk melihat gambaran proses produksi di layout usulan CV. Sumber Vulkanisir Super Pekanbaru. Kata Kunci:  Metode Craft, Metode Teknik Konvensional, Perancangan Ulang Tata Letak,  Simulasi ARENA 
Perancangan Alat Bantu Pemindahan Galon Air Mineral (Studi Kasus: Depot Air Mineral Pekanbaru) Merry Siska; Dedi Suarman
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 8, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v8i2.616

Abstract

Kegiatan pemindahan galon dari mesin pengisi air ke kendaraan pengangkut galon dapat mengakibatkan cedera tulang belakang, tangan terkilir, galon terjatuh, dan lelah setelah bekerja. Untuk mengatasi masalah tersebut, dirancang alat bantu pemindahan galon berdasarkan data antropometri pekerja depot air mineral Pekanbaru. Berdasarkan perhitungan persentil data antropometri pekerja depot air mineral Pekanbaru didapatkan tinggi alat bantu 69.06 cm, sisi alat bantu 38 cm, panjang gagangan 45.46 cm, tinggi gagangan 95.06 cm, lebar busa genggaman 9.6 cm, jarak horizontal gagangan ke roda bagian belakang 29.14 cm, dan keliling busa genggaman 16.88 cm. Hasil rancangan produk divisualisasikan ke dalam bentuk nyata, dan dilakukan pengujian terhadap rancangan produk yaitu dengan cara alat bantu pemindahan galon  yang telah selesai harus dicoba langsung oleh pekerja di depot air mineral. Berdasarkan hasil pengujian produk, diperoleh alat bantu pemindahan galon hasil rancangan yang memenuhi kriteria ergonomis untuk pekerja depot air mineral dan pekerja tidak kesulitan dalam menggunakan alat bantu hasil rancangan
RANCANG ULANG DAN SIMULASI TATA LETAK LANTAI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRWISE EXCHANGE DI PT. ALAM PERMATA RIAU Merry Siska; Isnaini Hadiyul Umam
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 13, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v13i2.1461

Abstract

Tata letak yang baik dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan waktu dan biaya produksi. Masalah utama dalam produksi ditinjau dari segi kegiatan/proses produksi adalah bergeraknya material dari satu departemen ke departemen lain, sampai material tersebut menjadi barang jadi. Pergerakan material pada PT. Alam Permata Riau mengalami permasalahan berupa penempatan stasiun kerja yang ada, masih terdapat ketidakefisienan di dalam proses produksi. Hal ini terlihat pada penempatan stasiun-stasiun kerja yang diletakkan terlalu jauh yang dapat menghambat perpindahan bahannya sehingga akan mengakibatkan tertundanya proses produksi di stasiun berikutnya. Rancangan ulang tata letak fasilitas pabrik pembuatan palet PT. Alam Permata Riau dengan menggunakan metode Pairwise Exchange mendapatkan usulan tata letak baru yang lebih optimal baik dari segi jarak material handling, biaya, maupun output yang dapat dihasilkan dari pada tata letak yang telah diterapkan oleh perusahaan pada saat ini. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, terlihat meningkatnya persen busy ini disebabkan dari semakin dekatnya jarak antar stasiun kerja yang saling berhubungan akan memperlancar perpindahan bahan sehingga waktu untuk menunggu dapat dikurangi. Maka dapat disimpulkan layout usulan lebih baik karena meningkatnya persentase busy yang berdampak pada bertambahnya jumlah output yang dapat dihasilkan dapat diketahui bahwa peranan jarak pada suatu layout akan mempengaruhi besar atau kecilnya persentase busy dan idle namun tidak mutlak mempengaruhi besar atau kecilnya output yang dapat dihasilkan
Perancangan Fasilitas Pabrik Tahu untuk Meminimalisasi Material Handling Merry Siska; H Henriadi
Jurnal Teknik Industri Vol. 13 No. 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.133-141

Abstract

UD. Dhika Putra is a tahu manufacturing company. Currently, the company is having some problems in production facility layout and physical environment. This study aimed to redesign the facility layout of tahu manufacturing company to minimize the path length of material handling and apply the 55 method to enhance work productivity. The approach used to redesign the plant facility layout is Systematic Layout Planning (SLP), which can be categorized in three stages, namely material flow analysis, research, and selection. While the 55 method consist of several steps to organize workplace condition that affect on the effectiveness, eficiency, productivity, and safety. This study concluded that the chosen layout for the final layout showed a significant decrease in path length of material handling, i.e 45 meters or about 19,2%. The decreasing of material handling path length on the choosen layout was also influenced by the arrangement of the work place by using 55 method. 
Implementation of Lean Construction to Eliminate Waste: A Case Study Construction Project in Indonesia Wresni Anggraini; Harpito; Merry Siska; Dian Novitri
Jurnal Teknik Industri Vol. 23 No. 1 (2022): February
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol23.No1.1-16

Abstract

Lean Construction (LC) presented innovative practices to maximize the production value and minimize the production waste during construction. The problem that frequently occurs in the project is delaying the schedule, leading to time and cost overrun. This research aims to eliminate waste that causes delay and inefficiency. Several LC techniques were carried out to improve the efficiency of this project, namely: Value Stream Mapping (VSM) to discover wastes and determine Process Efficiency Cycle (PCE); Waste Assessment Model (WAM) to identify the inter-relationship among wastes; Fishbone (Ishikawa) diagram analysis to get the root cause of the waste.   Research results showed the three highest wastes: defect 14.06%, over production 21.44%, and the highest rank was unnecessary inventories 31.73%. After implementing LC techniques, the PCE increased from 72 % to 79%. The implication of this research is to provide recommendations to the project’s stakeholders in running the building construction to avoid delay and inefficiency.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK TAHU DAN PENERAPAN METODE 5S Merry Siska; Henriadi Henriadi
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 2, Desember 2012
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v11i2.867

Abstract

UD. Dhika Putra merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tahu. Saat ini kondisi layout fasilitas produksi dan kondisi fisik lingkungan kerja di perusahaan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas pabrik pembuatan tahu yang dapat meminimalkan panjang lintasan material handling serta menerapkan metode 5S untuk meningkatkan produktivitas kerja, dengan menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP). Sedangkan metode 5S untuk mengatur kondisi tempat kerja yang berdampak terhadap efektivitas kerja, efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa layout usulan yang terpilih untuk dijadikan layout akhir dalam penelitian ini menunjukkan penurunan panjang lintasan material handling yang cukup signifikan yaitu 45 m atau sekitar 19,2% lebih pendek dari layout awal.