Claim Missing Document
Check
Articles

Pancasila sebagai Sistem Etika Kherunnissa Az Zahra Tabroni; Naia Safira; Rijka Mukaromatussalisah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14127

Abstract

Pancasila, merupakan sistem nilai yang berfungsi sebagai dasar negara, membantu mengarahkan kehidupan moral rakyat Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai sistem etika yang tidak hanya berfungsi sebagai norma, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman praktis membangun karakter, kebijakan publik, dan perilaku sosial. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan sumber utama Pancasila sebagai sistem etika dengan mempertimbangkan aspek historis, sosiologis, dan politis. Metode yang digunakan adalah melakukan penelitian literatur dengan melihat tulisan ahli. Kajian menunjukkan prinsip-prinsip Pancasila berasal dari perspektif bangsa yang ada sebelum kemerdekaan. Pancasila berasal dari realitas masyarakat yang heterogen secara sosiologis, dan politis, itu menjadi dasar moral untuk menjalankan kekuasaan negara. Dengan tiga dimensi ini, Pancasila menjadi bukan hanya dasar ideologis tetapi juga sistem etika yang membantu memajukan kehidupan bangsa menuju tatanan yang berkeadilan, beradab, dan berketuhanan. Pancasila memiliki makna filosofis dan kehidupan nyata karena memiliki kapasitas membentuk landas moral bangsa Indonesia di tengah globalisasi dan kerusakan nilai.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat yang Mendasari Negara Hukum Indonesia Aida Rahmasari; Cahya Nariyah Azizah; Sherina Ariyanti; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14160

Abstract

Pancasila, sebagai landasan negara, berfungsi sebagai ideologi nasional dan kerangka filosofis yang memberikan dasar moral dan normatif untuk penerapan negara hukum Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan filosofis normatif. Penelitian ini menunjukkan prinsip-prinsip negara hukum seperti kedaulatan hukum, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia didukung oleh dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari setiap sila Pancasila. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai sumber nilai hukum, tetapi juga berfungsi sebagai standar moral untuk proses penyusunan, pelaksanaan, dan penegakan hukum di Indonesia. Sebagai sistem filosofis, Pancasila menegaskan identitas dan arah perkembangan hukum nasional yang sepenuhnya berasal dari Indonesia. Hal ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang menopang prinsip negara hukum dan menjadi pedoman etis dalam kehidupan nasional, memperkuat karakter hukum nasional yang berlandaskan jati diri bangsa Indonesia.
Pancasila di Era Globalisasi, Tantangan, dan Relevansi sebagai Dasar Negara Luthfia Amalia Mulyadi; Renita Rudiana; Siti Nur Azizah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14352

Abstract

Pancasila berfungsi dan tetap kuat sebagai dasar negara dalam menghadapi tantangan globalisasi, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa kita. Indonesia melihat dua sisi globalisasi: liberalisasi ekonomi, kemajuan teknologi, dan arus informasi yang melintasi batas negara. Kedua aspek ini membawa peluang dan risiko bagi Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memungkinkan inovasi, kemajuan digital, dan integrasi ekonomi global; namun, di sisi lain, ia juga menyebabkan ketidakadilan digital, kesenjangan sosial-ekonomi, individualisme yang lebih besar, dan penurunan semangat gotong-royong, yang menunjukkan bahwa sila Kelima belum dilaksanakan dengan baik. Selain itu, memasuki budaya negara lain dan menyebarkan ideologi yang tidak toleran melalui media digital membahayakan persatuan. Untuk menyelidiki literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan keadilan sosial, artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila masih relevan sebagai filter ideologis dan kompas moral dalam menangani efek buruk globalisasi. Pancasila meminta negara menjalankan perannya sebagai negara kesejahteraan, memperkuat pemerataan pembangunan, menjaga identitas bangsa, dan memastikan bahwa kemajuan teknologi digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Pancasila berfungsi sebagai pedoman strategis bagi Indonesia untuk mempertahankan kebebasan dan keadilan di era global.
Pancasila: Sistem Filsafat dan Kebudayaan Indonesia Efa Nurzazila; Salsabila Nurwahyu Lestari; Setya Apriliana; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14390

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang berperan sebagai system filsafat dan kebudayaan bangsa sekaligus pedoman moral dan pandangan hidup warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian Pancasila, landasan dan sumber filsafatnya, peranannya sebagai kebudayaan dan identitas bangsa, serta relevansinya dalam konteks zaman modern. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian berbasis literatur dengan pendekatan kualitatif melalui proses pengumpulan data dari literatur akademik, dokumen resmi, dan penelitian terdahulu, kemudian mengolahnya melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki landasan filosofis yang kokoh, bersumber dari nilai-nilai budaya dan pengalaman sejarah bangsa, tercermin dalam praktik gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial. Sebagai identitas bangsa, Pancasila membedakan Indonesia dari negara lain serta membentuk pandangan hidup yang memandu perilaku masyarakat. Diskusi menekankan relevansi Pancasila di era modern, di mana nilai-nilainya menjadi pedoman adaptif menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial, sekaligus memperkuat integritas dan harmoni bangsa. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai sistem filsafat dan kebudayaan yang dinamis, tetap relevan sebagai pedoman moral dan karakter kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pancasila: Landasan Nilai untuk Kemajuan Ilmu dan Teknologi Fani Alifya Putri; Muhammad Alif Putra Ahtar; Atikah Aini; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14391

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap perubahan pola hidup, cara berinteraksi, serta perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi memang menawarkan berbagai kemudahan dan peluang baru, namun di balik itu muncul pula tantangan serius terkait etika, moralitas, dan kemampuan bangsa dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tergeser oleh arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar moral dan filosofis dalam mengarahkan pemanfaatan IPTEK sehingga tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber ilmiah terbitan 2015–2025, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik penggunaan teknologi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi perkembangan IPTEK masa kini. Sila pertama menegaskan perlunya tanggung jawab etis dalam penggunaan teknologi. Sila kedua mendorong perlindungan martabat manusia di tengah pesatnya inovasi digital. Sila ketiga menjaga harmoni dan persatuan di era keterhubungan global. Sila keempat memperkuat prinsip musyawarah dalam perumusan kebijakan IPTEK. Sila kelima memastikan keadilan dalam akses, distribusi, dan pemanfaatan teknologi agar tidak memperlebar kesenjangan sosial. Integrasi nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan regulasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem IPTEK yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila mampu menjadi fondasi moral yang memandu arah pembangunan IPTEK tanpa menghilangkan identitas nasional.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Putri Aulia Septiyanti; Hasna Septiana; Salsabila Fiqi Fauziah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat Pancasila sebagai sistem filsafat yang utuh dan mengkaji urgensi serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah kedudukan Pancasila sebagai landasan filosofis (Grundnorm) dan pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) di tengah arus globalisasi dan risiko fragmentasi ideologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pengelompokan tematik filsafat (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) dan triangulasi antar sumber. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pancasila bertransformasi menjadi sistem filsafat yang koheren dengan struktur monodualis-hierarkis. Secara Ontologis, Pancasila mendasarkan diri pada hakikat manusia Indonesia yang monopluralis dan berketuhanan. Secara Epistemologis, sumber kebenaran Pancasila bersifat inklusif, memadukan rasionalitas universal dengan nilai luhur dan kearifan lokal. Secara Aksiologis, sila kelima (keadilan sosial) ditetapkan sebagai telos (tujuan akhir) negara. Ditemukan dua pokok pikiran baru yang krusial: Pertama, urgensi Pancasila terletak pada perannya sebagai "Metanarrative" dan "Genetivus Subjektivus" yang efektif mengatasi risiko fragmentasi ideologis dan primordialisme ekstrem. Kedua, relevansinya terwujud dalam fungsinya sebagai otoritas etis dan filter ideologi, yang wajib memandu seluruh kebijakan publik, memastikan pembangunan tidak jatuh pada kapitalisme murni, melainkan tetap berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai perekat ideologis yang dinamis dan kompas strategis di masa depan.
Analisis Korupsi Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Rianti Devi Lestari; Bilqis Salsabilla; Muhammad Rifky Eliyanto; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9635

Abstract

Korupsi merupakan salah satu persoalan paling serius yang menghambat pencapaian tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Sebagai dasar negara sekaligus pedoman etis bagi seluruh warga bangsa, Pancasila idealnya menjadi landasan pembentukan karakter individu, struktur sosial, dan praktik pemerintahan yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terus muncul dan berkembang dalam berbagai sektor. Kondisi ini dipicu oleh faktor internal, seperti rapuhnya moralitas, sikap serakah, serta pola hidup yang hedonis, dan juga faktor eksternal berupa budaya permisif di masyarakat, tekanan ekonomi, lemahnya sistem pengawasan, serta lingkungan birokrasi yang kurang transparan. Artikel ini berupaya mengkaji hubungan antara nilai-nilai Pancasila dengan strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan, pembenahan sistem, dan penguatan budaya. Dengan mengoptimalkan penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial dalam berbagai aspek kehidupan, diharapkan lahir budaya antikorupsi yang konsisten sebagai dasar bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan menjunjung keadilan. Kata Kunci: Pancasila, Korupsi, Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Riadhul Fadilah; Zahrotul Aulia; Flora Andini; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9641

Abstract

Artikel ini menganalisis Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai dasar filsafat negara dan ideologi nasional karena nilai-nilai esensialnya telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala (sebagai kausa materialis) , jauh sebelum mendirikan negara. Nilai-nilai yang merupakan akar budaya bangsa ini diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara. Kajian ini menelusuri proses perumusan Pancasila , yang pernah mengalami dinamika dan penyimpangan dalam penulisan sejarahnya , serta menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa menjadi modalitas penting untuk memperkuat pertahanan negara. Pemahaman Pancasila secara utuh baik dari perspektif historis maupun pendidikan sangat krusial untuk menjaga jati diri bangsa dan relevan bagi generasi penerus, khususnya generasi milenial, di tengah tantangan zaman. Kata Kunci: Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, Ideologi Nasional  
Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Amalia Ramadani; Khairunnisaa Raya Fajrin; Nurul Alifiah Aslam; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9643

Abstract

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas nasional dan arah pembangunan Indonesia. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, terjadi kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas sosial yang ditandai oleh ketimpangan, degradasi moral, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana dimensi realitas, idealisme, dan fleksibilitas Pancasila dapat dipahami serta diaktualisasikan kembali agar tetap relevan dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber untuk memastikan konsistensi dan kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi realitas menegaskan Pancasila sebagai sumber hukum dan pedoman praktik kehidupan berbangsa, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal; (2) dimensi idealisme memuat cita-cita luhur bangsa menuju masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera; dan (3) dimensi fleksibilitas menunjukkan bahwa Pancasila bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang integratif dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kebijakan publik berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kata kunci: Pancasila, ideologi negara, realitas, idealisme, fleksibilitas.
Konsep dan Urgensi Pancasila dalam Arus Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Silviana Medhia Sari; Amalia Sundari; Rijka Arifa Junaedi; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9654

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut reinterpretasi nilai secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan dinamika implementasi Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai landasan etis, normatif, dan filosofis dalam menjaga persatuan, membangun demokrasi partisipatif, serta memperkuat keadilan sosial. Revitalisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi strategi utama dalam menghadapi radikalisme, intoleransi, dan kesenjangan sosial. Pancasila merupakan ideologi terbuka dan dinamis yang harus terus diinternalisasikan melalui kebijakan publik, pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat agar tetap kontekstual di era modern. Kata Kunci: Pancasila, Ideologi Negara, Globalisasi, Pendidikan Karakter
Co-Authors Aida Rahmasari Aisyahila Putri Aini Almira Sanari Salsabila Alya Muhzur Anggraini Siregar Amalia Ramadani Amalia Ramadani Amalia Sundari Amanda Nur Indah Annisa Shaliha Aqilah Nurul Fawzah Arina Najwah Nabillah Asti Cahya Dewi Atikah Aini Azka Nadhirah Sabiya Bilqis Salsabilla Cahya Nariyah Azizah Chelsea Azizah Putra Wijaya Chelsea Azizah Putri Wijaya Citra Annisa Dea Muhammad Azka Azzuhdi Della Nurahma Destiar Dimas Adhajanua Dewi Juliasih Dini Srikandi Jumarnis Siregar Efa Nurzazila Fani Alifya Putri Farha Maulida Firyal Lubna Annaisha Flora Andini Hani Hanifah Bilqis Haris Kurniawan Hasna Septiana Haura Difa Assobiah Hilda Aulia Indah Aulia Puteri Irma Fitni Lutpiah Jilly Abda Al Pawaz Kayla Chairunnisa Kayla Shafira Khairunnisaa Raya Fajrin Khaylila Arnesha Putri Kherunnissa Az Zahra Tabroni Kirana Cinta Mentari Lailatuzzahra Luthfia Amalia Mulyadi Maknun, Lu'luil Muhammad Akbar Junaidi Muhammad Alif Putra Ahtar Muhammad Daffa Alaudin Muhammad Fakhri Imam Saputra Muhammad Fatih Muhammad Rifky Eliyanto Mutia Rohman Nabhan Fajru Lana Naia Safira Najwa Ailsa Fadilla Najwa Aulia Rizki Nashera Rahman Nova Aulia Nur Afni Nur Faisah Nurul Alifiah Aslam Paxxia Nafisah Ramadhani Pipin Windriani Putri Aulia Septiyanti Putri Nurkhalifah Rahmah Khairunisa Reddhy Joferdho Renita Rudiana Riadhul Fadilah Rianita Muttofi’ah Rianti Devi Lestari Rijka Arifa Junaedi Rijka Mukaromatussalisah Rizky Nur Fauziah Safira Nada Agustin Salsabila Fiqi Fauziah Salsabila Mahmada Salsabila Nurwahyu Lestari Sasikirana Rizky Ramadhania Saskia Kayla Ramadhani Setya Apriliana Seyma Mufidah Shafira Ramadhani Shally Nafatilova Azhari Sherina Ariyanti Shofia Kamila Silviana Medhia Sari Sinta Nurhandayani Siti Elissa Nursetiaamana Siti Nur Azizah Siti Nur Ghaniyah Sopi Sulistiawati Syifa Fatma Khairani Tazkia Yusnidar Harahap Wawan Setiawan Zahrah Najwa Farida Zahrotul Aulia Zatil Aqmarina F