Claim Missing Document
Check
Articles

Pancasila Sebagai Ideologi Negara Di Tengah Arus Budaya Global: Studi Kasus Perubahan Nilai Sosial Masyarakat Indonesia Indah Aulia Puteri; Sinta Nurhandayani; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9665

Abstract

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi budaya dan perubahan nilai sosial masyarakat Indonesia. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta penetrasi budaya digital telah memunculkan pergeseran nilai ke arah individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi mengikis karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka sekaligus filter nilai dalam menghadapi tantangan budaya global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap modernitas dan pelestarian jati diri bangsa. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, kebijakan publik berbasis keadilan sosial, dan penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ideologis dan solidaritas sosial masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya diposisikan sebagai warisan historis, tetapi sebagai ideologi hidup (living ideology) yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya guna memastikan pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Kata kunci: Pancasila, globalisasi, perubahan sosial, ideologi terbuka, ketahanan ideologis.
Dinamika Pancasila sebagai Sistem Filsafat di Era Digital Haris Kurniawan; Najwa Ailsa Fadilla; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11287

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Pancasila sebagai sistem filsafat di era digital, dengan menyoroti bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi pemahaman, penerapan, serta internalisasi nilai-nilai utamanya. Melalui kajian pustaka terhadap 40 sumber ilmiah terbitan 2021–2025, penelitian ini menemukan sejumlah tantangan seperti misinformasi, individualisme digital, degradasi etika komunikasi, serta ketimpangan yang muncul dalam ekosistem ekonomi digital. Analisis menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai kerangka etika bagi warga digital, penguatan karakter, serta tata kelola sosial ekonomi berbasis teknologi. Studi ini menegaskan pentingnya strategi adaptif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam literasi digital, pendidikan moral, dan pengembangan kebijakan publik, sehingga kemajuan teknologi tetap sejalan dengan martabat manusia, keadilan, dan persatuan bangsa. Secara keseluruhan, era digital menghadirkan peluang sekaligus risiko yang menuntut penguatan Pancasila sebagai fondasi filosofis yang hidup dalam masyarakat Indonesia modern.
Penerapan Pancasila dalam Pengembangan Ilmu dan Teknologi di Indonesia Irma Fitni Lutpiah; Najwa Aulia Rizki; Kayla Shafira; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.11301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar utama dalam membangun ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penelitian ini juga mencoba menjelaskan bagaimana Pancasila membantu dalam menghadapi tantangan dari globalisasi dan perkembangan di era digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan memperhatikan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dalam memandu penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap terbangun atas dasar moral, kemanusiaan, serta keadilan sosial. Setiap sila memberikan dasar etis dalam penggunaan teknologi, mulai dari penghargaan terhadap nilai spiritual hingga tanggung jawab sosial dan penerapan demokrasi digital. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK terbukti mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan material dengan pembentukan karakter bangsa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila akan menghasilkan kemajuan yang beretika, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia
Analisis Konstitusional terhadap Kebebasan Berekspresi dalam Perfilman Indonesia: Evaluasi Batasan Moral, Budaya, dan Perlindungan Masyarakat Aisyahila Putri Aini; Chelsea Azizah Putri Wijaya; Azka Nadhirah Sabiya; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.11793

Abstract

Kebebasan berekspresi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945, termasuk dalam dunia perfilman. Namun, dalam perkembangannya, muncul berbagai konten yang dinilai kurang mencerminkan nilai moral, minim unsur edukatif, serta tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Padahal, perfilman juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga negara, sehingga diperlukan keseimbangan antara kebebasan berkarya dan fungsi edukatif melalui penguatan regulasi, peran keluarga, serta kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebebasan berekspresi dalam perfilman Indonesia dari sudut pandang konstitusi, serta menelaah batasan moral, budaya, dan perlindungan masyarakat dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat mutlak, melainkan harus disertai tanggung jawab sosial serta kesesuaian dengan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
Partisipasi Demokratis Generasi Z di Era Digital: Dari Ekspresi ke Aksi Nyata Paxxia Nafisah Ramadhani; Nova Aulia; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika transformasi partisipasi demokratis Generasi Z pada era digital, khususnya pergeseran dari ekspresi di platform media sosial menuju aksi konkret dalam ranah sosial dan politik. Sebagai digital native, Generasi Z memanfaatkan teknologi informasi serta media sosial sebagai arena primer untuk mengartikulasikan aspirasi, membangun kesadaran politik, dan memobilisasi dukungan terhadap isu-isu publik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research), dengan mengumpulkan data dari beragam sumber literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa partisipasi demokratis Generasi Z berevolusi melalui tiga fase utama, yakni ekspresi digital (aktivisme daring), tahap transisi (mobilisasi via crowdfunding, influencer, dan petisi digital), serta aksi nyata (partisipasi elektoral, pengawasan publik, dan gerakan sosial). Walaupun memiliki potensi signifikan dalam memperkokoh demokrasi, partisipasi digital juga dihadapkan pada tantangan seperti slacktivism, disinformasi, serta rendahnya literasi politik. Oleh karenanya, diperlukan penguatan literasi digital dan integrasi antara aktivitas daring dan luring guna memastikan partisipasi Generasi Z menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan substansial bagi dinamika demokrasi.
Peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan:perspektif Geopolotik dan kewarganegaraan global Mutia Rohman; Cahya Nariyah Azizah; Amalia Sundari; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi Indonesia dalam mempertahankan stabilitas regional dengan menggunakan sudut pandang geopolitik dan kewarganegaraan global, di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat globalisasi dan perubahan dinamika keamanan di kawasan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis, sehingga menjadi pemain penting dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kolaborasi di wilayah Asia Tenggara. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, artikel, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan isu yang diteliti. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Indonesia aktif berperan dalam menstabilkan kawasan melalui diplomasi internasional, kerjasama ASEAN, peningkatan keamanan maritim, dan penerapan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif. Selain itu, Indonesia juga berusaha menghadapi berbagai tantangan regional seperti sengketa wilayah, ancaman siber, terorisme, dan persaingan geopolitik antara negara besar. Dalam mendukung stabilitas dan perdamaian, peran masyarakat juga sangat krusial melalui sikap saling menghormati, kepatuhan terhadap peraturan, serta keterlibatan dalam upaya menjaga kesatuan bangsa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki peranan yang strategis dalam membangun keamanan dan perdamaian di kawasan melalui pengaruh geopolitik, diplomasi internasional, serta kerjasama regional. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi yang aktif dari masyarakat, Indonesia diharapkan mampu terus mempertahankan stabilitas kawasan dan memperkuat posisinya sebagai aktor utama dalam skala global.
PANCASILA DI PERSIMPANGAN ZAMAN: RELEVANSI NILAI IDEOLOGI NASIONAL DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Sasikirana Rizky Ramadhania; Nashera Rahman; Jilly Abda Al Pawaz; Zaenul Slam
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.900

Abstract

Pancasila, sebagai ideologi dan filsafat dasar negara Indonesia, memainkan peran fundamental dalam pendidikan dasar, khususnya dalam membentuk karakter dan identitas siswa sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di era globalisasi, dengan fokus khusus pada pendidikan dasar (sekolah dasar/sekolah dasar Islam). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, memanfaatkan analisis historis dan deskriptif tentang perkembangan Pancasila sebagai ideologi dan implementasinya dalam pendidikan dasar. Temuan menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai ideologi nasional di tengah arus globalisasi yang membawa berbagai tantangan berbasis nilai, sosial, dan budaya. Pancasila menunjukkan ketahanan ideologis karena sifatnya yang terbuka dan dinamis serta landasannya pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Tantangan utama terletak bukan pada substansi Pancasila itu sendiri, tetapi pada internalisasi dan aktualisasi nilai-nilainya yang lemah dalam kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, revitalisasi Pancasila melalui pendidikan kontekstual, reflektif, dan aplikatif merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan identitas nasional.
PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DAN CYBERBULLYING DI ERA DIGITAL Amanda Nur Indah; Muhammad Fatih; Shafira Ramadhani; Zaenul Slam
Civic Society Research and Education: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2025): CIVIC SOCIETY RESEARCH and EDUCATION: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganega
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpkn.v6i2.3980

Abstract

The phenomena of Bullying and cyberbullying have become significant social issues, threatening human dignity and social harmony, especially in the digital era. The anonymity provided by digital platforms exacerbates these problems, necessitating comprehensive prevention strategies. This study explores how Pancasila, the foundational ideology of Indonesia, can guide efforts to combat online aggression. Using qualitative literature review and thematic analysis, five key principles of Pancasila are identified as relevant: the First Principle promotes spiritual awareness; the Second emphasizes individual dignity as a moral compass; the Third advocates tolerance to combat discrimination; the Fourth encourages resolution of online conflicts through deliberation; and the Fifth underpins social justice. These principles collectively offer a philosophical framework for fostering ethical and civilized digital citizens. Integrating Pancasila into digital behavior strategies can strengthen efforts to address cyberbullying, ensuring respect, tolerance, and justice in the digital space, which is crucial in today’s interconnected world.
PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KARAKTER MILENIAL YANG BERTANGGUNG JAWAB Aqilah Nurul Fawzah; Zatil Aqmarina F; Zaenul Slam
Civic Society Research and Education: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2025): CIVIC SOCIETY RESEARCH and EDUCATION: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganega
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpkn.v6i2.4114

Abstract

This study aims to examine the role of Pancasila as the foundational state philosophy and as a guiding principle in shaping the character of the Indonesian nation. The focus of the research lies in the development of character based on responsibility, defined as an individual’s ability to carry out tasks diligently and to accept the consequences of their actions. The millennial generation is expected to make sound decisions and take responsibility for the outcomes of their actions, although in reality, many have yet to consistently demonstrate this capacity. To achieve these objectives, this study employs a qualitative approach through a literature review method. Data are collected from various reliable sources, including books, scholarly articles, journals, and relevant online resources. The collected information is then thoroughly read, understood, synthesized, and analyzed to provide a comprehensive understanding of the role of Pancasila in fostering a sense of responsibility among the younger generation. Consequently, the study not only highlights the theoretical significance of Pancasila but also emphasizes its practical relevance in shaping morally responsible, conscientious, and socially aware young individuals who can contribute positively to society and the nation.
Geostrategi Indonesia: Menakar Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Global Arina Najwah Nabillah; Nur Faisah; Zaenul slam
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15451

Abstract

This article analyzes the urgency of Indonesian Geostrategy, embodied through the concept of National Resilience, in facing increasingly complex global challenges. Using a qualitative-descriptive approach, this article explores the evolution of the geostrategic concept from the time of independence to the digital era, and examines the influence of Astagatra (the five pillars of national resilience) on national stability. The primary focus of this research is to identify contemporary threats such as cyberwarfare, global economic instability, and geopolitical conflicts in the region. The results of the discussion indicate that strengthening the synergy between Tri Gatra (the three pillars of national resilience) and Panca Gatra (the five pillars of national resilience) and adapting an inclusive development strategy are key to maintaining the integrity of the sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). This research aims to evaluate the effectiveness of the geostrategic concept in safeguarding the sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia), identify the historical transformation of the concept of national resilience, and formulate a development strategy that is adaptive to contemporary threats.
Co-Authors Aida Rahmasari Aisyahila Putri Aini Almira Sanari Salsabila Alya Muhzur Anggraini Siregar Amalia Ramadani Amalia Ramadani Amalia Sundari Amanda Nur Indah Annisa Shaliha Aqilah Nurul Fawzah Arina Najwah Nabillah Asti Cahya Dewi Atikah Aini Azka Nadhirah Sabiya Bilqis Salsabilla Cahya Nariyah Azizah Chelsea Azizah Putra Wijaya Chelsea Azizah Putri Wijaya Citra Annisa Dea Muhammad Azka Azzuhdi Della Nurahma Destiar Dimas Adhajanua Dewi Juliasih Dini Srikandi Jumarnis Siregar Efa Nurzazila Fani Alifya Putri Farha Maulida Firyal Lubna Annaisha Flora Andini Hani Hanifah Bilqis Haris Kurniawan Hasna Septiana Haura Difa Assobiah Hilda Aulia Indah Aulia Puteri Irma Fitni Lutpiah Jilly Abda Al Pawaz Kayla Chairunnisa Kayla Shafira Khairunnisaa Raya Fajrin Khaylila Arnesha Putri Kherunnissa Az Zahra Tabroni Kirana Cinta Mentari Lailatuzzahra Luthfia Amalia Mulyadi Maknun, Lu'luil Muhammad Akbar Junaidi Muhammad Alif Putra Ahtar Muhammad Daffa Alaudin Muhammad Fakhri Imam Saputra Muhammad Fatih Muhammad Rifky Eliyanto Mutia Rohman Nabhan Fajru Lana Naia Safira Najwa Ailsa Fadilla Najwa Aulia Rizki Nashera Rahman Nova Aulia Nur Afni Nur Faisah Nurul Alifiah Aslam Paxxia Nafisah Ramadhani Pipin Windriani Putri Aulia Septiyanti Putri Nurkhalifah Rahmah Khairunisa Reddhy Joferdho Renita Rudiana Riadhul Fadilah Rianita Muttofi’ah Rianti Devi Lestari Rijka Arifa Junaedi Rijka Mukaromatussalisah Rizky Nur Fauziah Safira Nada Agustin Salsabila Fiqi Fauziah Salsabila Mahmada Salsabila Nurwahyu Lestari Sasikirana Rizky Ramadhania Saskia Kayla Ramadhani Setya Apriliana Seyma Mufidah Shafira Ramadhani Shally Nafatilova Azhari Sherina Ariyanti Shofia Kamila Silviana Medhia Sari Sinta Nurhandayani Siti Elissa Nursetiaamana Siti Nur Azizah Siti Nur Ghaniyah Sopi Sulistiawati Syifa Fatma Khairani Tazkia Yusnidar Harahap Wawan Setiawan Zahrah Najwa Farida Zahrotul Aulia Zatil Aqmarina F