Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Penguatan dan Dinamika Implementasi Rule of Law dalam Mewujudkan Transformasi Hukum Indonesia yang Berkeadilan­ Shafira Ramadhani; Muhammad Akbar Junaidi; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/apxfgk21

Abstract

This study is designed to explore how the rule of law is implemented and strengthened in Indonesia. As a nation governed by the rule of law, Indonesia not only applies this principle to comply with formal regulations but also uses it as a means to achieve real justice for the people. To examine this, this study uses normative legal methods by examining existing legal concepts and history. The analysis shows that basic principles of the rule of law, such as human rights and equality before the law, play a crucial role in limiting the power of those in power and guiding legal change in Indonesia. However, in its implementation, Indonesia still faces challenges in the form of regulatory inconsistencies and a legal culture that has not fully adapted to changing times. Therefore, the legal system needs to be strengthened through several important steps, namely improving bureaucratic procedures, utilizing technology in the judicial process, and increasing the honesty of law enforcement officials. These strategic steps are key to realizing a more modern, transparent, and just legal transformation in Indonesia for all levels of society.
Pancasila di Persimpangan Jalan: Menelaah Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sekolah bagi Gen-Z Rahmah Khairunisa; Alya Muhzur Anggraini Siregar; Zaenul Slam
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the relevance of Pancasila values in school life for Generation Z amidst the development of digital technology and globalization. The study used a qualitative approach with a literature study method sourced from scientific journals, books, and relevant documents related to Pancasila, Generation Z, character education, and citizenship. Data were analyzed using content analysis techniques through the processes of identification, classification, interpretation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Pancasila values remain relevant in shaping three dimensions of Generation Z citizenship: civic knowledge, civic dispositions, and civic skills. In the cognitive dimension, Pancasila serves as a foundation for understanding national identity and responding critically to information. In the affective dimension, Pancasila plays a role in shaping tolerant, empathetic, and responsible characters. In the behavioral dimension, Pancasila values are realized through mutual cooperation, deliberation, and social participation in the school environment. Thus, Pancasila remains an important foundation in shaping young citizens with character and responsibility in the digital era.Keywords: Pancasila, Relevance, School, Gen-ZAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah bagi Generasi Z di tengah perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan Pancasila, Generasi Z, pendidikan karakter, dan kewarganegaraan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam membentuk tiga dimensi kewarganegaraan Generasi Z, yaitu civic knowledge, civic dispositions, dan civic skills. Pada dimensi kognitif, Pancasila menjadi landasan dalam memahami identitas nasional dan menyikapi informasi secara kritis. Pada dimensi afektif, Pancasila berperan dalam membentuk karakter toleran, empatik, dan bertanggung jawab. Pada dimensi perilaku, nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui gotong royong, musyawarah, dan partisipasi sosial di lingkungan sekolah. Dengan demikian, Pancasila tetap menjadi fondasi penting dalam pembentukan warga negara muda yang berkarakter dan bertanggung jawab di era digital.Kata Kunci: Pancasila, Relevansi, Sekolah, Gen-Z
Konstitusi Sebagai Dasar Negara: Analisis Fungsi, Kedudukan, dan Perubahannya Destiar Dimas Adhajanua; Rianita Muttofi’ah; Tazkia Yusnidar Harahap; Zaenul Slam
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The constitution constitutes the supreme legal foundation within a state’s legal framework and function as the principal guideline for the governance and administration of public affairs. Beyond regulating the organization of state institutions and the allocation of governmental powers, it also safeguards human rights and reinforces the principles of constitutionalism, democracy, and the rule of law. This study seeks to analyze the concept and characteristic of constitution its functions as the legal basis and guiding framework of the state, its position within the hierarchy of legislation, its role in protecting human rights, the procedures for constitutional amendment, and the development of constitutional changes in Indonesia along with their implications for the governmental system. The research adopts a literature review approach through the examination of various scholarly sources, including books, national journals, and international journal publications. The findings reveal that the constitution serves a vital function in restricting governmental authority, ensuring the protection of citizens' rights, and fostering a democratic and accountable governance system. Furthermore, the amendments to the 1945 Constitution have brought significant transformations to Indonesia’s constitutional order by strengthening checks and balances among state institutions, creating new constitutional bodies, enhancing human rights protection, and broadening regional autonomy. Consequently, the constitution remains an essential instrument for promoting the rule of law, democratic governance, and social justice for all Indonesian citizens.
Pancasila Sebagai Ideologi Negara Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Shally Nafatilova Azhari; Lailatuzzahra; Seyma Mufidah; Zaenul Slam
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila adalah landasan bagi negara dan juga ideologi bagi bangsa Indonesia yang berperan krusial dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kenegaraan. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila berfungsi sebagai panduan untuk membentuk kepribadian, menjaga kesatuan, dan menciptakan masyarakat yang adil serta harmonis. Teks ini mengurai makna Pancasila sebagai ideologi negara, peran Pancasila dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapannya di zaman modern. Pendekatan yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah kajian pustaka yang menganalisis berbagai referensi yang relevan mengenai Pancasila. Hasil diskusi mengungkapkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan negara, pandangan hidup masyarakat, pemersatu rakyat, serta sumber nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, penerapan nilai-nilai Pancasila bisa diwujudkan melalui sikap toleransi, kerjasama, musyawarah, keadilan sosial, dan rasa cinta kepada tanah air. Namun, inovasi teknologi, globalisasi, media sosial, dan budaya populer menjadi tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila agar nilai-nilai luhur bangsa tetap lestari di tengah perkembangan zaman yang pesat.
Model Jurisprudential Inquiry Learning Berbasis STEAM Untuk Kewarganegaraan Digital Siswa Zaenul Slam; Lu’luil Maknun; Haura Difa Assobiah
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v13i1.50451

Abstract

This study aims to develop a conceptual model Jurisprudential Inquiry learning berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics  (STEAM-JIL), describe students' perceptions of the implementation of the model and students' digital citizenship, and test the effectiveness of the model on the development of students' digital citizenship. This study used a mixed methods approach and involved three teachers, 192 students from junior high schools in Majalengka Regency, West Java Province, Indonesia, and three lecturers of Civic Education as research samples. Data were collected through various methods, including observation, interviews, focus group discussions, questionnaires, and attitude scales. The collected data were analyzed using interactive qualitative analysis, descriptive statistical analysis, and t-tests. The findings of this study are as follows: (1) STEAM-JIL is characterized by the application of STEAM education principles, integration of digital citizenship materials, and the existence of a diversity of value-based learning models, science, and contextual learning; (2) Perceptions of STEAM-JIL model are in the "good" category; (3) Students' digital citizenship showed a significant improvement after the implementation of STEAM-JIL, with outcomes classified as very good; and (4) The t-test results showed that  STEAM-JIL model was proven effective in developing students' digital citizenship. Therefore, this model can be a viable alternative in today's digital era to develop students' digital citizenship skills. Keywords: Jurisprudential Inquiry Learning, STEAM, Civic Education, Digital Citizenship of Students
Pemahaman Kewarganegaraan serta Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia: Penelitian Silviana Medhia Sari; Fani Alifya Putri; Amalia Ramadani; Zaenul Slam
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.382

Abstract

Kewarganegaraan adalah identitas hukum yang mengaitkan seseorang dengan negara, sekaligus menjadi landasan bagi pelaksanaan hak dan tanggung jawab tiap warga. Dalam era globalisasi yang semakin rumit, muncul berbagai tantangan seperti menurunnya kesadaran hukum, meningkatnya sifat individualistis, dan berkurangnya semangat kebangsaan yang mendesak perlunya penguatan pemahaman kewarganegaraan dalam interaksi sosial, kebangsaan, dan kenegaraan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep serta status kewarganegaraan di Indonesia, pelaksanaan hak dan kewajiban warga, serta kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran akan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan melalui pengkajian berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademis yang sesuai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan lebih dari sekadar status hukum; hal ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan politik setiap warga. Selain itu, keseimbangan antara hak dan kewajiban menjadi aspek penting dalam menciptakan kehidupan yang demokratis serta harmonis. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kesadaran hukum, toleransi, dan tanggung jawab sosial untuk membentuk warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
CIVIC AGENCY DI ERA DEEPFAKE: STRATEGI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI MANIPULASI INFORMASI VISUAL Sasikirana Rizky Ramadhania; Nashera Rahman; Zaenul Slam
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 7 No. 01 (2026): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v7i01.1294

Abstract

The rapid development of artificial intelligence technology has given birth to the phenomenon of deepfakes, which are synthetic visual content that is able to convincingly manipulate a person's face, voice, and actions. This technology not only poses technical problems, but also threatens democracy, public trust, and the capacity of citizens to carry out their civic roles with dignity. This article aims to analyze the threat of deepfakes to civic agencies, identify the vulnerability of the digital generation to visual information manipulation, and formulate relevant and adaptive civic education strategies. The research method uses a systematic literature review of scientific publications in 2020–2025 with thematic analysis as an instrument for data interpretation. The results of the study show that the young generation is in a vulnerable position due to high exposure to digital content that is not balanced by adequate critical thinking skills. Civic education needs to transform through the integration of digital media literacy, visual information verification competencies, and strengthening digital ethics in the curriculum. This article offers a model of the Civic Agency Resilience Framework (CARF) that connects epistemic competence, democratic participation, and civic ethics, and encourages curriculum reorientation, teacher training, and cross-sector collaboration
Internalisasi Pancasila dalam Pendidikan Karakter melalui Digital Minimalism untuk Merespons FOMO, Healing, dan Self-Improvement Digital Saskia Kayla Ramadhani; Almira Sanari Salsabila; Reddhy Joferdho; Zaenul Slam
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.942

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya internalisasi nilai Pancasila pada generasi muda akibat globalisasi dan budaya digital yang ditandai oleh fenomena FoMO, tren healing, dan self-improvement. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendekatan digital minimalism dalam pendidikan karakter sebagai upaya memperkuat internalisasi nilai Pancasila serta menelaah dampak budaya digital terhadap perilaku  generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur dan wawancara pendukung dengan menganalisis sebanyak 29 artikel ilmiah sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Untuk menjaga keabsahan data dan informasi, kami melakukan perbandingan antar artikel dan sumber lain yang relavan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku digital yang berlebihan melemahkan disiplin, kerja sama, dan pengendalian diri pada generasi muda, sementara digital minimalism berkontribusi dalam meningkatkan regulasi diri dan konsistensi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital berbasis Pancasila melalui pendidikan karakter diperlukan untuk merespons budaya digital secara bijak dan berkelanjutan.
Pancasila dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Kirana Cinta Mentari; Mutia Rohman; Sopi Sulistiawati; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14074

Abstract

Pancasila, sebagai landasan dan ideologi negara Indonesia, berfungsi dasar filosofis yang mempersatukan keragaman bangsa. Secara historis, Pancasila lahir dari janji kemerdekaan Jepang pada tahun 1944, pembentukan BPUPKI pada tahun 1945, dan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 memperkenalkan lima prinsip Pancasila. Pada 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai landasan negara. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kronologi dan evolusi makna Pancasila dalam sejarah bangsa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber utama berupa artikel ilmiah dan jurnal akademik berkaitan dengan pembentukan, nilai-nilai, dan posisi Pancasila. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur dan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Penelitian menunjukkan Pancasila berakar pada nilai-nilai pra-kemerdekaan dan merupakan konsensus mulia bangsa. Pancasila merupakan dasar filosofis, pedoman hidup, dan pemersatu bangsa Indonesia untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai Landasan dan Moral Bagi Kemajuan IPTEK di Indonesia Salsabila Mahmada; Citra Annisa; Nur Afni; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14111

Abstract

Berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk sosial, ekonomi, dan budaya, dipengaruhi kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kemajuan ini membawa tantangan moral dan etika, seperti peningkatan ketidaksetaraan sosial, penyalahgunaan teknologi, dan kerusakan nilai-nilai manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai acuan moral penting dalam mengarahkan pengembangan dan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan kepada Tuhan memastikan bahwa teknologi tidak hanya sesuai prinsip agama tetapi juga ramah lingkungan. Prinsip Kemanusiaan menekankan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak boleh digunakan untuk eksploitasi tetapi untuk kesejahteraan manusia. Di tengah tantangan globalisasi digital, prinsip persatuan memperkuat solidaritas nasional. Sementara itu, prinsip demokrasi dan keadilan sosial menekankan tanggung jawab kolektif dan keadilan dalam kemajuan teknologi. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan upaya strategis untuk mendorong kemajuan yang moral, berorientasi pada manusia, dan adil secara sosial. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai landasan moral, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung terhadap efek buruk dari kemajuan teknologi kontemporer.
Co-Authors Aida Rahmasari Aisyahila Putri Aini Almira Sanari Salsabila Alya Muhzur Anggraini Siregar Amalia Ramadani Amalia Ramadani Amalia Sundari Amanda Nur Indah Annisa Shaliha Aqilah Nurul Fawzah Arina Najwah Nabillah Asti Cahya Dewi Atikah Aini Azka Nadhirah Sabiya Bilqis Salsabilla Cahya Nariyah Azizah Chelsea Azizah Putra Wijaya Chelsea Azizah Putri Wijaya Citra Annisa Dea Muhammad Azka Azzuhdi Della Nurahma Destiar Dimas Adhajanua Dewi Juliasih Dini Srikandi Jumarnis Siregar Efa Nurzazila Fani Alifya Putri Farha Maulida Firyal Lubna Annaisha Flora Andini Hani Hanifah Bilqis Haris Kurniawan Hasna Septiana Haura Difa Assobiah Hilda Aulia Indah Aulia Puteri Irma Fitni Lutpiah Jilly Abda Al Pawaz Kayla Chairunnisa Kayla Shafira Khairunnisaa Raya Fajrin Khaylila Arnesha Putri Kherunnissa Az Zahra Tabroni Kirana Cinta Mentari Lailatuzzahra Luthfia Amalia Mulyadi Maknun, Lu'luil Muhammad Akbar Junaidi Muhammad Alif Putra Ahtar Muhammad Daffa Alaudin Muhammad Fakhri Imam Saputra Muhammad Fatih Muhammad Rifky Eliyanto Mutia Rohman Nabhan Fajru Lana Naia Safira Najwa Ailsa Fadilla Najwa Aulia Rizki Nashera Rahman Nova Aulia Nur Afni Nur Faisah Nurul Alifiah Aslam Paxxia Nafisah Ramadhani Pipin Windriani Putri Aulia Septiyanti Putri Nurkhalifah Rahmah Khairunisa Reddhy Joferdho Renita Rudiana Riadhul Fadilah Rianita Muttofi’ah Rianti Devi Lestari Rijka Arifa Junaedi Rijka Mukaromatussalisah Rizky Nur Fauziah Safira Nada Agustin Salsabila Fiqi Fauziah Salsabila Mahmada Salsabila Nurwahyu Lestari Sasikirana Rizky Ramadhania Saskia Kayla Ramadhani Setya Apriliana Seyma Mufidah Shafira Ramadhani Shally Nafatilova Azhari Sherina Ariyanti Shofia Kamila Silviana Medhia Sari Sinta Nurhandayani Siti Elissa Nursetiaamana Siti Nur Azizah Siti Nur Ghaniyah Sopi Sulistiawati Syifa Fatma Khairani Tazkia Yusnidar Harahap Wawan Setiawan Zahrah Najwa Farida Zahrotul Aulia Zatil Aqmarina F