Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN PENINGKATAN JUMLAH PRODUKSI DAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK PADA USAHA JAJANAN KERING Siti Sriningsih; Himawan Sutanto; Sujadi Sujadi
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Independen, Mei 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v2i1.45

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam meningkatkan jumlah produksi dan melakukan pemberian merek dan pengemasan produk agar dapat bersaing di pasar dan dapat menembus pasar-pasar modern (minimarker,supermarket). Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah jumlah produksi akan meningkat dan menghasilkan produk dengan kemasan yang baik dan menarik. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan dalam mengolah adonan dengan menggunakan alat pengolah adonan, (2) pelatihan pengemasan dan pemberian merek produk yang dilakukan oleh Tim PPM Kemitraan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar dengan diikuti oleh 17 orang pengusaha jajanan kering, para peserta antusias dalam mengikuti pelatihan dalam meningkatkan jumlah produksi jajanan kering, dimana jumlah produksinya yang sebelumnya menggunakan peralatan manual kemudian dengan pelatihan penggunaan alat pengolah adonan jumlah produksi usaha jajanan kering dapat bertambah karna menggunakan mixer yang lebih besar, setelah produksinya bertambah maka tahap selanjutnya adalah mengemas produk jajanan kering dengan baik dan memberikan merek pada produk tersebut agar memiliki nilai tambah bagi usaha jajanan kering tersebut. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pengusaha jajanan kering memahami pentingnya menambah jumlah produksi dan mengemas produk dengan baik serta memberi merek agar produk usaha jajanan kering semakin bernilai jual dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan pengusaha jajanan kering.
PEMBERDAYAAN PENGGERAK PKK MELALUI PENGEMBANGAN KERAJINAN SAMPAH NON-ORGANIK DI DESA SANDIK KECAMATAN BATU LAYAR LOMBOK BARAT Baiq Ismiwati; Taufik Chaidir; Ida Ayu Putri.S; Siti Sriningsih
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Independen, Nopember 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v2i2.56

Abstract

Zero waste is an ethical, economical, efficient and visionary goal, to guide people in changing their lifestyles and practices in imitation of a sustainable natural cycle, where all materials that are no longer used are designed to be a resource for others to use (en. m.wikipedia.org). Problems related to waste in Sandik Village are: 1. Non-organic waste is relatively widely scattered in the Sandik Village environment; 2. The waste bank is not yet operational; 3. People do not know much about non-organic waste which can be used as raw material for creative products that have a selling value; 4. The Sandik Village PKK Team does not have the skills to process non-organic waste into handicraft products with economic value. The aim of this service is to empower the Sandik Village PKK Driving Team in processing non-organic waste into goods that have economic value. The service method is carried out with lectures, discussions, and technical training on processing non-organic waste into products with sale value. The results of the activity: there were several participants who were able to make products at the end of the training; Participants were willing and enthusiastic to pass it on to other mothers around the village. It can be concluded that this service activity was successful, as shown by: Participants were able to sort between organic and non-organic waste and increased participants' knowledge about some of the non-organic waste that they produce every day can be used and processed into useful and economic value items
MEKANISME MENDAPATKAN KREDIT PERBANKAN BAGI GABUNGAN KELOMPOK USAHA PERTANIAN SEGANTENG Siti Sriningsih; Bq Saripta Wijimulawiawi; I Gusti Ayu Arini; Jalaludin
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Independen, November 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v3i2.275

Abstract

Pembiayaan untuk membantu mitra dalam memahami tatacara, mekanisme dan proses dalam mendapatkan dana atau permodalan berupa kredit melalui perbankan konvesional maupun perbankan syariah bagi gabungan kelompok usaha pertanian (Gapoktan) Seganteng. Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah penerapan tatacara, mekanisme dan proses dalam mendapatkan dana atau permodalan berupa kredit maupun pembiayaan melalui perbankan konvesional maupun perbankan syariah bagi gabungan kelompok usaha pertanian (Gapoktan) Seganteng. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan tatacara, mekanisme dan proses dalam mendapatkan dana atau permodalan berupa kredit maupun pembiayaan melalui perbankan konvesional maupun perbankan syariah. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan tatacara, mekanisme dan proses dalam mendapatkan dana atau permodalan berupa kredit maupun pembiayaan melalui perbankan konvesional maupun perbankan syariah, (2) tatacara, mekanisme dan proses dalam mendapatkan dana atau permodalan berupa kredit maupun pembiayaan melalui perbankan konvesional maupun perbankan syariah oleh Tim PPM Kemitraan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengusaha kecil yang tergabung kedalam kelompok Gapoktan Seganteng memahami pentingnya perkreditan perbankan sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat khsususnya pengusaha kecil yang tergabung ke dalam Gapoktan Seganteng dalam permodalan usaha untuk keberlangsungan usaha dimasa yang akan datang.
Implementation of the Village Revenue and Expenditure Budget on Development in Bajur Village, Labuapi Sub-District, West Lombok District 2020-2023 Rinda Azzahra; Muhammad Alwi; Siti Sriningsih
West Science Business and Management Vol. 2 No. 03 (2024): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v2i03.1108

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Village Budget (APBDes) on development in Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency in 2020-2023. This research is qualitative research. The subjects of this research were the government and the community in Bajur Village. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation, interviews, documentation, and literature study. To ensure data validity, the author used triangulation including method triangulation, inter-researcher triangulation, data source triangulation, and theory triangulation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) for development in Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency in 2020-2023 showed compliance with applicable regulations and provisions. Bajur Village has implemented the APBDes properly and accountably. This can be seen from several aspects, namely: (1) APBDes planning is carried out in a participatory manner by involving the community through deliberations at the dusun and village levels, (2) APBDes implementation is carried out based on the RKPDes and APBDes that have been approved. The village empowers the community in the implementation of village programs and activities, and uses local labor, (3) APBDes administration is carried out carefully, thoroughly, and consistently. The village uses the Siskeudes application to assist in recording, classifying, and reporting village financial transactions, (4) APBDes reporting is submitted in stages and accountable to interested parties, both the government above and the village community, (5) APBDes accountability is submitted to various related parties through the submission of APBDes realization reports and information media.
The influence of agile leadership, motivation of entrepreneurial, and organizational culture on the Performance of Creative Economy MSMEs on Lombok Island Santi Nururly; Burhanudin Burhanudin; Djoko Suprayetno; Siti Sriningsih
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243155

Abstract

The Covid-19 pandemic has encouraged efforts to recover the national economy through the MSME sector, which is important for the economy. This sector, while vital, has also been negatively affected by the pandemic. In a difficult economic situation, special attention to MSMEs is important because internal and external factors affect business performance. In addition, adaptability (agility) and entrepreneurial motivation also have a significant role in facing this challenge. The purpose of this study is to determine the relationship between Agile leadership, motivation of entrepreneurial, and organizational culture on the performance of creative economy MSMEs on Lombok Island. The study used quantitative methods by taking respondents from entrepreneurs or owners of creative economy MSMEs, especially food and baverage (culinary). The output produced is the National Journal with ISSN and teaching materials that enrich entrepreneurship learning materials and human resources.
Analisis Overlay dan Elastisitas Potensi Pajak Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2020-2022 Rifani Aulia Safitri; Siti Sriningsih
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.2295

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis pertumbuhan penerimaan pajak daerah Kabupaten Lombok Timur selama tahun 2020-2022, dengan perhatian khusus pada kontribusi pajak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tantangan yang dihadapi daerah dalam mengelola potensi pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi elastisitas pajak tertentu dan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengklasifikasikan potensi pajak menggunakan analisis overlay. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur. Data ini mencakup informasi penerimaan pajak dan data makroekonomi yang relevan untuk analisis. Pemilihan analisis overlay dan elastisitas dalam konteks penelitian pajak daerah sangat penting, karena analisis overlay memungkinkan pemetaan potensi pajak berdasarkan lokasi dan jenis usaha, sedangkan analisis elastisitas memberikan wawasan tentang respons penerimaan pajak terhadap perubahan PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pertumbuhan penerimaan pajak daerah Kabupaten Lombok Timur meningkat secara signifikan selama periode 2020-2022, dengan Pajak Penerangan Jalan menjadi penyumbang terbesar pada tahun 2022. Berdasarkan analisis kontribusi, terdapat beberapa sektor primer yang mendominasi struktur penerimaan pajak daerah, khususnya pajak PBB-P2, mineral bukan logam dan batuan, serta penerangan jalan raya. Klasifikasi potensi pajak menunjukkan bahwa beberapa sektor seperti pajak restoran dan reklame berada dalam kategori "Prima," sementara pajak hotel dan hiburan menunjukkan perkembangan dari "Terbelakang" menjadi "Berkembang." Rasio elastisitas menunjukkan bahwa mayoritas pajak daerah berada dalam kategori inelastis, yang berarti penerimaan pajak tidak meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Dampak dari penelitian ini mencakup peningkatan pemahaman mengenai struktur dan potensi pajak daerah di Kabupaten Lombok Timur serta rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penerimaan pajak. Pajak Penerangan Jalan menjadi penyumbang utama penerimaan pajak daerah, sementara pajak lainnya berada pada kategori inelastis terhadap PDRB.
Studi Determinan PDRB, IPM, UMK Atas TPT di Provinsi NTB Untuk Periode 2017-2023 Agista Cholli Daroini; Siti Sriningsih
eCo-Fin Vol. 7 No. 1 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i1.1674

Abstract

  Fokus riset ini untuk menentukan bagaimana pengaruh PDRB, IPM, dan UMK Dibandingkan dengan TPT di masing-masing kabupaten di wilayah NTB. banyaknya TPT adalah isu yang akan dijabarkan dalam studi ini. Studi ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dipakai merupakan data yang telah dikumpulkan dari tahun 2017 - 2023 terhadap 10 kota-kota di wilayah Nusa Tenggara Barat. Variabel independen studi ini adalah PDRB, IPM, dan Upah Minimum Kabupaten dan variabel yang terikatnya yaitu TPT. Analisis ini memakai regresi data panel berdasarkan laporan tahun 2017-2023 Fixed Effect Model (FEM) adalah model terpilih. Hasil studi menunjukkan aspek Produk Domestik Regional Bruto berdampak negatif dan tidak signifikan dalam kaitannya dengan tingkat pengangguran terbuka, variabel IPM berkontribusi secara negatif dan signifikan pada tingkat pengangguran terbuka, lalu pada variabel Upah Minimum Kabupaten berkontribusi positif tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang bagaimana faktor-faktor ekonomi dan sosial berperan untuk mengatasi permasalahan pengangguran di NTB, dan juga menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan yang lebih efektif di masa mendatang.
Analisis Overlay dan Elastisitas Potensi Pajak Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2020-2022 Rifani Aulia Safitri; Siti Sriningsih
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.1735

Abstract

  Penelitian ini berfokus pada analisis pertumbuhan penerimaan pajak daerah Kabupaten Lombok Timur selama tahun 2020-2022, dengan perhatian khusus pada kontribusi pajak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tantangan yang dihadapi daerah dalam mengelola potensi pajak. Dalam konteks ini, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi elastisitas pajak tertentu dan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengklasifikasikan potensi pajak menggunakan analisis overlay. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur. Data ini mencakup informasi penerimaan pajak dan data makroekonomi yang relevan untuk analisis. Pemilihan analisis overlay dan elastisitas dalam konteks penelitian pajak daerah sangat penting, karena analisis overlay memungkinkan pemetaan potensi pajak berdasarkan lokasi dan jenis usaha, sedangkan analisis elastisitas memberikan wawasan tentang respons penerimaan pajak terhadap perubahan PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pertumbuhan penerimaan pajak daerah Kabupaten Lombok Timur meningkat secara signifikan selama periode 2020-2022, dengan Pajak Penerangan Jalan menjadi penyumbang terbesar pada tahun 2022. Berdasarkan analisis kontribusi, terdapat beberapa sektor primer yang mendominasi struktur penerimaan pajak daerah, khususnya pajak PBB-P2, mineral bukan logam dan batuan, serta penerangan jalan raya. Klasifikasi potensi pajak menunjukkan bahwa beberapa sektor seperti pajak restoran dan reklame berada dalam kategori "Prima," sementara pajak hotel dan hiburan menunjukkan perkembangan dari "Terbelakang" menjadi "Berkembang." Rasio elastisitas menunjukkan bahwa mayoritas pajak daerah berada dalam kategori inelastis, yang berarti penerimaan pajak tidak meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Dampak dari penelitian ini mencakup peningkatan pemahaman mengenai struktur dan potensi pajak daerah di Kabupaten Lombok Timur serta rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penerimaan pajak. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pajak Penerangan Jalan menjadi penyumbang utama penerimaan pajak daerah, sementara pajak lainnya berada pada kategori inelastis terhadap PDRB.
Pelatihan Manajemen Kemasan Dan Branding Produk Jajanan Kering Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk Di Desa Langko Lingsar Lombok Barat irwan suriadi; Himawan Sutanto; Siti Sriningsih; Baiq Saripta Wijimulawiani; Ade Paranata; Baiq Ismiwati
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2691

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam mengaplikasikan manajemen kemasan dan branding produk agar terlihat lebih menarik, tidak mudah rusak produk mudah diingat konsumen dan menarik bagi konsumen. Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah penerapan manajemen kemasan yang kuat handal dan memiliki daya tahan, tidak mudah rusak dengan memilih kemasan yang kuat seperti menggunakan kemasan alumunium voil atau kemasan PE dan menjadikan produk jajanan Kering menjadi produk yang memiliki brand yang mudah diingat, dan tertanam dibenak konsumen. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan menajemen kemasan yang baik dan benar serta pelatihan manajemen brand yang mudah diingat dan tertanam dibenak konsumen. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan manajemen kemasan terutama pemilihan dan penggunaan kemasan yang tidak mudah rusak seperti penggunaan kemasan Plastik PE atau Alumunium Voil serta melakukan perekatan dengan alat perekat Handseler (2) Pelatihan manajemen branding produk yang baik mulai dari pemilihan nama brand produk, warna, tampilan, gambar serta corak brand produk jajanan kering agar mudah diingat dan melekat dibenak konsumen. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pada usaha jajanan kering menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagian besar kelompok usaha jajanan kering telah memahami pemilihan dan penggunaan kemasan yang baik serta pemilihan nama brand, warna, tampilan, gambar serta corak brand produk jajanan kering agar mudah diingat konsumen.