Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MONTERADO Yulianti Ria; Dewi Risalah; Sandie
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 5: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.021 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal higher order thinkingskills (HOTS). Penelitian ini menggunakan penelitian deskrptif dengan pendekatan kualitatif penelitian ini 20 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Monterado yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan penalaran matematis tes kemampuan menyelesaikan soal higher order thinking skills (HOTS). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis dalam indikator mengajukan dugaan sudah cukup baik, indikator melakukan manipulasi matematika sudah cukup baik, dan indikator menarik kesimpulan sudah cukup baik.
Analisis Kemampuan Spasial Siswa Pada Materi Geometri Kelas VII Khofifah Khofifah; Dewi Risalah; Sandie Sandie
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 1 No 1 (2022): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.433 KB) | DOI: 10.55784/jupenji.Vol1.Iss1.150

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan spasial yang dimiliki siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal geometri. Metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang digunakan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Pontianak dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Siswa berjumlah 6 orang dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan memberikan tes kepada siswa, dimana jika siswa menjawab benar skor yang didapat adalah 1, dan jika menjawab salah skor siswa adalah 0. Prosedur penelitian terdiri dari 3 tahap diantaranya tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Hasil yang diperoleh dalam penelitian disimpulkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memiliki kemampuan spasial yang baik disbanding siswa kemampuan sedang dan rendah dan Spatial Visualization merupakan kemampuan yang baik yang dimiliki oleh siswa dibandingkan kemampuan yang lain.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA DALAM SISTEM PERLADANGAN PADA BUDAYA SUKU DAYAK NANGA MAHAP Jeni Stefvia; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i2.7935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika dalam sistem perladangan suku Dayak Nanga Mahap. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini mendeskripsikan sistem perladangan yang digunakan suku Dayak Nanga Mahap yang dalam prosesnya memuat konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pada sistem perladangan suku Dayak Nanga Mahap terdapat konsep matematika yang dapat dijadikan pembelajaran di sekolah sebagai pengetahuan dan pengenalan budaya pada siswa.
Strengthening Students on Materials for the Rice Cultivation System (Beume) of the Nanga Mahap Village Community in the Covid-19 Pandemic Era Emi Tipuk Lestari; Melly Sulastri; Saiful Bahri; Sandie; Dewi Risalah
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10049

Abstract

This study aims to support students on the material of the rice cultivation system (beume) of the Nanga Mahap Village community. The sub-objectives of this research are (1) the material for the cultivation system of the Nanga Mahap Village community, (2) the implementation of the teacher in explaining the material, (3) strengthening students on the material for the rice cultivation system (beume). This research uses a descriptive method. Samples were taken by purposive sampling technique. Data were collected by direct observation, direct communication, and documentation. The analysis used is descriptive qualitative. The results of the research show: (1) The people of Nanga Mahap Village refer to rice farming activities as beuma/beume. This farming tradition is traditional with a slash and burn system and then planting rice. (2) The implementation of the teacher in delivering lecture material and assignments. The assignment is in the form of students doing simple research on the farming system around their environment and inviting students to construct with cultivation in prehistoric times. (3) strengthening the rice cultivation system (beume) in the form of students' understanding of the material which is quite good, which is indicated by the active involvement of students in learning. This material makes students think contextually between the cultivation system of prehistoric times and the farming system (beume).
Study Etnomatematika Betangker pada Acara Pernikahan di Desa Nanga Mahap Saidati Saidati; Dewi Risalah; Sandie Sandie; Saiful Bahri; Emi Tipuk Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3639

Abstract

Etnomatematika adalah pendekatan matematika melalui unsur budaya. Pendekatan matematika realistik melalui aktivitas nyata dengan unsur budaya khususnya penggunaan bahasa lokal sangat dibutuhkan masyarakat dalam memahami konsep matematika. Budaya mempunyai kaitan yang erat dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) dalam acara pernikahan adat Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep etnomatematika Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) H-3 pada acara pernikahan Melayu di Desa Nanga Mahap yang dibuat dengan kayu dan ditutupi menggunakan terpal yang harus diselesaikan hari itu juga. Penelitian ini merupakan penelitian Studi kasus dengan pendekatan kualitatif di mana subjek penelitian adalah informasi yang diambil dari budaya Betangker Terpal (Pembuatan Tenda) pada acara pernikahan Adat Melayu Nanga Mahap, Sekadau, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pernikahan dalam proses Betangker Terpal (pembuatan tenda), wawancara dilakukan dengan masyarakat sekitar, dokumentasi sebagai penguat penelitian serta, study kepustakaan dilakukan untuk menentukan konsep matematika yang berikaitan dengan kegiatan pertunangan sampai pernikahan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sistem pembuatan betangker pada acara adat pernikahan memasukkan unsur matematis didalamnya. Dengan melalui tessellation (pengukuran), geometri, dan kesesuaian.
GAME EDUKASI MATEMATIKA BERBANTUAN RPG MAKER MV MATERI BANGUN DATAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Skolastika Weni Febriani; Sandie Sandie; Yudi Darma
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i1.9936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan game edukasi berbantuan RPG maker Mv materi bangun datar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kayan Hilir berdasarkan tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan. Penelitian ini menggunakan model rancangan pengembangan ADDIE, yang terdiri atas lima tahapan pokok, yaitu analisys (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (penerapan), dan Evaluation (evaluasi). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kayan Hilir sebanyak 16 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket, dan soal posttest kemampuan pemecahan masalah. Kevalidan game edukasi mencapai kriteria sangat valid dengan kevalidan materi mencapai 88,06% dan kevalidan media mencapai 88,57%. Kepraktisan game edukasi berbasis android mencapai kriteria sangat praktis melalui angket respon guru yang mecapai 91,43% dan angket respon siswa mencapai 93,06%, dan keefektifan diperoleh sebesar 71,43% dengan kriteria efektif. Dengan demikian game edukasi berbantuan RPG maker Mv materi bangun datar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kayan Hilir tergolong valid, sangat praktis, dan efektif untuk digunakan.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Crysanti Lala; Muchtadi Muchtadi; Sandie Sandie
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i1.2352

Abstract

Abstrak. Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sangat penting dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematis ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan implusif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 2 siswa dari kelas VII G SMP Bruder Pontianak yang terdiri dari 1 subjek reflektif dan 1 subjek impulsif, dimana diambil berdasarkan pertimbangan dan saran dari guru mata pelajaran. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes instrumen Matching Familiar Figure Test (MFFT), soal tes essay kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematis, dan angket serta non tes berupa wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil tes dan wawancara dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yaitu: interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis interpretasi, analisis, evaluasi dan inferensi dalam menyelesaikan soal tes berpikir kritis cenderung tuntas, mengambil lama dan jawabannya kebanyakan benar sehingga berpikir kritis tinggi. Siswa yang bergaya kognitif implusif hanya mampu memenuhi sebagian dari semua indikator berpikir kritis interpretasi, analisis, evaluasi dan inferensi, yaitu interpretasi, evaluasi dan inferensi dari indikator yang terpenuhi akan tetapi jawabannya dalam menyelesaikan soal tes berpikir kritis cenderung kurang tepat, mengambil cepat dan jawabannya kebanyakan salah sehingga berpikir kritis rendah.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis; Memecahkan Masalah; Gaya Kognitif
Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Creative Problem Solving melalui Google Meet Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Materi Trigonometri Hesti Valengia; Sandie Sandie; Utin Desy Susiaty
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran problem based learning dan creative problem solving melalui google meet. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen semu (quasi experimental). Bentuk penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas  X IPA 1 sebagai kelas kontrol dan  X IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran sehingga alat pengumpul datanya berupa tes.  Instrumen penelitian berupa soal berbentuk esai. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah:  (1) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Serawai dalam materi trigonometri sebelum diberikan model pembelajaran problem based learning dan creative problem solving melalui google meet sebesar 16.67% .(2) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 serawai dalam materi trigonometri setelah  diberikan model pembelajaran problem based learning melalui google meet sebesar 80% dan creative problem solving melalui google meet sebesar 70%. (3) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Serawai dalam materi trigonometri antara model pembelajaran problem based learning dan creative problem solving melalui  google meet  sama baik.
Pengembangan LKS Bermuatan Budaya dalam Adat Melayu Tijak Tanah Ketapang Sri Nurhajati; Sandie Sandie; Muchtadi Muchtadi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.361

Abstract

This research aims to develop a Student Worksheet (LKS) containing cultural elements in the Malay custom of tajak Tanah Ketapang on the material of two-variable linear equation systems in Class VIII B SMP Negeri 02 Muara Pawan Ketapang. This research is development research that uses the borg ang gall model, namely: Potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, initial trials, and product revisions. The data collection technique used in this research is indirect communication techniques and measurement techniques, while the data collection tools used are validation sheets, questionnaires (teacher and student response questionnaires) and tests. The test subjects in this research were 24 students in class VIII B of SMP Negeri 02 Muara Pawan Ketapang. This research produced a validity level of 90% in the very valid category, a practicality level of 94.85% in the very practical category and an effectiveness level of 79,16% in the very effective category
Analisis Learning Obstacles Siswa Kelas VIII Pada Materi Segitiga Rosalia Anisa Rosalia Anisa; Sandie Sandie; Muchtadi Muchtadi
Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/konstanta.v1i4.1549

Abstract

This study aims to determine the learning obstacles associated with the triangle material and the factors that cause it. The participants in this study were class VIII students of SMPN 1 Sengah Temila and mathematics teachers. This study uses a qualitative method. Data collection techniques in this research used observation, measurement techniques (tests), interviews, and documentary studies. The data was analyzed qualitatively to determine students' learning obstacles in class VIII triangle material at SMPN 1 Sengah Temila. The results of this study are that students experience ontogenic barriers, namely obstacles related to one's mental readiness, epistemological, namely students' knowledge that has a limited context, and didactical obstacles related to teaching materials, or learning offerings used by the teacher. The obstacles experienced by students are learning obstacles to types of triangles, determining triangle images and triangle concepts.