Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

METODE KRITIK MATAN HADIS PERSPEKTIF ULAMA HADIS Akbari, Muhammad Fikri; Hudaya, Hairul; Munawwarah, Hafizhatul
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.398

Abstract

Hadith scholars agree that the validity of hadith is not only determined by the quality of sanad but also matan. Sanads that have authentic quality are not necessarily also valid eyes. This has implications for the quality of the hadith itself. Therefore, it is important to know how scholars criticize the quality of hadith. This article aims to find out the criticism of matan hadith from the perspective of hadith scholars. This research is a literature review with a qualitative descriptive approach. Data related to the criticism of matan hadith are extracted from the book of hadith science which is then classified and analyzed with content analysis. Research found that criticism of matan is done by comparing hadith with the Qur'an, comparing several hadith histories, comparing hadith with other sciences and examining the linguistic aspects of hadith.Keywords: Criticism Of Matan, Quality Of Hadits, Quality Of Sanad.Ulama hadis sepakat bahwa kesahihan hadis tidak hanya ditentukan oleh kualitas sanad namun juga matan. Sanad yang berkulitas sahih belum tentu matannya juga sahih. Hal ini berimplikasi pada kualitas hadis itu sendiri. Karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana kritik ulama terhadap kualitas hadis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kritik matan hadis dari perspektif ulama hadis. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data terkait dengan kritik matan hadis digali dari kitab ilmu hadis yang kemudian diklasifikasikan dan dianalisis dengan content analisis. Penelitian menemukan bahwa kritik terhadap matan dilakukan dengan cara membandingkan hadis dengan Alquran, membandingkan beberapa Riwayat hadis, membandingkan hadis dengan ilmu lain dan meneliti aspek kebahasaan hadis. Kata Kunci: Kritik Matan, Kualitas Hadits, Kualitas Sanad.
Kajian Metode Muqaran: Adab Murid terhadap Guru Menurut Imam Ghazali dan Kontekstualisasinya dengan Kode Etik Guru Indonesia Mukaddam, Muhammad Faqih; Hudaya, Hairul
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 11, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/potensia.v11i1.35180

Abstract

Guru dan murid sangat berperan penting dalam proses pendidikan. Peneliti mendapatkian permasalahan yaitu keprihatinan dan kegundahan peneliti terkait tentang menurunnya adab murid terhadap guru serta adanya guru yang tidak mematuhi kode etik sebagai seorang guru. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berusaha menyadarkan tentang hubungan era tantara hak dan kewajiban yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini adalah seorang guru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan adab murid terhadap guru menurut Imam Ghazali dan kontekstualisasinya dengan kode etik guru Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi membaca literatur yang terkait dengan penelitian peneliti. Hasil penelitian berupa adanya hubungan yang sangat era tantara hak dan kewajiban. Dalam hal ini adalah seorang guru. Apabila seorang guru melaksanakan kewajibannya dengan baik maka seorang guru juga berhak mendapatkan haknya. Salah satu hak seorang guru adalah dihormati muridnya. Peneliti menganalisis bahwasanya ketika guru menjalankan kewajibannya dengan baik maka seorang guru juga mendapatkan haknya yaitu salah satunnya dihormati muridnya. Sebaliknya, jikalau murid yang tidak hormat kepada gurunya, maka kemungkinan ada sebagian kewajiban sebagai seorang guru yang belum terlaksanakan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN LOKSADO KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Hudaya, Hairul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2014): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1845

Abstract

Dalam proses pembelajaran strategi merupakan faktor yang menentukan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dengan adanya strategi diharapkan pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan yang dicita-citakan. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa dalam strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikatakan belum terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran, serta masih ada faktor yang yang kurang mendukung seperti fasilitas yang tidak lengkap, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, serta minat siswa yang msih kurang. Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, dan PAI
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AQIDAH AKHLAK DI MTs DARUL ILMI KANDANGAN LAMA KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Hudaya, Hairul; Aliah, Aliah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2012): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v2i1.1864

Abstract

Kompetensi profesional guru Aqidah Akhlak di MTs Darul Ilmi Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut cukup profesional, hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek yakni: Kompetensi profesio-nal guru Aqidah Akhlak yang dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial: Mengusai landasan kependidikan dikategorikan cukup baik; Menguasai bahan pengajaran dikategorikan baik; Menyusun program pengajaran dikatakan baik; Melaksanakan program pengajaran dikategorikan cukup baik dan menilai hasil serta proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan dikategorikan baik. Kata Kunci: Kompetensi Profesional, dan Aqidah Akhlak
Metode Tahlili dalam Hadis: Teori dan Aplikasi Rahman, M. Rifqi; Hudaya, Hairul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5364

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kekurangan dalam penerapan metode tahlili dalam mengkaji hadis secara mendalam. Metode tahlili sejatinya memberikan peluang untuk memahami hadis secara komprehensif, baik dari segi matan maupun sanad, serta dalam konteks sosial-historisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan metode tahlili dalam memahami hadis serta mengaplikasikannya pada hadis “Ayyuma rajulin qala li akhihi ya kafir, fa qad ba’a biha ahaduhuma.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Sumber data berasal dari kitab-kitab hadis, kitab syarh, buku-buku akademik, serta artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal utama. Pertama, metode tahlili merupakan pendekatan yang mengkaji hadis dari aspek riwayah dan dirayah, serta mengaitkannya dengan disiplin ilmu lain seperti fikih, ushul fiqh, dan akidah. Kedua, hadis yang diteliti dapat dijadikan sebagai hujjah atau dasar hukum dalam beragama.
The Study of Living Sunnah: Theory and Application Firdaus, Nehna Puteri; Hudaya, Hairul
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1377

Abstract

Contemporary hadith studies demonstrate a shift from purely textual approaches toward contextual understandings that view the Prophet Muhammad’s Sunnah as a living tradition within Muslim social practices. One of the emerging approaches is the study of living sunnah or living hadith, which considers the Sunnah not only as a normative text but also as religious traditions, behaviors, and practices continuously observed by Muslim communities. This article aims to examine the theoretical concept of living sunnah and to explain its applications in Muslim society, particularly in the Indonesian context. This study employs a qualitative approach through library research with a descriptive-analytical design, using primary and secondary literature related to living hadith studies. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis with descriptive and interpretative methods. The findings reveal that living sunnah is manifested in three main models: written traditions, oral traditions, and practical traditions. These models are reflected in various religious practices such as aqiqah, tahlilan, qunut in the dawn prayer, dhikr, and the tradition of hadith recitation in Islamic boarding schools. This study concludes that living sunnah demonstrates the dynamic and adaptive nature of hadith, allowing the Prophet’s teachings to remain relevant within diverse socio-cultural contexts without losing their essential Islamic values.
Living Sunnah in Contemporary Character Education: A Thematic Study of the Prophet’s Hadith Latifah, Aprina Noor; Hudaya, Hairul; Huda, Nuril
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1409

Abstract

Contemporary Islamic education faces serious challenges related to moral degradation, the weakening of social empathy, low self-control, and declining discipline among students, particularly in the context of globalization and digital culture. This article aims to analyze the values of character education contained in the hadith of the Prophet Muhammad through a thematic study using the perspective of living sunnah. This study employs a qualitative approach with library research, focusing on thematic (maudhu‘i) analysis of hadith related to character education. Primary data are drawn from selected prophetic hadiths and supported by secondary sources, including scholarly books and journal articles discussing living sunnah, character education, and contemporary educational issues. The data are analyzed by classifying the hadiths according to the main themes of character education and interpreting them within the framework of living sunnah. The findings indicate that the concept of living sunnah views hadith as living values that are internalized through the habituation of attitudes and behaviors. The thematic analysis reveals three core character values, such as social character and empathy, self-control, and manners and discipline, which are closely interconnected in shaping students’ moral integrity, emotional maturity, and sense of responsibility. The study concludes that character education based on living sunnah offers a relevant and contextual framework for addressing contemporary moral challenges by transforming prophetic teachings into lived ethical practices.
The Concept of Holistic Education in the Prophetic Hadith: A Tahlili (Analytical) Study and Its Implementation in the Digital Era Norlaila, Norlaila; Hudaya, Hairul
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1385

Abstract

Holistic education is an educational approach oriented toward the comprehensive development of students through the integration of intellectual, socio-emotional, moral, physical, and spiritual dimensions. This article aims to analyze the concept of holistic education from an Islamic perspective and its relevance in addressing educational challenges in the digital era. The study employed a qualitative approach through a literature review, utilizing the tahlili (analytical) method of hadith analysis and content analysis of relevant literature. The focus of the study is on the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him) that emphasize the integration of faith, knowledge, moral character, and social responsibility, such as the hadith on the perfection of faith measured by moral conduct, the obligation to seek knowledge, the value of social benefit, and the prophetic mission to perfect noble character. The findings indicate that Islamic education normatively emphasizes the formation of the insan kamil (the complete human being), characterized by a balance of intellectual, spiritual, emotional, and social intelligence. This concept aligns with the principles of holistic education, which position students as active subjects in a comprehensive developmental process. In the context of the digital era marked by technological advancement, robotization, and automation holistic education represents a strategic approach, as it not only equips students with 21st-century knowledge and skills but also strengthens moral values, character formation, and social responsibility. Although its implementation faces challenges, including resistance to paradigm shifts in education and unequal access to technology, the use of digital technology, distance learning, and collaboration between education and industry offers significant opportunities to reinforce sustainable and inclusive holistic education.