Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KEPUTUSAN BERWISATA KE LABUAN BAJO BERDASARKAN DEMOGRAFI WISATAWAN Rini Hudiono
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 1: Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.027 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1971

Abstract

Kementrian pariwisata menetapkan Labuan Bajo sebagai 10 destinasi prioritas sebagai salah satu strategi pemerintah dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan bagaimana profil wisatawan berdasarkan demografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendidikan) yang berkunjung ke Labuan Bajo. Selain itu, penelitian ini juga menyajikan beberapa saran yang dapat diterapkan oleh pengelola guna mengembangkan produk wisata dan menjadi salah satu alternatif cara untuk kegiatan promosi atau pemasaran produk wisata Labuan Bajo. Pengambilan sampel menggunakan penyebaran angket yang diperoleh jumlah responden sebanyak 186 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin dan pendidikan berpengaruh terhadap keputusan melakukan wisata ke Labuan Bajo. Sementara itu, jenis pekerjaan tidak berpengaruh dalam keputusan dalam melakukan kunjungan wisata ke Labuan Bajo.
Wisatawan Muda dan Destinasi Wisata: Sebuah Kajian Kuantitatif Rini Hudiono
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i3.2066

Abstract

Tourist destinations are now more visited by groups of young tourists (under 35 years old) who are still healthy and physically strong. Several elements influence a person to do tourist destinations, namely low costs, distance and travel time, ease of access to tourist attractions, facilities, and infrastructure, the attractiveness of tourist attractions, and several other elements. This study aims to determine the factors of young people that affect the tendency to travel. The sampling technique is non-probability sampling using multiple linear regression analysis. Based on the results of research and discussions that have been reviewed previously, it can be concluded that cost, time and distance traveled, natural attractions, shopping options, and education have a significant effect on the tendency of young people under the age of 34 to visit.
Remote Medical Applications of Artificial Intelligence Rini Kartika Hudiono; Sri Watini
International Transactions on Artificial Intelligence Vol. 1 No. 2 (2023): International Transactions on Artificial Intelligence
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/italic.v1i2.292

Abstract

Artificial intelligence, usually referred to as AI, is one of thetechnologies that is a cornerstone for the sustainability ofhuman activities. When we hear the term AI, we instantly seerobots that can perform tasks independently much like aperson. An artificial intelligence (AI) system might be used toforetell user interests. What role does artificial intelligence (AI) playin the usage of telemedicine, for instance, in the context of mobileapplications? Benefits for the patient will be provided through theapplication of AI technology. Definition of mobile telemedicine as itrelates to Halodoc refers to a network-based health consultationservice that allows patients and doctors to consult. AI may research apatient's history and the actions that are performed on them. In orderto increase performance efficiency between physicians and patientsand ensure the security and confidentiality of patient data, this datacollection generates suggestions regarding services and complaintswithout directly contacting the doctor, patient information privacy,etc.
Perancangan dan Implementasi Aplikasi Panduan Pariwisata Mobile di Kabupaten Semarang menggunakan LWUIT pada J2ME Eko Diliyanto Lewsi; Rini Kartika Hudiono; Ramos Somya
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 2 No. 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.2.1.2013.2118

Abstract

Abstract LWUIT is a library to UI’s widget that was designed to a device with limited capacity, like mobile phone that can give an interesting menu and help developer to develop its components. In this research, LWUIT was implemented on a J2ME mobile tourism guide  application in Semarang Regency that could be used to show some information about tourism objects attractively. So, users would be attracted to have a vacation in Semarang Regency after making use of it. This application gave information mostly needed by tourists like something to see, something to do, and something to buy in tourist objects located in Semarang Regency. In addition, It gave information in map model that could help users to understand tourism object in Semarang Regency more clearly. Hopefully, It benefits to Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata in Semarang Regency on tourism objects promotion. Keywords: J2ME, LWUIT, mobile information    Abstrak LWUIT merupakan sebuah   library untuk  widget UI yang di desain untuk device dengan kapasitas terbatas seperti  mobile phone  yang dapat menyajikan aplikasi dengan tampilan lebih menarik serta memudahkan  developer  dalam melakukan  develope  komponen. Pada penelitian ini LWUIT diimplementasikan pada sebuah aplikasi panduan pariwisata  mobile  J2ME  di kabupaten Semarang yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi mengenai objek wisata dengan lebih menarik. Hal ini memberikan manfaat bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Semarang sebagai media promosi objek  wisata kepada masyarakat luas agar wisatawan tertarik untuk melakukan perjalanan wisata di kabupaten Semarang setelah menjalankan aplikasi tersebut. Aplikasi ini memberikan informasi berupa apa saja yang bisa dilihat, dilakukan, dan dibeli oleh pengguna pada objek wisata yang ada di kabupaten Semarang. Aplikasi ini juga menyediakan informasi dalam bentuk peta yang dapat membantu pengguna mengetahui lebih jelas lokasi objek wisata di kabupaten Semarang.  Kata Kunci : LWUIT, J2ME, informasi mobile
Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata di Sidorejo Kidul Salatiga Sanjaya, Rindo Bagus; Satiani, Lasti Nur; Lasso, Aldi Herindra; Prabawa, Titi Susilowati; Sandang, Yesaya; Hudiono, Rini Kartika; Nivak, Christian Lilik Henri Setiawan
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i12023p37-47

Abstract

Manajemen tata kelola destinasi wisata merupakan salah satu hal yang penting dalam sebuah destinasi wisata. Destinasi wisata perlu memperhatikan tata kelola destinasi supaya dapat memaksimalkan dampak-dampak positif yang ada dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul dari adanya kegiatan pariwisata. Di Salatiga, ada sebuah desa bernama Desa Sidorejo Kidul. Desa tersebut sedang mempersiapkan destinasinya menjadi destinasi wisata unggulan di Salatiga. Maksud dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Sidorejo Kidul agar mengenal manajemen tata kelola destinasi wisata dan lebih siap lagi dalam menjalankan destinasi wisata yang mereka miliki. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu tahap materi dan tahap pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022. Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola destinasi wisata dan mengedepankan konsep pariwisata berbasis masyarakat.
PENGARUH PEMASARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN ANGKA KUNJUNGAN MELALUI CITRA DESTINASI JUNGLELAND PASCA PANDEMI COVID 19 Cahyosusatyo, Nikolas Natalio Grattius; Hudiono, Rini Kartika
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v7i2.80742

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemasaran digital terhadap peningkatan kunjungan wisatawan melalui pembentukan citra destinasi di Jungleland, Sentul Bogor, setelah pandemi COVID-19. Software SmartPLS 3 digunakan untuk melakukan analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra destinasi Jungleland dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh pemasaran digital. Terbukti bahwa platform media digital seperti Instagram, TikTok, dan website resmi Jungleland berkontribusi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan meningkatkan citra destinasi. Selain itu, telah ditemukan bahwa citra destinasi juga memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung. Setelah pandemi, Jungleland dapat menjadi lebih menarik bagi wisatawan dengan menggunakan strategi pemasaran digital dan citra destinasi yang kuat. Studi ini membantu pengelola Jungleland mengoptimalkan penggunaan media digital dalam kampanye pemasaran mereka.
Industrial Revolution 4.0's Information Technology's Impact on the Growth of MSMEs in the Manufacturing Industries Sector Ahmad Gunawan; Rini Kartika Hudiono
International Transactions on Education Technology (ITEE) Vol. 1 No. 2 (2023): International Transactions on Education Technology (ITEE)
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/itee.v1i2.332

Abstract

The expansion of Micro, Small, and Medium Businesses (MSMEs) can have an impact on Indonesia's economic growth (MSMEs). Because MSME players lack the capacity to adapt new technology, new technology in the industrial era 4.0 is one of the barriers to the development of MSMEs in Indonesia.Due to the inability of MSME players to adapt new technologies, Indonesia. Sales information systems, social networking, and Google My Business are a few examples of technologies that MSME & SMEs may use to their advantage. These technologies can aid in sales, marketing, and customer communication. The aim of this study was to ascertain the extent to which MSMEs in Banyumas Regency employ information technology, including information systems, social media, and Google My Business. information technology's impact on Banyumas Regency MSMEs' success. The research approach employed is The findings demonstrated the significant growth of MSMEs using technologies like Tokopedia, Instagram, and Google Maps. Use of technologies like Tokopedia, Instagram, and Google Maps is expanding quickly. A combination of increased asset turnover and customer communication is made simpler. According to these findings, there is a high correlation between the two factors, suggesting that the usage of industrial information technology (IIT) 4.0 might influence MSMEs' development. in order to say that there is a substantial correlation between the two variables.
ANALISIS DAYA DUKUNG PARIWISATA SEBAGAI PERENCANAAN PENGELOLAAN PENGUNJUNG GUA RANGKO NUSA TENGGARA TIMUR Toda, Khara Makrothomia; Hudiono, Rini Kartika
KRITIS Vol 32 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i2p137-163

Abstract

Gua Rangko merupakan salah satu aset pariwisata di Labuan Bajo dan semenjak tahun 2010 Gua Rangko telah menerima banyak kunjungan wisatawan. Seiring adanya kunjungan wisatawan Gua Rangko telah menerima banyak intervensi dan mengalami penurunan kualitas obyek fisik. Untuk itu, perencanaan pengelolaan pengunjung sangat dibutuhkan dalam hal ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melibatkan perhitungan daya dukung pariwisata yang dikembangkan oleh Cifuentes. Adapun teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Melalui penelitian ini terdapat batasan jumlah kunjungan secara fisik (PCC) untuk sightseeing sejumlah 184 orang dan aktivitas renang 61 orang per hari. Perhitungan secara riil (RCC) dengan mempertimbangkan keberagaman vegetasi, kelerengan lahan, curah hujan dan area khusus staf maka ditemukan batasan kunjungan untuk aktivitas sightseeing sejumlah 113 wisatawan dan aktivitas renang sejumlah 37 orang per hari. Adapun batasan secara efektif (ECC) dengan mempertimbangkan jumlah petugas maka kedua aktivitas wisata hanya dapat menampung 5 orang wisatawan per harinya. Angka ini mengacu pada temuan penulis terhadap pengelolaan Gua Rangko yang hanya menyediakan satu orang petugas tiket retribusi. Jumlah petugas yang terbatas ini mengakibatkan banyaknya tindakan represif wisatawan yang berujung pada patahnya stalagmit dan stalaktit gua. Penulis merekomendasikan peningkatan jumlah petugas di lapangan dan penetapan standar operasional prosedur terhadap pengelolaan pengunjung di Gua Rangko.
DARI RETORIKA KE PRAKTIK: ANALISIS STRATEGI GREEN MEETING DALAM PENGELOLAAN MICE BERKELANJUTAN DI HOTEL MÖVENPICK RESORT & SPA JIMBARAN BALI Hudiono, Rini Kartika; Rebecca, Natasha
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v8i2.100853

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berbasis keberlanjutan di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan integrasi praktik keberlanjutan, termasuk penggunaan energi terbarukan, pemantauan konsumsi energi, pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan limbah, serta pemanfaatan bahan pangan lokal. Namun, penerapan green meeting menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas ruang ramah lingkungan, belum adanya prosedur baku lintas departemen, dan resistensi pasar domestik. Penelitian menekankan bahwa keberlanjutan memerlukan bukan hanya inovasi teknologi tetapi juga transformasi budaya organisasi, koordinasi lintas fungsi, dan strategi komunikasi yang efektif. Implikasi praktisnya mencakup penyusunan prosedur operasi standar terpadu, program edukasi untuk klien domestik, dan penguatan kemitraan dengan pemasok lokal bersertifikasi guna mendukung pengelolaan MICE yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di Bali.
Analisa Pengaruh Fasilitas terhadap Citra Destinasi dalam Meningkatkan Angka Kunjungan di Desa Wisata Kertalangu Kornelius, Tiara Angelica; Hudiono, Rini Kartika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12274

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata yang didukung oleh keindahan alam dan kekayaan budaya. Desa Wisata Kertalangu di Bali adalah salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman wisata edukasi, menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran, dan menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, meskipun fasilitas yang ada cukup memadai, terdapat beberapa masalah yang perlu ditangani untuk meningkatkan kualitas dan citra destinasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui kuisioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan SmartPLS SEM (Partial Least Square - Structural Equation Modeling) untuk mengevaluasi hubungan antara fasilitas, citra destinasi, dan angka kunjungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang baik memiliki pengaruh signifikan terhadap citra destinasi, meskipun citra tersebut tidak langsung meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Fasilitas yang memadai dan atraksi wisata yang menarik terbukti mampu membentuk persepsi positif di benak wisatawan, yang kemudian dapat memengaruhi keputusan kunjungan mereka secara tidak langsung. Oleh karena itu, pengelola Desa Wisata Kertalangu perlu fokus pada peningkatan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala serta memahami motivasi wisatawan untuk meningkatkan kunjungan dan citra destinasi.