Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemberdayaan Pengelola Wisata Sitalang Mewujudkan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal: Pengabdian Lasti Nur Satiani; Dian Novita Kristiyani; Rini Kartika Hudiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini di laksanakan di desa Wisata Sitalang, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Desa Wisata Sitalang ini memiliki potensi yang besar berupa pasar tiban, susur Sungai, fun jeep, outbond, camping ground, produk UMKM lokal dan juga agrowisata. Akan tetapi pengelola desa wisata ini menghadapi berbagai kendala diantaranya masih lemahnya tata Kelola kelembagaan, masih kurangnya kapasitas sumber daya manusia (SDM), keterbatasan strategi pemasaran dan juga promosi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompom sadar wisata (pokdarwis) Sitalang agar memiliki kemampuan mengelola desa wsiata secara berkelanjutan. Selai itu juga untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola desa Wisata dan juga mendampingi dalam Menyusun perencanaan aksi strategis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyakat ini meliputi pelatihan pendampingan serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola mengenai tata Kelola destinasi, dan peningkatan SDM serta adanya perencanaan penyusunan aksi strategis. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM dan keberlanjutan desa wisata sitalang berbasis Masyarakat.
Resisting Elitist Branding: Counter-Narratives and Symbolic Resistance of Local Tourism Actors in Labuan Bajo, Indonesia hudiono, Rini kartika; Lasso, Aldi Herindra; Prabawa, Titi Susilowati
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 16 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v16i1.333

Abstract

Much of the destination branding literature continues to frame branding as a largely technical marketing exercise, paying limited attention to how branding operates as a contested social process shaped by unequal power relations. This study intervenes in that debate by exploring how local tourism actors in Labuan Bajo, Indonesia—officially designated as a “super-priority destination” since 2019—respond to the state-led Enchanting Labuan Bajo branding through everyday counter-branding practices. Based on nine months of critical ethnographic fieldwork, the study draws on in-depth interviews with local accommodation owners, local boat owners, and local tour guides, complemented by focus group discussions with the Wae Kelambu Women’s Community and sustained participant observation. Analytical engagement with moral economy, epistemic justice, and Scott’s concept of hidden transcripts reveals that destination branding is experienced locally not merely as promotion, but as a form of symbolic imposition that marginalizes local identities and constrains meaningful participation. Importantly, local responses were far from homogeneous. Tour guides articulated epistemic resistance by asserting their authority as cultural knowledge holders; boat owners enacted material–ecological resistance to defend long-standing access to the sea; while accommodation providers, particularly women-led guesthouses, mobilized moral–symbolic resistance through care-based hospitality practices. The article’s main theoretical contribution lies in reframing counter-branding not as evidence of branding failure, but as an alternative mode of participation that emerges when formal participatory mechanisms are inaccessible or ineffective. From this perspective, counter-branding signals deeper participatory deficits rather than marketing shortcomings, pointing to the need for destination governance approaches that prioritize inclusive and dialogical engagement over compliance-driven branding implementation.
Transformasi Eduwisata Pedesaan: Model Pemberdayaan Partisipatif untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Randuacir Kristiyani, Dian Novita; Satiani, Lasti Nur; Hudiono, Rini Kartika
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7007

Abstract

Pengembangan eduwisata berbasis potensi lokal menghadapi tantangan kompleks dalam aspek kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pemberdayaan pengelola eduwisata Kelurahan Randuacir dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat (community-based participatory approach) yang mengintegrasikan FGD, pelatihan bertahap, dan pendampingan lapangan selama tiga bulan. Partisipan terdiri dari 28 pengelola eduwisata, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat dengan tingkat partisipasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan transformasi signifikan dalam tiga dimensi utama: (1) penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pokdarwis yang legitimate dan pengembangan sistem tata kelola demokratis dengan tingkat pemahaman organisasi 94%; (2) peningkatan kapasitas SDM rata-rata 110.8% dalam aspek kepemimpinan, pelayanan prima, public speaking, dan pemasaran digital; (3) pengembangan produk eduwisata tersegmentasi berdasarkan karakteristik wisatawan dengan pendekatan hands-on activities untuk anak-anak dan deep learning untuk dewasa. Evaluasi praktik lapangan dengan 50 siswa SD mengkonfirmasi efektivitas pendekatan pembelajaran transformasional dalam mengubah orientasi dari produk menjadi pasar. Program berhasil menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang holistik dengan kontribusi teoritis berupa framework pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat direplikasi. Implikasi praktis menunjukkan pentingnya integrasi antara pengembangan kapasitas individual, penguatan kelembagaan, dan pembangunan modal sosial dalam mewujudkan eduwisata berkelanjutan.
Pendidikan Perdamaian Antar Agama sebagai Paket Wisata di Desa Wisata Kreatif Perdamaian Srumbung Gunung Agus Supratikno; Rini Kartika Hudiono; Evi Maria; Suharyadi S
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Research and Community Service Center, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v6i2.842

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan perdamaian lintas agama sebagai paket wisata di desa wisata kreatif perdamaian Srumbung Gunung, dan dampaknya bagi pesertanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang mengikuti paket pendidikan perdamaian di desa wisata kreatif perdamaian Srumbung Gunung memiliki sikap lebih terbuka untuk menerima dan menghargai perbedaan agama, serta menjadi pembawa damai bagi komunitasnya. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan perdamaian sebagai paket wisata di desa wisata kreatif perdamaian Srumbung Gunung efektif untuk menjadi media membangun perdamaian antar pemeluk agama dan kepercayaan. Selanjutnya, pengembangan destinasi desa wisata perdamaian Srumbung Gunung dapat menjadi kontribusi lokal untuk menciptakan perdamaian antar pemeluk agama dan kepercayaan di Indonesia.
PARADOKS EDUTAINMENT: KETIKA TAMAN HIBURAN GAGAL MENJUAL NILAI EDUKASINYA Rini kartika Hudiono; Bagas Dwi Rahmat
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.19262

Abstract

Penelitian ini mengungkap fenomena paradoksal dalam industri taman hiburan Indonesia: kesenjangan antara klaim eduwisata dengan persepsi pengunjung terhadap nilai edukasi. Menggunakan Saloka Theme Park di Jawa Tengah sebagai studi kasus, riset kualitatif ini menerapkan wawancara mendalam dengan wisatawan edukasi, manajemen taman, dan guru pendamping, dilengkapi observasi lapangan terhadap praktik promosi dan pengalaman pengunjung. Temuan mengungkap pola mengkhawatirkan: meskipun sekitar 70 persen pengunjung berasal dari segmen edukasi, narasi edukatif nyaris absen dari komunikasi pemasaran. Analisis konten media sosial menunjukkan konten hiburan mendominasi di angka 65 persen, sementara konten edukasi hanya 9 persen. Analisis kesenjangan nilai mendemonstrasikan diskrepansi signifikan antara nilai yang ditawarkan dan yang dipersepsikan, dengan pengunjung menilai efektivitas promosi edukasi hanya 6 dari 10. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran pariwisata dengan memperkenalkan konsep 'edu-washing' dan menyediakan rekomendasi praktis bagi taman hiburan Indonesia yang ingin membangun identitas eduwisata autentik. TRANSLATE with x English Arabic Hebrew Polish Bulgarian Hindi Portuguese Catalan Hmong Daw Romanian Chinese Simplified Hungarian Russian Chinese Traditional Indonesian Slovak Czech Italian Slovenian Danish Japanese Spanish Dutch Klingon Swedish English Korean Thai Estonian Latvian Turkish Finnish Lithuanian Ukrainian French Malay Urdu German Maltese Vietnamese Greek Norwegian Welsh Haitian Creole Persian TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster Portal Back