Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemanfaatan Media Pemasaran Online dan Diversifikasi Produk Untuk Keberlangsungan Usaha Telur Asin I Dewa Made Cipta Santosa; Ni Luh Putu Norma Dewi Abdi Pradnyani; Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Madaniya Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan salah satu makanan yang sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi. Telur dapat diolah dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengawetkan dan mengasinkan telur tersebut yang disebut dengan telur asin. Mitra dalam kegiatan ini adalah Sari Asin. Sari Asin merupakan usaha yang menghasilkan produk telur asin yang berdiri pada tahun 2015. Sari Asin terletak di Jalan Rajawali Subamia Kelong Tabanan. Pada saat ini ditengah pandemi COVID-19, terdapat beberapa kendala berupa keterbatasan alat bantu produksi, variasi produk, kemasan dan labeling produk, serta keterbatasan dalam hal pemasaran. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dan untuk tetap menjaga keberlangsungan usaha telur asin, maka akan dilakukan kegiatan bertahap mulai manajemen produksi dan pemasaran. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi, pendampingan diversifikasi produk, pemberian peralatan sebagai alat bantu produksi seperti kompor dan oven, pelatihan pengemasan dan desain label kemasan, pelatihan manajemen pemasaran seperti pelatihan media sosial. Indikator capaian adalah peningkatan jumlah produksi hingga 50%, penambahan 1 variasi jenis produk mitra, kemasan produk menjadi lebih menarik dan 50% kemasan produk berisi label kemasan dan expired date, peningkatan pasar produk sebanyak 50%. Berdasarkan hasil evaluasi, target penambahan variasi produk, peningkatan jumlah produksi, pengisian label kemasan produk dan peningkatan pasar produk tercapai
PEMBERDAYAAN UKM KERAJINAN SENI UKIR BATU PADAS DUSUN SILAKARANG BALI putu adi suprapto; Kadek Cahya Dewi; Ni Wayan Dewinta Ayuni
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.319 KB)

Abstract

Kerajinan seni ukir batu padas merupakan salah satu kesenian tradisional Bali yang sudah mulai tumbuh pada masa kerajaan. Pada perkembangannya, pengrajin seni ukir batu padas mudah ditemui dan merupakan mayoritas usaha atau profesi yang dijalankan oleh masyarakat di Dusun Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Hasil observasi awal terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pengrajin, seperti keterbatasan alat bantu produksi, pemasaran, dan tidak adanya pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pengrajin/mitra. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi tersebut, penulis melaksanakan pemberdayaan UKM Kerajinan Ukir Batu Padas yang dilakukan secara bertahap mulai dari manajemen produksi, pemasaran dengan menggunakan website, dan pelatihan manajemen keuangan. Kegiatan diawali dengan sosialiasasi, pemberian peralatan kerja sebagai alat bantu produksi seperti mesin gergaji jigsaw, mesin gerinda (grinder), alat angkut, pahat lengkap, pembuatan dan pelatihan penggunaan website sebagai media pemasaran serta pelatihan manajemen keuangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi dan pendapatan, peningkatan pemahaman pengrajin mengenai pemasaran dengan media website, serta pemahaman dalam manajemen keuangan pengrajin. Hasil dari kegiatan ini, pengrajin telah dapat meningkatkan jumlah produksi sebesar 80%, meningkatkan pendapatan hingga 70%, telah dapat melakukan upload foto produk ke dalam website serta dapat melakukan transaksi secara online. Lebih lanjut pengrajin saat ini juga telah mampu membuat laporan keuangan sederhana per bulan guna mengetahui jumlah pendapatan dan keuntungan usahanya.
KAJIAN POLITIK HUKUM TERHADAP PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH BALI NOMOR 2 TAHUN 1972 TENTANG IRIGASI DAERAH PROVINSI BALI Putu Adi Suprapto
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.692 KB)

Abstract

Pembentukan suatu peraturan seyogyanya mengakomodir kepentingan dari masyarakat umum, bukan mengakomodir kepentingan seseorang dan kelompok tertentu, atau dengan kata lain haruslah mencerminkan hukum yang sedang hidup dan berkembang pada masyarakatnya. Sebagai organisasi yang menggunakan dan mendistribusikan air irigasi di Provinsi Bali, sudah sepatutnya subak diatur secara tersendiri ke dalam perangkat norma yang ada di Daerah Bali. Setelah mengalami penyusunan di lembaga legeslatif daerah, ditetapkanlah Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 1972 tentang Irigasi Daerah Provinsi Bali. Terdapat perubahan terhadap organisasi subak pasca pemberlakuan peraturan daerah tersebut, untuk itu perlu dicermati dan menarik untuk dibahas dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data primer berupa peraturan perundang-undangan yang terkait dan didukung dengan studi kepustakaan. Penelitian ini berupaya menyajikan gambaran secara umum tentang perbandingan organisasi subak sebelum dan setelah pemberlakuan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 1972. Lebih lanjut dari gambaran tersebut dapat disimpulkan juga tentang politik hukum pembentukan peraturan tersebut, telah sesuai dengan aspirasi, keinginan dan kepentingan masyakatnya atau hanya sebagai alat untuk mengkerdilkan peran organisasi subak dalam irigasi di Provinsi Bali.
Analysis Financial Ratio of Regional Government Budget in Assessing Financial Management Performance of Regional Government of Gianyar Regency N K C Wandari; K A Bayu Wicaksana; P Adi Suprapto
Journal of Applied Sciences in Accounting, Finance, and Tax Vol. 4 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.05 KB) | DOI: 10.31940/jasafint.v4i2.151-159

Abstract

This research sought to assess the performance of regional financial management in Gianyar Regency during 2016-2020, as measured by the degree of fiscal decentralization ratio, the regional financial dependence ratio, the Original Regional Government Revenue effectiveness ratio, the regional financial efficiency ratio, and the regional expenditure compatibility ratio. In addition, this research also determined the regional financial capacity of Gianyar Regency, measured through the calculation of Share and Growth, the mapping of regional financial capacity, and the index of regional financial capacity. The research results revealed that the financial management performance of Gianyar Regency during 2016-2020 on average was in a bad condition. It can be seen from its low regional autonomy and its high dependency on the central government. In addition, the regional government has not been able to streamline the regional finances in which regional expenditures were greater than regional revenues. The distribution of regional budget in Gianyar Regency has not been evenly allocated so that the performance regional financial management was at worse state. However, viewed from the level of regional financial capacity, Gianyar Regency has very good potential, obstructed by its low level of Original Regional Government Revenue use to finance regional expenditures..
The Effect of Tax Incentives, Taxpayer Awareness, Tax Sanctions and Implementation of E-filling on MSME Taxpayer Compliance Putu Indrika Sari; N L P Norma Dewi Abdi Pradnyani; P Adi Suprapto
Journal of Applied Sciences in Accounting, Finance, and Tax Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.497 KB) | DOI: 10.31940/jasafint.v5i1.11-19

Abstract

This study aims to determine the effect of tax incentives, taxpayer awareness, tax sanctions, and the application of e-filling on MSME taxpayer compliance at the Gianyar Pratama Tax Service Office. This study is a quantitative study using primary data obtained from the answers to questionnaires distributed to respondents and measured using a likert scale. Determination of the sample in this study using incidental sampling technique and obtained a total sample of 100 MSME taxpayers registered at the KPP Pratama Gianyar. Testing the variables in this study using the Partial Least Square (PLS) method using the SmartPLS 3.0 application. The results of the study indicate that tax incentives, taxpayer awareness, tax sanctions, and the implementation of e-filling have a positive and significant impact on MSME taxpayer compliance. Further research is expected to be able to add or use other variables besides the variables used in this study so that further research is better.
Developing Green Tourism-Based Model of Information Technology Utilization in Tourism Villages Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; I Putu Krisna Arta Widana; Putu Adi Suprapto; Tyas Rahajeng Pamularsih
International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Vol. 5 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.717 KB) | DOI: 10.31940/ijaste.v5i2.153-165

Abstract

The purpose of this study is to develop a model for the use of information technology in Tourism Villages by mapping the use of information technology on all aspects of tourism villages based on the concept of green tourism that focuses on environmental preservation and community welfare. The method used in this research is an information research framework consisting of stages of literature review and environmental aspects, analysis, construct identification, model development, model evaluation, and model application methods. The results of the research are in the form of a model for the use of information technology in green tourism-based tourism villages along with the method of applying the model. This model consists of two connected constructs, namely the use of information technology and green tourism. The implementation of this model in tourist villages is explained in the method of applying the model which contains a mapping of information technology needs and implementation steps based on the classification of tourist villages, namely pioneering, developing, advanced and independent. This model can be used as a reference for tourism village managers in utilizing information technology according to their needs.
Pengembangan Desa Wisata Aan Klungkung Melalui Potensi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat I Nyoman Abdi; Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.211

Abstract

Desa Aan merupakan desa wisata berlokasi di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Desa Aan memiliki potensi dibidang pariwisata dan perdagangan. Potensi pariwisata desa Aan salah satunya adalah Petapan Park yang menyajikan berbagai wahana permainan. Selain itu, Desa Aan juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil virgin coconut oil (VCO). Dalam pengembangan potensi desa, Desa Aan mengalami beberapa permasalahan dari segi penunjang pariwisata, promosi, pengelolaan keuangan serta pengolahan limbah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pembuatan fasilitas penunjang pariwisata, pelatihan serta evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu desa dalam mengembangkan potensinya serta meningkatkan pengetahuan masyarakat desa sehingga Desa Aan ini menjadi desa wisata yang unggul. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan fasilitas papan petunjuk arah, gate untuk jalur cycling dan hand sanitizer. Selain itu, peningkatan pengetahuan terkait dengan pengelolaan keuangan dan cara melakukan promosi desa melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan produk baru hasil dari pengolahan sampah organik berupa pupuk kompos yang dapat digunakan untuk kebun masyarakat dan juga menghasilkan produk bernilai jual berupa cookies yang dibuat dengan memanfaatkan limbah ampas kelapa.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Pakan Peternakan Kambing di Mengwi Badung Putu Adi Suprapto; I Made Anom Adiaksa; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.289

Abstract

Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak potensial yang dapat dimanfaatkan bagian tubuhnya, mulai dari daging, susu sampai kulitnya pun bisa dimanfaatkan. Prospek pengembangan kambing cukup baik, di samping untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri juga memiliki peluang ekspor, sehingga akan membuka kesempatan kerja dan usaha untuk meningkatkan pendapatan petani. Kambing memiliki tempat tersendiri di kalangan peternak. Perkembangan dan minat dari peternak dalam membudidayakan kambing meningkat pesat dari tahun ke tahun. Bapak I Made Kartawan merupakan mitra kegiatan pemberdayaan yang merupakan pemilik usaha peternakan kambing yang berlokasi di Abianbase Mengwi. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah mesin penghancur pakan rusak sehingga harus dilakukan secara manual, keterbatasan pengetahuan pengolahan dan pengawetan pakan kambing, tidak melakukan pencatatan keuangan dan media pemasaran secara langsung serta melalui Facebook. Solusi dari permasalahan ini dapat diatasi dengan mengimplementasikan beberapa kegiatan yaitu memberikan bantuan mesin pencacah pakan, instalasi dan pelatihan penggunaan mesin pencacah pakan ternak serta pelatihan pengolahan pakan ternak kambing tambahan sebagai alternatif pakan. Dengan diadakannya kegiatan ini mampu mempersingkat waktu pengolahan pakan menjadi 50% dari waktu pengolahan manual, 5 orang karyawan dapat menggunakan mesin pencacah pakan ternak serta bertambahnya jenis pakan ternak sebanyak 2 jenis pakan.
Pengolahan Sisa Asparagus Menjadi Keripik dan Pemasaran Produk Pada Koperasi Tani Mertanadi di Desa Pelaga Kabupaten Badung Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; I Made Anom Adiaksa; I Ketut Suarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.316

Abstract

Asparagus merupakan salah satu tanaman yang bernilai ekonomi sangat tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Asparagus pada umumnya dapat diolah menjadi seperti steak, sayur, dan soup. Mitra dalam kegiatan ini adalah Koperasi Kelompok Tani Mertanadi. Letak Koperasi Tani Mertanadi berada di Banjar Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, yang berjarak sekitar 45 km dari lokasi pengusul. Landasan dalam pengembangan asparagus di Desa Pelaga sendiri adalah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) yang bermuara pada koperasi. Perkembangan koperasi yang didirikan pada Tahun 2010 ini sangat didukung dengan status Pulau Bali sebagai tempat pariwisata yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Mitra kegiatan ini menyalurkan produk tani asparagus mereka ke berbagai restoran, hotel dan jasa akomodasi pariwisata lainnya di seluruh Pulau Bali. Pada saat ini, dampak yang dirasakan dengan adanya pandemi COVID-19 yaitu terjadi penurunan pesanan ataupun penjualan asparagus sebanyak kurang lebih 80%. Lebih lanjut, permasalahan lanjutan yang terjadi berupa banyaknya stok asparagus yang terbuang setelah proses sortir. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dilakukan beberapa kegiatan yang difokuskan pada aspek produksi dan pemasaran dari produk Mitra. Kegiatan dimulai dengan identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan yang akan dilakukan, pembuatan media pemasaran berbasis digital, pemberian bantuan alat produksi pengolahan asparagus yang tidak terjual, pendampingan dalam pengolahan sisa asparagus sehingga menjadi produk baru, pendampingan pengemasan produk hasil olahan asparagus, pendampingan atau pelatihan penggunaan media pemasaran online serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Indikator capaiannya adalah terciptanya 2 produk baru hasil olahan sisa asparagus yang tidak terjual berupa keripik, peningkatan pasar produk sebanyak 50% dan peningkatan penjualan sebanyak 50%, 4 orang karyawan Koperasi Tani Mertanadi dapat melakukan pemasaran produk secara online, mitra mempunyai account media sosial, marketplace dan website ecommerce.
Aplikasi Insinerator Hemat Energi Solusi Timbunan Sampah Residu Ru-mah Tangga: Studi Kasus di Desa Adat Galiukir, Kabupten Tabanan I Dewa Made Cipta Santosa; Putu Adi Suprapto; Sudirman Sudirman
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i2.117-124

Abstract

Pada saat ini penanganan timbunan sampah rumah tangga sampai di tingkat pedesaan, belum bisa diuraikan dengan baik karena sebagian besar merupakan sampah residu baik sampah organik maupun sampah anorganik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan solusi yang efektif untuk mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke sungai atau tempat-tempat sembarangan lainnya. Metode yang dilakukan dalam studi ini  adalah dengan penerapan mesin  incinerator hemat energi dan bersih lingkungan dengan kapasitas 0,5 ton/ jam, tahapan berikutnya adalah pengujian efektifitas kinerja peralatan yang dilanjutkan dengan pengambi-lan data dan evaluasi keberlanjutan.  Hasil yang didapatkan dari pengujian adalah pencapaian  rerata yang masih dibawah 400oC hal ini disebabkan karena kondisi sampah yang masih mengandung kadar air dan kelembaban yang cukup tinggi, tetapi laju pembakaran sudah tercapai pada 0,5 ton/jam.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan peralatan ini  penanganan sampah dapat dilakukan secara terpadu dan dengan mudah untuk ditangani secara berkesinambungan dengan manajemen yang profesional.