Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Korelasi motivasi dengan kesiapan belajar siswa sekolah dasar Myrna Apriany Lestari; Pajar Anugrah Prasetio; Arini Resmiati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.17752

Abstract

Penelitian ini didasari oleh latar belakang motivasi belajar yang rendah bisa memengaruhi kesiapan belajar siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa dan menjelaskan korelasi antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa kelas V di SD Negeri Sindangpanji III pada tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Sindangpanji III yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen non-tes seperti observasi, wawancara, dan kuesioner. Validitas instrumen diuji menggunakan metode Expert Judgment, sementara reliabilitasnya diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa. Uji korelasi determinasi regresi juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesiapan belajar terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori sangat tinggi, yakni sebesar 25,3%. Korelasi antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa sebesar 0,503 dengan rtabel sebesar 0,361. Karena terhitung > rtabel, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa.
Workshop media pembelajaran berbasis board games edukasi untuk guru SDN 2 Purwawinangun Kecamatan Kuningan. Myrna Apriany Lestari; Eli Hermawati; Rini Ramdhania; Yani Fitriyani
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.17982

Abstract

Bermain merupakan kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi. Dengan bermain anak mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan imajinasinya. Kegiatan bermain dapat menjadi sarana belajar untuk anak dan juga dapat menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengajar dan membimbing anak dalam banyak hal. Hal ini akhirnya mengharuskan setiap guru atau tenaga pendidik berusaha keras dalam mendidik mereka dengan membuat media yang berbasis permainan. Adapun salah satu bentuk permainan yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah board games. Board games diharapkan dapat menjadi salah satu permainan edukatif yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekan dan mengaplikasikan materi tanpa menghafal sehingga lebih mudah dipahami. Oleh sebab itu, program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan membuat media pembelajaran berbasis board games edukasi untuk disosialisasikan kepada guru-guru di SDN 2 Purwawinangun dan memberikan pelatihan langsung untuk mengaplikasikan media pembelajaran berbasis board games edukasi tersebut. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 2 Purwawinangun dan diikuti secara antusias oleh guru-guru, ada empat media board games yang dipresentasikan dan dipraktikan bersama yaitu Monopoly, Ular Tangga, Ludo, dan Risk. Setiap media board game dibuat dengan setting tertentu disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan diberikan oleh guru pada pertemuan tersebut. Pada board games terdapat beberapa kelebihan  yang tidak ada pada jenis game lainnya seperti aturan pada permainan yang membuat anak belajar menaati aturan yang ada dan belajar kedisiplinan, memicu interaksi sosial antar pemain, melatih anak bagaimana menjalani kehidupan bermasyarakat, dan lain sebagainya.
Penggunaan Game Detective Bull Dalam Mengatasi Bullying Di Sekolah Dasar Lestari, Myrna Apriany; Hermawati, Eli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i2.830

Abstract

Kasus perundungan/bullying yang semakin marak terjadi disemua satuan pendidikan menjadi sebuah indikasi bahwa dunia pendidikan Indonesia hari ini dalam kondisi memprihatinkan. Perlu upaya nyata yang sistematis dan terencana untuk menuntaskan masalah tersebut. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengatasi perundungan di sekolah adalah dengan membentuk agen anti perundungan yang beranggotakan guru, sekolah dan komite orang tua siswa. Agen anti perundungan ini nantinya bersama-sama akan menyusun Program Anti Perundungan di sekolah. Untuk menyusun program tersebut perlu dilakukan identifikasi/analisis kebutuhan terlebih dahulu. Penentuan mana siswa yang terindikasi sebagai pelaku, korban ataupun saksi untuk akhirnya ditetapkan bantuan yang tepat (psikologis dan non psikologis), setelah itu program tersebut akan dievaluasi. Pada pengabdian ini digunakan sebuah permainan bernama “Detactive Bull” yang berfungsi untuk mengungkap siapa pelaku, korban dan saksi pada sebuah kasus perundungan dengan cara yang tepat dan menyenangkan bagi siswa. Tujuan pengabdian ini adalah mensosialisasikan tentang perundungan pada siswa serta penggunaan permainan Detective Bull untuk mengambil data sebagai bahan penyusunan Program Anti Perundungan di sekolah. Metode pelaksanaannya dilakukan dengan ceramah, diskusi interaktif serta permainan. Dari kegiatan pengabdian ini, para siswa memperoleh informasi mengenai perundungan (definisi, bentuk-bentuk, dampak dan upaya pencegahan) dan data hasil identifikasi mengenai siswa yang terindikasi menjadi pelaku, korban dan saksi di sekolah. Sehingga dapat disimpulkan Permainan Detective Bull ini membantu proses mengumpulkan data yang dibutuhkan)
Peran Parent-Child Attachment dalam Meningkatkan Resiliensi Anak Usia Sekolah Dasar Lestari, Myrna Apriany; Hermawati, Eli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.2003

Abstract

Resiliensi merupakan kompetensi individu untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit, untuk bertahan dan bangkit dari berbagai tantangan kehidupan dapat menjadi sumber stres dan trauma. Resiliensi ini menjadi kompetensi penting bagi setiap individu namun dia tidak dapat berkembang dengan sendirinya melainkan harus dikembangkan melalui latihan sejak dini. Usia sekolah dasar menjadi usia yang krusial karena individu mulai dihadapkan pada berbagai tuntutan perkembangan baik akademik, sosial, maupun emosional. Teori dan hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap resiliensi individu adalah pola asuh otoritatif dan hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak (parent-child attachment). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan resiliensi anak usia sekolah dasar melalui penguatan parent-child attachment. Program dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada orang tua dan guru di lingkungan sekolah dasar, dengan fokus pada strategi membangun hubungan yang positif, komunikasi yang efektif, serta pemahaman kebutuhan emosional anak. Metode yang digunakan meliputi seminar dan lokakarya interaktif sebagai sesi pertama. Simulasi kasus dan pemberian modul pendampingan praktik di rumah akan diberikan di sesi selanjutnya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai pentingnya parent-child attachment. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan parent-child attachment dapat menjadi strategi efektif dalam membangun resiliensi anak usia sekolah dasar, sekaligus mendukung perkembangan mereka secara holistik. Diharapkan, program ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah dan komunitas setempat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketahanan anak secara optimal
Hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa: penelitian korelasional pada siswa di kelas IV SD Negeri 11 Kuningan tahun ajaran 2024/2025 Taufik, Muhamad Tri; Lestari, Myrna Apriany; Nugraha, Febby Fajar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.27252

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa secure attachment yang rendah dapat mempengaruhi rasa percaya diri siswa. Siswa membutuhkan rasa percaya diri tinggi agar siswa tersebut yakin terhadap kemampuan diri sendiri, optimis, sehingga mampu menghadapi situasi dengan sebaik mungkin. Secure attachment atau (kelekatan aman) adalah prilaku kasih sayang dan rasa hangat dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua atau figur lekat lainnya yang secara konsisten dan responsif terhadap kebutuhan siswa, figur lekat dalam konteks pendidikan dalam penelitian ini yaitu guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment. Dari hasil perhitungan uji korelasi pearson product moment diperoleh niai koefisien korelasi untuk hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa adalah sebesar 0,793. Hal ini terbukti dari 0,793 > 0,468 dengan signifikansi 0,5 maka H₁ diterima yang berarti terdapat hubungan secure attachment guru dengan rasa percaya diri siswa.
Analisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B studi kasus di kelas 3 dan 4 SDN 2 Kramatmulya tahun ajaran 2024/2025 Ningsih, Sindi Pitria; Lestari, Myrna Apriany; Oktaviani, Ndaru Mukti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.27568

Abstract

Abstract This research is based on the importance of the emotional relationship between teachers and students in supporting learning motivation. Positive attachment is believed to be able to form a sense of security, increase participation, and encourage student achievement in the elementary school environment. This study aims to analyze the pattern of teachers' attachment to the learning motivation of phase B students (grades 3 and 4) at SDN 2 Kramatmulya. The method used is a qualitative approach with observation, interview, questionnaire, and documentation study techniques. The results of the study show that the secure attachment pattern dominates, with the characteristics of a supportive and responsive teacher-student relationship, so that it has a very positive effect on learning motivation. The avoidant attachment pattern was found in small numbers and negatively impacted student enthusiasm. Meanwhile, the pattern of anxious attachment appears non-dominantly, causing students' motivation to learn to be unstable. A pattern of disorganized attachment was not found in this study. This research corroborates Bowlby's theory of attachment that a secure relationship between teacher and student is an important foundation in the development of children's learning motivation. Keywords: Attachment Pattern, Learning Motivation, Phase B, SDN 2 Kramatmulya Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya hubungan emosional antara guru dan siswa dalam menunjang motivasi belajar. Kelekatan yang positif diyakini mampu membentuk rasa aman, meningkatkan partisipasi, dan mendorong prestasi siswa di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kelekatan guru terhadap motivasi belajar siswa fase B (kelas 3 dan 4) di SDN 2 Kramatmulya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola secure attachment mendominasi, dengan karakteristik hubungan guru-siswa yang suportif dan responsif, sehingga berpengaruh sangat positif terhadap motivasi belajar. Pola avoidant attachment ditemukan dalam jumlah kecil dan berdampak negatif terhadap antusiasme siswa. Sementara itu, pola anxious attachment muncul secara tidak dominan, menyebabkan motivasi belajar siswa cenderung tidak stabil. Pola disorganized attachment tidak ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menguatkan teori kelekatan Bowlby bahwa hubungan aman antara guru dan siswa menjadi fondasi penting dalam perkembangan motivasi belajar anak. Kata kunci: Pola Kelekatan, Motivasi Belajar, Fase B, SDN 2 Kramatmulya
Pengembangan Monopoli Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Permainan Edukasi di Sekolah Dasar Eli Hermawati; Myrna Apriany Lestari
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v3i2.47

Abstract

Bermain merupakan kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi. Dengan bermain anak mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan imajinasinya. monopoli merupakan salah satu media pembelajaran yang menyenangkan. Permainan monopoli ini disesuaikan dengan kondisi dan keadaan siswa yang kesehariannya masih suka bermain. Dengan bermain sambil belajar akan menghasilkan kegiatan belajar lebih menarik dan membantu suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Oleh karena itu, media monopoli ini mampu membangkitkan keinginan dan minat baru serta memotivasi siswa untuk belajar sehingga menyebabkan pemahaman dan hasil belajar siswa meningkat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan pada guru-guru SDIT Darul Amanah yang berjumlah 12 orang dengan proses tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan workshop ini, kegiatan dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu pemaparan materi dan sesi kedua yaitu simulasi dan praktek secara langsung. Materi sesi pertama disampaikan melalui pemaparan menggunakan slide presentasi, selanjutnya peserta workshop melakukan simulasi permainan dengan media monopoli, dan selanjutnya dilakukan diskusi dan tanya jawab.
Pojok Literasi untuk Mewujudkan Generasi Alpha Critical Thinking di Desa Karoya Muhamad Muhtar; Myrna Apriany Lestari
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i1.86

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi Pojok Literasi dalam menciptakan generasi Alpha yang memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking) di Desa Karoya. Desa Karoya menunjukkan potensi melalui program kerja yang berfokus pada pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya adalah pendirian Taman Baca Masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Artikel ini mengkaji proses dan ekspresi anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan Pojok Literasi, sekaligus menganalisis aktivitas yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengajaran baca tulis, edukasi penggunaan media sosial, pembuatan cerpen, karya lukis sederhana, pohon literasi, dan Lomba Cerdas Cermat (LCC). Manfaat yang diperoleh selama kegiatan berlangsung mencakup peningkatan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat serta penggalian potensi literasi di Desa Karoya. Setelah program selesai, manfaat yang dirasakan antara lain peningkatan tanggung jawab dalam pelaksanaan program, kemudahan beradaptasi, peningkatan kepedulian terhadap minat baca, serta pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan Pojok Literasi di masa depan.