Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kesiapan Mahasiswa Calon Guru Mengikuti Pembelajaran Fisika Secara Daring Saat Pandemi Covid-19 Fitriani, Rita
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 1 No. 2 (2021): Maret 2021, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v1i2.63

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan sistem pendidikan harus beradaptasi dengan kondisi pandemi tersebut. Pembelajaran yang sebelumnya tatap muka diubah menjadi pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring bisa dilaksanakan melalui berbagai platform seperti Zoom, Googleclassroom, WhatsApp, Googleform, dan sebagainya. Perubahan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring ini terjadi secara tiba-tiba akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu perlu adanya kesiapan dari mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran secara daring, khususnya pembelajaran fisika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi kesiapan mahasiswa calon guru mengikuti pembelajaran fisika secara daring saat pandemi Covid-19. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa prodi pendidikan kimia FKIP UMRAH yang mengambil mata kuliah Fisika Umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner melalui googleform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah siap melaksanakan pembelajaran fisika secara daring saat pandemi Covid-19 ini. Hal ini ditinjau dari kesiapan lokasi pembelajaran daring, motivasi, sumber belajar, infrastruktur, literasi teknologi, kualitas interaksi akademik secara online, manfaat, faktor pendukung pembelajaran daring.
Analisis Profil Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa Menggunakan Model Team Based Project pada Mata Kuliah Kimia Umum Rasyid, Muhamad Al; Yulita, Inelda; Sabekti, Ardi Widhia; Fitriani, Rita
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v6i1.500

Abstract

Collaborative skills of students in the lecture process are still not optimal, whereas collaboration skills are the main skills that must be possessed by students in an effort to become quality individuals. This study aims to analyze the collaboration skills of students of the Biology Education undergraduate study program using the team-based project model. The research method used is descriptive quantitative. The subjects in the study were 40 first-semester Biology Education undergraduate students using the total sampling technique. The data collection method used was by distributing a collaboration skills questionnaire via googleforms. The questionnaire distributed contained 9 aspects of collaboration skills. The results of this study are the average percentage of skill indicators including, 1) positive collaboration interdependence of 87.80%; 2) face-to-face interaction of 69.37%; 3) personal responsibility of 88.75%; 4) communication skills of 90.62%; and 5) group work skills of 85.62%. So overall the collaboration skills of students who apply the team-based project model are included in the very good category.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran digital untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 17 Bintan Siregar, Nur Asma Riani; Hanifah, Hanifah; Fitriani, Rita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27316

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh temuan permasalahan mitra berkaitan dengan implementasi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Implementasi pembelajaran terdiferensiasi di SMP Negeri 17 Bintan belum didukung oleh bahan ajar yang menyesuaikan kebutuhan belajar peserta didik. Pada umumnya guru masih mengalami kesulitan merancang bahan ajar pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Kendala utama guru ialah masih belum memiliki pemahaman yang baik terkait strategi merancang bahan ajar yang disesuaikan dengan hasil diagnostik kebutuhan belajar peserta didik. Alasan lain ialah kurangnya penguasaan teknologi dapat mengembangkan media pembelajaran digital. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung efektivitas pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Metode PKM ini terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan evaluasi media pembelajaran digital hasil karya guru. Hasil evaluasi PKM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta dalam merancang bahan ajar terdiferensiasi, dan peningkatan keterampilan menggunakan teknologi Canva, Powtoon, dan Smart Apss Creator untuk mendesain media pembelajaran digital. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan keterampilan guru mendesain media pembelajaran digital terdiferensiasi sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Kata kunci: media pembelajaran digital; pembelajaran berdiferensiasi,;canva; powtoon; smart apps creator. Abstract The community service project is motivated by the findings of issues faced by partners regarding the implementation of learning in accordance with the Merdeka Curriculum. The differentiated learning implementation at SMP Negeri 17 Bintan has not been supported by teaching materials that align with the learning needs of students. Initial studies revealed that teachers generally still struggle to design differentiated learning materials that meet student needs. The main challenge for teachers is their lack of understanding regarding strategies for designing teaching materials tailored to diagnostic assessments of students' learning needs. Another reason is the insufficient mastery of technology to develop digital learning media. Therefore, this training aims to enhance teachers' understanding and skills in developing learning media that can be used to support the effectiveness of differentiated learning in the classroom. The methods used in this community service program include socialization, training activities, guided assignments, and evaluation of the digital learning media created by teachers. Evaluation results show a significant improvement in participants' understanding of designing differentiated teaching materials and an increase in skills using technology like Canva, Powtoon, and Smart Apps Creator for designing digital learning media. This activity is expected to positively impact the quality of learning at SMP Negeri 17 Bintan. Keywords: digital learning media; differenciated learning; canva; powtoon; smart apps creator.
First-Year Students' Understanding of The Use of Differential and Integral in Solving Kinematics Problems Sarkity, Dios; Fitriani, Rita; Kurniawan, Bakhrul Rizky
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v9i1.14718

Abstract

A good interconnection between mathematical ability and understanding of physics concepts is needed to solve physics problems. This study aims to analyze students' initial understanding of differential and integral concepts and students' understanding of using differential and integral in solving kinematic problems. This study involved 23 first-year Chemistry Education Study Program students taking a General Physics Course. The study was conducted in May 2024. This study was a descriptive study with a quantitative approach. Test was used to collect data with essay questions as an instrument. The instruments used are valid and reliable, with a reliability coefficient 0.74. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the number of students who understood the concept of differential was twice as many as those who understood the concept of integral. The results also showed that the number of students who could apply the concept of differential in solving physics problems was much greater than the number of students who could apply the concept of integral in solving physics problems. Even so, there was the much greater number of students who did not understand mathematical concepts and could not apply them in solving physics problems. This indicates the importance of strengthening mathematical concepts to support the implementation of physics learning. This can be conducted by involving students in problem-solving learning using real-life physics problems. Students must use their mathematical abilities and appropriate physics concepts to find the solutions. It will help students understand the interconnection between mathematics and physics so that they can see both as one inseparable part. 
Blue Energy for a Green Future: Eksplorasi Energi Terbarukan Laut untuk Mendukung SDGs melalui Proyek Kolaborasi Maritim di SMAN 6 Tanjungpinang Fitriani, Rita; Sarkity, Dios; Bavitra; Krisman Waruwu, Nextto; Syabillah, Selsah
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7080

Abstract

Keterbatasan literasi energi di kalangan siswa pesisir menjadi tantangan dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMAN 6 Tanjungpinang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa mengenai blue energy melalui sosialisasi dan praktik eksperimen. Kegiatan dilakukan selama dua hari dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 30 siswa kelas XI. Hari pertama difokuskan pada penyampaian materi tentang potensi energi laut dan kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hari kedua dilaksanakan praktik eksperimen menggunakan miniatur PLTS terapung untuk mengamati konversi energi surya menjadi listrik. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 60,53 menjadi 73,87 dengan N-Gain 0,19 (kategori rendah) karena skor awal sudah relatif tinggi. Aspek sikap juga meningkat dari 79,9 menjadi 84,2 dengan N-Gain 0,21. Observasi menunjukkan seluruh siswa antusias dan berhasil merangkai serta menyalakan lampu pada eksperimen, menegaskan keterampilan praktis mereka berkembang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat literasi energi, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan mendukung pencapaian SDG 7 (Energi Bersih), SDG 13 (Aksi Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut).
EduMangrove SMAN 6 Tanjungpinang: Integrasi Multimedia Pembelajaran pada Proyek Kolaboratif Berkelanjutan untuk Pelestarian Pantai Sebauk Laut, Kota Tanjungpinang dari Abrasi Fitriani, Rita; Fernando, Adam; Anggraini, Rika; Hasdari, Putri; Oktaviani, Elisa
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 5 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i5.5383

Abstract

The EduMangrove community service activity at SMAN 6 Tanjungpinang aims to raise awareness and increase students' concern for the Sebauk Laut coastal environment through education by integrating creative and innovative learning multimedia in the form of documentary videos and video demonstrations about the importance of mangroves for preserving the Sebauk Laut beach from abrasion, as well as involving students in real action in a sustainable collaborative project to plant mangroves. This activity succeeded in increasing students' awareness and concern for the Sebauk Laut coastal environment. Apart from that, this activity also provides a significant increase in students' knowledge regarding the importance of the mangrove ecosystem as protecting the Sebauk Laut coastline from abrasion, as well as practical skills in planting mangroves properly and correctly in areas that are prone to abrasion. Evaluation was carried out through the distribution of pre- and post-education questionnaires, observations and interviews, which showed a significant increase in students' environmental awareness, knowledge and skills. The EduMangrove program shows the great potential of using multimedia learning in increasing environmental awareness and student involvement in coastal conservation efforts.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBANTUAN AI BERBASIS KEMARITIMAN BAGI GURU SMAN 1 BINTAN TIMUR KABUPATEN BINTAN Umara, Yudi; Sabekti, Ardi Widhia; Fitriani, Rita
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.7095

Abstract

Pada era digital saat ini, kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau disingkat AI memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di bidang pendidikan. Tulisan ini membahas cara mengatasi tantangan yang dihadapi para pendidik dalam memahami dan menguasai keterampilan praktis yang berkaitan dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Fokus utama artikel ini adalah sesi pelatihan yang diselenggarakan di SMAN 1 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, dengan tujuan membantu guru-guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka serta memanfaatkan AI, khususnya dalam konteks kearifan lokal maritim. Pelatihan dimulai dengan pemaparan mengenai konsep Kurikulum Merdeka dan kearifan lokal maritim, serta pengenalan dasar tentang AI, meliputi definisi, prinsip-prinsip dasar, penggunaan yang tepat, dan isu-isu etis terkait teknologi ini. Sesi akhir pelatihan menitikberatkan pada penerapan AI untuk mengembangkan alat pembelajaran yang interaktif dan adaptif, dengan memanfaatkan Gemini AI. Peserta dilibatkan dalam demonstrasi praktis dan diskusi kolaboratif guna mengintegrasikan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran. Hasil evaluasi pasca pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, meskipun tantangan terkait akses teknologi masih menjadi perhatian. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong inovasi, menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, serta memberikan pengalaman belajar yang relevan di era digital kepada siswa.
Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA melalui Proyek Sains Kimia Lingkungan pada Praktikum Pengukuran pH Air Laut dan Tanah Mangrove Putri, Steva Dara; Fitriani, Rita; Umara, Yudi; Cahya, Anggra Prasetya
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan proses sains siswa SMA melalui proyek sains kimia lingkungan pada praktikum pengukuran pH air laut dan tanah mangrove. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek siswa SMA Negeri 5 Tanjungpinang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian yang mengukur indikator keterampilan proses sains meliputi mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menafsirkan data, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat pencapaian setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan prosedural siswa terutama observasi, pengukuran, dan klasifikasi berada pada kategori cukup hingga baik, sementara keterampilan analitis seperti penafsiran data dan penarikan kesimpulan masih relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif dalam memfasilitasi keterampilan ilmiah dasar, tetapi masih memerlukan penguatan tahap refleksi konseptual untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran kimia yang kontekstual berbasis isu lingkungan pesisir serta memberikan implikasi bagi guru untuk memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar autentik.