Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Playstore Untuk Praktikum Pengukuran Pada Mata Pelajaran Fisika Siswa Kelas X Dahrin, yusdarina; Napsawati; Idamayanti, Reski; Salim, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmip.v2i2.151

Abstract

This implementation of Community Service aims to educate students in carrying out practicum activities, especially basic measurement practicums using the Palystore application. The training and mentoring was attended by 25 class Through this service activity, students feel very helpful in understanding the material as well as getting a visualization of the measurement concept in digital form. In operation, students can directly try to use measuring instruments, guess measurement results and are encouraged to think more critically so that the table data in the practical report can be filled in properly and correctly.
The Concept Learning Science Skills in Kindergarten Age Children Ashar, Ashar; Idamayanti, Reski
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum1893

Abstract

literature or other sources that are relevant to the research objectives. The results of the concept of learning science skills in kindergarten-aged children involve an active, explorative, and discovery-based approach. Several important concepts that can be applied to learning science skills, including inquiry (invention) approaches, problem-based learning, collaborative learning, observation and experimentation, critical thinking skills, communication and representation concepts, learning concepts related to everyday life. Learning science skills in kindergarten provides a solid foundation for children to understand science concepts, such as developing observing skills, comparing skills, classifying skills, measuring skills, communicating skills, asking questions, experimenting skills
Project for Strengthening the Student Profile of Pancasila Centered on Students at Semen Tonasa II Kindergarten Ashar Ashar; Sadaruddin Sadaruddin; Reski Idamayanti
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum2394

Abstract

The project to strengthen the profile of Pancasila students is focused on students in facing the challenges of an ever-evolving era. The importance of character formation and Pancasila values at an early age is the main focus of this project. A holistic and participatory approach method is used to strengthen the understanding and implementation of Pancasila values in children's daily lives. An innovative project implemented in the Kindergarten (TK) environment with the main theme "I Love the Earth". This project not only aims to educate children about the importance of protecting the environment, but also focuses on the activity of growing kale as a practical step to create awareness of sustainability and the need for healthy food. The research used qualitative methods and the research subjects consisted of the principal, group B teachers and students. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Then the data was analyzed using the stages used to analyze the data, namely data reduction, data display, and conclusions. The impact of the "I love the earth" project, with the topic of growing kangkum vegetables, includes having faith, being devoted to God Almighty and having noble character, global development, working together, being creative, reasoning critically and being independent. The research results show a significant increase in children's understanding and application of Pancasila values. Parents also reported positive changes in children's behavior and attitudes at home. These findings emphasize the importance of the project to strengthen the profile of Pancasila students at the kindergarten level as a foundation for building strong character at an early age.
Implementasi Pohon Literasi Pada Program Kampus Mengajar di SD 81 Bukamata Ashar, Ashar; Idamayanti, Reski
ABDI SAMULANG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Januari| ABDI SAMULANG
Publisher : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61477/abdisamulang.v4i1.56

Abstract

The Kampus Mengajar Program aims to improve the quality of education in regional schools through student involvement in community service activities. This service discusses the implementation of the Literacy Tree as an innovation in building a culture of literacy at SD 81 Bukamata. The service aims to increase students' interest in reading at SD 81 Bukamata through a creative and innovative approach, develop a culture of literacy in the school environment, provide a fun and meaningful learning experience for students, encourage the involvement of teachers, parents, and the community in supporting literacy programs. The methods used include initial observation, making Literacy Tree media, implementing daily reading activities, and evaluating student development. The results showed a significant increase in student participation in literacy activities, strengthening the culture of reading in schools, and close collaboration between teachers, students, and parents. This program also succeeded in creating an interactive and fun learning atmosphere. With the Literacy Tree, students are not only encouraged to read but also to write and speak more confidently. This program is expected to be a model to be implemented in other schools in order to build a broader and more sustainable literacy ecosystem.
OPTIMALISASI LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM TERAS BELAJAR DI DESA SIMBANG, KABUPATEN MAROS Basri, Syamsuriana; Akhmad, Nur Amaliah; Idamayanti, Reski; Yusdarina; Rahmawati; Bilal, M. Ahmad; Rezqi, Fathur
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.2007

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak melalui program teras literasi. Sasaran program adalah 22 orang anak berusia 7-12 tahun di Dusun Garantiga , Desa Simbang, Maros, Sulawesi Selatan yang memiliki kemampuan literasi rendah. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu 1)persiapan dan perencanaan, 2)pelaksanaan, dan 3)evaluasi. Tahap persiapan dan perencanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD) dan survey awal untuk mengetahui kemampuan awal. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan membaca bersama, menulis kreatif, diskusi dan permainan literasi yang menyenangkan, serta sosialisasi mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak membangun budaya membaca di rumah. Selanjutnya tahap evaluasi, yang meliputi: 1) wawancara dengan anak-anak dan orang tua, 2) observasi perubahan sikap anak-anak, 3) observasi dan wawancara perubahan dalam budaya membaca anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat membaca dan keterampilan literasi anak-anak. Data dari pre-test dan post-test menunjukkan bahwa anak-anak mulai aktif memilih buku untuk dibaca, dengan persentase meningkat dari 40,90% menjadi 86,36%. Selain itu, kemampuan membaca anak-anak, seperti merangkai kata dan membaca suku kata, juga meningkat, dari 22,73% menjadi 72,73%. Aktivitas membaca bersama teman dan orang tua di rumah juga meningkat, dengan persentase dari 31,82% menjadi 81,82%. Diskusi tentang materi bacaan dengan teman mengalami peningkatan signifikan, dari 13,64% menjadi 68,18%, hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami dan mendalami materi yang dibaca. Selain itu, kecenderungan untuk memilih membaca daripada menonton TV juga meningkat, dari 20% menjadi 59,09%. Dengan demikian, program Teras Belajar telah berhasil mengembangkan kebiasaan membaca yang menyenangkan dan kemampuan literasi yang meningkat.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter dan Cegah Aksi Bullying Sejak Dini Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah Ashar Ashar; Reski Idamayanti; Abrina Maulidnawati Jumrah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.942

Abstract

Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini ialah kelompok kerja kepala sekolah di kecamatan marioriwawo kabupaten soppeng provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahannya (1). Masih membutuhkan penguatan kepada guru dalam membentuk karakter anak didik, (2). Belum pernah diadakan sosialisasi untuk mengatasi perundungan di satuan Pendidikan (3). Perlunya pemahaman penanganan aksi bullying (4). Kurangnya kolaborasi orang tua dalam hal Pendidikan karakter dan mencegah aksi bullying. Metode yang digunakan pada kegiatan ialah ceramah, diskusi, Tanya jawab dan demonstrasi serta pendampingan. Hasil pengabdian diperoleh (1) Mitra memiliki pemahaman tentang konsep pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku anak sejak usia dini. Melalui penerapan berbagai konsep pendidikan karakter di TK, anak-anak dapat mulai memahami dan menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. (2). Mitra mememiliki pemahaman terkai aksi bullying pada usia dini dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun emosional. Karena anak-anak di usia TK masih dalam tahap perkembangan awal, penting bagi sekolah untuk menerapkan strategi penanganan yang tepat dan efektif. (3). Mitra memahami melibatkan orang tua dalam pendidikan karakter dan pencegahan bullying di sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.
Identifikasi Kesalahan Pengerjaan Materi Dilatasi Waktu Berdasarkan Newman Error Analysis (NEA) Napsawati, Napsawati; Yusdarina; Sakti, Irma; Idamayanti, Reski
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol. 7 No. 1 (2023): May Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v7i1.2133

Abstract

The purpose of this paper is to identify student errors in working on time dilation questions based on Newman Error Analysis (NEA). This research is a qualitative descriptive study. Data collection was carried out through a written test which contained 5 time dilation questions and a non-written test in the form of an interview. The results of this study indicate that the types of errors made by students are 20.0% understanding errors, 5.19% transformation errors, 26.67% skills process errors and 6.67% final answer writing errors. Meanwhile, based on the results of interviews with students, it shows that students' mistakes are caused by students' lack of understanding in interpreting time dilation questions, students are less thorough and in a hurry in working on questions and have not been able to use formulas correctly.
Pengembangan Modul Ajar Fisika Berbasis Problem Based Learning Untuk Peserta Didik Fase E Yusdarina, Yusdarina; Agussalim, Agussalim; Napsawati, Napsawati; Idamayanti, Reski; Basri, Syamsuriana
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

The purpose of this study is to design a problem-based physics learning module (PBL) for phase E students on measurement material. This study is a research and development (R&D) that refers to the ADDIE development model. The five stages of the model are analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation sheet from the learning device expert serves as an instrument for this study, which is limited to the implementation stage. Based on the results of expert validation, the developed learning module is categorized as very feasible with a percentage of 86% and is stated to be usable in the learning process, especially in physics subjects on measurement material.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FISIKA BERDIFERENSIASI DI SMA Idamayanti, Reski; Parida; Sakti, Irma
Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK), Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/charmsains.v6i1.416

Abstract

The purpose of this study was to produce a valid and practical differentiated teaching module. This type of research is development research with the ADDIE model. The test subjects of this development product were students of class X IPA 1 SMAN 5 Maros with 36 participants. This research procedure consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The analysis stage is the initial analysis of students, curriculum analysis and analysis of student characteristics. The design stage is the needs design, material selection and teaching module design. The development stage is conducting validation. The implementation stage is implementing learning media. The evaluation stage is to make improvements to the teaching module so that it can be used. Research data obtained using validation questionnaires, and questionnaires of students' responses to development products by media experts are categorized as “valid” with a value of 3.44 and with material experts categorized as “valid” with a value of 3.36 and based on questionnaires of students' responses to teaching modules categorized as “practical” with an average response of 6.71%. So it can be concluded that the differentiated physics teaching module developed can be used in learning.
Menggali Emosi Dari Tradisi Dengan Menganalisis Permainan Tradisional Sebagai Sarana Penguatan Sosial Anak TK Ashar, Ashar; Idamayanti, Reski
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 2 (2025): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i2.355

Abstract

Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kesiapan akademik anak. Namun, strategi berbasis budaya dan kontekstual seperti permainan tradisional masih kurang mendapatkan perhatian dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi permainan tradisional terhadap penguatan perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah terkait peran permainan tradisional dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa permainan tradisional, seperti congklak, engklek, dan galasin, tidak hanya melatih regulasi emosi, empati, kerja sama, serta keterampilan sosial lainnya, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya lokal yang mendukung pembentukan identitas sosial anak. Selain itu, permainan tradisional terbukti memiliki potensi signifikan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna. SEbagai Kesimpulan bahwa temuan ini menegaskan pentingnya integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai media efektif dalam penguatan karakter dan keterampilan sosial-emosional berbasis kearifan lokal