Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ASPEK RASIO (Hw/Lw) TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK RAPAT DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Nurfintasari, Ayu Febrianti; Wibowo, Ari; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.394 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang berada di jalur Ring Of Fire kawasan Pasifik yang sering terjadi gempa bumi.   Oleh karena itu dindinggeserdapatdigunkansebagaisalahsatu alternative untukmengurangipengaruhgempaterhadapstrukturbangunangedung.Perbedaan rasio tinggi dan lebar dinding akan menunjukkan perbedaan perilaku masing – masing dinding.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek rasio tinggi dan lebar pada dinding geser terhadap momen kapasitas dan pola retak dengan pembebanan siklik. Terdapat 2 variasi dinding geser, yaitu dinding geser dengan tulangan horizontal single dan dinding geser dengan tulangan horizontal double.  Dinding geser diberi beban aksial konstan sebesar 3000 kg,kemudian diberi beban lateral pada ketinggian 0,6 m hingga mencapai drift yang telah dilakukan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding  geser yang sama (SD-150) dengan aspek rasio yang berbeda (1,5 dan 2) menghasilkan momen yang cenderung sama.Akan tetapi dengan aspek rasio lebih kecil beban lateral yang terjadi semakin besar yaitu 8330 kg dan 7080 kg.  Mekanisme retak yang terjadi untuk aspek rasio berbeda diawali dengan adanya retak lentur kemudian diikuti dengan retak geser. Semakin kecil rasio pada suatu struktur maka pola retak yang akan terjadi lebih menyebarpada permukaan struktur dan panjang retak yang terjadi semakin panjang.  Untuk benda uji yang berbeda (SW-50 dan SD-150) dengan aspek rasio yang sama (1,5), momen yang dihasilkan oleh benda uji dengan variasi tulangan ganda (SD – 150) akan lebih besar dibanding dengan benda uji tanpa variasi (SW – 50) berturut – turut yaitu 1912 kgm dan 1390 kgm.  Dan pola retak yang terjadi dengan aspek rasio yang sama (1,5) yaitu lebih dominan kearah pola retak geser KataKunci: Aspek Rasio, Dinding Geser, Drift, Momen Ultimit, Panjang Retak, Pola Retak
STUDI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEGANGAN DAN REGANGAN BETON Astuti, Kamiliyana Puteri; Wijaya, Ming Narto; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.499 KB)

Abstract

Beton merupakan material utama yang banyak digunakan untuk berbagai struktur bangunan. Material penyusun beton bersifat elasto-plastis dimana kuat tekan maksimum terletak pada saat regangan mencapai ±0,002 (Dipohusodo, 1999). Cara yang umum untuk mendapatkan data yang valid yakni dengan melakukan simulasi di laboratorium dengan frekuensi percobaan tertentu dan hasil dari eksperimen pun menjadi informasi dasar untuk pemodelan pada elemen hingga. Namun, hal ini membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit..Maka dari itu, pendekatan yang baik untuk permasalahan kompleks dari material beton adalah dengan menggunakan elemen hingga, yakni ABAQUS. Pada skripsi ini, beton berdiameter 150mm dan panjang 300mm dengan fc’ sebesar 20, 25, 30, dan 35 MPa berbentuk silinder dimodelkan sebagai pendekatan dari model ini. Hasil dari pemodelan numerik dengan ABAQUS 6.13 trial mendekati hasil eksperimen.  
PENGARUH PEMASANGAN KERAMIK PADA BATA RINGAN Ardiansyah, Jery; ., Wisnumurti; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.616 KB)

Abstract

Bata ringan merupakan material yang semakin banyak digunakan sebagai penyusun dinding dari suatu bangunan. Seiring perkembangan jaman, bangunan tidak hanya mementingkan nilai kekuatan dari struktur tersebut, akan tetapi nilai keindahan juga dipertimbangkan.  Benda uji berupa satu bata ringan yang berukuran 60cm x 20cm x 10cm, dimana satu bata ringan dipasang 2 (dua) buah keramik yang berukuran 20cm x 20cm pada satu sisi. Kuat tekan rata-rata bata ringan yang dipasang keramik 2,16 MPa dan kuat tekan rata-rata bata ringan 2,165 MPa. Sehingga kuat tekan rata-rata bata ringan yang dipasang keramik lebih kecil 0,23% dari kuat tekan rata-rata bata ringan. Berdasarkan uji statistic, bahwa kuat tekan dan kuat lentur rata-rata antara bata ringan dan bata ringa yang dipasang keramik mempunyai data yang perbedaannya sedikit atau bisa dianggap sama. Dapat disimpulkan bahwa keramik tidak berpengaruh besar pada kekuatan tekan dan lentur pada bata ringan, akan tetapi keramik dapat menyatukan bata ringan ketika bata ringan tersebut ditekan dan mengalami pecah. Perilaku bata ringan ketika diuji tekan mengalami perubahan regangan arah x dan arah z lebih banyak pada saat tegangan rendah. Dan ketika diuji lentur, pada saat beban rendah, perubahan lendutan yang terjadi juga besar. Perilaku bata ringan yang dipasang keramik ketika diuji tekan mengalami perubahan regangan arah x dan z yang lebih kecil dibanding perubahan regangan pada bata ringan ketika tegangan akan mencapai maksimum. Dan ketika diuji lentur, lendutan rata-rata yang terjadi lebih kecil dibanding lendutan rata-rata pada bata ringan. Pada penelitian ini, tidak ada kejadian keramik yang pecah ketika bata ringannya diuji tekan lentur. Akan tetapi, keramik tersebut lepas. Oleh karena itu perlu diadakan uji lekatan untuk mengetahui seberapa kuat mortar tersebut melekatkan bata ringan dan keramik.   Kata Kunci : Bata Ringan, Mortar, Keramik.
ANALISIS KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA TIPE WARREN DENGAN MUTU BAJA TIDAK SERAGAM DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH Iqbal, Muhammad; Susanti, Lilya; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.255 KB)

Abstract

Dalam merencanakan struktur jembatan harus memperhitungkan secara detail dan akurat total beban yang akan dipikul oleh struktur jembatan, salah satunya adalah beban gempa. Beban gempa merupakan pembebanan pada struktur jembatan yang sifatnya tak terduga dan dapat terjadi di segala arah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis jembatan rangka tipe warrenakibat beban gempa secara dua arah dan tiga arah. Analisis dilakukan dengan menggunakan software ABAQUS Student Edition. Selain itu, dalam penelitian ini digunakan mutuyang tidak seragam pada material baja. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil pengaruh diantara keduanya terhadap kapasitas struktur jembatan. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa besarnya nilai tegangan dan regangan tiap batang pada struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat beban gempa dua arah dan tiga arah tegangan maksimum berada pada batang segmen tengah bagian bawah. Nilai tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah akibat beban gempa dua arah sebesar 332.39312 MPa, sedangkan akibat beban gempa tiga arah tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah sebesar 312.705536 MPa. Penggunaan beban gempa dua arah dan tiga arah pada struktur jembatan rangka tipe warren dengan mutu baja tidak seragam mengakibatkan terjadinya penurunan kekakuan pada tiap-tiap batang yang berkisar antara 5%-10%. Selain itu, penggunaan mutu material baja yang tidak seragam pada struktur jembatan rangka tipe warren menyebabkan terjadinya penurunan kekakuan yang cukup signifikan dibandingkan dengan mutu material yang seragam. Sehingga dapat mempengaruhi kekuatan yang mampu ditampung oleh struktur jembatan tersebut. Kata kunci: jembatan rangka, tipe warren, metode riwayat waktu, beban gempa, dua arah, tiga arah, tegangan, regangan, kapasitas struktur, ABAQUS Student Edition.
ANALISIS KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA TIPE K-TRUSS DENGAN MUTU BAJA TIDAK SERAGAM DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH Ibady, Azka Fardany; Wijaya, Ming Narto; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.306 KB)

Abstract

Jembatan adalah jalan yang terletak di atas permukaan air dan atau di atas permukaan tanah yang berfungsi menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah yang lain untuk melewati suatu rintangan seperti lembah, sungai, dan sebagainya. Dalam melakukan analisis terhadap suatu jembatan harus direncanakan untuk mampu menahan beban gempa, mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan mengalami gempa bumi. Beban gempa sendiri merupakan faktor penting dalam merencanakan struktur dengan pembebanan tak terduga dan sukar diprediksi. Tahap pertama dimulai dengan melakukan pemodelan menggunakan software ABAQUS Student Edition menggunakan spesifikasi dimensi dan material yang telah disesuaikan dengan jembatan rangka tipe K-Truss K.H. Fattah Malang. Sebelum dilakukan analisis dengan beban gempa, jembatan dianalisis untuk mendapatkan nilai eigen terlebih dahulu. Kemudian jembatan kembali dianalisis dengan memasukkan data beban gempa dan nilai eigen yang didapat. Jembatan dianalisis menggunakan beban gempa dua arah terlebih dahulu dengan mutu seragam dan tidak seragam. Setelah hasil keluar, jembatan kembali dianalisis dengan beban gempa tiga arah yang menggunakan mutu seragam dan tidak seragam. Kemudian keduanya dibandingkan sehingga didapatkan presentase pengaruh beban gempa dua arah dan tiga arah terhadap kapasitas struktur jembatan dengan mutu seragam dan tidak seragam. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa analisis struktur jembatan akibat beban gempa dua arah dan tiga arah dengan menggunakan mutu baja seragam dan tidak seragam tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas struktur jembatan, karena dari analisis didapatkan hasil penurunan kapasitas struktur jembatan sebesar 0,000557% dari kapasitas struktur jembatan pada kondisi awal. Hal tersebut menunjukkan bahwa perencanaan jembatan rangka menggunakan pembebanan dua arah sudah cukup memenuhi syarat. Kata Kunci : strukturjembatan, jembatan rangka tipe K-Truss, mutu seragam, mutu tidak seragam, kapasitas struktur
EFEK BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH TERHADAP KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA K-TRUSS Puspitasari, Isnana; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.916 KB)

Abstract

Dalam analisis suatu jembatan, salah satu beban yang perlu diperhatikan adalah beban gempa, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa bumi. Pada umumnya, beban gempa dianalisis hanya melalui dua arah saja. Pada penelitian ini, peneliti menganalisis jembatan akibat beban gempa tiga arah juga lalu peneliti membandingankan pengaruh diantara keduanya. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa tegangan dan regangan.Tahap pertama dimulai dengan melakukan pemodelan pada ABAQUS Student Edition dengan spesifikasi dimensi dan material yang telah disesuaikan dengan jembatan rangka K-Truss K.H. Fattah Malang. Jembatan dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai eigen dari struktur jembatan itu sendiri. Kemudian, jembatan kembali dianalisis dengan memasukkan nilai eigen dan beban gempa. Pada awalnya, jembatan dianalisis menggunakan beban gempa dua arah terlebih dahulu. Setelah keluar hasil, jembatan kembali dianalisis dengan beban gempa tiga arah. Kemudian keduanya dibandingkan sehingga mendapatkan presentase pengaruh beban dua arah dan tiga arah terhadap kapasitas struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa beban gempa tiga arah tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kapasitas struktur jembatan K-Truss. Tegangan maksimum akibat beban gempa tiga arah hanya 5.55% lebih besar dari tegangan maksimum akibat beban gempa dua arah. Katakunci : jembatan, jembatan rangka K-Truss, tegangan, regangan, time history analysis, kapasitas struktur
P K, N V; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

J
PENGARUH VARIASI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) BERTULANGAN BAJA Kristopher, Fredo; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.165 KB)

Abstract

Self Compating Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri adalah sebuah inovasi dalam teknologi pembuatan beton yang tidak memerlukan proses pemadatan untuk menempati bekistingnya. Pada penelitian ini pembuatan SCC digunakan untuk memanfaatkan potensi material agregat kasar daur ulang atau biasa disebut RCA (Recylcled Coarse Aggregate). Variasi yang digunakan adalah variasi balok SCC 100% agregat kasar daur ulang dan balok SCC 0% agregat kasar daur ulang atau bisa disebut balok SCC normal. Balok memiliki tulangan utama 2-Ø12. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian filling ability, kuat tekan beton, dan kuat lentur beton. Filling ability SCC diukur menggunakan metode pengujian slump flow test. Pengujian kuat tekan beton dilakukan untuk mendapatkan kuat tekan aktual dari balok. Dari pengujian kuat lentur didapatkan beban ultimit dan lendutan aktual balok. Hasil penelitian yang didapatkan adalah substitusi agregat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh terhadap kuat lentur balok. Jika dibandingkan dengan balok SCC normal, kuat lentur balok SCC agregat daur ulang yang sebesar 1470 Kgm memiliki prosentase  penurunan sebesar 4,8%. Dilihat dari lendutannya, substitusi agrgeat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh. Jika dibandingan dengan balok SCC normal, lendutan yang terjadi pada balok SCC agregat daur ulang sebesar 7,085 mm memiliki prosontase penurunan sebesar 42,14%. Ini dikarenakan balok SCC normal memiliki fase plastis lebih besar seiring dengan kemampuan balok mengalami deformasi. Kata kunci : Balok, kuat lentur, lendutan, SCC, dan agregat daur ulang.
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON NORMAL BERTULANGAN BAMBU PILIN Prasetyo, Faishal Dwi; Eva Arifi, Devi Nuralinah ,; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.923 KB)

Abstract

Beton dikenal sebagai material bangunan yang paling populer, tersusun dari beberapa material yaitu semen, air, dan batuan (agregat). Beton umumnya digabungkan dengan material yang lain, seperti baja tulanganyang memiliki kekuatan tarik yang besar. Penggunaan beton yang berlebihan menyebabkan bahan-bahan penyusun beton dan tulangan baja menjadi mahal dan langka. Pemanfaatan dari agregat daur ulangdan tulangan bambu diharapkan dapat dijadikan suatu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan penyusun beton yang berasal dari alam serta menurunkan biaya konstruksi sebuah bangunan menjadi lebih murah namun  tetap kuat dan aman untuk digunakan Pada penelitian ini terdapat  dua jenis agregat kasar yang dipakai yaituagregat kasar normal dan agregat kasar daur ulang. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15 x 30 cm dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 1,6 meter.Semua benda uji dilakukan perawatan selama 14 hari dan dilakukan pengujian pada saat umur 28 hari. Bambu dengan perlakuan khusus digunakan sebagai tulangan balok beton. Pengujian yang akan dilakukan yaitu uji kuat lentur, lendutan. Untuk silinder beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil dari pengujian balok beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat kasar daur ulang memiliki nilai kuat lentur yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton agregat kasar normal yaitu 630 kgm dibandingkan dengan510 kgm. Nilai lendutan yang terjadi saat beban maksimum pada balok beton agregat kasar daur ulang yaitu 7,813 mm dan nilai lendutan pada balok beton agregat kasar normal yaitu 3,987 mm. Hasil dari pengujian kuat tekan silinder beton menunjukkan nilai kuat tekan beton agregat kasar normal lebih tinggi dibandingkan beton agregat kasar daur ulang yaitu 29,337 MPa dan 28,969MPa. Dengan nilai modulus elastisitas pada beton agregat kasar daur ulang sebesar 39868,1667 MPa dan beton agregat kasar normal sebesar 42431,6667 MPa. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, kuat lentur, lendutan, bambu pilin, lendutan, kuat tekan,modulus elastisitas.
PENGARUH RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) BERTULANGAN BAMBU Toruan, Andre Wirakusuma; Setyowulan, Desy; ,Devi Nurlinah, Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan mengedepankan subtitusi bahan alternatif terhadap balok beton, penelitian ini menggunakan agregat kasar daur ulang yang dipadukan dengan tulangan alternatif bambu yang dipilin. Dan untuk mendukung kekuatan dari bahan-bahan alternatif tersebut digunakan metode Self Compating Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri yang dapat mengisi setiap cela pada bekisting tanpa memerlukan alat pemadat pada umumnya. Dengan membuat benda uji balok berukuran 15 cm x 25 cm x 160 cm bertulangan bambu pilin. Dimana tulangan bambu yang digunakan terdiri dari 3 batang bambu yang masing-masing memiliki ukuran diameter 4 mm dan panjang 150 cm. Masing-masing benda uji digunakan variasi yaitu 100% agregat kasar daur ulang dan 100% agregat kasar normal. Pengujian yang dilakukan berupa uji tekan pada benda uji silinder dengan menggunakan ekstensometer serta uji lentur dan lendutan pada benda uji balok yang menggunakan LVDT. Sehingga didapatkan beban dan lendutan yang terjadi pada balok beton SCC bertulangan bambu dengan variasi material agregat kasar yang berbeda. Hasil penelitian yang didapatkan adalah substitusi agregat kasar daur ulang pada balok SCC berpengaruh terhadap kuat tekan silinder dan kuat lentur balok. Jika dibandingkan dengan benda uji SCC normal yang memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 27,39 MPa, kuat tekan benda uji SCC dengan agregat kasar daur ulang hanya memiliki rata-rata sebesar 21,96 MPa. Begitu pula dengan kuat lentur. Benda uji dengan material agregat kasar normal memiliki nilai rata-rata sebesar 2466,67 Kg, sedangkan benda uji agregat kasar daur ulang memiliki nilai rata-rata 2133,33 Kg. Lendutan yang terjadi pada balok SCC dengan agregat kasar normal adalah  sebesar 2,2 mm dan lendutan pada balok dengan material agregat kasar daur ulang adalah sebesar 1,95 mm. Ini dikarenakan balok SCC dengan agregat kasar normal memiliki fase plastis yang seiring dengan kemampuan balok dalam mengalami deformasi. Kata Kunci:Balok, kuat tekan, kuat lentur, lendutan, bambu pilin, agregat kasar daur ulang, dan SCC.
Co-Authors Abdillah, Hilmi Achfas Zacoeb Adi Julianto Adikasih, Prima Agoes Soehardjono M. D. Ahmad Badiuzzamani Al Raes, Sulaiman Andhareshi, Farly Andrew Laurence Andrina Prafika Ariani Anggara, Rizal Tri Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana Aprillinda, Sylvia Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Arwani, M Hamizan Najib Astuti, Kamiliyana Puteri Badiuzzamani, Ahmad Beto Edward Sufian Bria Seran, Rey David Chiquita, Theadeira Coritsa, Agatha Leonie Daniel Dandi Wicaksono Devarian, M Fajar Devi Nuralinah Devi Nuralinah Devi Nuralinah Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin Eva Arifi Eva Arifi, Devi Nuralinah, Fadhila Nur Azizah Fadly, Hendra Fanani, Yafriel Izza Farid, Muhammad Fathurrohman, Muhammad Fernando Julian Firdausy, Ananda Insan Gabrielle Pramesti Cahyaning Ramadhani Giovanni, Christoper Houston Hidayatullah, Billy Wijaya Ibady, Azka Fardany Ichlas Yusamal Septiawan Ihza Mahendra, Mochamad Gusti Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi, Indra Insani, Muhammad Hanif Iqbal, Faishal Iqbal, Muhammad Jiwanggono, Nicolas Aldo Juniarty, Elliana K, N V Karina Cahyaning Cahyaning Rosita Kartika Puspa Negara Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Krisnawan, Bagus Kristopher, Fredo Lilya Susanti Lilya Susanti M. Taufik Hidayat Melindasari, Elfira Ming Narto Wijaya Mohamed, Saker MUHAMMAD RIZKY Muhammad Rizky Ananda Mulifandi, Alfian Wildan Nur Rizqi, Mohammad Radja Nurfintasari, Ayu Febrianti Pahlawan, Darni Mulia Paramita, Riezka Prilly Pawitrama, Nyoman Iswarya Pradana, Egi Prasetyo, Faishal Dwi Prastumi Prastumi Prihanto, Aris Dwi Puspitasari, Isnana Putri Patricia Putri, Herawati Dewi Putri, Nanda Kartika Rahmayani, Indah Putri Ramadhania, Indah Zakia Retno Anggraini Retno Anggraini Revani, Winona Putri Ristinah Ristinah Rizky Pradita Sutrisno Roland Martin Simatupang Salsabila, Arna Satria Nugraha, Cosmas Yudha Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sephanie, Dendi Shella Amalia Ramadhani Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sucipto, Nugroho Adi Syafii, Yusuf Achmad Timur, Shella Kartika Toruan, Andre Wirakusuma Tyarpratama, Marsa Achadian Wicaksono, Armanda Wisnu Wisnumurti .