Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAJA Pahlawan, Darni Mulia; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recycled Coarse Aggregate atau Agregat daur ulang merupakan beton sisa atau bongkahan beton yang sudah tidak digunakan dari pekerjaan konstruksi atau pengujian-pengujian yang telah dilakukan. Penggunaan recycled coarse aggregate ini bertujuan untuk mengurangi atau menganti agregat normal alam yang biasa digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Dengan tingkat pembangunan yang sedang berkembang pesat di Indonesia, dikhawatirkan akan terjadi penambangan sumber daya alam secara besar-besaran. Disamping itu pula pemanfaatan agregat daur ulang ini juga belum begitu dimaksimalkan, sehingga bahan yang rusak ini hanya menjadi urugan atau dibuang begitu saja. Dampaknya dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah disekitarnya.Dalam penelitian ini variasi yang digunakan adalah substitusi 100% komposisi agregat kasar daur ulang terhadap agregat normal alam. Benda uji yang akan dibuat yaitu balok beton berukuran 15 cm x 25 cm x 160 cm. Balok mengunakan tulang utama 2Φ-12. Pengujian yang akan dilakukan yaitu uji kuat lentur, lendutan. Untuk silinder beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Semua benda uji dilakukan perawatan selama 14 hari dan dilakukan pengujian pada saat umur 28 hari.Hasil dari pengujian balok beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat daur ulang memiliki nilai yang lebih tinggi dalam menahan beban dibandingkan dengan beton agregat normal alam yaitu 1620 kgm banding 1575 kgm. Nilai lendutan yang terjadi pada balok beton agregat daur ulang yaitu 25,08 mm dan nilai lendutan balok beton normal yaitu 20,55 mm. Hasil dari pengujian kuat tekan silinder beton menunjukkan nilai kuat tekan aktual beton agregat daur ulang lebih tinggi dibandingkan beton agregat normal alam yaitu 29,78 MPa dan 26,23 MPa. Dengan nilai modulus elastisitas pada beton agregat daur ulang sebesar 56105,67 MPa dan beton agregat normal sebesar 35789,25 MPa. Kata Kunci : Recycled coarse aggregate, kuat lentur, kuat tekan, lendutan.  
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSED AGGREGATE (RCA) PADA UJI PULL OUT BAMBU PILIN DAN BAJA DENGAN BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC). Syafii, Yusuf Achmad; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Compating Concrete (SCC) atau beton yang dapat memadat sendiri adalah varian beton yang memiliki tingkat pengerjaan yang tinggi tetapi tidak memerlukan perlakuan khusus seperti beton normal. Pada umumnya Beton Normal memerlukan alat berupa vibrator untuk membantu proses pemadatan agar beton tidak mengalami segresi. Untuk mencegah hal terebut maka digunakanlah zat kimia bernama Superplasticizer. Pada penelitian ini pembuatan SCC digunakan untuk memanfaatkan potensi material agregat kasar daur ulang atau biasa disebut RCA (Recylcled Coarse Aggregate) dan juga tulangan berupa Bambu Pilin dengan dilakukanya Uji Pull Outatau sering disebut uji kuat lekat.. Agregat kasar daur ulang memiliki 80% kuat lekat dan 80% kuat tekan yang lebih rendah daripada agregat kasar alami. Sedangkan Tulangan bambu yang dipilin memiliki kekuatan tarik sebesar 60% lebih rendah daripada agregat kasar alami. Pada pengujian pull out bambu tegangan lekat tidak dapat diketahui karena tulangan terlebih dahulu mengalami kegagalan dan tidak terjadi keruntuhan cabut, tetapi hasil dari data didapatkan digunakan sebagai hasil uji Tarik bambu pilin dan dapat diketahui kuat Tarik tulangan bambu tersebut. Kata kunci: Pull Out, kuat lekat, bampu pilin, SCC, dan agregat daur ulang.
Analisis Perilaku Abutment dengan Wing Wall pada Jembatan dalam Menahan Beban Tumbukan (Collision) Akibat Gempa Juniarty, Elliana; Setyowulan, Desy; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seluruh beban yang bekerja pada struktur atas jembatan sebagian besar ditumpu oleh abutment. Saat terjadi gempa, beban yang ditahan abutment menjadi semakin besar. Banyak keruntuhan jembatan saat gempa akibat kegagalan abutment. Kegagalan abutment yang umunya terjadi saat gempa berupa keretakan pada abutment dan berpindahnya atau bergesernya abutment. Abutment yang direncanakan berupa dinding parapet dari abutment. Dinding parapet direncanakan memiliki wing wall dikedua sisinya. Studi analisis ini menggunakan program software ABAQUS CAE 6.11 student edition. Perilaku abutment yang akan dilihat dari hasil analisis ini berupa, tegangan-regangan, defleksi horizontal, pola retak dan momen lentur yang terjadi akibat beban gempa. Selain itu, hasil dari studi analisis ini akan dibandingkan dengan studi analisis abutment tanpa wing wall dan hasil studi eksperimental. Data material yang digunakan pada studi analisis ini merupakan data pendekatan terhadap hasil uji tekan beton dan true stress – true strain uji tarik studi eksperimental. Dari hasil perbandingan perilaku abutment dengan wing wall dan abutment tanpa wing wall dapat disimpulkan bahwa wing wall memberikan efek yang cukup signifikan. Adanya wing wall pada struktur abutment membuat abutment menjadi lebih kaku, sehingga defleksi horizontal yang terjadi lebih kecil daripada abutment tanpa wing wall. Tegangan yang terjadi pada abutment dengan wing wall lebih besar dengan nilai regangan lebih kecil dibandingkan dengan abutment tanpa wing wall. Keretakan terbesar yang terjadi tidak hanya pada badan abutment akan tetapi keretakan terbesar juga terjadi pada titik pertemuan wing wall dengan badan abutment.Beban yang bekerja pada studi analisis ini hanya berupa beban gempa dan beban gravitasi, maka dari itu diperlukannya penilitian lebih lanjut dengan adanya perhitungan dari aspek – aspek lain yang mempengaruhi abutment. Kata kunci: Abutment, ABAQUS, Beban tumbukan, wing wall.
Analisis Perilaku Abutment tanpa Wing Wall Pada Jembatan dalam Menahan Beban Tumbukan (Collision) akibat Gempa Ikhsan, Erika Ainun Zakinah; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan struktur bawah jembatan yang mempunyai peranan penting dari suatu jembatan karena beban-beban dari  struktur atas jembatan langsung ditumpu oleh abutment.  Saat terjadi gempa, beban yang ditahan abutment menjadi semakin besar. Salah satu keruntuhan abutment disebabkan karena adanya beban tumbukan dari gelagar atas jembatan akibat gempa. Untuk menghindari kejadian tersebut, dibutuhkannya studi analisis dengan adanya beban gempa yang akan terjadi. Studi analisis ini menggunakan program software ABAQUS CAE 6.14student edition. Perilaku abutment yang akan dilihat dari hasil analisis ini berupa, tegangan-regangan, defleksi horizontal, pola retak dan momen lentur yang terjadi akibat beban gempa. Selain itu, hasil dari studi analisis ini akan dibandingkan dengan studi analisis abutment tanpa wing wall dan hasil studi eksperimental. Data material yang digunakan pada studi analisis ini merupakan data pendekatan terhadap hasil uji tekan beton yangdilakukan di labolatorium dengan kurva hognestad serta parameter damage lainnya dan true stress – true strainuntuk uji tarik baja dari labolatorium. Tegangan yang terjadi pada dinding parapet dengan lebih besar dibandingkan nilai tegangan yang dilakukan di labolatorium. Keretakan terbesar pada saat mencapai kapasistas maksimum parapet wall yaitu pada beban 3,5 ton dengan defleksi 8 cm. Kata Kunci :Abutment, Parapet, Gempa, Tegangan, Regangan, Pola retak, Defleksi, Momen Lentur
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Adikasih, Prima; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material tidak ramah lingkungan karena menggunakan agregat kasar alami (NCA). Pengganti NCA agar tidak habis adalah agregat kasar daur ulang (RCA).Hasil pengujian agregat didapatkan mutu NCA lebih unggul daripada RCA. Drainase pada jalan di Indonesia belum berfungsi dengan baik. Sehingga dibutuhkan material baru, yaitu beton porous untuk mengatasinya. Namun, beton porous memiliki kuat tekan yang rendah. Sehingga, pada penelitian ini akan meneliti tentang penambahan glass fiber dan polypropylene fiber, sebesar 0,75% dan 1,5% terhadap berat semen, terhadap kuat tekan beton porous dengan menggunakan RCA sebagai solusi  masalah-masalah di atas. Uji yang dilakukan adalah uji agregat meliputi berat isi, berat jenis, dan penyerapan. Serta void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS 0,27. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan RCA mengurangi kuat tekan daripada NCA dan penambahan glass fiber meningkatkan kuat tekan beton dari 7,841 MPa hingga mencapai 8,382 MPa, serta penambahan polypropylene fiber menambah sifat getas pada beton. Selain itu, pada pengujian void ratio dan permeabilitas didapatkan semakin besar void ratio beton porous maka semakin rendah kuat tekannya dan semakin meningkat permeabilitasnya. Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR PELAT BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Giovanni, Christoper Houston; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat dari meningkatnya kegiatan perkerasan jalan membuat luas daerah serapan yang tertutupi oleh perkerasan juga meningkat dan mengakibatkan infrastruktur jalan di Indonesia mengalami kerusakan pada saat akumulasi air hujan melampaui kapasitas drainase yang masih belum berfungsi dengan baik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjadi solusi dari permasalahan ini adalah dengan menciptakan beton porous yang menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA) sebagai pemanfaatan limbah konstruksi agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Beton porous mampu mengalirkan air dengan mudah sehingga dapat mengurangi genangan air permukaan yang menyebabkan kerusakan jalan, akan tetapi beton porous bersifat getas dan menghasilkan kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan zat tambahan berupa glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5% dari berat semen terhadap kuat lentur pelat beton porous dengan menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA). Pengujian yang dilakukan adalah berat isi, berat jenis dan penyerapan, void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4  dengan nilai FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian didapatkan nilai P maksimum tertinggi yang mampu ditahan oleh pelat sebesar 13254,945 N yang terdapat pada variasi polypropylene fiber 0,75% dan RCA 0%. Penambahan glass fiber hanya dapat meningkatkan kuat lentur pelat beton porous sedangkan penambahan polypropylene fiber dapat meningkatkan kuat lentur pelat dan mengurangi sifat getas pada beton porous.   Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP RESPON LENTUR BALOK MEMAKAI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Fathurrohman, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang merupakan bagian dari komponen struktur utama dalam pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai penerima beban transversal. Pada dasarnya bahan utama dalam penggunaan beton adalah air, semen, agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu, bila perlu ditambahkan bahan campuran lain. Namun banyak inovasi-inovasi seiring berkembangnya pembangunan konstruksi dalam pemilihan bahan untuk pembuatan beton. Hasil penelitian didapatkan bahwa,kemampuan balok dalam menahan beban maksimum, terlihat signifikan pengaruhnya akibat peningkatan rasio tulangan. Pada balok dengan mutu (K-350) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,68%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) ke rasio tulangan maksimum (4,98%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 7,35%. Sedangkan untuk balok dengan mutu rencana beton (K-275) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,92%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) ke rasio tulangan maksimum (3,87%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 16,99%. Hasil yang sama didapatkan bahwa nilai kuat lentur maksimum dari tiap variasi semen yang digunakan terjadi pada balok dengan rasio tulangan maksimum. Kata kunci: Semen Slag, Kuat Lentur, Rasio Tulangan.
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Coritsa, Agatha Leonie; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah pencemaran limbah terutama pada permasalahan drainase untuk perkerasan jalan telah menjadi permasalahan yang umum di Indonesia.Mengaplikasikan beton porous dengan penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) dapat menjadi salah satu solusi permasalahan karena memiliki bahan yang dapat mengalirkan air maka tidak terjadi genangan yang dapat merusak perkerasan jalan serta dapat mengurangi jumlah pencemaran limbah. Penambahan glass fiber danpolypropylene fibersebesar 0.75% dan 1,5% terhadap berat semen diharapkan mampu meningkatkan nilai kuat lentur beton porous dan mengurangi sifat getas yang menjadi kelemahan dari beton porous. Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat lentur porous dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan sebelumnya dilakukan pengujian bahan dasar terlebih dahulu yang terdiri dari berat isi, berat jenis, penyerapan, void ratio, dan permeabilitas. Proporsi volume campuran semen dengan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian tertinggi didapatkan pada komposisi polypropylene fiber sebesar 1,5% pada bahan dasar agregat kasar alami (NCA) 100% yaitu sebesar 1,898 Mpa.
PENGARUH FAS DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP SLUMP BETON DENGAN VARIASI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Iqbal, Faishal; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalamsuatupekerjaaanpengecoranbeton, diperlukansebuahpengujiansebagaipenunjangapakahbeton yang dibuatakansesuaidengankenyataannya. Pengujian yang dilakukan salah satunyaadalahpengujianslumpbeton. Uji slumpbetonadalahpengujianuntukmengetahuiworkabilitybetondalam proses pengerjaannya. Keadaan di Indonesia saatinibanyaksisa – sisalimbah yang dapatdimanfaatkankembaliuntukkeperluanbahankonstruksi. Salah satuinovasi yang dikembangkanyaitu Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau semen slag. Pengunaan semen slag dalampencampuranbetondinilaiakanmenambahhasil yang maksimaldaribeton. Selainitu, diharapkan juga mempengaruhinilaislumpbetonpengadukan normal dan pengadukanselama 2 jam dengan semen slag menjadikanworkability-nyasemakintinggi. Pada penelitianiniterdapat 16 campuranbeton yang menggunakan semen slag sebagaisubstitusisebesar 0%, 10%, 40% dan 70%. Untukvariasi FAS dibuatduajenisvariasiyaitu 0,3 dan 0,4. Terdapatduajenismutu yang direncanakanyaitu K-350 dan K-275. Umur yang dibuatdalampengujiankuattekanterdapattigavariasiyaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. benda uji dalambentukbetonsilinderdengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Untukmasing-masingcampuranbeton yang menggunakankomposisi semen slag 0%, umur 7 hari, mutu K-350 dan FAS 0,3 terdapat lima buahsampel. Sehingga total benda uji sebanyak 240 buahuntukpengadukan normal dan 240 buahuntukpengadukan 2 jam.  Pada pengujianslumpbetondilakukandengankerucutAbram sebagaiwadahadukanbetondiuji. Tiapcampurandiujislumpsebanyaksatukali.Untuk uji kuattekanbetonmenggunakanmesin uji tekansebagaipembacaanbesarankuattekan. Data yang diperolehantara lain nilaislump dan kuattekanbeton.Kata Kunci : Semen Slag, Rasio Semen Slag, Faktor Air Semen, Slump, Workability.
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN BERAT VOLUME MORTAR Aprillinda, Sylvia; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi-teknologi baru di bidang konstruksi cenderung berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah pada material konstruksi dimana bermunculan inovasi-inovasi baru yang diharapkan dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien di dunia teknik sipil. Bahan-bahan material konstruksi yang merupakan hasil dari inovasi-inovasi diharapkan dapat memberikan nilai yang ekonomis, ramah lingkungan,  dan memiliki kekuatan yang tinggi. Pada penelitian ini bahan yang digunakan pada campuran mortar adalah semen slag yaitu ground granulated blast furnace slag (GGBFS) yang dimana merupakan hasil dari limbah pabrik baja yang diolah kembali menjadi semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh komposisi semen slag dan rasio semen agregat terhadap modulus elastisitas dan berat volume mortar. Penelitian ini memiliki 3 variasi rasio semen agregat yaitu 1:3:0,3; 1:4:033 dan 1:5:0,35. Semen yang digunakan adalah ordinary portland cement (OPC) dan ground granulated blast furnace slag (GGBFS) dengan variasi komposisi semen slag 0%; 10%; 40% dan 70%. Sampel yang digunakan adalah kubus dengan ukuran tiap sisinya sepanjang 10 cm. Uji berat volume dan modulus elastistisitas dilakukan ketika mortar berumur 7 hari, 28 hari dan 56 hari.Berdasarkan hasil pengujian berat volume variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap berat volume kubus mortar. Hasil analisis statistik dengan uji analisis ragam dua arah menghasilkan bahwa variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap berat volume mortar. Hasil analisis statistik dengan uji analisis ragam dua arah menghasilkan bahwa variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap modulus elastisitas mortar. Kata Kunci: mortar, berat volume, modulus elastisitas, semen slag
Co-Authors Abdillah, Hilmi Achfas Zacoeb Adi Julianto Adikasih, Prima Agoes Soehardjono M. D. Ahmad Badiuzzamani Al Raes, Sulaiman Andhareshi, Farly Andrew Laurence Andrina Prafika Ariani Anggara, Rizal Tri Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana Aprillinda, Sylvia Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Arwani, M Hamizan Najib Astuti, Kamiliyana Puteri Badiuzzamani, Ahmad Beto Edward Sufian Bria Seran, Rey David Chiquita, Theadeira Coritsa, Agatha Leonie Daniel Dandi Wicaksono Devarian, M Fajar Devi Nuralinah Devi Nuralinah Devi Nuralinah Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin Eva Arifi Eva Arifi, Devi Nuralinah, Fadhila Nur Azizah Fadly, Hendra Fanani, Yafriel Izza Farid, Muhammad Fathurrohman, Muhammad Fernando Julian Firdausy, Ananda Insan Gabrielle Pramesti Cahyaning Ramadhani Giovanni, Christoper Houston Hidayatullah, Billy Wijaya Ibady, Azka Fardany Ichlas Yusamal Septiawan Ihza Mahendra, Mochamad Gusti Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi, Indra Insani, Muhammad Hanif Iqbal, Faishal Iqbal, Muhammad Jiwanggono, Nicolas Aldo Juniarty, Elliana K, N V Karina Cahyaning Cahyaning Rosita Kartika Puspa Negara Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Krisnawan, Bagus Kristopher, Fredo Lilya Susanti Lilya Susanti M. Taufik Hidayat Melindasari, Elfira Ming Narto Wijaya Mohamed, Saker MUHAMMAD RIZKY Muhammad Rizky Ananda Mulifandi, Alfian Wildan Nur Rizqi, Mohammad Radja Nurfintasari, Ayu Febrianti Pahlawan, Darni Mulia Paramita, Riezka Prilly Pawitrama, Nyoman Iswarya Pradana, Egi Prasetyo, Faishal Dwi Prastumi Prastumi Prihanto, Aris Dwi Puspitasari, Isnana Putri Patricia Putri, Herawati Dewi Putri, Nanda Kartika Rahmayani, Indah Putri Ramadhania, Indah Zakia Retno Anggraini Retno Anggraini Revani, Winona Putri Ristinah Ristinah Rizky Pradita Sutrisno Roland Martin Simatupang Salsabila, Arna Satria Nugraha, Cosmas Yudha Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sephanie, Dendi Shella Amalia Ramadhani Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sucipto, Nugroho Adi Syafii, Yusuf Achmad Timur, Shella Kartika Toruan, Andre Wirakusuma Tyarpratama, Marsa Achadian Wicaksono, Armanda Wisnu Wisnumurti .