Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ANALISIS PERILAKU SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA COLD – FORMED C DOUBLE (BERHADAPAN) TERHADAP VARIASI JUMLAH SAMBUNGAN SEKRUP Adi Julianto; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu material yang dapat meningkatkan efektivitas pada ketahanan bangunan serta penekanan dalam biaya konstruksi pada era saat ini ialah material baja cold-formed. Di Indonesia, membutuhkan bangunan yang memiliki ketahanan ataupun kekuatan bangunan yang tinggi. Sehingga, bangunan yang terdiri dari dua elemen struktur utama yaitu balok dan kolom dapat menggunakan material dari baja cold-formed. Pada penelitian ini untuk mengetahui perilaku kekuatan serta kapasitas beban maksimum pada struktur sambungan balok-kolom, dapat dilakukan pemodelan benda uji sambungan pada balok-kolom dengan variasi jumlah sekrup melalui software ABAQUS. Penggunaan baja cold-formed dengan menggunakan sambungan sekrup perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 mutu G550 dengan panjang pada balok yaitu 1000 mm dan kolom 500 mm. Profil ini akan disusun secara berhadapan (Toe to Toe) membentuk box yang disambung menggunakan sekrup SDS 12x20. Tumpuan yang dipakai pada kolom yaitu jepit-jepit dan pada balok yaitu ujung bebas. Variasi jumlah sekrup yang dipakai ialah variasi 8 sekrup dan variasi 4 sekrup. Sehingga, dilakukan perbandingan perilaku sambungan balok-kolom berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Didapatkan hasil kapasitas beban maksimum yang diampu pada struktur balok-kolom berdasarkan analisa SNI 7971:2013 dan software ABAQUS mencapai 45,56% untuk variasi 8 sekrup dan 5,14% untuk variasi 4 sekrup. Semakin banyaknya jumlah sekrup pada sambungan akan semakin kuat dan besar kapasitas beban yang akan diterima pada struktur sambungan tersebut. Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Sambungan Balok-Kolom, Software ABAQUS, Variasi Jumlah Sekrup.
Studi Analisis Perilaku Baja Cold-Formed pada Sambungan Balok Kanal Ganda (I) dan Kolom Kanal Ganda (Berhadapan) dengan Variasi Jumlah Sekrup Beto Edward Sufian; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi, penggunaan baja cold-formed digunakan dalam berbagai bentuk profil. Umumnya, baja cold-formed digunakan untuk rangka atap, rangka plafon, dan juga struktur baja untuk bangunan bertingkat rendah. Penggunaan baja cold-formed dalam struktur bangunan bertingkat rendah berpengaruh secara signifikan pada kekuatan, keamanan, dan ketahanan bangunan, serta dapat memberikan manfaat ekonomis dan lingkungan. Salah satu aspek yang mempengaruhi kekuatan dari struktur baja cold-formed adalah pemilihan sambungan yang digunakan pada struktur balok-kolom. Oleh karena itu, untuk mengetahui kekuatan dari sambungan yang digunakan, dilakukan perhitungan analisis. Perhitungan yang akan digunakan adalah perhitungan secara manual dan perhitungan analisis dengan bantuan software ABAQUS Student Edition. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap struktur balok-kolom yang menggunakan profil baja cold-formed yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75 mm. Profil yang digunakan pada balok adalah profil kanal ganda berhadapan (toe to toe), sedangkan untuk profil pada kolom adalah profil kanal ganda berkebalikan (back to back). Terdapat dua variasi jumlah sekrup yang akan diuji yaitu variasi 4 sekrup dan variasi 8 sekrup. Dikarenakan belum adanya data stress-strain dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan pendefinisian nilai stress-strain menurut literatur yang ada. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengaruh variasi jumlah sekrup terhadap kapasitas beban maksimum, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, nilai lendutan, dan pola keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok-kolom dengan variasi 8 sekrup lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Selain itu, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, dan nilai lendutan yang terjadi pada variasi 8 sekrup juga lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Namun, pola keruntuhan yang terjadi pada kedua variasi sekrup memiliki kesamaan yaitu terjadinya tekuk lokal pada balok dan kolom, keruntuhan jungkit (tilting) pada sekrup, dan keruntuhan sobek pada pelat sambung. Kata kunci : Baja Cold-Formed, Struktur Balok-Kolom, Variasi Jumlah Sekrup, Software ABAQUS Student Edition.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Jarak Antar Sambungan Sekrup Pada Baja Cold-Formed Tipe Double C Berhadapan Sebagai Struktur Balok Komposit Berongga Terhadap Kapasitas Lentur dan Lendutan Shella Amalia Ramadhani; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan inovasi penggunaan baja cold-formed meningkat seiring dengan perkembangan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan material yang ramah lingkungan, praktis, serta ekonomis. Material ini selain dapat didaur ulang, praktis, ringan, dan tahan lama, juga memiliki kekurangan yaitu ketebalan profil yang tipis sehingga rawan terjadinya tekuk. Pengembangan penelitian terkait inovasi baja cold-formed juga berkembang hingga penggabungan material baja cold-formed dengan material lain sebagai struktur utama seperti balok komposit. Pada penelitian ini dilakukan studi eksperimental terkait balok komposit baja cold-formed dengan material beton yang juga terdapat rongga sehingga dapat mengurangi berat dari balok tersebut. Benda uji penelitian ini menggunakan beton normal dan profil double canal C80.30.9 dengan tebal profil 0,75mm dengan menggunakan sambungan sekrup SDS 12x20 dengan variasi jarak sambungan sekrup 150mm dan 300mm yang selanjutnya dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok dengan satu titik pembebanan di tengah bentang. Selain dilakukan uji lentur juga dilakukan pengujian tekan untuk mengetahui kuat tekan beton, dan uji tarik untuk mengetahui tegangan leleh baja cold-formed. Analisis data yang dilakukan terkait nilai lendutan, besar beban maksimum, dan kapasitas lentur yang dihasilkan. Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan bahwa semakin rapat jarak antar sambungan sekrup pada baja cold-formed, nilai lendutan yang terjadi seamkin kecil dan kapasitas lentur yang dihasilkan semakin besar. Nilai lendutan terkecil terjadi pada benda uji balok dengan jarak sekrup 150mm dan memiliki kapasitas lentur yang terbesar. Kata kunci : Baja cold-formed, Balok komposit, Sambungan sekrup, Uji lentur
STUDI ANALISIS PENGARUH INTERMEDIATE STIFFENERS TERHADAP PERILAKU BALOK BAJA COLD-FORMED PROFIL C SINGLE Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas ketahanan bangunan dan mendukung metode konstruksi yang berkelanjutan adalah dengan menggunakan baja cold-formed. Di Indonesia, diperlukan bangunan yang memiliki ketahanan dan kekuatan bangunan yang tinggi. Oleh karena itu, material baja cold-formed dapat digunakan untuk elemen struktur utama, seperti balok. Dalam penelitian ini, dilakukan pemodelan struktur balok dengan pengaruh intermediate stiffeners menggunakan software ABAQUS, untuk memahami perilaku kekuatan dan kapasitas beban maksimum. Penggunaan sambungan pada intermediate stiffeners pada baja cold-formed perlu diteliti lebih lanjut. Pada penelitian ini, digunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 dengan mutu G550 dan panjang balok 1000 mm. Tumpuan yang digunakan pada kolom adalah sendi dan roll. Beberapa variasi pemodelan intermediate stiffeners yang digunakan adalah Model 1 (tanpa pengaku), Model 2 (pengaku tepi web), Model 3 (pengaku tengah), dan Model 4 (Intermediate Stiffeners). Perilaku struktur balok kemudian dibandingkan berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok adalah 4,24% untuk Model 1, 4,64% untuk Model 2, 4,65% untuk Model 3, dan 4,26% untuk Model 4. Penggunaan intermediate stiffeners pada struktur balok akan meningkatkan kekuatan dan kapasitas beban yang dapat diterima oleh struktur tersebut. Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Struktur Balok, Software ABAQUS, Intermediate Stiffeners.
Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene Pada Limbah Masker Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, dan Poisson Ratio Beton Normal Gabrielle Pramesti Cahyaning Ramadhani; Devi Nuralinah; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menetapkan beberapa peraturan baru seperti PSBB dan wajibnya penggunaan masker. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan limbah masker yang tidak dikelola dengan baik. Limbah masker sulit terurai karena mengandung polypropylene. Polypropylene merupakan sebuah polimer termo plastik yang biasa digunakan dalam industri tekstil, alat pengemasan, bahkan sampai alat laboratorium. Karena sifatnya yang mirip seperti plastik, polypropylene diinovasikan sebagai bahan tambah dalam campuran beton dan tertuang dalam ACI Commite 522 1982. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penambahan serat polypropylene pada limbah masker terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan poisson ratio beton normal serta untuk mengurangi banyaknya tumpukan limbah masker. Adapun studi ini menujukkan bahwa rata-rata kuat tekan beton tertinggi adalah pada penambahan serat 1% dari total volume beton yaitu 21,617 Mpa, bertambah sekitar 25,91% dari beton normal tanpa serat. Begitupun kuat tarik belahnya maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 5,404 Mpa, bertambah sekitar 25,90% dari beton normal. Modulus elastisitas juga demikian, maksimum pada penambahan 1% dari total volume beton yaitu 21852,089 Mpa bertambah sebesar 13,94% dari beton normal. Namun, untuk nilai rata-rata poisson ratio masih berkisar antara 0,1-0,3 yaitu berada dalam kisaran nilai poisson ratio beton normal.Kata Kunci : Serat Polypropylene Pada Limbah Masker, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Modulus Elastisitas, Poisson Ratio
STUDI ANALISIS STRUKTUR BALOK KOMPOSIT BERONGGA MENGGUNAKAN BAJA COLD-FORMED TIPE DOUBLE C BERHADAPAN DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP TERHADAP KAPASITAS LENTUR Fadhila Nur Azizah; Desy Setyowulan; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia saat ini sangatlah pesat, dimana pemerataan pembangunan telah dilakukan diberbagai kota. Untuk itu pembangunan di Indonesia memerlukan berbagai macam inovasi seperti dari material yang digunakan. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki baja cold-formed seperti tipis, ringan, dan kuat dinilai efektif sebagai inovasi baru dalam komponen struktur utama seperti struktur balok dan kolom. Contohnya apabila ditambahkannya baja cold formed pada beton berongga sebagai suatu kesatuan struktur komposit, dimana profil baja cold formed akan mengisi lubang yang ada pada beton. Dalam penelitian ini digunakan baja cold-formed profil double C C80x30x9x0,75 berhadapan (toe to toe) membentuk box menggunakan bantuan sambungan sekrup SDS 12x20 yang dikompositkan menjadi struktur balok dengan beton berongga, dimana beton akan menyelimuti baja cold-formed. Digunakan variasi jarak sambungan 150 mm dan 300 mm. Pengujian dilakukan dengan cara bending test dimana diletakkan beban di satu titik ditengah bentang dengan menaikkan beban secara bertahap hingga mengalami kegagalan atau tidak dapat menerima beban lagi. Didapatkan hasil bahwa variasi jarak sambungan 150 mm memiliki kapasitas beban paling besar dibandingkan variasi lainnya. Kemudian jika ditinjau pada beban yang sama, diketahui bahwa variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki lendutan paling kecil diantara dua variasi tersebut. Selanjutnya kapasitas lentur pada variasi jarak sambungan sekrup 150 mm memiliki nilai paling besar diantara dua variasi tersebut. Kata kunci : Struktur Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, software ABAQUS, Kapasitas Lentur
STUDI ANALISIS KAPASITAS LENTUR STRUKTUR BALOK KOMPOSIT BERONGGA DENGAN VARIASI JARAK SAMBUNGAN SEKRUP PADA BAJA COLD-FORMED GANDA KANAL C BERHADAPAN Ichlas Yusamal Septiawan; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan beton untuk konstruksi sudah banyak berkembang. Hal yang telah dikembangkan seperti pengurangan berat dan volume dari beton dengan cara memberikan rongga atau lubang pada penampang beton. Akan tetapi, dengan mengurangi volume beton dapat berakibat berkurangnya kekuatan pada struktur tersebut. Sehingga digunakan beton komposit dengan bantuan baja cold-formed sebagai material pendukung dalam menahan beban dikarenakan baja cold-formed adalah salah satu bahan konstruksi yang berkualitas tinggi, ekonomis dan relatif ringan. Pada penelitian ini menggunakan material profil baja cold-formed kanal ganda C 80x30x9x0,75 berhadapan (toe to toe) dan beton dengan mutu f’c 24,28 sebagai bahan uji. Benda uji tersebut akan dimodelkan menggunakan software ABAQUS, dimana akan didapatkan nilai kuat lentur, lenduta dan beban maksimal struktur balok komposit berongga. Profil ganda kanal C berhadapan disambung menggunakan sambungan sekrup SDS dengan variasi jarak sambungan 150 mm dan 300 mm. Didapatkan hasil bahwa variasi jarak sambungan 150 mm memiliki kapasitas beban dan kapasitas lentur paling besar dibandingkan variasi lainnya, namun pada beban yang sama memiliki lendutan paling kecil Kata Kunci : Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Jarak Sambungan Sekrup, software ABAQUS, Kapasitas Lentur
Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan Pengaku Dinding Geser (Shear Wall) Menggunakan Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) Fernando Julian; Ari Wibowo; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geografis Indonesia yang berada pada lintasan cincing api (the ring of fire) membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan akan bencana alam gempa bumi. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi perkembangan konstruksi bangunan yang memiliki variasi bentuk yang kompleks (irregular) di Indonesia. Pada umumnya, bangunan irregular memiliki perilaku yang berbeda terhadap beban gempa. Kondisi ini disebabkan karena adanya gaya torsi/puntir yang terjadi akibat perbedaan pusat massa dengan pusat kekakuan (eksentrisitas). Dengan adanya gaya torsi, bangunan perlu direncanakan secara berbeda dibandingkan dengan bangunan sederhana lainnya. Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk melihat perilaku bangunan irregular terhadap beban gempa adalah metode direct displacement based design (DDBD). Untuk mengaplikasikan prinsip pada metode DDBD, digunakan analisis pushover pada SAP2000. Pada analisis yang dilakukan, bangunan akan ditinjau pada aspek kekuatan dan perilaku bangunan sebelum dan setelah diberikan perkuatan pengaku dinding geser dengan 3 alternatif konfigurasi perletakan dinding geser. Dilihat dari simpangan lantai atap pada setiap konfigurasi, peningkatan yang terjadi mulai dari 86% - 91%. Selain itu, gaya geser dasar yang dapat diterima oleh bangunan juga mengalami peningkatan. Namun dari segi performance level, ketiga konfigurasi tidak memberikan peningkatan dikarenakan struktur sudah terlebih dahulu memiliki performance level immediate occupancy (IO). Semua konfigurasi perkuatan dinding geser juga dapat dikatakan sebagai struktur yang aman dikarenakan sudah memenuhi simpangan izin antar lantai yang tercantum pada SNI 1726:2019. Kata Kunci: Bangunan Irregular, Eksentrisitas, Dinding Geser, Metode Direct Displacement Based Design (DDBD), Analisis Pushover
Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polyesteryne dalam Bentuk Lateks Butiran pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang dengan Metode Non Destruktif Test Daniel Dandi Wicaksono; Indra Waluyohadi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daniel Dandi Wicaksono, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Juli 2023, Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystryne Dalam Bentuk Lateks Butiran Pada Beton Terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Dengan Metode Non-Destructive Test, Dosen Pembimbing : Indra Waluyohadi dan Desy Setyowulan Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka produksi limbah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk semakin bertambah. Salah satu limbah yang banyak ditemui adalah limbah Styrofoam. Seiring dengan perdambahan penduduk pula, kebutuhan untuk membangun infrastruktur guna menunjang aktivitas masyarakat juga meningkat. Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Styrofoam atau Expanded Polystyrene yang jika dilarutkan dengan bensin akan menghasilkan lateks. Lateks sintetis adalah polimer karet yang dibuat secara sintetis melalui proses kimia dan bersifat elastis, memiliki kekuatan yang baik, dan memiliki kestabilan kimia yang baik terhadap air, asam, basa, dan elemen-elemen lain. Beton yang sudah dimodifikasi dengan penambahan lateks fabrikasi disebut Latex Modified Concrete (LMC). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan lateks yang berasal dari limbah Styrofoam terhadap kuat tekan dan kecepatan rambat gelombang pada beton. Adapun stelah dilakukan pengujian terhadap benda uji dengan variasi kadar lateks 0%, 5%, 10%, 15%, menggunakan hammer test dan UPV test, didapatkan kuat tekan beton dan kecepatan rambat gelombang pada beton berukurang seiring dengan penambahan lateks polistirena. Kata kunci: lateks polistirena, kuat tekan beton, kecepatan rambat gelombang
Pengaruh Penambahan Olahan Limbah Expanded Polystyrene dalam Bentuk Lateks Cair pada Beton terhadap Kuat Tekan Beton dan Cepat Rambat Gelombang Beton dengan Metode Non-Destructive Test Andrina Prafika Ariani; Indra Waluyohadi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam menyumbang salah satu penyebab permasalahan lingkungan paling mengkhawatirkan dewasa ini karena berbahaya bagi lingkungan dan juga manusia. Styrofoam sendiri merupakan merek dagang produk yang disebut dengan EPS atau Expanded Polystyrene. EPS yang dilarutkan pada bensin akan menjadi sebuah lateks yang sering disebut dengan lateks polistirena. Inovasi penambahan lateks pada beton sudah dilakukan yang biasa disebut dengan Latex Modified Concrete (LMC). LMC menggunakan Styrene Butadiene Latex, namun pada penelitian ini SBR Latex disubtitusi dengan lateks polistirena dalam upaya mengurangi limbah EPS. Penelitian ini memiliki target untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks polistirena pada kualitas beton dan kadar optimum yang dapat memberikan kualitas paling baik pada beton. Lateks polistirena dibuat dengan melelehkan EPS dan bensin dengan perbandingan 1 gr EPS : 2 ml bensin. Terdapat 4 variasi benda uji dengan kadar lateks 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan masing variasi berjumlah tiga benda uji. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan dimensi 15x15x15 cm untuk memudahkan pengujian NDT. Hasil dari pengujian Hammer Test, UPV, Compression Test, dan perhitungan dengan metode SONREB disimpulkan bahwa kualitas beton menurun berbanding lurus dengan meningkatnya kadar lateks pada beton. Tidak didapat kadar optimum lateks pada beton karena penambahan lateks akan mengurangi kualitas beton. Kata kunci : Beton, Lateks Cair, Kuat Tekan, Cepat Rambat, Non-Destructive Test
Co-Authors Abdillah, Hilmi Achfas Zacoeb Adi Julianto Adikasih, Prima Agoes Soehardjono M. D. Ahmad Badiuzzamani Al Raes, Sulaiman Andhareshi, Farly Andrew Laurence Andrina Prafika Ariani Anggara, Rizal Tri Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana Aprillinda, Sylvia Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Arwani, M Hamizan Najib Astuti, Kamiliyana Puteri Badiuzzamani, Ahmad Beto Edward Sufian Bria Seran, Rey David Chiquita, Theadeira Coritsa, Agatha Leonie Daniel Dandi Wicaksono Devarian, M Fajar Devi Nuralinah Devi Nuralinah Devi Nuralinah Dhiya Ulhaq Al Hanif Muhsin Eva Arifi Eva Arifi, Devi Nuralinah, Fadhila Nur Azizah Fadly, Hendra Fanani, Yafriel Izza Farid, Muhammad Fathurrohman, Muhammad Fernando Julian Firdausy, Ananda Insan Gabrielle Pramesti Cahyaning Ramadhani Giovanni, Christoper Houston Hidayatullah, Billy Wijaya Ibady, Azka Fardany Ichlas Yusamal Septiawan Ihza Mahendra, Mochamad Gusti Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi, Indra Insani, Muhammad Hanif Iqbal, Faishal Iqbal, Muhammad Jiwanggono, Nicolas Aldo Juniarty, Elliana K, N V Karina Cahyaning Cahyaning Rosita Kartika Puspa Negara Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Krisnawan, Bagus Kristopher, Fredo Lilya Susanti Lilya Susanti M. Taufik Hidayat Melindasari, Elfira Ming Narto Wijaya Mohamed, Saker MUHAMMAD RIZKY Muhammad Rizky Ananda Mulifandi, Alfian Wildan Nur Rizqi, Mohammad Radja Nurfintasari, Ayu Febrianti Pahlawan, Darni Mulia Paramita, Riezka Prilly Pawitrama, Nyoman Iswarya Pradana, Egi Prasetyo, Faishal Dwi Prastumi Prastumi Prihanto, Aris Dwi Puspitasari, Isnana Putri Patricia Putri, Herawati Dewi Putri, Nanda Kartika Rahmayani, Indah Putri Ramadhania, Indah Zakia Retno Anggraini Retno Anggraini Revani, Winona Putri Ristinah Ristinah Rizky Pradita Sutrisno Roland Martin Simatupang Salsabila, Arna Satria Nugraha, Cosmas Yudha Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sephanie, Dendi Shella Amalia Ramadhani Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sucipto, Nugroho Adi Syafii, Yusuf Achmad Timur, Shella Kartika Toruan, Andre Wirakusuma Tyarpratama, Marsa Achadian Wicaksono, Armanda Wisnu Wisnumurti .