Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FACTORS AFFECTING THE COMMUNITY IN CONSUMING SPICERY PRODUCTS (JAMU) POST-PANDEMIC Melyana Febryantari Wardana; Nikmatul Khoiriyah; Titis Surya Maha Rianti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 23 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2023.023.1.2

Abstract

Spicery products (jamu) can boost the body's immune system because of their properties. It causes the demand for herbal medicine to increase during the pandemic. The study aimed to analyze the factors influencing the public to consume post-pandemic spicery products (jamu). Researchers conducted research in the city of Malang. The sample was selected using the convenience sampling method with 100 respondents. This type of data uses primary data obtained from questionnaires. The questionnaire was assessed using a likert score and then analyzed using multiple linear regression. The results obtained, the value of Adjusted R Square (R2) is 88.5%, then all variables can explain the influence on consumption decisions on spicery products (jamu). Factors that have a significant effect include income (x1), social class (x3), motivation (x5), location (x8), time (x9), scent (x12), texture (x13), and price (x14). In contrast, the factors that have no significant effect include work variables (x2), tradition (x4), perception (x6), health (x7), shape (x10), and taste (x11). Knowing these factors will produce recommendations for producers to increase their sales, especially in implementing product marketing strategies.
Pendampingan Pelaku Ekonomi Kreatif Makanan Siap Saji Berbasis Singkong Di Desa Gading Kembar Kec. Jabung, Kab. Malang Masyhuri Machfudz; Titis Surya Maha Rianti; Umi Nadhiroh
Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks "SOLIDITAS" Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v6i1.4421

Abstract

Tujuan program pengabdian ini adalah untuk memunculkan potensi produksi singkong menjadi suatu produk olahan dan bentuk deversifikasi produk yang ada di Desa Gading Kembar. Selain itu dengan kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan sedini mungkin calon wirausaha, menawarkan ‘solusi’ permasaalah umum yang esensi dan pemasaran produk. Metode yang dipakai dalam melaksanakan program pengabdian ini adalah program aksi (action) yang mengedepankan kesepakatan (agreement) berbasis FGD. Mekanisme pelaksanan pengabdian melalui ceramah dan praktek baik aspek produksi maupun pemasaran. Hasil program pengabdian menunjukkan bahwa (1) kepakatan (agreement) pemebrdayaan singkong guna memunculkan konsep terinpirasi one village on product, berupa mocaf. Disamping telah ada sebelumnya berupa kripik singkong; (2) upaya  memunculkan sedini mungkin kelompok calon wirausaha baru (start-up) singkong sebagai komoditas yang mempunyai nilai daya gengsi (prestisius); (3) optimalisasi kemajuan teknologi untuk pemasaran manual dan on-line sebagai aktualisasi dari pengabdian yang menjadikan tawaran solusi dalam pemasaran produk, dan (4) ’solusi’ pada masyarakat umum adalah kelangkaan pupuk yang ini menjadi bahan pengabdian dimasa yang datang. Saran yang disampaikan ada 3 (tiga), yaitu (1) kemitraan telah terbangun pada kelompok ibu-ibu PKK, pelaku UMKM dan gabungan kelompok tani (GAPOTAN) perlu dipertahankan; (2)  inptek yang diintruduksikan berupa mocaf sebagai penambahan pada deversifikasi pada konsep ‘on village one product’ di Desa gading Kembar; dan (3) diharapkan pada program ini ada keberlanjutan yang akan dilakukan program pengabdian yang berkesinambungan khususnya berkaitan dengan solusi tawaran berupa kelangkaan pupuk sebagai kebutuhan petani produsen dalam berusahatani.
Analisis Risiko Harga dan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Kabupaten Kediri Titis Surya Maha Rianti; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 3 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v3i2.8671

Abstract

Given the highly volatile commodity prices, growing cayenne pepper is a risky business. The study aims to determine the level of price and income risk of cayenne pepper farming in Kediri Regency. The research location was determined purposively, namely in Pagu Village, Pagu District, Kediri. The sampling technique was carried out by sample random sampling method with a total sample of 64 respondents. The data analysis method used to determine the level of risk is by determining the value of the coefficient of variation (CV). Based on the results of the analysis, it is known that the level of price and income risk at the research location is high with a CV value of more than 0.5. To anticipate price and income risks, farmers can use alternative combinations of inputs that minimize costs and establish a partnership system in marketing crop products. Thus farmers can do farming more safely and securely from farming risk.
Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Susu Sebagai Upaya Pemenuhan Gizi Selama Terjadi Wabah PMK Vicy Wahyu Putra; Titis Surya Maha Rianti; Dwi Susilowati
Media Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v7i1.3310

Abstract

Keberadaan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat masyarakat takut untuk mengkonsumsi daging dan susu hewan ternak. Tingkat konsumsi susu saat ini sedang mengalami penurunan. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih untuk tidak mengkonsumsi susu selama terjadi wabah PMK, karena masyarakat beranggapan bahwa itu dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui preferensi masyarakat terhadap pembeli susu selama terjadi wabah PMK. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang. Metode pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling diperoleh 100 responden. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis konjoin. Hasil yang diperoleh pada dari penelitian ini yaitu Masyarakat masih prefer terhadap pembelian susu selama terjadi wabah PMK. Preferensi masyarakat dalam pembelian susu selama terjadi wabah PMK adalah masyarakat lebih menyukai produk susu dengan jenis susu UHT, memiliki rasa pisang, menggunakan kemasan karton, memiliki kandungan lemak no fat, bersedia membeli dengan harga 15.000/liter, dan berlabel SNI.
Tingkat Risiko Pendapatan dan Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Tebu Keprasan Saputro, Arief Joko; Rianti, Titis Surya Maha
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): Februari, 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v20i1.29811

Abstract

This research aims to (1) analyze the factors that influence Keprasan sugar cane farming income as well as; (2) the level of risk of income and costs in Keprasan sugar cane farming. The data analysis method used is multiple linear regression with the Cobb-Douglass function model approach and coefficient of variation (CV) analysis. Factors significantly influencing Keprasan sugar cane farming income include production variables, P fertilizer, K fertilizer, and pesticides. The income risk faced by farmers is based on the CV calculation results, the CV value is 0.97, which means the opportunity for losses that sugar cane farmers must bear is 0.97 IDR/Ha. The CV value of 0.97 indicates the criteria are more than 0.5 and the L value is less than 0, which means that the risk of sugarcane farming income is categorized as a high-risk farming business.
Kesediaan Membayar Masyarakat terhadap Pembelian Beras Merah di Kota Malang Rianti, Titis Surya Maha; Rohyana, Imalatul; Saputro, Arief Joko
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 4 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v4i2.11184

Abstract

Beras merah memiliki manfaat yang sangat banyak bahkan dikenal sebagai pangan sumber karbohidrat yang rendah kalori, namun masyarakat belum tentu bersedia membeli beras yang lebih mahal dari beras yang umum dikonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesediaan membayar (Willingness to Pay) maksimum masyarakat terhadap pembelian beras merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang dengan jumlah sampel 80 responden yang diambil menggunakan metode Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan mulai bulan September sampai bulan Desember 2023. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 80 responden ada sebanyak 48 orang bersedia untuk membayar kenaikan harga beras merah. Mayoritas responden yang bersedia membayar kenaikan harga  beras merah sebesar Rp1.000 menjadi  Rp19.500 dan rata-rata nilai WTP (EWTP) yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian  sebesar Rp19.950 yang berarti harga maksimal yang bersedia dibayarkan oleh konsumen naik sebesar 7,84% dari harga awal, Rp18.500. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pemerintah dan produsen beras merah dalam menentukan kebijakan harga beras merah yang lebih sesuai dengan keinginan atau kesediaan masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI MASYARAKAT MENGONSUMSI SUSU SELAMA WABAH PMK Putra, Vicy Wahyu; Rianti, Titis Surya Maha; Susilowati, Dwi
Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jase.v4i2.19976

Abstract

Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan seharihari dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor yang berasal dari diri konsumen maupun dari luar konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap pembelian susu sebagai upaya pemenuhan gizi selama terjadi wabah PMK. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi logistik. Hasil yang diperoleh pada dari penelitian ini yaitu Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi masyarakat dalam mengkonsumsi susu selama terjadi wabah PMK adalah variabel rasa (X6), kualitas (X7), kebutuhan (X8), dan harga (X11). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah variabel pendapatan (X1), gaya hidup (X2), kelas sosial (X3), persepsi (X4), motivasi (X5), pengalaman (X9), manfaat (X10). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi atau wawasan terhadap produsen susu untuk penerapan strategi pemasaran pada saat terjadi wabah-wabah lain kedepannya. Sehingga produsen akan siap untuk menghadapi hal tersebut.
Fasilitasi UMKM go digital melalui jasa konsultasi dan inovasi digital marketing Rianti, Titis Surya Maha; Putri, Nabilla Ardiyan; Mudawamah, Siti Rohmatul; Rafli; Firdaus, Aura Lintang; Anshori, Moh Zakaria; Royhana, Imalatul; Asnafi, Nisfaturrohmalia; Dzulfikri, M. Aqil; Nafi’izzuddin, M.; Fauzhi, Nurul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22127

Abstract

UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 58 juta. Akan tetapi karakteristik dari UMKM yang tersebar di Indonesia sebagian besar mengalami kesulitan di bidang pemasaran, belum memilih pasar yang akan dilayani, perencanaan produk, produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Maka dari masalah tersebut, JANNATI hadir sebagai layanan jasa terkait dengan digital marketing yang bertujuan mendukung UMKM untuk memulai Go Digital, dengan metode pelaksanaan yang meliputi proses 1) analisis potensi dan masalah, 2) penetapan program, 3) pelaksanakan kegiatan, 4) monitoring & evaluasi. Jannati menggunakan metode pendekatan (ABCD) Asset Based Community Development.  Jannati telah menjalin kerjasama dengan dua UMKM dengan rasionalisasi pemilihan UMKM berdasarkan kategori makanan dan minuman yang memiliki potensi untuk dikembangkan, yaitu kripik (tempe, menjes dan bayam) dan es teler. Pelaku UMKM tersebut belum memiliki katalog produk, video promosi bahkan logo dengan adanya Jannati para pelaku UMKM mendapatkan penyuluhan tentang pentingnya pada aspek digital marketing sehingga dua UMKM tersebut mendapatkan pelayanan katalog produk, desain label dan video promosi. Berdasarkan uraian tersebut, program konsultan jasa dengan tema JANNATI (Jasa Konsultan Digital Marketing) sudah berhasil dilaksanakan dengan tercapainya semua indikator keberhasilan, sehingga untuk keberlanjutan program dapat dikatakan layak dan berpeluang besar untuk dikembangkan lebih baik lagi kedepannya.
CLEAN-UP DAN UPGRADE FASILITAS SUMBER UMBULAN LOR GUNA MENINGKATKAN POTENSI WISATA LOKAL DESA NGENEP Titis Surya Maha Rianti; Aldrian Saputra; Alfiyah Firanda Putri; Anissa Firda Nur Rohma; Elky Ulfa Qumairoh; Indrawan Putra Wijaya; M Afuw Thariq Nabawi; Masriyah Masriyah; Ravena Angelina Mahardhieta; Sisilia Tri Anggraeni; Tami Erliani; Vicy Wahyu Putra; Muhammad Andrian
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Umbulan merupakan sumber air alami yang terletak di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kab. Malang. Keindahan dan keasrian sumber mata air ini sebagai salah satu daya tarik bagi para pengunjung tetapi wisata ini masih kurang terawatt dengan baik. Hal-hal yang menjadi sorotan seperti kurangnya fasilitas yang ada dan masih banyaknya sampah yang berserakan sehingga tidk nyaman untuk dipandang. Tantangan untuk mahasiswa KSM Tematik dalam program ini adalah bagaimana membenahi mulai dari membersihkan lokasi, menambah fasilitas yang meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, Sumber Umbulan Lor menjadi tempat pengabdian dalam melaksanakan program KSM-T dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap wisata unggulan. Metode pelaksanaan kegiatan KSM-T di Sumber Umbulan Lor adalah dengan pendekatan Asset-based Community Development (ABCD) sehingga diketahui asset yang dimiliki masyarakat. Adapun rangkaian tahapan program yaitu ikut menjaga kebersihan area lingkunga, menambahkan fasilitas kebersihan berupa tempat sampah, penambahan papan peringatan No Diving, tempat pembakaran sampah serta menambahkan Madding yang berisikan sejarah Sumber Umbulan Lor dan UU tentang perlindungan alam dan satwa. Dari hasil program kerja yang telah dilaksanakan menghasilkan respon positif yang didapat dari penyebaran kuisioner kepada para pengunjung yang datang ke Sumber Umbulan Lor, seperti mereka merasa puas, nyaman, terbantu dengan adanya penambahan fasilitas kebersihan di Sumber Umbulan Lor. Kami berharap dengan kegiatan yang telah dilakukan di Sumber Umbulan Lor, menjadikan tempat wisata ini dapat lebih diketahui, menambah daya tarik masyarakat secara luas dan meningkatkan kesadaran pengunjung dalam berwisata.
Peningkatan Kesejahteraan Petani Kopi Desa Ketindan Melalui Pertanian Regeneratif Pupuk Organik Plus Sari, Dina Kartika; Rianti, Titis Surya Maha
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol.5 No.2, April 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v5i2.879

Abstract

Ketindan Village is one of the producers of robusta coffee in Malang Regency, the problem faced by coffee farmers in Ketindan Village is the low quality of the coffee produced. Community service activities for the Sumber Rejeki Farmers Group located in Lawang District, Malang Regency, precisely in Ketindan Village, aim to provide education to coffee farmers, especially about the use of goat manure and coffee skin waste by processing it into organic fertilizer plus. The service method used in this service activity is a workshop with the delivery of materials and direct practice of making organic fertilizer plus and applying compost fertilizer plus to plants. Based on the results of the training activities on making organic fertilizer plus, it can be said that everything went according to plan. The knowledge of farmers, especially coffee farmers, about organic fertilizer is increasing. The results showed an average increase in knowledge and understanding of 66%. With the implementation of the provision of organic fertilizer, the harvest produced will be of much better quality. This is in line with improving the welfare of coffee farmers' standard of living. In the future, education can be carried out in the post-harvest processing process of coffee in increasing the price of coffee at the consumer level.