Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis Of Box And Bored Pile Segment Planning In Tunnel Using Jacking Box Tunnel Method Sajiwo Siti Haryanto; Maulidya Nur Sadya; Muhrozi; Undayani Cita Sari
Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Januari
Publisher : Engineering Faculty, UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jidr.2025.21.1.8

Abstract

Jacking box tunnel is a tunnel construction method which can be a solution when there are other buildings adjacent to the tunnel construction area. Jacking box tunnel is also a solution when the use of open excavation methods is not possible. The use of Culvert Box Segments inserted into the ground can minimize the impact on surrounding buildings so that soil stability can be maintained. PT Jaya Real Property provides pedestrian tunnel access to connect Jurang Mangu Station with BXC Mall. This tunnel has a total planned length of 161.4 meters, consisting of a total of 4 Culvert Box Segments. In the Culvert Box Segment 3 area, it intersects with the existing Jakarta-Serpong toll road abutment, therefore in order not to interfere with the existing abutment, the Jacking Box Tunnel construction method is used. In this study, a design analysis was carried out on a tunnel using this construction method. The results show that with the planning of Culvert Box Segment 3 along 41.7 meters, the implementation of the Jacking Box Tunnel requires a work area as deep as 7.6 m from the original ground surface. In this study, there are 3 groups of bored piles used to hold the soil for working area and supporting the implementation of the jacking process based on the existing load conditions. Bored pile 1 and Bored pile 3 are planned to use a diameter of 600 mm with 18 - D25 reinforcement, while Bored pile 2 uses a diameter of 800 mm and 18 - D25 reinforcement. Furthermore, the structure of the Culvert Box Segment is made of reinforced concrete with a reinforcement diameter of 22 mm and a jacking load requirement of 4901.9512 kN to push the Culvert Box Segment. One Culvert Box Segment requires 2 hydraulic jacks with a maximum capacity of one hydraulic jack of 400 tons.
PENDAMPINGAN TEKNIS PEMBANGUNAN DINDING PENAHAN TANAH BERBASIS SWADAYA MASYARAKAT SEBAGAI AKSI TANGGAP BENCANA Yulita Priastiwi; Windu Partono; Undayani Cita Sari; Parang Sabdono; Hardi Wibowo; Raehana Nurindera Dhawisyah
Jurnal Pasopati Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2026.34068

Abstract

Sebagian wilayah Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang merupakan kawasan dengan topografi perbukitan yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kondisi dinding penahan tanah (DPT) yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat umumnya masih bersifat tradisional, belum didasarkan pada perhitungan teknis, serta belum dilengkapi sistem drainase yang memadai sehingga berpotensi mengalami kegagalan struktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat melalui pendampingan teknis pembangunan DPT berbasis swadaya sebagai upaya mitigasi bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap identifikasi permasalahan, penyusunan desain sederhana, edukasi mengenai teknik konstruksi DPT, pelaksanaan pembangunan secara gotong royong dengan supervisi teknis, hingga evaluasi hasil pekerjaan. Pendampingan difokuskan pada penerapan teknik konstruksi yang benar, penggunaan campuran mortar sesuai standar, serta pemasangan sistem drainase berupa weep holes untuk mengurangi tekanan hidrostatik di belakang dinding. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan DPT telah dilaksanakan sesuai arahan teknis melalui penerapan pemasangan batu yang benar, penggunaan mortar yang tepat, serta pemasangan lubang drainase sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pembangunan DPT yang lebih aman dan fungsional. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa implementasi teknologi tepat guna melalui hilirisasi pengetahuan bidang Teknik Sipil kepada masyarakat dan menjadi dasar penyusunan publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud kemandirian masyarakat dalam membangun infrastruktur mitigasi bencana yang lebih aman, berkelanjutan, dan berbasis swadaya