Claim Missing Document
Check
Articles

Students’ Perception on the Use of Grammarly in Thesis Writing Nursanti, Ida; Salam, Urai; Rezeki, Yanti Sri
Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Vol. 7 No. 2 (2025): JULY 2025
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ljlal.v7i2.50959

Abstract

This research aims to know students’ perceptions of the use of Grammarly in thesis writing and their experiences in using it. The data were derived from Likert Scale questionnaire and interview. The questionnaire was distributed to 40 English Education students to know about students’ perceptions, which covered three aspects: perceived usefulness, perceived easiness, and students’ satisfaction. Meanwhile, the interview was conducted with three chosen participants to learn about students’ actual experiences in using Grammarly. The result showed the mean score for each aspect with the following distribution: perceived usefulness is 4.06, perceived ease is 3.92, and students’ satisfaction is 4.01. These scores were verbally interpreted as ‘agree’, meaning that students perceived using Grammarly positively. These are supported by the interview results, in which students shared that they experienced benefits from using Grammarly in correcting punctuation, detecting mistyping, reconstructing sentences, and detecting grammar errors. However, the participants also stated that they noticed some weaknesses of this tool, which were related to inaccuracy of the feedback given. Eventually, this study revealed that in general, students agree that Grammarly is a helpful tool to help them with thesis writing, along with its advantages and disadvantages. Therefore, students’ awareness is required to avoid errors that Grammarly might produce.
The Social Cognitive Theory Model in Predicting Maternal Behavior for Healthy Child Development in Yogyakarta Indonesia Nursanti, Ida; Murti, Bhisma; Mulyani, Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.581

Abstract

Early childhood development determines the quality of future generations. A mother is crucial in encouraging a child’s growth and development. This research aims to determine the influence of social psychological factors that influence maternal behavior on healthy child growth and development using the Social Cognitive Theory (SCT) model. This cross-sectional study was conducted from July to October 2023 in Yogyakarta, Indonesia. A sample of 400 mothers with children under five (12-59 months). The dependent variable is the maternal behavior in child development, and the independent variables are observational learning, outcome expectations, self-efficacy, and family support. All variables were measured by questionnaire, and the data were analyzed by path analysis using Stata 13 statistical software. A maternal’s behavior is directly and positively related to observational learning (b= 0.28, p<0.001), outcome expectations (b= 0.24, p<0.001), self-efficacy (b= 0.37, p<0.001), and family support (b= 0.09, p=0.005). The goodness of fit path analysis indicates p > 0.05, RSME< 0.001, TFI= 1.00, TLI= 1.00, and SRMR< 0.001. A maternal’s behavior is directly and positively related to observational learning, outcome expectations, self-efficacy, and family support. Interventions to improve mothers’ healthy behavior in accelerated child development should prioritize efforts to increase self-efficacy.
Corn (Zea mays L.) Response of Palm Oil Mill Effluent Plus Zeolite, and Water Availability in Potential Acid Sulphate Soil Nursanti, Ida; Defitri, Yuza
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i2.4087

Abstract

Potential use of acid sulfate soils in agriculture is faced by low pH and the presence of a pyrite layer especially in dry conditions. In order for potential acid sulfate soils to support corn growth during the dry season, technological input is needed to improve soil fertility and overcome water availability by organic fertilizer palm oil mill effluent (POME) plus zeolite. The study used a Split Plot Design with two treatment factors. The treatment factors consisted of plots of water availability: C1 = 100%, C2 = 75%, C3 = 50%, C4 = 25%. POME subplot factor: L0 = No POME, L1 = Secondary Anaerobic POME  (zeolite 0%) dose of 1000 ml, L2 = POME Acidification Pool (zeolite 10%) dose of 1000 ml. Availability of water and the provision of POME plus zeolite affect pH, organic-C, total-N, P-Bray I, and soil CEC. In terms of plant growth, both treatments also influence canopy dry weight, seed weight, N content, P and proline leaf corn. Palm oil mill effluent acidification pool plus zeolite 10% dose of 1000 ml increases the adaptability of plants to water shortages and the fertility of potential acid sulfate soils, and the growth and production of corn.
Pelatihan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Ningsih, Kori Puspita; Santoso, Sugeng Santoso; Nursanti, Ida; Hernawan, Heri
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11670

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik. Salah satu upaya mencegah terjadinya suatu risiko menggunakan metode manajemen risiko. Manajemen risiko proaktif berbasis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan upaya strategis yang disarankan dalam memitigasi risiko. Permasalahan prioritas Klinik Denkensyhah 04.04.02 adalah kurangnya pengetahuan terkait langkah-langkah melakukan FMEA. Urgency penerapan FMEA juga sesuai dengan standar akreditasi klinik. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan memberikan pelatihan urgency FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Metode dalam kegiatan PKM ini melalui pelatihan dengan metode ceramah, praktik dan diskusi, Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024. Secara menyeluruh kegiatan PKM berjalan lancar. Klinik Denkensyah 04.04.02 memiliki peluang untuk mengimplementasikan FMEA dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan. Metode pelatihan pada PKM ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pre-post test sebesar 35 skor. Rata-rata skor awal sebesar 56 saat pre-test meingkat menjadi 91 saat post-test. Adanya peningkatan pengetahuan FMEA tersebut diharapkan akan berdampak pada sikap dan perilaku pimpinan maupun staff klinik dalam mengelola manajemen risiko proaktif berbasis FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Pengaruh Pendampingan Pemberian Stimulasi Perkembangan Terhadap Pengetahuan, Keterampilan Keluarga dan Perkembangan Sosial Kemandirian Anak Batita di Posyandu Anggrek Ponggok 1 Sumariyani Saputri, Yunda Khofifah; Nursanti, Ida
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i7.3406

Abstract

Golden age pada usia 12–36 bulan merupakan fase penting, di mana stimulus positif lingkungan sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. UNICEF mencatat adanya keterlambatan sosial kemandirian, bahasa, kognitif, dan motorik pada anak batita. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022 menempatkan D.I. Yogyakarta di peringkat 32 dari 35 provinsi dalam pemantauan perkembangan balita. Di Kabupaten Bantul pada tahun 2022, cakupan pemeriksaan perkembangan di wilayah Puskesmas Jetis 1, khususnya Desa Trimulyo, masih rendah. Posyandu Anggrek Ponggok 1 memiliki balita usia 12–36 bulan terbanyak, dengan keterlambatan sosial kemandirian yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan pemberian stimulasi perkembangan terhadap pengetahuan, keterampilan keluarga dan perkembangan sosial kemandirian anak Batita di Posyandu Anggrek Ponggok 1. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi experimen (one group pretest-posttest) dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 59 balita dan sampel sebanyak 25 Batita. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, lembar observasi keterampilan, video edukasi stimulasi sosial kemandirian, dan Denver Developmental Screening Test (DDST). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon terdapat pengaruh positif dan signifikan pada pengetahuan keluarga (p = 0,014), keterampilan keluarga (p = 0,002), dan perkembangan sosial kemandirian batita (p = 0,014) di Posyandu Anggrek Ponggok 1. Adanya pengaruh positif dan signifikan pada pendampingan pemberian stimulasi perkembangan terhadap pengetahuan keluarga, keterampilan dan perkembangan sosial kemandirian anak Batita.
PKM Berbasis Mindfullness-Based Cognitive Program untuk Menurunkan Parental Burnout dan Postpartum Blues Menuju Generasi Emas Pada Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta Ayuningtyas, Ika Fitria; Nursanti, Ida; Ferianto; Erwan Syah, Muhammad
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i1.87

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan diri serta menumbuhkan kualitas hidup yang jauh lebih baik. Selain itu, untuk mengurangi stres, depresi, dan kecemasan pada ibu dengan balita. Oleh karena itu, program ini akan memberi dampak tidak hanya pada ibu dengan balita, tetapi juga pada kualitas pengasuhan, tumbuh kembang anak, komunikasi pada keluarga dan kader posyanduKegiatan yang dilakukan diantaranya pelatihan dan pendampingan terhadap ibu dengan balita pada mitra dengan kegiatan untuk mentransfer pengetahuan yaitu Membantu mitra melengkapi sarana dan prasarana kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi MBCP, Mendampingi mitra melaksanakan persiapan ruang pelatihan dan pendampingan, Menyiapkan instrument pendukung MBCP, Menyiapkan alat dan bahan pelatihan MBCP dan pendampingan implementasi kepada ibu dengan balita; Pelatihan MBCP bagi ibu dengan balita; Pendampingan implementasi MBCP bagi ibu dengan balita; dan Psikoedukasi kepada ibu dengan balita. Kegiatan PKM Berbasis Mindfullness-Based Cognitive Program (MBCP) untuk Menurunkan Parental Burnout dan Postpartum Blues Menuju Generasi Emas Pada Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta dapat berjalan efektif dan berkesinambungan, menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan Sejahtera. Selain itu bagi masyarakat lebih peduli terhadap kesadaran dan penerimaan diri serta menumbuhkan kualitas hidup yang jauh lebih baik khususnya bagi para Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta
Analisis Efektivitas Mesin Twisting di PT. X menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Kusumastoro, Hauzan Afif; Nursanti, Ida
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi benang bertekstur poliester atau yang disebut Polyester Textured Yarn (PTY). Di PT.X terdapat departemen twisting yang merupakan salah satu departemen produksi yang memproduksi benang dengan jenis twist. Di dalam departemen twisting terdapat mesin ITY (Intermingle Texture Yarn) yang memiliki permintaan produk yang sangat tinggi dan konsisten dibanding dengan mesin lainnya. Mesin ITY memproduksi benang ITY dengan bahan baku benang POY (Polyester Oriented Yarn) dan juga FDY (Full Drawn Yarn). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin ITY, mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi efektivitas mesin ITY, dan membuat usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin ITY. Data yang digunakan untuk mengetahui efektivitas mesin ITY berasal dari data operasional mesin ITY periode Januari-Desember 2024. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata OEE 73%, jauh di bawah standar kelas dunia 85%. Rincian OEE menunjukkan availability rate 85%, performance rate 89%, dan quality of rate 95% yang juga masih belum memenuhi standar kelas dunia. Analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) mengidentifikasi kegagalan bahan baku tidak sesuai standar sebagai mode kegagalan dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu 294. Sehingga perbaikan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah membuat instruksi kerja untuk pemilihan bahan baku di tingkat operator.
Upaya Peningkatan Kualitas Keripik Belut dengan Sistem Hazard Analysis Critical Control Point dan Failure Modes and Effects Analysis Prameswari, Azzahra; Nursanti, Ida
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pangan di Indonesia berkembang pesat dengan kualitas dan keamanan produk sebagai prioritas utama. Pengendalian kualitas produk penting untuk meningkatkan mutu, kepercayaan konsumen dan reputasi pasar. Usaha Kecil Menengah (UKM) Mawar Bu Poniyah merupakan suatu usaha pengolahan makanan ringan yang berfokus pada produksinya belum menerapkan sistem keamanan pangan pada proses pengolahannya. Sistem keamanan pangan diperlukan untuk mencapai hasil olahan keripik belut yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya fisik pada proses produksi keripik belut di UKM Mawar melalui pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta mengevaluasi risiko kegagalan pada titik kritis menggunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) guna menentukan upaya peningkatan kualitas produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses penggorengan hingga penirisan minyak, dan pengemasan teridentifikasi sebagai titik kritis dengan nilai RPN tertinggi 192 akibat potensi kontaminasi benda asing, dengan mode kegagalan utama pada penggorengan hingga penirisan minyak berupa kontaminasi fisik dan ketidaksesuaian tingkat kematangan, serta pada pengemasan berupa kemasan yang tidak tertutup rapat dan potensi kontaminasi yang membutuhkan pengawasan, terutama terkait kebersihan pekerja. Berdasarkan temuan tersebut, disusun instruksi kerja sebagai upaya pengendalian titik kritis dan panduan pelaksanaan pengawasan selama proses produksi.
Evaluasi Kecukupan Kapasitas IPAL untuk Proses Produksi Kain Bermotif Batik di Desa Pungsari Kamal, Naufal Roihan; Nursanti, Ida
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kain motif batik di Desa Pungsari, Kabupaten Sragen, merupakan pilar ekonomi lokal namun menghadapi tantangan lingkungan serius akibat ketidakcukupan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif kecukupan kapasitas IPAL tersebut dan merumuskan model solusi untuk mengurangi terbuangnya air limbah secara langsung ke lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-eksplanatif dengan pengumpulan data lapangan selama 10 hari dan pemodelan sistem menggunakan simulasi diskrit dengan perangkat lunak Anylogic. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total limbah harian sebesar 643 m3, IPAL saat ini dengan kapasitas 373 m3 hanya mampu mengolah 58% dari total limbah. Hal ini menyebabkan 42% sisa limbah, atau sekitar 270 m3 per hari, meluap ke lingkungan tanpa pengolahan maksimal dan mengonfirmasi adanya masalah kelebihan beban yang signifikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini merumuskan tiga model perbaikan. Solusi pertama adalah perbaikan manajerial melalui penjadwalan pembuangan limbah untuk meratakan beban puncak tanpa biaya infrastruktur. Dua solusi lainnya berbasis infrastruktur dengan penambahan IPAL baru berkapasitas 800 m$^3$/hari, yang mampu meningkatkan kapasitas total menjadi 1.173 m3/hari. Model infrastruktur tersebut diusulkan dalam dua konfigurasi yaitu sistem paralel untuk menjamin keandalan dan fleksibilitas operasional, serta sistem seri yang dirancang untuk menghasilkan kualitas air olahan yang lebih baik melalui pengolahan dua tahap.
Upaya Peningkatan Kualitas Produk Gula Merah di Desa Sengir, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta menggunakan Metode Taguchi Mariyani, Anik; Nursanti, Ida
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sengir yang terletak di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu desa yang memproduksi gula merah. Lingkungan alam desa yang subur dan banyaknya pohon kelapa mendukung berkembangnya industri gula rumahan. Namun, proses produksi yang masih tergolong tradisional menyebabkan kualitas tidak konsisten terutama pada warna, aroma, maupun rasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi parameter proses produksi, yang mempengaruhi kualitas gula merah untuk mengurangi jumlah produk cacat. Penelitian ini melakukan eksperimen menggunakan metode Taguchi dan dengan objektif smaller is better. Faktor yang mempengaruhi kualitas gula merah adalah warna, aroma dan rasa. Kombinasi yang optimal untuk menghasilkan gula merah adalah dengan suhu perebusan 80℃, pengadukan setiap empat menit dan waktu proses 2,5 jam. Parameter ini diharapkan menjadi acuan guna meningkatkan kualitas secara konsisten dan dapat meningkatkan keuntungan gula merah di desa Sengir.