Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MODEL CHARACTER-BASED FINANCIAL MANAGEMENT UNTUK SEKOLAH DI ERA KURIKULUM MERDEKA Abdul Mukti; Herawati Herawati; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5557

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut sekolah untuk menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi karakter. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen keuangan di sekolah masih menghadapi tantangan integritas, akuntabilitas, literasi finansial, serta lemahnya budaya tata kelola. Artikel ini bertujuan merumuskan Model Manajemen Keuangan Berbasis Karakter (Character-Based Financial Management/CBFM) melalui kajian literatur nasional dan internasional. Menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis, artikel ini mengidentifikasi prinsip, struktur, dan relevansi model tersebut dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) nilai karakter integritas, tanggung jawab, amanah, kejujuran, dan transparansi merupakan fondasi utama tata kelola keuangan sekolah; (2) Kurikulum Merdeka memperkuat otonomi sekolah, pelibatan pemangku kepentingan, dan budaya reflektif yang mendukung tata kelola yang akuntabel; dan (3) penerapan model CBFM meningkatkan kepercayaan publik, efektivitas penggunaan anggaran, dan mutu pembelajaran. Artikel ini menawarkan model CBFM sebagai pendekatan terpadu yang memadukan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila dan budaya sekolah untuk memperkuat tata kelola keuangan yang etis dan berkualitas. Kata kunci: manajemen keuangan sekolah; karakter; Kurikulum Merdeka; akuntabilitas; tata kelola pendidikan; integritas; transparansi. . A MODEL OF CHARACTER-BASED FINANCIAL MANAGEMENT FOR SCHOOLS OF THE KURIKULUM MERDEKA Abstract The implementation of the Kurikulum Merdeka requires schools to adopt financial governance that is transparent, participatory, and character-oriented. However, various studies indicate that school financial management practices continue to face challenges related to integrity, accountability, financial literacy, and weak governance culture. This article aims to formulate a Character-Based Financial Management (CBFM) Model through a review of national and international literature. Using a systematic literature review approach, this study identifies the principles, structural components, and relevance of the model to the implementation of the Kurikulum Merdeka. The results show that (1) character values such as integrity, responsibility, trustworthiness, honesty, and transparency constitute the core foundations of school financial governance; (2) the Kurikulum Merdeka strengthens school autonomy, stakeholder engagement, and reflective culture, all of which support accountable governance; and (3) the application of the CBFM model enhances public trust, budget-use effectiveness, and the quality of learning. This article proposes the CBFM model as an integrated approach that embeds the character values of the Pancasila Student Profile and school culture to reinforce ethical and high-quality financial governance. Keywords: school financial management; character; Kurikulum Merdeka; accountability; educational governance; integrity; transparency.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna; Zawil Fadhli; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6059

Abstract

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan terus mengalami peningkatan dan menjadi ancaman serius terhadap terpenuhinya hak-hak peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menghambat proses pendidikan serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam perspektif hukum Islam, serta mengkaji relevansi antara ketentuan hukum positif di Indonesia dengan prinsip-prinsip perlindungan yang diajarkan dalam Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, Al-Qur'an, hadis, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap korban kekerasan seksual melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa), hifz al-'ird (perlindungan kehormatan), dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai bagian dari maqasid syariah. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan hukum nasional yang menekankan pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta pemulihan hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam penyusunan kebijakan dan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan melalui pendidikan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kekerasan Seksual, Lingkungan Pendidikan, Hukum Islam.
REVITALISASI PENANGANAN BULLYING DI SEKOLAH: MODEL SITARA (SCHOOL INTEGRATED ANTI-BULLING RESPONE APPROACH) Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Sulasmi Sulasmi; Siti Suraida
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5586

Abstract

Bullying di sekolah-sekolah Aceh terus menjadi persoalan serius dan berdampak langsung terhadap kesehatan mental, motivasi belajar, dan relasi sosial siswa. Berbagai penelitian dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa praktik perundungan, baik verbal maupun fisik, masih marak dan memerlukan penanganan sistematis. Artikel ini menawarkan model konseptual SITARA (School Integrated Anti-Bullying Response Approach) sebagai pendekatan komprehensif untuk pencegahan dan intervensi bullying di sekolah Aceh. Model ini disusun melalui telaah kritis terhadap penelitian empiris terkait bullying di Aceh dan Indonesia dalam rentang 2020–2025. SITARA terdiri dari lima pilar: Screening and Mapping, Intervention and Support, Teacher Capacity Building, Awareness and Culture Building, serta Reporting and Accountability System. Model ini diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar aman, inklusif, dan bebas kekerasan. Kata Kunci: bullying, Aceh, sekolah dasar, model intervensi, literatur review. . REVITALIZING BULLYING INTERVENTION IN ACEH SCHOOL: THE SITARA MODEL (SCHOOL INTEGRATED ANTI-BULLYING RESPONSE APPROACH) Abstract Bullying in Aceh’s schools continues to be a serious and persistent issue, directly affecting students’ mental health, learning motivation, and social relationships. Recent studies within the last five years indicate that various forms of verbal and physical bullying remain prevalent and require a systematic and culturally responsive approach. This article proposes the SITARA Model (School Integrated Anti-Bullying Response Approach) as a comprehensive conceptual framework for bullying prevention and intervention in Aceh’s educational context. Developed through a critical review of empirical studies on bullying in Aceh and Indonesia from 2020 to 2025, the model comprises five key pillars: Screening and Mapping, Intervention and Support, Teacher Capacity Building, Awareness and Culture Building, and Reporting and Accountability System. The SITARA model aims to serve as a practical reference for schools in establishing safe, inclusive, and violence-free learning environments. Keywords: bullying, Aceh, elementary schools, intervention model, literature review.
PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5396

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen melibatkan orangtua dalam program parenting sekolah. Kemitraan orangtua sebagai penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu bermakna antara sekolah dan orangtua bekerjasama sebagai mitra dalam mendidik anak. Namun demikian belum semua SDIT menerapkan program parenting berbasis kemitraan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan terhadap SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan parenting di kedua sekolah tersebut dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; yang dilakukan dua kali per tahun, di antaranya: pertemuan orangtua di awal tahun ajaran baru dan akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; dilaksanakan setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dsb; serta (c) program insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua dalam penyelesaian masalah dan konsultasi terkait anak dengan waktu yang tentatif. Kata kunci: Pelaksanaan Program; Parenting Berbasis Kemitraan; Sekolah Dasar Islam Terpadu Abstract Integrated Islamic Elementry School (SDIT) is an Islamic-based school that is commited to involving parents in the school parenting program. Parental patnership is a determinant of the success of children’s education, because the integrated school system means that schools and parents work together as patners in educating children. However, not all SDITs have implemented this patnership-based parenting program. The purpose of this study was to determine the implementation of the parenting program at SDIT Banda Aceh City. The study was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh using qualitative research methods trough observation, interviewa, and literature studies. The results of the data analysis showed that the implementation of parenting in both schools was categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; which is varried out twice a year, including: parent meeting at the beginning of the new school year and the end of the semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc; (b) Weekly program; carried out every weekend, in the form of activities: tahsin qur’an, islamic studies, connecting books, etc; and (c) Incidental program; specifically for children whi nedd parental assistance in solving problems and consultations related to children with a tentative time. Keywords: Program Implementation; Patnership-Based Parenting; Islamic Integrated Primary Schools.
KAJIAN HUKUM PERDATA ATAS PELANGGARAN HAK-HAK ANAK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DASAR Zawil Fadhli; Herawati Herawati; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Muhammad Nur
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5539

Abstract

Pelanggaran hak-hak anak dalam sistem pendidikan dasar merupakan isu yang sering kali tidak disadari oleh sekolah, guru, maupun orang tua. Dalam perspektif hukum perdata, hubungan hukum antara sekolah dan siswa menciptakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara pendidikan. Wanprestasi, perbuatan melawan hukum, serta kelalaian dalam memenuhi standar perlindungan anak dapat menimbulkan tanggung jawab perdata bagi sekolah. Penelitian ini merupakan literature review yang mengkaji konsep-konsep hukum perdata terkait perlindungan anak, bentuk-bentuk pelanggaran hak anak di sekolah dasar, serta konsekuensi hukumnya. Kajian menunjukkan bahwa pelanggaran dapat berupa kelalaian pengawasan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran privasi anak, hingga tindakan yang menyebabkan kerugian fisik atau psikis. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kata kunci: hukum perdata, hak anak, pendidikan dasar, wanprestasi, perbuatan melawan hukum. Abstract Violations of children's rights within the elementary education system are often overlooked by schools, teachers, and even parents. From a civil law perspective, the legal relationship between the school and its students creates legal obligations that must be fulfilled by the educational provider. Breach of contract, tortious acts, and negligence in meeting child protection standards may give rise to civil liability for the school. This study is a literature review that examines civil law concepts related to child protection, the various forms of children’s rights violations occurring in elementary schools, and their legal consequences. The review indicates that such violations may include supervisory negligence, abuse of authority, violations of children’s privacy, and actions that cause physical or psychological harm. This study affirms that schools bear a legal responsibility to provide a safe, healthy, and supportive educational environment that fosters the optimal growth and development of children. Keywords: civil law, children's rights, elementary education, breach of contract, tort.