Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka The Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka
PENINGKATAN KESADARAN SISWA UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN SEHAT DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Fajri; Nurmaida Nurmaida; Muhammad Rizky Ananda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik merupakan manisfestasi dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Peningkatan Kesadaran Siswa untuk Menjaga Lingkungan Sehat di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Berdasarkan pemetaan masalah yang dibutuhkan mitra diketahui bahwa siswa SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School (FHIBS) Blang Bintang Aceh Besar perlu ditingkatkan wawasan dan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat guna menciptakan dan meningkatkan lingkungan yang sekolah sehat. Sekolah bersih dan sehat merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya. Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, akan tetapi harus senantiasa diupayakan dari yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat. Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat kepada seluruh warga di sekolah terutama para siswa. Oleh karena itu dilakukan suatu tindakan untuk menangani permasalahan tersebut dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan agar para siswa memiliki wawasan luas dan berperilaku hidup sehat sehingga terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan kesadaran siswa tentang menjaga lingkungan sehat di sekolah ini menunjukkan (1) Adanya peningkatan kecakapan siswa dalam menjaga lingkungan sekolah sehat; (2) Para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi menjaga lingkungan sehat dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang Pendidikan kesehatan di sekolah; dan tampak adanya (3) Peningkatan wawasan dan kecakapan hidup sehat siswa di SIT FHIBS Aceh yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan terkait guna terwujudnya SDM bangsa yang sehat dan berwawasan luas.Kata Kunci: Peningkatan Kesadaran, Lingkungan Sehat, Sekolah Sehat.The community service program carried out by Ubudiyah University Indonesia periodically in one semester or per academic year is a manifestation of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System which states that universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education. One form of community service that Ubudiyah University Indonesia can carry out is: "Increasing Student Awareness to Maintain a Healthy Environment at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Based on the problem mapping needed by partners, it is known that SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School (FHIBS) Blang Bintang Aceh Besar students need to have increased insight and awareness of the importance of clean and healthy living behavior in order to create and improve a healthy school environment. A clean and healthy school is a step that must be taken to achieve optimal health for everyone who lives in it. Healthy conditions do not happen automatically, but efforts must always be made to move from being unhealthy to living a healthy life and creating a healthy environment. This effort must start from instilling a healthy mindset in all residents at school, especially students. Therefore, an action was taken to deal with this problem by implementing community service which aims to ensure that students have broad insight and behave in a healthy lifestyle so as to create a healthy school environment. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of implementing activities to increase student awareness about maintaining a healthy environment in this school show (1) There is an increase in students' skills in maintaining a healthy school environment;  (2) The students enthusiastically took part in socialization activities to maintain a healthy environment and admitted that there was a need for further activities regarding health education in schools; and it appears that there is (3) an increase in students' insight and healthy living skills at SIT FHIBS Aceh which will later be followed up with related activities to create healthy and broad-minded human resources for the nation.Keywords: Increased Awareness, Healthy Environment, Healthy School. 
PENGUATAN PERAN AYAH-IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Anshar Iqlima; Nurul Salwa; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola komunikasi keluarga di era digital menjadi tantangan bagi penguatan karakter anak Indonesia. Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan akibat kesibukan dan budaya patriarki mengakibatkan beban pendidikan anak lebih banyak ditanggung ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya kolaborasi ayah dan ibu dalam pendidikan anak berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di Aula LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, dengan peserta sebanyak 50 orang pengurus dan anggota Dharma Wanita LLDIKTI XIII. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi, dan wawancara tindak lanjut. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep parenting kolaboratif serta kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam membangun komunikasi keluarga yang sehat. Peserta juga berkomitmen menerapkan nilai meuseuraya (gotong royong) dan peumulia aneuk (memuliakan anak) dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Ubudiyah Indonesia, dalam mendorong penguatan keluarga Islami adaptif terhadap perkembangan era digital. Kata kunci: kolaborasi ayah-ibu, parenting Islami, kearifan lokal Aceh, era digital, pengabdian masyarakat. Abstract Changes in family communication patterns in the digital era pose challenges to strengthening children’s character in Indonesia. The low involvement of fathers in parenting-caused by busy work schedules and patriarchal culture has-led to mothers bearing most of the child-rearing responsibilities. This community service activity aimed to raise awareness of the importance of father–mother collaboration in children’s education based on Islamic values and Acehnese local wisdom. The program was conducted on July 16, 2025, at the LLDIKTI Region XIII Hall in Aceh, attended by 50 members of the Dharma Wanita organization. The methods included interactive lectures, group discussions, reflection sessions, and follow-up interviews. The results indicated an increase in participants’ understanding of collaborative parenting and awareness of the father’s essential role in fostering healthy family communication. Participants also committed to applying the values of meuseuraya (mutual cooperation) and peumulia aneuk (honoring children) in their daily parenting practices. This activity highlights the role of higher education institutions, particularly Universitas Ubudiyah Indonesia, in promoting Islamic family empowerment responsive to the digital era. Keywords: father–mother collaboration, Islamic parenting, Acehnese local wisdom, digital era, community service.