Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka The Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka
PENINGKATAN KESADARAN SISWA UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN SEHAT DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Fajri; Nurmaida Nurmaida; Muhammad Rizky Ananda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik merupakan manisfestasi dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Peningkatan Kesadaran Siswa untuk Menjaga Lingkungan Sehat di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Berdasarkan pemetaan masalah yang dibutuhkan mitra diketahui bahwa siswa SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School (FHIBS) Blang Bintang Aceh Besar perlu ditingkatkan wawasan dan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat guna menciptakan dan meningkatkan lingkungan yang sekolah sehat. Sekolah bersih dan sehat merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya. Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, akan tetapi harus senantiasa diupayakan dari yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat. Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat kepada seluruh warga di sekolah terutama para siswa. Oleh karena itu dilakukan suatu tindakan untuk menangani permasalahan tersebut dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan agar para siswa memiliki wawasan luas dan berperilaku hidup sehat sehingga terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan kesadaran siswa tentang menjaga lingkungan sehat di sekolah ini menunjukkan (1) Adanya peningkatan kecakapan siswa dalam menjaga lingkungan sekolah sehat; (2) Para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi menjaga lingkungan sehat dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang Pendidikan kesehatan di sekolah; dan tampak adanya (3) Peningkatan wawasan dan kecakapan hidup sehat siswa di SIT FHIBS Aceh yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan terkait guna terwujudnya SDM bangsa yang sehat dan berwawasan luas.Kata Kunci: Peningkatan Kesadaran, Lingkungan Sehat, Sekolah Sehat.The community service program carried out by Ubudiyah University Indonesia periodically in one semester or per academic year is a manifestation of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System which states that universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education. One form of community service that Ubudiyah University Indonesia can carry out is: "Increasing Student Awareness to Maintain a Healthy Environment at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Based on the problem mapping needed by partners, it is known that SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School (FHIBS) Blang Bintang Aceh Besar students need to have increased insight and awareness of the importance of clean and healthy living behavior in order to create and improve a healthy school environment. A clean and healthy school is a step that must be taken to achieve optimal health for everyone who lives in it. Healthy conditions do not happen automatically, but efforts must always be made to move from being unhealthy to living a healthy life and creating a healthy environment. This effort must start from instilling a healthy mindset in all residents at school, especially students. Therefore, an action was taken to deal with this problem by implementing community service which aims to ensure that students have broad insight and behave in a healthy lifestyle so as to create a healthy school environment. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of implementing activities to increase student awareness about maintaining a healthy environment in this school show (1) There is an increase in students' skills in maintaining a healthy school environment;  (2) The students enthusiastically took part in socialization activities to maintain a healthy environment and admitted that there was a need for further activities regarding health education in schools; and it appears that there is (3) an increase in students' insight and healthy living skills at SIT FHIBS Aceh which will later be followed up with related activities to create healthy and broad-minded human resources for the nation.Keywords: Increased Awareness, Healthy Environment, Healthy School. 
PENGUATAN PERAN AYAH-IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Anshar Iqlima; Nurul Salwa; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola komunikasi keluarga di era digital menjadi tantangan bagi penguatan karakter anak Indonesia. Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan akibat kesibukan dan budaya patriarki mengakibatkan beban pendidikan anak lebih banyak ditanggung ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya kolaborasi ayah dan ibu dalam pendidikan anak berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di Aula LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, dengan peserta sebanyak 50 orang pengurus dan anggota Dharma Wanita LLDIKTI XIII. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi, dan wawancara tindak lanjut. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep parenting kolaboratif serta kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam membangun komunikasi keluarga yang sehat. Peserta juga berkomitmen menerapkan nilai meuseuraya (gotong royong) dan peumulia aneuk (memuliakan anak) dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Ubudiyah Indonesia, dalam mendorong penguatan keluarga Islami adaptif terhadap perkembangan era digital. Kata kunci: kolaborasi ayah-ibu, parenting Islami, kearifan lokal Aceh, era digital, pengabdian masyarakat. Abstract Changes in family communication patterns in the digital era pose challenges to strengthening children’s character in Indonesia. The low involvement of fathers in parenting-caused by busy work schedules and patriarchal culture has-led to mothers bearing most of the child-rearing responsibilities. This community service activity aimed to raise awareness of the importance of father–mother collaboration in children’s education based on Islamic values and Acehnese local wisdom. The program was conducted on July 16, 2025, at the LLDIKTI Region XIII Hall in Aceh, attended by 50 members of the Dharma Wanita organization. The methods included interactive lectures, group discussions, reflection sessions, and follow-up interviews. The results indicated an increase in participants’ understanding of collaborative parenting and awareness of the father’s essential role in fostering healthy family communication. Participants also committed to applying the values of meuseuraya (mutual cooperation) and peumulia aneuk (honoring children) in their daily parenting practices. This activity highlights the role of higher education institutions, particularly Universitas Ubudiyah Indonesia, in promoting Islamic family empowerment responsive to the digital era. Keywords: father–mother collaboration, Islamic parenting, Acehnese local wisdom, digital era, community service.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT Pardi Pardi; Herawati Herawati; Siti Adila; Atdril Atdril
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah rumah tangga menjadi isu penting yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan produk dari limbah, seperti kerajinan plastik dan kompos organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta terbentuknya produk yang memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Limbah, Produk Bernilai Jual, Pengabdian Masyarakat, Ekonomi Kreatif. Abstract Household waste is a significant issue that impacts the environment and public health. This community service activity aims to enhance community awareness and skills in processing waste into marketable products. The implementation methods include socialization, training, and mentoring in creating products from waste, such as plastic crafts and organic compost. The results indicate an increase in participants' knowledge and skills, as well as the creation of economically valuable products. This program is expected to contribute to waste reduction and community income improvement. Keywords: Waste, Marketable Products, Community Service, Creative Economy.
Model Integratif Pengelolaan Lingkungan Berbasis Komunitas melalui Nilai Sosial di Aceh Besar: Perspektif Hukum dan Kesehatan Lingkungan Zahrawati Zahrawati; Pardi Pardi; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integratif pengelolaan lingkungan berbasis komunitas melalui nilai sosial di Aceh Besar dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kesehatan lingkungan. Permasalahan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar, seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan rendahnya kesadaran masyarakat, tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Selain itu, lemahnya implementasi hukum lingkungan menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aparatur desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis, kepatuhan hukum, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Model integratif yang dikembangkan terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai sosial, penguatan kapasitas masyarakat, dan implementasi berbasis partisipasi. Model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kepatuhan terhadap norma hukum lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai sosial dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan. Model ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga pada penguatan sistem hukum dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Model Integratif, Pengelolaan Lingkungan, Nilai Sosial, Kesehatan Lingkungan, Hukum Lingkungan, Aceh Besar. Abstract This study aims to develop an integrative model of community-based environmental management through social values in Aceh Besar by incorporating legal and environmental health perspectives. Environmental problems in the coastal areas of Aceh Besar, such as pollution, ecosystem degradation, and low community awareness, not only affect environmental sustainability but also public health. In addition, weak implementation of environmental law remains a major challenge in achieving effective environmental management. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving community members, traditional leaders, religious leaders, and village officials. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social values such as mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility play a strategic role in shaping ecological awareness, legal compliance, and healthy living behavior. The developed integrative model consists of three main stages: internalization of social values, strengthening community capacity, and participatory-based implementation. This model has been proven to enhance community participation, strengthen compliance with environmental law, and improve environmental health conditions. In conclusion, integrating social values into community-based environmental management is an effective and sustainable approach. This model contributes not only to ecological sustainability but also to strengthening legal systems and improving public health. Keywords: Integrative Model, Environmental Management, Social Values, Environmental Health, Environmental Law, Aceh Besar.
Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Implikasi Hukum dan Kesehatan Masyarakat Azirah Azirah; Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat dengan meninjau implikasi hukum dan kesehatan masyarakat. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, lemahnya implementasi hukum lingkungan, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan sebagai sistem nilai yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis dan kepatuhan sosial. Transformasi pengelolaan lingkungan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai kearifan lokal dan kesadaran hukum, penguatan kapasitas masyarakat berbasis kesehatan lingkungan, serta implementasi partisipatif berbasis regulasi dan praktik kesehatan masyarakat. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi dan pengelolaan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, hukum lingkungan, dan kesehatan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Keberlanjutan. Abstract This study aims to analyze the transformation of environmental management through local wisdom-based community empowerment by examining its legal and public health implications. The main issues addressed include low community participation in environmental conservation, weak enforcement of environmental law, and increasing health risks due to environmental degradation. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation within communities that maintain strong local wisdom values. The findings indicate that local wisdom serves as an effective value system in shaping ecological awareness and social compliance. The transformation process is carried out through three main stages: internalization of local wisdom values and legal awareness, strengthening community capacity based on environmental health, and participatory implementation based on regulations and public health practices. This model effectively enhances environmental awareness, strengthens legal compliance, and improves public health through better sanitation and environmental management. In conclusion, integrating local wisdom, environmental law, and public health is a strategic approach to achieving sustainable environmental management. Keywords: Local Wisdom, Community Empowerment, Environmental Law, Public Health, Sustainability
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH TIRAM BERBASIS KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqairi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5864

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram berbasis kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar. Limbah tiram yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi dan usaha kuliner masyarakat pesisir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan limbah cangkang tiram dapat menyebabkan gangguan sanitasi, pencemaran air, serta menjadi media berkembangnya mikroorganisme yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir, pelaku usaha, tokoh adat, dan aparatur desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemanfaatan limbah secara sederhana, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas. Partisipasi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, seperti kebersihan lingkungan, pengurangan pencemaran, dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat meliputi kearifan lokal, kesadaran kesehatan lingkungan, pengalaman kolektif, serta dukungan kebijakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berbasis kearifan lokal memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah tiram sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Limbah Tiram, Kesehatan Lingkungan, Aceh Besar, Kearifan Lokal. Abstract This This study aims to analyze community participation in environmental health-based oyster shell waste management in the coastal areas of Aceh Besar. Oyster shell waste generated from consumption and culinary activities in coastal communities has the potential to cause environmental pollution if not properly managed. The accumulation of oyster shell waste may lead to sanitation problems, water contamination, and the growth of harmful microorganisms that affect public health. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving coastal communities, business actors, traditional leaders, and village officials. The findings indicate that community participation is manifested through collective activities, simple waste utilization practices, and community-based waste management systems. This participation contributes to improving environmental health, including environmental cleanliness, pollution reduction, and prevention of environment-related diseases. Factors influencing community participation include local wisdom, environmental health awareness, collective experiences, and policy support. In conclusion, community participation based on local wisdom plays a strategic role in managing oyster shell waste while improving environmental health sustainability in coastal communities. Keywords: Community Participation, Oyster Shell Waste, Environmental Health, Aceh Besar, Local Wisdom.
MODEL KOLABORATIF PARENTING ISLAMI DI SEKOLAH DASAR: INTEGRASI PERAN AYAH DAN IBU DALAM PENGASUHAN ANAK Herawati Herawati; Saprina Siregar; Pardi Pardi; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengasuhan islami berbasis sekolah dasar yang berorientasi pada integrasi peran ayah dan ibu secara kolaboratif dalam mendidik anak. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena melemahnya keterlibatan peran ayah dalam pendidikan anak usia sekolah dasar, khususnya di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pengasuhan Islami memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan spiritual, sosial-emosional, dan akademik anak. Model pengasuhan yang dirumuskan menekankan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas berbasis nilai al-Qur’an dan hadits. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program sekolah ramah ayah. Kata kunci: Pengasuhan Islami, Peran Ayah, Anak Sekolah Dasar, Parenting, Sekolah Ramah Ayah. A COLLABORATIVE ISLAMIC PARENTING MODEL IN ELEMENTARY SCHOOLS: INTEGRATING THE ROLES OF FATHERS AND MOTHERS IN CHILD REARING Abstract This study aims to develop a school-based Islamic parenting model at the elementary level that focuses on the collaborative integration of fathers’ and mothers’ roles in child upbringing. The study is motivated by the phenomenon of declining father involvement in the education of elementary school children, particularly in the digital era. This research employs a qualitative approach with a case study design using interviews, observations, and documentation. The findings indicate that involvement in Islamic parenting has a significant impact on children’s spiritual, socio-emotional, and academic development. The proposed parenting model emphasizes collaboration among families, schools, and communities based on the values of the Qur’an and Hadith. This study is expected to serve as a reference for developing father-friendly school programs. Keywords: Islamic Parenting, Father’s Role, Elementary School Children, Parenting, Father-Friendly Schools.
MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.