Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROEKOTEKNOLOGI

RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr.) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN BERBAGAI TINGKAT PEMOTONGAN UMBI BIBIT Raga Yuda Putra; Haryati Haryati; Lisa Mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.563 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v1i1.666

Abstract

ABSTRACT Growth and yield responses of bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) on various plant spacing and different bulb slicing levels. Bawang sabrang (E. americana Merr.) was potential to developed as a raw material of natural medicine, but the cultivation technique of this plant hasn’t been widely known. Therefore,  a research to determine growth and yield responses of  bawang sabrang (Eleutherine americana Merr.) on  various plant spacing and different bulb slicing levels had been done. The research was conducted  at  Jln. Pasar 1 Tanjung Sari, Medan with the altitude + 25m above sea level  from March to June 2012 using The Factorial Randomized Block Design with two factors, i.e plant spacing (15x20 cm, 20x20 cm, 25x20 cm) and bulb slicing (intact,  cutting ¼ bulb tip and cutting ½ bulb tip) used three replications. Data were analyzed with ANOVA and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT).The results showed that the plant  spacing  affect significantly on leaf numbers. Bulb slicing affect significantly on sprouting  age. The interaction not significantly on any parameters. The best results were obtained at plant spacing of 15x20 cm  with intact bulbs. Keywords: Eleutherine americana Merr., plant spacing, bulb slicing ABSTRAK Respons pertumbuhan dan hasil bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) pada beberapa jarak tanam dan berbagai tingkat pemotongan umbi bibit. Bawang sabrang potensial dikembangkan sebagai bahan baku obat alami, namun teknik budidaya tanaman ini belum banyak diketahui. Untuk itu, dilakukan penelitian guna mengetahui respons pertumbuhan dan hasil bawang sabrang (Eleutherine americana Merr.) pada beberapa jarak tanam dan berbagai tingkat pemotongan umbi bibit. Penelitian dilakukan di  Jln. Pasar 1 Tanjung Sari, Medan  dengan ketinggian tempat + 25 meter diatas permukaan laut (dpl) pada bulan Maret - Juni 2012 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor yaitu jarak tanam (15x20 cm, 20x20 cm,  25x20 cm) dan pemotongan umbi bibit (utuh, umbi dipotong ¼ ujung, umbi dipotong ½ ujung) diulang tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Pemotongan umbi bibit berpengaruh nyata terhadap umur bertunas. Interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik diperoleh pada jarak tanam 15x20 cm dengan umbi utuh. Kata Kunci: Bawang Sabrang, jarak tanam, pemotongan umbi bibit
Pertumbuhan Setek Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis (Web.) Britton & Rose) dengan Pemberian Kombinasi Indole Butyric Acid (IBA) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) beatrix novitasari; Meiriani Meiriani; Haryati Haryati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.592 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i1.12336

Abstract

Salah satu upaya mempercepat pertumbuhan setek tanaman buah naga dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tanaman buah naga dengan pemberian berbagai kombinasi Indole Butyric Acid (IBA) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan ketinggian ± 25 meter di atas permukaan laut, pada bulan Juli sampai September 2015 dan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan perlakuan tanpa pemberian zat pengatur tumbuh, IBA (500 ppm) + NAA (0 ppm), IBA (0 ppm) + NAA (500 ppm), IBA (500 ppm) + NAA (500 ppm), IBA (500 ppm) + NAA (1000 ppm), IBA (500 ppm) +  NAA (1500 ppm), IBA (1000 ppm) + NAA (500 ppm) dan IBA (1500 ppm) + NAA (500 ppm) yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NAA 500 ppm tanpa IBA nyata mempercepat umur bertunas 60%, meningkatkan persentase bertunas 30% dibandingkan tanpa pemberian zat pengatur tumbuh. Pemberian kombinasi IBA 500 ppm + NAA 500 ppm nyata meningkatkan panjang tunas 25% dibandingkan tanpa pemberian zat pengatur tumbuh.