Claim Missing Document
Check
Articles

Interpretasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Data Anomali Medan Magnet Daerah Manifestasi Panas Bumi Sampuraga Kabupaten Mandailing Natal Rita Ummi Sahida Tanjung; Dwi Pujiastuti; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.554-560.2023

Abstract

This research was conducted to identify the distribution of magnetic field anomalies to determine the subsurface structure of the area around Sampuraga hot springs. Magnetic field data was measured using a magnetometer in an area with dimensions of 1400 m x 1100 m with 154 points. The measurement data is a total magnetic field, and to obtain magnetic field anomaly values, corrections are made for diurnal variation and IGRF correction. Magnetic field anomaly values range from 353,1 nT to 7622,0 nT. Magnetic field anomaly data were processed using the Oasis Montaj software by reducing to the poles, upward continuation, and 2D modeling. The 2D modeling results show three layers of soil in the study area. The upper part (first and second layers) is interpreted as a caprock. This layer consists of sedimentary rock types of sandstone and clay and igneous rock in the form of granite at a depth of up to 1700 m. The lower part (third layer) is interpreted as a reservoir. This layer consists of metasedimentary volcanic rock, clay alteration, andesitic lava, and dacitic lava with a depth of up to 2030 m from the ground surface. The results of this model also interpret the fault zone as an outflow zone so that it forms manifestations on the surface. These three geothermal system components show that the Sampuraga area can be further developed and explored.
Pemodelan Anomali Magnetik Untuk Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Bumi Di Nagari Cupak Kabupaten Solok Ahmad Furqan; Dwi Pujiastuti; Dwi Puryanti; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.476-482.2024

Abstract

This research was conducted to determine the distribution of magnetic anomalies in the geothermal area of Nagari Cupak, Solok Regency using geomagnetic methods. Data was collected using a magnetometer at 144 observation points with a distance of 300 m between points. The magnetic anomaly value is obtained from the correction of daily variation’s total magnetic data and correction to the magnetic field value of the 13th generation IGRF (International Geomagnetic Reference Field) reference model. Furthermore, reduction to the poles and continuation upwards with a height of 200 m are carried out to remove noise and separate local and regional magnetic anomalies. After data processing, the total magnetic anomaly value in the area ranges from 1252.8 nT to 2969.4 nT which is categorized as low. The low anomaly value is thought to be caused by the demagnetization of rocks due to the influence of geothermal sources in the subsurface. Furthermore, 2D modeling is carried out by analyzing the magnetic anomaly data and making a cross-sectional incision of the model on the contour of the magnetic field anomaly that has been processed above. Based on the modeling results, the subsurface geothermal system of Nagari Cupak, Solok Regency, consists of a cover rock layer, reservoir layer, and hot rock layer which is suspected to be the heat source of the geothermal system of the study area.
PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT Wibowo, Aditiya Yolanda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan pengujian konduktivitas dan kandungan logam air limbah dengan  media serap batu apung. Ukuran partikel batu apung divariasikan yaitu 2 mesh, 4 mesh, 10 mesh dan 20 mesh. Penyaringan sampel air limbah dilakukan dengan 2 metode penyaringan yaitu penyaringan berdasarkan tinggi media serap batu apung 15 cm dan penyaringan berdasarkan massa media serap air limbah yaitu 250 g. Berdasarkan pengujian konduktivitas menggunakan konduktivitimeter dihasilkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan tinggi 15 cm sebesar 86,23 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh, sedangkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan massa 250 g sebesar 78,86 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh dan konduktivitas sampel air limbah murni 41,8 µS. Hasil pengujian kandungan logam menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dengan larutan standar Fe, Pb, Cu, Cr, dan Al  menunjukkan logam Fe merupakan logam dengan konsentrasi tertinggi yaitu 14,455 mg/L pada sampel air limbah murni dan logam Fe mengalami penurunan terbesar menjadi 3,727 mg/L dengan variasi ukuran partikel batu apung 20 mesh.
Pemanfaatan Batu Apung Sebagai Sumber Silika Dalam Pembuatan Zeolit Sintetis Mahaddilla, Febri Melta; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidrotermal zeolit dari batu apung dengan metoda pencampuran natrium silikat dan natrium aluminat. Natrium silikat dan natrium aluiminat dicampurkan dengan variasi rasio Si/Al (10:15 ml, 15:15 ml, 20:15 ml, 25:15 ml dan  30:15 ml). Natrium silikat diperoleh dengan pencampuran 10 g batu apung dan 40 g NaOH (natrium hidroksida) disertai pemanasan  pada suhu 350°C. Natrium aluminat diperoleh dengan pencampuran NaOH dan Al(OH)3. Hasil difraktometer sinar-X (XRD) pada zeolit dengan rasio 15:15 menunjukkan zeolit yang diperoleh adalah jenis zeolit A. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menghasilkan nilai konduktivitas yang tinggi untuk masing-masing sampel dengan rentang nilai  0,375 mS/m hingga 0,404 mS/m. Nilai konduktivitas yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion dan penyaring molekul.
ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS Putra, Daud Satria; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.2.96-101.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi limbah effluent dan limbah olahan terhadap air hulu sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air berdasarkan pengujian TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), konduktivitas, dan kandungan logam.  Variasi volume limbah effluent dan limbah olahan yaitu 20 mL. 40 mL, 60 mL, 80 mL, dan 100 mL terhadap 1000 mL air hulu sungai. Pada pengujian terhadap pencampuran volume limbah effluent 2 % terhadap volume air hulu menghasilkan nilai TSS dan TDS berturut-turut 5473 mg/L dan 16651 mg/L, konduktivitas 163,43 µS dan konsentrasi logam Al, Cu dan Fe berturut-turut 0,714 mg/L, 0,382 mg/L dan 0,682 mg/L, nilai dari semua parameter ini masih menjauhi baku mutu sehingga diperlukan pengolahan limbah effluent sebelum jadi air buangan. Berdasarkan nilai TSS dan TDS dari hasil pencampuran limbah olahan terhadap air hulu dan nilai air hilir, batas buangan limbah yang dihasilkan antara 4 % - 6 % limbah olahan terhadap air hulu sedangkan dari pengujian konduktivitas, batas buangan limbah yang dihasilkan lebih besar dari 10 % limbah olahan terhadap air hulu. Pada pengujian kandungan logam dibuktikan bahwa limbah cair kelapa sawit kandungan logam Al, Cu dan Fe. Konsentrasi logam Al limbah effluent sebesar 6,786 mg/L, konsentrasi logam Cu limbah effluent sebesar 4,823 mg/L, dan konsentrasi logam Fe limbah effluent sebesar 4,864 mg/L.Kata Kunci : kandungan logam, konduktivitas, limbah cair kelapa sawit, TDS, TSS AbstractThis study is concerning inthe enviromental effect of variation of pure waste and processed sewage to upstream water. The purpose of this study was to determine the water quality based on TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), conductivity, and metal contents. Variations in the volume of waste pure and processed waste is 20 mL, 40 mL, 60 mL, 80 mL, and 100mL to 1000 mL of upstream water. Testing of mixing pure waste volume 2% of upstream water volume obtain result of TSS and TDS respectively 5473 mg/L, and 16651 mg/L, 163,43 µS conductivity, metal concentration of Al, Cu, and Fe respectively 0,714 mg/L, 0,382 mg/L and 0,682 mg/L, the value of all these parameters is still away from the quality standard so needs a treatment before it becomes waste water. Based on TSS and TDS values result by mixing of processed waste upstream water and downstream water, the result of waste disposal limits between 4% - 6% toward upper course,meanwhile at the conductivity test, the result of waste disposal limits was 10 % higher toward upper course. The concentration of Al pure waste 6,786 mg/L, the concentration of Cu pure waste of 4.823 mg/L, and the concentration of Fe pure waste of4.864mg/L.Keyword : conductivity, metal contents, palm oil liquid waste, TDS, TSS 
PENGARUH KONSENTRASI ARANG AMPAS TEBU TERHADAP DAYA SERAPNYA PADA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT -, Sarwadi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 3: Juli 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.3.128-134.2014

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi arang ampas tebu terhadap daya serapnyapada limbah cair kelapa sawit.Penelitian bertujuan untuk menentukan nilai optimum kosentrasi arang ampas tebu dalam menyerap kandungan limbah cair pabrik kelapa sawit yang ditinjau dari paremeter TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), dan absorbansi.Pengukuran TSS, TDS menggunakan metode gravimetri dan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometri.  Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah penyerapan optimum zat padat tersuspensi terlihat pada  konsentrasi arang ampas tebu 1,0 × 10-2 dan zat padat terlarut adalah 0,5 × 10-2g/mL, sementara untuk nilai absorbansi terlihat pada saat konsentrasi arang ampas tebu 0,5 ×10-2 g/mL.Kata Kunci: Absorbansi, arang ampas tebu, TDS, TSSAbstractThe research on the effect of bagasse charcoal consentration to its absorption power on palm oil waste has been carried out.  This project aims is to determine the optimum consentration of bagasse charcoal to absorb the palm oil waste, which is tested by TSS (Total suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid) and absorbance.  The TSS and TDS test uses gravimetric method and absorbance test uses spectrophotometric device.  The TSS test shows that the optimum consentration is resulted from the sample which has the 1.0 × 10-2 g/mL of consentration while the TDS and absorbance is obtained from the sample which has 0.5 × 10-2g/mL of consentration.Keyword: Absorption, bagasse charcoal, TDS, TSS
ESTIMASI PENCEMARAN AIR SUMUR YANG DISEBABKAN OLEH INTRUSI AIR LAUT DI DAERAH PANTAI TIRAM, KECAMATAN ULAKAN TAPAKIS, KABUPATEN PADANG PARIAMAN Amri, Hafizul; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.4.235-241.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pencemaran air laut yang diakibatkan oleh intrusi air laut di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman dengan menggunakan konduktivitas dan TDS (total dissolved solid).  Nilai konduktivitas yang didapatkan dari 25 sumur berkisar antara 48,46 sampai 181,86 μmhos/cm dan berdasarkan keputusan Panitia Add Hoc Intrusi Air Asin (PAHIAA) pada tahun 1986, nilai konduktivitas ini termasuk ke dalam kategori air tawar.  Daerah penelitian dibagi menjadi 3 wilayah berdasarkan jaraknya dari tepi pantai.  Dengan menggunakan surfer 9, dapat dilihat bahwa nilai konduktivitas dari sumur semakin kecil jika jarak dari pantai semakin jauh.  Hasil dari pengujian TDS, terdapat 3 nilai yang melebihi standar air tawar menurut PAHIAA, yaitu sample 1 (6766 mg/L), sample 2 (4200 mg/L) dan sample 5 (2500 mg/L).  Rata-rata TDS di zona 1 termasuk ke dalam kategori agak payau, sedangkan rata-rata nilai TDS dari zona 2 dan 3 termasuk dalam kategori air tawar.  Perbedaan nilai TDS di daerah yang dekat dengan pantai dengan yang jauh dari pantai disebabkan oleh material penyusun tanah di daerah penelitian yang terdiri dari lanau, pasir dan kerikil.  Lanau akan mengisi pori-pori pada pasir dan kerikil sehingga nilai permeabilitasnya menjadi kecil, dan mengurangi intrusi air laut pada daerah yang semakin jauh dari pantai.Kata kunci : pencemaran, salinitas, konduktivitas, TDS (Total Dissolved Solid)AbstractThe level of sea water contamination on groundwater in Tiram Beach has been determined through the conductivity and TDS (Total Dissolved Solid) observation.  The conductivity obtained on 25 wells ranges between 48.46 and 181.86 μmhos/cm and according to the decision of the Ad Hoc Committee of the Salt Water Intrusion in 1986, such values are belong to the category of fresh water.  The research area is devined into three zones, according to its distance from shore.  By appling the surfer 9 software, the distribution of conductivity tend to decrease on sites that is located further to the land.  The result of TDS test shows that 3 samples have TDS exceeding quality standar issued by Ad Hoc Committee of the Salt Water Intrusion, that are sample 1 (6766 mg/L), sample 2 ( 4200 mg/L) and sample 5 (2500 mg/L).  Average TDS on zone 1 is classified as slightly saline, while zone 2 and zone 3 are classified as fresh water. This difference is caused by the materials are formed by sand, gravel and silt.  Silt will fill out the pore out the pore of gravel and sand, so that it reduced its permeability, and sea intrusion to the wells away from shore will be blocked gradually.Keywords : contamination, salinity, conductivity, TDS (Total Dissolved Solid)
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK MENANGGULANGI TUMPAHAN OLI DI AIR LAUT Febri, Merlinda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAK     Pengujian konduktivitas air laut yang dicampurkan oli menggunakan tongkol jagung sebagai media serap telah dilakukan dengan variasi waktu perendaman 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Panjang tongkol jagung divariasikan sepanjang 1, 1,5, 2, 2,5 dan 3 cm. 10 ml oli dicampurkan dalam 150 ml air laut. Pengujian hingga waktu perendaman tongkol jagung dengan panjang 3 cm (terpanjang) selama 150 menit (terlama) menghasilkan konduktivitas 180,52 µS belum mampu menghasilkan penyerapan yang lebih baik, hingga mendekati konduktivitas air laut murni 176,42 µS.Kata kunci : tongkol jagung, konduktivitasAbstractThe conductivity of sea water which is mixed with oil using corn cobs as absorptive media has been done by time variation 30 , 60 , 90 , 120 and 150 minutes has been carried out. The length of corn cobs varies to 1 , 1.5 , 2 , 2.5 and 3 cm . 10 ml of oil is mixed to 150 ml of seawater. The electrical conductivity of sea water mixed oil for 3 cm of corn cobs length is 180,52 µS, for soaking time of 150 minutes. For all tests, corn cobs are still unable as oil absorbtion.Keywords : corn cobs, conductivity
ESTIMASI TEMPERATUR RESERVOIR PANAS BUMI BERDASARKAN RESISTIVITAS LISTRIK TERAS SILIKA DI SEKITAR MATA AIR PANAS KECAMATAN ALAM PAUH DUO, KABUPATEN SOLOK SELATAN Nugroho, Eko Budi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang perkiraan temperatur reservoir panas bumi di daerah Alam Pauh Duo, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan berdasarkan resistivitas listrik silika jenuh air dan resistivitas air. Sampel teras silika dan air diambil pada 6 titik radial menjauh dari sumber mata air panas.Pada pengujian resistivitas silika jenuh air, nilai yang didapatkan yaitu berkisar antara 7,06 sampai dengan9,74 Ωm dan resistivitas air didapatkan nilai berkisar antara 57,06 dan 58,52 Ωm. Perkiraan temperatur reservoir yang dihasilkan memiliki rentang temperatur rata-rata antara 253 sampai dengan 340˚C yang dihitung menggunakan persamaan Dakhnov.Nilai ini mengindikasikan bahwa daerah di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan  berpotensi sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi. Kata Kunci :estimasi temperatur reservoir, teras silika, resistivitas, mata air panas, Solok SelatanAbstractThe study in estimating temperature of geothermal reservoir at Alam Pauh Duo, Solok Selatan was conducted based on the electrical resistivity ofsaturated silica and resistivity of water. Silica sinter terraces and water samples were taken at six point radially away from the hot spring. Electrical resistivity of saturated silica range from 7.06 to 9.74 Ωm, while the resistivity of water range from 57.06 to 58.52 Ωm. Temperature estimation of geothermal reservoir have an average of temperature value from 253 to 340˚C, calculated using Dakhnov equation. This value indicates that the area at Alam Pauh Duo, Solok Selatan has potential as a source of geothermal power plant.Keyword :temperature estimation of reservoir, silica sinter terraces, resistivity, hot spring,  Solok Selatan
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrachman, Mirzam Aditiya Yolanda Wibowo Aditiya Yolanda Wibowo Afdal Afdal Afdal Fajri Salim Afdal Fajri Salim Afdal, Afdal Ahmad Fauzi Pohan Ahmad Furqan Akfiny Hasdi Aimon Alexandros Andreas Alfianto Perdana Putra Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin, Almuhsinin Andre Mahendra Andre Mahendra Andreas, Alexandros Anwar, Andi Rahayu Arif Budiman Arif Safitra Arwati, Sitti Astuti Astuti Daud Satria Putra Daud Satria Putra, Daud Satria Devi Marisa Dona, Rezi Marva Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eko Budi Nugroho Eko Budi Nugroho, Eko Budi Eldiani Arifya Fadilla Monica Fatmasari, Reni Febri Melta Mahaddilla Febri Melta Mahaddilla Friska, Vira Furqan, Ahmad Hafizul Amri Hafizul Amri, Hafizul Hamdiyessi, Sri Hanif Hidayat Harmen Zanur Hastuti, Nofriza Hendro Susilo Hidayat, Hanif Humaedi, Muhammad Tamrin Ikhwan Fikri Maulidan Ikhwan Fikri Maulidan Ilham, Rahmat Indrastuti, Novianti Irsamukhti, Robi Jantiur Situmorang Jasmita, Murda Marisa, Devi Martikno, Rudy Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maulidan, Ikhwan Fikri Merlinda Febri Merlinda Febri, Merlinda Mohamad Ali Shafii Mohamad Ali Shafii Muhammad Fajrin Muhammad Fajrin, Muhammad Muhammad Tamrin Humaedi Muldarisnur, Mulda Murda Jasmita Mutya Vonnisa Niroha, Olong Nofriza Hastuti Novia Dwi Agusri Novianti Indrastuti Nurul Aini Olong Niroha Permanda, Randa Putra, Alfianto Perdana Putri, Sauri Aulia Putri, Tania Dian Qodri, Rahmat Ravvi Rahmat Arrahman Rahmat Arrahman, Rahmat Rahmat Ilham Rahmat Ilham Rahmat Ravvi Qodri Rahmatul Hidayat Rahmatul Hidayat, Rahmatul Randa Permanda Ratika Tri Suci Ratika Tri Suci Refiani, Syafira Aulina Rezi Marva Dona Rhomar, Zeflianto Ridhovi Endovani Ridhovi Endovani, Ridhovi Rita Ummi Sahida Tanjung Rizky Ramadhan Rizky Ramadhan, Rizky Robi Irsamukhti Rudy Martikno Safitra, Arif Salim, Afdal Fajri Sarwadi - Sarwadi -, Sarwadi Sauri Aulia Putri Situmorang, Jantiur Sri Hamdiyessi Suci, Ratika Tri Sucy Lestari Wirma Susilo, Hendro Syafira Aulina Refiani Syafitri Syafitri Syafitri, Syafitri Tania Dian Putri Tania Dian Putri Tanjung, Rita Ummi Sahida Trengginas Eka Putra Sutantyo Tri Suci, Ratika Trimulyati, Wildah Utami, Zulinira Dwi Vira Friska Wildah Trimulyati Yoci Darwita Putri Zanur, Harmen Zeflianto Rhomar Zeflianto Rhomar Zulinira Dwi Utami