Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Karakteristik Fluida dan Estimasi Temperatur Reservoir Panas Bumi di Sekitar Gunung Talang Utami, Zulinira Dwi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.130-137.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan karakteristik fluida dan estimasi temperatur reservoir panas bumi di sekitar Gunung Talang sebagai salah satu tahap awal penentuan pengembangan sistem panas bumi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian mengambil sampel 12 titik mata air panas sebanyak 100 ml di sekitar Gunung Talang. Penentuan karakteristik fluida panas bumi dilakukan menggunakan diagram segitiga Na-K-Mg dan Cl-Li-B. Diagram Na-K-Mg digunakan untuk menentukan keseimbangan fluida reservoir panas bumi. Diagram segitiga Cl-Li-B digunakan untuk menentukan asal-usul, pendidihan, dan pengenceran fluida reservoir panas bumi. Estimasi temperatur reservoir dilakukan dengan persamaan geotermometer. Pengukuran unsur Na, K, dan Mg dilakukan dengan alat Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Pengukuran unsur Li, B dan Ca dilakukan dengan alat Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan pengukuran senyawa SiO2 dengan alat Visible Spectroscopy. Pengukuran unsur Cl dengan metode titrasi asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mata air panas bumi di sekitar Gunung Talang berada pada immature water yang menandakan fluida reservoir panas bumi telah mengalami pengenceran dengan unsur lain. Fluida reservoir berasal dari sistem hidrotermal baru yang dipengaruhi oleh magma Gunung Talang. Sistem panas bumi di sekitar Gunung Talang didominasi air dan mata air panas keluar pada zona outflow. Pendidihan fluida reservoir panas bumi berada di bawah permukaan bumi hingga kedalaman sekitar 150 meter. Estimasi temperatur reservoir panas bumi dengan geotermometer silika adalah 147,63 oC - 179,77 oC, yang termasuk dalam sistem panas bumi bertemperatur sedang.Kata kunci : diagram segitiga, Gunung Talang, reservoir panas bumi.
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman Safitra, Arif; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.179-185.2018

Abstract

Telah dilakukan pengujian unsur pada fluida panas bumi di 5 (lima) mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Konsentrasi Li, B, Na, K, dan Mg pada masing-masing sampel diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan konsentrasi Cl diukur menggunakan metode titrasi. Hasil pengukuran digunakan untuk menganalisis asal usul fluida panas bumi, pengenceran fluida panas bumi dan kesetimbangan fluida panas bumi. Dari pengukuran diperoleh pH air panas 7,8-8,6, temperatur sebesar 84,5 0C-97,5 0C. Dari analisis kimia didapatkan konsentrasi Cl berkisar dari 75,98 ppm - 92,97 ppm, Li dari 0,0056 ppm - 0,0098 ppm, B dari 0,524 ppm - 0,918 ppm, Na dari 1,98 ppm - 6,67 ppm, K dari 1,87 ppm - 4,23 ppm, dan Mg dari 1,02 ppm - 2,23 ppm. Plot diagram segitiga Cl-Li-B menunjukan seluruh sampel didominasi oleh Cl yang mengindikasikan bahwa mata air panas Panti berasal dari sumber panas bumi dan terjadi sedikit pengenceran batuan sedimen organik. Plot diagram segitiga Na-K-Mg menunjukan seluruh sampel berada pada daerah immature water yang mengindikasikan mata air panas Panti bercampur dengan air permukaan yang banyak. Kata kunci: asal usul fluida, diagram segitiga, fluida geotermal, karakterisasi, kesetimbangan, mata airpanas Panti, pengenceran
Studi Alterasi Hidrotermal dan Mineralisasi Batuan di Sekitar Mata Air Panas Garara Bukit Kili, Kabupaten Solok, Sumatera Barat Qodri, Rahmat Ravvi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.3.246-252.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai studi alterasi hidrotermal dan mineralisasi pada batuan di sekitar mata air panas Garara (Bukit Kili), Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sampel batuan diambil pada tiga daerah stratigrafi penyusun daerah Bukit Kili, yaitu Lahar Bukit Bakar (Qulh), Lahar Gunung Talang (QTlh), dan Vulkanik Tua (TTI). Penentuan mineral alterasi yang terbentuk dilakukan dengan melakukan karakterisasi menggunakan X-ray Fluorescence (XRF), X-ray Diffractometer (XRD), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil XRF menunjukkan bahwa batuan pada daerah penelitian merupakan batuan yang terbentuk dari aktivitas magma andesit yang berkaitan dengan zona subduksi pada pinggiran benua aktif dan dikontrol oleh aliran gas pada proses pengkayaan magma. Hasil XRD memperlihatkan adanya mineral albit, kristobalit, tridimit dan diopsid, tipe alterasi yang terbentuk pada daerah penelitian adalah tipe propilitik, dan silifikasi. Mikrotekstur pada batuan Lahar Gunung Talang (QTlh) memiliki tekstur bulat, kubus, dan prismatik yang tidak beraturanKata kunci: alterasi, andesit, Garara, propilitik, silifikasi, stratigrafi.
Penentuan Zona Caprock di Sekitar Gunung Talang Menggunakan Metode Resistivitas Konfigurasi Wenner Syafitri, Syafitri; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.3.253-259.2018

Abstract

Penentuan zona caprock di daerah Solok telah dilakukan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Wenner. Pengukuran dilakukan di 3 titik yang berada di daerah Cupak, Bukit Gadang dan Bukit Sundi. Terdapat tiga lintasan pengukuran dengan panjang lintasan 1050 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2WIN untuk mendapatkan pemodelan 1D resistivitas batuan terhadap kedalaman. Hasil pengolahan data menunjukkan pada lintasan 1 terdapat 3 lapisan batuan. Lapisan konduktif ditandai dengan nilai resistivitas <20 Ωm yang terdapat pada kedalaman di bawah 109 m. Lapisan ini diinterpretasikan sebagai batuan lempung dan berfungsi sebagai caprock (batuan penudung) Gunung Talang. Lintasan 2 menunjukkan adanya 4 lapisan batuan, dengan tidak ditemukan keberadaan zona caprock, tapi pada hasil pemodelan terdapat penurunan nilai resistivitas mulai dari kedalaman 78,7 m. Pada lintasan 3 menunjukkan 4 lapisan batuan dan pada lintasan ini juga tidak teridentifikasi zona caprock panas bumi.Kata kunci: caprock, gunung talang, konfigurasi wenner, metode resistivitas
Perbandingan Karakteristik Batuan Beku Erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang Andreas, Alexandros; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.293-298.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik batuan erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang yang meliputi struktur dan komposisi kedua batuan vulkanik tersebut. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah XRD (X-Ray Diffractometer) dan XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil uji XRD menunjukan batuan Gunung Gamalama didominasi oleh albit dan berlinit sedangkan batuan Gunung Talang didominasi oleh kristobalit dan alunit. Hasil uji XRF menunjukan bahwa batuan Gunung Gamalama mengandung 58,485% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku andesit dan diorit. Batuan Gunung Talang mengandung 75,438% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku riolit. Berdasarkan kandungan SiO2 dan K2O batuan Gunung Gamalama dikelompokan sebagai andesit basal (K-sedang) dengan kedalaman magma pembentuk batuannya sekitar 106 km dan batuan Gunung Talang dikelompokan sebagai riolit (K-rendah) dengan kedalaman magma pembentuk batuannya sekitar 54 km. Batuan Gunung Gamalama memiliki sifat magnetik yang lebih kuat dari batuan Gunung Talang karena mengandung hematit (Fe2O3) sebesar 5,546% dan besi (Fe) sebesar 9,952%. Perbedaan warna (cerat) batuan Gunung Gamalama dan Gunung Talang dipengaruhi oleh kandungan magnesium (Mg) dan besi (Fe). Tingginya kandungan magnesium (Mg) dan besi (Fe) menunjukan batuan Gunung Gamalama tersusun oleh mineral yang bersifat lebih basa dari batuan Gunung Talang. Secara umum, batuan Gunung Gamalama bertipe andesit basaltik, sedangkan batuan Gunung Talang bertipe riolitik.Kata kunci: Gunung Gamalama, GunungTalang, silika, kedalaman magma
Studi Petrografi Batuan Beku dan Sinter Silika di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Putri, Sauri Aulia; Putra, Ardian; Abdurrachman, Mirzam
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.320-327.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis petrografi terhadap batuan beku dan sinter silika di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenampakan mikroskopik batuan meliputi struktur dan tekstur, komposisi mineral penyusun batuan, jenis, dan nama batuan.  Batuan diambil pada empat titik di Kecamatan Alam Pauh Duo, sedangkan sinter silika diambil di sekitar mata air panas Sapan Maluluang. Batuan dan sinter silika dipreparasi menjadi sayatan tipis. Analisis dilakukan menggunakan mikroskop polarisasi dan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan pada Kecamatan Alam Pauh Duo didominasi oleh batuan beku basalt. Batuan ini menunjukkan struktur masa batuan yang seragam. Batuan beku basalt ini disusun oleh mineral primer dan sekunder. Mineral primer berupa plagioklas, piroksen, dan hornblen. Mineral sekunder berupa klorit, kalsit, dan kuarsa. Mineral sekunder ini mengindikasikan bahwa temperatur reservoir panas bumi di Kecamatan Alam Pauh Duo berkisar antara 120ºC-320ºC. Nilai estimasi ini berada dalam kisaran nilai estimasi temperatur reservoir yang diperoleh oleh PT. Supreme Energy yaitu 210ºC - 320ºC.Kata kunci: batuan beku basalt, petrografi, temperatur reservoir
Klasifikasi Mata Air Panas Berdasarkan Diagram Segitiga Fluida di Batu Balang dan Muaro Paiti, Kabupaten 50 Kota Almuhsinin, Almuhsinin; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.394-400.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fluida mata air panas berupa penentuan tipe fluida, kesetimbangan, asal usul sumber fluida dan pengenceran fluida di Nagari Batu Balang dan Nagari Muaro Paiti Kabupaten 50 Kota. Sampel penelitian diambil dari empat sumber mata air panas sebanyak 500 ml. Hasil pengukuran di dua lokasi didapatkan nilai pH 7,21 – 7,44, dan nilai temperatur permukaan mata air panas 41,36°C – 60,86°C. Konsentrasi Na, K, Mg, K, B dan Li didapatkan dari Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES), konsentrasi Cl didapatkan dari pengolahan persamaan konduktivitas yang didapatkan dari conductivity meter, konsentrasi SO4 dengan metode visible spectroscopy dan hasil konsentrasi HCO3 diukur dengan titrasi asam basa. Segitiga Cl-HCO3-SO4 menunjukkan fluida bertipe bikarbonat. Segitiga Na-K-Mg menunjukkan kandungan dominan pada fluida adalah Mg yang mengindikasikan banyak pencampuran dengan air tanah. Segitiga Cl-Li-B menunjakkan asal sumber fluida berada pada reservoir yang memiliki struktur batuan yang sama dan berasal dari sistem hidrotermal lama. Dari hasil analisis karakteristik fluida yang telah diperkirakan terdapat  potensi panas bumi di daerah tersebut.Kata kunci: Batu Balang, diagram segitiga fluida, mata air panas, Muaro Paiti, tipe fluida.
Struktur dan Karakteristik Termal Sinter Silika Mata Air Panas Panti, Pasaman Friska, Vira; Putra, Ardian; Almuhsinin, Almuhsinin
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.408-414.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur dan karakteristik termal sinter silika pada mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Karakterisasi termal  menggunakan metode Differential Thermal Analysis (DTA) dengan suhu pemanasan maksimal 1100°C untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sinter silika. Berdasarkan hasil uji DTA, suhu terjadinya proses endoterm hampir sama pada kedua sampel yaitu titik A pada suhu 91,9°C dan titik B 91,8°C. Silika pada titik A mengalami transisi α → β-quartz pada suhu 710,8°C selanjutnya perubahan β-quartz → β-tridymite pada suhu 848,8°C. Sampel silika pada titik B mengalami transisi fasa pada suhu yang lebih rendah dibanding titik A yaitu perubahan  α → β-quartz pada suhu 523,7°C dan β-quartz → β-tridymite pada suhu 711,2°C. Titik A membutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk berubah dari β-quartz → β-tridymite dibandingkan pada titik B. Ini mengindikasikan bahwa sampel pada titik B memiliki kandungan silika yang lebih tinggi dibandingkan titik A. Struktur sinter silika diuji menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil uji XRD menunjukkan bahwa sinter silika pada kedua titik memiliki fase opal-CT. Hal ini mengindikasikan bahwa sinter silika pada mata air panas panti, Pasaman memiliki usia >10.000 tahun dan aktifitas termal panas bumi daerah penelitian ini sudah ada puluhan ribu tahun. Structure and thermal characteristics of silica sinter on hot spring in Panti, Pasaman District has been investigated. The thermal characteristics used the Differential Thermal Analysis (DTA) method with a maximum heat temperature  of 1100°C to see the crystalline phase changes from silica sinter. Based on DTA test, the temperature of the endothermic process is almost the same in both samples, are 91,9°C at point A and 91,8°C at point B. The change α → β-quartz at point A occurs at 710,8°C and β-quartz → β-tridymite occurs at 848,8°C. Silica sinter at point B have transitioned at temperatures lower than point A, the change  α → β-quartz occurs at 523,7°C and β-quartz → β-tridymite at 711,2°C. Siica at point A requires a higher temperature to change from β-quartz → β-tridymite than that at point B, this indicates that the sample at point B has a higher silica content than point A. The silica sinter structure was tested using an X-Ray Diffractometer (XRD). The XRD results showed that the phase of silica sinters at both points is opal-CT. It indicates that silica sinters at the hotspring in Panti, Pasaman has an age >10,000 years and the geothermal thermal activity of this research area has existed for tens of thousands of years.
Identifikasi Karakteristik Mata Air Panas Bumi di Sibanggor Tonga Kabupaten Mandailing Natal Menggunakan Diagram Segitiga Fluida Jasmita, Murda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.428-435.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi karakteristik fluida mata air panas tipe fluida, kesetimbangan, asal usul sumber fluida dan pengenceran mata air panas bumi di Sibanggor Tonga Kabupaten Mandailing Natal. Sampel penelitian diambil dari lima sumber mata air dengan volume sampel di setiap lokasi sebanyak 500 ml. Nilai pH dari 5 titik mata air panas berkisar  dari 0,6 sampai 6,3 dan pengukuran temperatur permukaan diperoleh mulai dari 37,6 oC hingga 95,3 oC. Konsentrasi unsur Na, K, Mg, K, B dan Li diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Pengukuran konsentrasi unsur Cl diperoleh dari persamaan konduktivitas yang didapatkan dari alat conductivity meter dan pengukuran konsentrasi SO4 dengan metode visible spectroscopy. Pengukuran konsentrasi HCO3 diukur dengan metode titrasi asam basa. Diagram Cl-HCO3-SO4 menunjukkan semua fluida bertipe sulfat-klorida dan diagram Na-K-Mg menunjukkan semua fluida berada pada immature water yang mengindikasikan fluida telah mengalami reaksi dengan unsur lain saat menuju permukaan. Asal sumber fluida berada jauh dari reservoir atau aliran fluida bergerak secara lateral saat menuju permukaan, yang terlihat dari diagram Cl-B-Li.  Research has been carried out on the identification of the characteristics of the hot spring fluid type, equilibrium, the origin of the fluid source and the dilution of the geothermal springs in Sibanggor Tonga, Mandailing Natal Regency. The research sample was taken from five springs with a sample volume of 500 ml at each location. The pH values of the 5 hot springs ranged from 0.6 to 6.3 and surface temperature measurements were obtained from 37.6°C to 95.3°C. The concentrations of Na, K, Mg, K, B and Li were measured using Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Measurement of the element concentration of Cl is obtained from the conductivity equation obtained from a conductivity meter and measurement of SO4 concentrations using the visible spectroscopy method. HCO3 concentration measurements were measured by the acid-base titration method. The Cl-HCO3-SO4 diagram shows all sulfate-chloride type fluids and the Na-K-Mg diagram shows all fluids are in immature water which indicates that the fluid has undergone a reaction with other elements when it reaches the surface. As long as the fluid source is far from the reservoir or the fluid flow moves laterally towards the surface, as seen from the Cl-B-Li diagram.
Identifikasi Sebaran Anomali Magnetik pada Daerah Prospek Panas Bumi Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar Hidayat, Hanif; Putra, Ardian; Pujiastuti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.48-54.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran anomali magnetik pada daerah prospek panas bumi Nagari Aie Angek untuk mengetahui potensi panas bumi yang digambarkan dalam bentuk pemodelan sistem panas bumi. Penelitian yang dilakukan pada daerah berdimensi 1300 m × 1300 m yang terdiri dari 198 titik pengambilan data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai anomali magnetik yang berada pada daerah tersebut berada pada rentang -2800 nT hingga 1800 nT dan didominasi oleh nilai magnetik negatif. Anomali magnetik negatif ini disebabkan oleh adanya sumber panas, reservoir dan pengaruh batuan sedimen vulkanik yang telah mengalami demagnetisasi. Data sebaran anomali magnetik ini diplot menjadi peta kontur yang selanjutnya dikontinuasi ke atas (smoothing) untuk menghilangkan pengaruh magnetik pada permukaan dan menekankan pengaruh regional. Berdasarkan hasil pemodelan dari sistem panas bumi didapatkan adanya indikasi caprock, reservoir dan batuan panas serta zona sesar yang berkaitan erat dengan sistem fluida hidrotermal. This research aims to identify the distribution of magnetic anomalies in the Nagari Aie Angek geothermal prospect area and determine the geothermal potential described in geothermal system modeling. This research was conducted in an area with 1300 m × 1300 m, consisting of 198 data collection points. From the research result, the magnetic anomaly values obtained are in the range -2800 nT to 1800 nT and are dominated by negative magnetic values. This negative magnetic anomaly is caused by heat sources, reservoirs, and the influence of demagnetized volcanic sedimentary rocks. This magnetic anomaly distribution data is plotted into a contour map, which is then performed by upward continuation (smoothing) to eliminate magnetic influence on the surface and emphasize regional effects. Based on the geothermal system’s modeling results, it is found that there are indications of caprock, reservoir, and hot rock, as well as a fault zone that is closely related to the hydrothermal fluid system.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrachman, Mirzam Aditiya Yolanda Wibowo Aditiya Yolanda Wibowo Afdal Afdal Afdal Fajri Salim Afdal Fajri Salim Ahmad Fauzi Pohan Alexandros Andreas Alfianto Perdana Putra Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin, Almuhsinin Andre Mahendra Andre Mahendra Andreas, Alexandros Anwar, Andi Rahayu Arif Budiman Arif Safitra Arwati, Sitti Astuti - Astuti Astuti Daud Satria Putra Daud Satria Putra, Daud Satria Devi Marisa Dona, Rezi Marva Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eko Budi Nugroho Eko Budi Nugroho, Eko Budi Eldiani Arifya Fadilla Monica Fatmasari, Reni Febri Melta Mahaddilla Febri Melta Mahaddilla Friska, Vira Furqan, Ahmad Hafizul Amri Hafizul Amri, Hafizul Hamdiyessi, Sri Hanif Hidayat Harmen Zanur Hastuti, Nofriza Hendro Susilo Hidayat, Hanif Humaedi, Muhammad Tamrin Ikhwan Fikri Maulidan Ikhwan Fikri Maulidan Ilham, Rahmat Indrastuti, Novianti Irsamukhti, Robi Jantiur Situmorang Jasmita, Murda Marisa, Devi Martikno, Rudy Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maulidan, Ikhwan Fikri Merlinda Febri Merlinda Febri, Merlinda Mirzam Abdurrachman Mohamad Ali Shafii Mohamad Ali Shafii Muhammad Fajrin Muhammad Fajrin, Muhammad Muhammad Tamrin Humaedi Muldarisnur, Mulda Murda Jasmita Mutya Vonnisa Niroha, Olong Nofriza Hastuti Novia Dwi Agusri Novianti Indrastuti Nurul Aini Olong Niroha Permanda, Randa Putra, Alfianto Perdana Putri, Sauri Aulia Putri, Tania Dian Qodri, Rahmat Ravvi Rahmat Arrahman Rahmat Arrahman, Rahmat Rahmat Ilham Rahmat Ilham Rahmat Ravvi Qodri Rahmatul Hidayat Rahmatul Hidayat, Rahmatul Randa Permanda Ratika Tri Suci Ratika Tri Suci Refiani, Syafira Aulina Rezi Marva Dona Rhomar, Zeflianto Ridhovi Endovani Ridhovi Endovani, Ridhovi Rizky Ramadhan Rizky Ramadhan, Rizky Robi Irsamukhti Rudy Martikno Safitra, Arif Salim, Afdal Fajri Sarwadi - Sarwadi -, Sarwadi Sauri Aulia Putri Situmorang, Jantiur Solly Aryza Sri Hamdiyessi Suci, Ratika Tri Sucy Lestari Wirma Susilo, Hendro Syafira Aulina Refiani Syafitri Syafitri Syafitri, Syafitri Tania Dian Putri Tania Dian Putri Tanjung, Rita Ummi Sahida Trengginas Eka Putra Sutantyo Tri Suci, Ratika Trimulyati, Wildah Utami, Zulinira Dwi Vira Friska Wildah Trimulyati Yoci Darwita Putri Zanur, Harmen Zeflianto Rhomar Zeflianto Rhomar Zulinira Dwi Utami