Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Upaya Peningkatan Produktivitas menggunakan Perancangan Pemodelan Business Process Modelling Notation (BPMN) Kulsum Kulsum; Hafair Mubarak; Evi Febianti; Yusraini Muharni; Putiri Bhuana Katili; Dyah Lintang Trenggonowati; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62016

Abstract

Bahan baku utama untuk pembuatan polyethylene adalah ethylene, untuk memenuhi bahan baku dalam pembuatan polyethylene PT XYZ melakukan impor bahan baku. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan memproduksi berbagai macam resin High-Density Polyethylene (HDPE) dan Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE). Dikarenakan bahan baku yang diimpor, maka PT XYZ harus membayar pajak kepada Bea Cukai, dalam pembayaran pajak kepada Bea Cukai terdapat sebuah permasalahan seperti telatnya pembayaran pajak impor bahan baku kepada Bea Cukai karena dokumen-dokumen terkait pembayaran bahan baku seperti PIB dan SPPB belum siap, terdapat tambahan pembayaran (Regulasi Pemerintah) karena keterlambatan tersebut, dan dampak lainnya adalah produktivitas divisi PPIC menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tugas divisi PPIC dalam proses pembayaran barang impor (Ethylene) dan membuat perancangan proses bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang baik menjadikan arus informasi lebih cepat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik dan membuat standar operasional prosedur untuk departemen PPIC pada pelayanan pembayaran pajak impor bahan baku dan peningkatan produktivitas. Bussiness Process Model and Notation (BPMN) adalah standar untuk memodelkan proses bisnis dan proses-proses web services. BPMN menyediakan notasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pengguna bisnis. Hasil penelitianp pada bisnis proses usulan terdapat sebanyak 6 tahap, dan untuk kegiatan terdapat 6 kegiatan dengan masing masing fungsi yang berbeda-beda, jumlah aktivitas terdapat 30 aktivitas, total waktu sebesar 14 jam, Waktunya berkurang sebesar 71,43%. dan dibuatnya Standar Operasional Prosedur terkait pembayaran pajak impor bahan baku kimia pada departemen PPIC.
Solving Just-in-Time Single Machine Scheduling with Variable Discrete Speed Machine using Hybrid NSGA-II Bobby Kurniawan; Ade Irman; Evi Febianti; K Kulsum; Lely Herlina; Muhammad Adha Ilhami; Yusraini Muharni; Fellek Getu Tadesse
Jurnal Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2021): August
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol22.No2.211-223

Abstract

Due to industrialization and population growth, increasing energy demand can lead to energy scarcity because non-renewable resources are primarily used as energy sources. In addition, carbon dioxide gas, the waste of industrialization, can harm the environment. Therefore, environmentally friendly methods are encouraged in the industrial environment as energy preservation and climate change mitigation. This research discusses just-in-time single machine scheduling that takes into account energy consumption. In this research, energy consumption depends on the machine’s speed. The objectives are minimizing the just-in-time (JIT) penalty (the sum of weighted earliness/tardiness) and energy consumption. This research proposed a hybrid NSGA-II with a local search to solve the multi-objective scheduling problem. Thus, solving the JIT single-machine scheduling problem considers energy consumption to conserve energy and increase production efficiency. Numerical experiments demonstrated that the hybrid NSGA-II with local search is more effective than the standard NSGA-II in solving the problem. Therefore, decision-makers can use the scheduling model to select alternative solutions that consider energy and the environment without sacrificing efficiency.
USULAN PENJADWALAN PERAWATAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN ELECTROLITIC TINNING LINE MENGGUNAKNA METODE RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DI PT LATINUSA Tbk. Ade Irman; Yusraini Muharni; Arliannur ARLIANNUR
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6558

Abstract

Proses produksi dalam sebuah perusahaan seringkali mengalami terjadi gangguan salah satunya adalah kerusakan mesin. Gangguan ini dapat teratasi jika perusahaan melakukan kegiatan perawatan yang optimal. Perawatan yang optimal dilakukan guna menjamin agar mesin dapat beroperasi dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan agar kegiatan perawatan menjadi optimal yaitu dengan membuat kegiatan preventive maintenance. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan yang memproduksi tinplate. Perusahaan ini mengalami downtime sebesar 144 jam pada salah satu mesinnya. Penelitian ini menggunakan metode reliability block diagram untuk menentukan keandalan mesin Electrolitic Tinning Line (ETL)  lalu dibuatkan penjadwalan preventive maintenance untuk setiap komponen kritis menggunakan simulasi monte carlo. Pada pengolahan data dihasilkan periode waktu perawatan diantaranya circulation – piping setiap 31 hari, roll – bearing/sol plate setiap 31 hari, roll – timming belt setiap 23 hari, roll – seal setiap 23 hari, circulation – nozzle setiap 2 hari, polisher setiap 23 hari, roll – universal joint setiap 33 hari, circulation – filter setiap 21 hari, roll – rotaty joint setiap 25 hari, roll – leveling setiap 48 hari, hydraulic – valve setiap 86 hari, pneumatic – piping setiap 42 hari, circulation – seal setiap 140 hari, dan circulation – valve setiap 14 hari. Dari hasil preventive maintenance yang dibuat, availability preventive maintenance lebih besar dari availability corrective maintenance maka dengan demikian penerapan preventive maintenance yang diusulkan tidak mengurangi availability dari mesin Electrolitic Tinning Line (ETL).
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI PIPA ERW MENGGUNAKAN METODE NAWAZ ENSCORE HAM DAN GENETIC ALGORITHM Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum; Devara Aulia Utami
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6385

Abstract

Penjadwalan merupakan suatu kegiatan pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. Proses penjadwalan timbul jika terdapat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Permasalahan penjadwalan biasanya berkaitan dengan pengurutan pembuatan atau pengerjaan produk secara menyeluruh terhadap sejumlah mesin yang tersedia. Penelitian ini fokus pada penjadwalan  produksi pipa ERW pada perusahaan produsen pipa spiral. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan menerapkan metode heuristic dan metaheuristic. Hasil dari kedua metode akan dibandingkan untuk mendapatkan makespan terbaik. Penjadwalan eksisting perusahaan dengan metode First Come First Served (FCFS) dan penjadwalan usulan dengan Metode Nawaz Enscore Ham(NEH)  dan Genetic Algorithm (GA). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu metode usulan lebih baik dan memiliki efisiensi sebesar 5.77%.
PENJADWALAN FLOW SHOP MESIN PARALEL MENGGUNAKAN METODE LONGEST PROCESSING TIME DAN CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM PADA PEMBUATAN PRODUK STEEL BRIDGE B-60 Yusraini Muharni; Ade Irman Saeful M; Tania Ero Rubyanti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri )
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v7i3.6338

Abstract

Sistem produksi di sebuah perusahaan fabrikasi seingkali mengalami permasalahan salah satunya adalah ketika perusahaan tidak mampu mengirim order kepada customer di waktu yang telah ditentukan. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan harus menanggung biaya pinalti. Masalah ini dapat diatasi apabila dilakukannya penjadwalan produksi dengan baik. Pentingnya penjadwalan produksi adalah untuk mengelola dengan tepat sumber daya yang ada agar terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Salah satu usaha yang dilakukan untuk tercapainya penjadwalan yang optimal adalah dengan meminimalkan makespan. Produk Steel Bridge B-60 merupakan salah satu dari jenis jembatan Truss Bridge yang diproduksi oleh Perusahan Fabrikasi Baja Struktur Kontruksi yang berlokasi di Cilegon.  Perusahan tersebut  memiliki sistem produksi make to order dengan alur produksi flow shop dan susunan mesin paralel. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan heuristic metode LPT (Longest Processing Time) dan pendekatan metaheuristic dengan menggunakan metode Cross Entropy yang dikombinasikan dengan Genetic Algorithm yang dikenal dengan sebutan CEGA (Cross Entropy Genetic Algortihm). Algoritma metaheuristic diterjemahkan ke dalam Bahasa pemograman Matlab. Hasil perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa kedua metode usulan yaitu LPT dan CEGA lebih baik dari metode eksisting dan memiliki efisiensi sebesar 7.94%.
Response Surface Method for optimizing the injection moulding process in bracket production Yusraini Muharni; Evi Febianti; Muhammad Galih Permana; Hartono Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i2.17063

Abstract

Citra Karya Metal is a mould maker and injection service for industries that produce plastic products such as brackets for washing machines. Defective products in the bracket's production are serious problems since the number is large. The existence of this defective product is quite challenging for the company in terms of time and cost. Products that do not comply with the standards will be reworked by flushing them from excessive plastic or destroying them to become plastic pellets for rework. This research aims to provide recommendations for the optimum injection moulding machine settings to reduce defects in bracket production. The Response Surface Method is used to optimize three independent variables: injection speed, pressure, and screw backstop position. The research finds that the most influential factors were injection speed and pressure. The optimum factor level values for injection speed and pressure were 47.5 per cent and 61.5 bar, respectively.
Implementasi lean service dengan metode WAM dan VALSAT untuk meminimasi waste pada loading steel plate Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Adrian Rizki Pratama; Lely Herlina; Bobby Kurniawan; Muhammad Adha Ilhami; Ade Irman Saeful Mutaqin; Yusraini Muharni; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17538

Abstract

Lean service adalah sekumpulan metode dan peralatan yang digunakan untuk meminimasi biaya, memperbaiki performance, mengurangi waktu tunggu, serta mengeliminasi waste agar kualitas jasa yang dihasilkan dapat maksimal. Waste yang terjadi dalam proses pelayanan jasa loading steel plate akan memberikan dampak keterlambatan pelayanan ataupun cacat dalam prosedur pelayanan. Waste yang terjadi di dalam proses ini perlu dihilangkan atau diminimasikan untuk membuat proses pelayanan menjadi lebih baik dan tidak merugikan pihak perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi urutan waste tertinggi hingga terendah, mengidentifikasi faktor-faktor dominan pada pemborosan, memberikan usulan perbaikan dan mengetahui nilai process cycle efficiency (PCE). Penelitian ini menerapkan Waste Assessment Model (WAM) untuk mengidentifikasi waste dan Value Analysis Stream Tools (VALSAT) untuk melakukan pemilihan detail mapping tools yang digunakan sebagai analisis perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan dengan nilai tertinggi sampai terendah adalah Waiting (26,97%), Defects (19,88%), Motion (14,83%), Inventory (12,88%), Transportation (10,36%), Processing (9,91%), dan Overproduction (5,16%). Faktor yang menyebabkan pemborosan dominan adalah kargo masih dalam proses pendinginan yang menyebabkan proses loading steel plate terhambat. Nilai PCE saat ini sebesar 46,25% dan usulan sebesar 67,30% perbaikan ini meningkatkan nilai PCE sebesar 21,05%.
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Kue Kering Tando Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Yusraini Muharni
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22221

Abstract

Usaha kue kering Tando adalah salah satu usaha yang berada pada kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kue kering tando merupakan nama dagang yang di miliki oleh perusahaan Indri Lestari yang berdiri sejak tahun 2002. Pada proses pembuatan kue kering  tersebut ditemukan beberapa risiko pada aktivitas rantai pasoknya sehingga tidak dapat berjalan lancar, oleh karena itu perlu dilakukan aksi mitigasi risiko untuk mengurangi risiko yang terjadi pada alur rantai pasok.  Salah satu risiko yang terjadi yaitu terjadinya peningkatan permintaan yang tidak menentu sehingga UMKM tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan penelitian ini adalah mengusulkan aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan dalam kegiatan rantai pasok kue kering tando di UMKM. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengisian kuesioner. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) sedangkan penentuan kriteria bisnis proses menggunakan dimensi Supply Chain Operation Reference (SCOR).  Aksi mitigasi yang dilakukan yaitu dengan membuat jadwal produksi serta waktu proses produksi, mematok jumlah produk yang dikirim setiap kali pengiriman, pengiriman produk dilakukan berkala sesuai jadwal pemesanan, membuat gelombang pemesanan setiap kali produksi dan melakukan rekap pemesanan setiap minggu.
Solar panel optimization using maximum power point tracking based on Artificial Bee Colony algorithm Hartono Hartono; Yusraini Muharni; Wahid Diana Tasdik; Alief Maulana; Irma Saraswati
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17530

Abstract

Solar panels are a renewable energy generator widely used by the wider community. However, solar panels have a disadvantage in operation, namely very low efficiency. One way to improve the performance of solar panels is to find the MPP (Maximum Power Point) on the V-P curve of the solar panel. This study aims to find the maximum point of the solar panel so that the output power is maximized. This research has succeeded in making a model of a solar panel-based MPPT system using the Artificial Bee Colony method using a DC-DC converter of the choke type. The model is made using Solarland 200 WP solar panels. The difference in output power based on the test results obtained the results of the power efficiency generated by solar panels using MPPT on changes in irradiation with an average fixed temperature of 99.06%. At temperature changes with constant irradiation, the average is 99.12%.
Proposed management of nata de coco production waste with green productivity (Case study in UKM Usaha Tani Lebak) Friskayani, I Gusti Ayu; Herlina, Lely; Muharni, Yusraini; Kurniawan, Bobby; Ilhami, Muhammad Adha; Anggraeni, Shanti Kirana
Jurnal Teknika Vol 20, No 1 (2024): Available Online in June 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tjst.v20i1.22680

Abstract

UKM Tani Lebak is an industry that processes coconut water into nata de coco. During production, water use could be more efficient. Apart from that, there are also rejected products and production waste that pollute the environment. So, based on this, it is necessary to measure and evaluate productivity and environmental performance. This research aims to determine the value of productivity and the green productivity index (GPI) and to propose alternative improvement solutions to increase productivity and reduce environmental impacts. The method used to solve this problem is green productivity, starting with calculating material balance during production, then creating green value stream mapping and calculating GPI. The calculation results show that the productivity value moved from 1.335 to 1.336. UKM Tani Lebak can use three alternative solutions to increase productivity while reducing environmental impacts. The best alternative is to combine the neutralization and washing processes, which produces a GPI from 0.6882 to 0.927. This value shows a better ratio of productivity to environmental impact.