Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MEMINIMASI JARAK PERPINDAHAN MATERIAL PADA UKM X Inna Kholidasari; Yulia Sridewi Syahri; Susanti Sundari
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 7 No. 1 (2023): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/indstrk.v7i1.943

Abstract

Proper layout arrangements can have an impact on minimizing the distance and time of the production process. The research was conducted at UKM X which produces fish-based snacks in Jambi Province where there is a back and forth flow in work activities due to the placement of work stations that are not in the order of the process flow and the placement of each process in a different room resulting in an increase in both working time and distance required in the production process. The purpose of this research is to re-design the layout of production process facilities in minimizing the distance between production processes by applying the Systematic Layout Planning (SLP) method. The results of this study indicate that the percentage of reduced material movement distance in the initial layout with the proposed alternative layout I is 21.56% (the selected proposed layout) and in the proposed II alternative layout is 15.94%. And the results of this study can be used as a guideline for UKM X managers which are used as case studies in research..
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah Inna Kholidasari; Noviyarsi Noviyarsi; Dessi Mufti; Lestari Setiawati; Yesmizarti Muchtiar
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i3.1048

Abstract

Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Evaluasi Ketersediaan Kapasitas Produksi Produk Keripik Singkong Menggunakan Metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) Kholidasari, Inna; Rizani, Miftahul Fahriyyah; Kartawidjaja, Maria Angela; Sukwadi, Ronald
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 8 No. 3 (2024): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/indstrk.v8i3.1649

Abstract

This research is research in the area of Operations Management which are discuss the problem of production capacity planning in a production system. The availability of production capacity is the aspect that must be considered to support the production process and fulfill the target of production. The case study was carried out in a business of making and selling cassava chips which experienced an increase in demand levels. An analysis of the availability of production capacity is needed. The target of current production level is also needs to be evaluated based on forecasting results. The aims of the research is to determine the targets of production based on forecasting results and evaluate the production capacity of the case study organization using RCCP method. Forecasting methods that is deployed in this research is the Moving Average Method, Double Moving Average Method, and Single Exponential Method (∝=0,1) since the historical data to be used are time series data. Implementation RCCP method is carried out by making a Master Production Schedule, Bill of Material, and Routing File. The Findings show that there is an increasing trend in demand and the production targets set by the manager must be adjusted to the forecasting results. In terms of production capacity, a comparison of Availability Capacity and Requirement Capacity shows that the company’s production capacity is still adequate even though the demand tends to increase. Keywords: Capacity Planning, Production Capacity, RCCP
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah Kholidasari, Inna; Noviyarsi, Noviyarsi; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Muchtiar, Yesmizarti
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i3.1048

Abstract

Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Design and development of a Randai-based animated learning video to enhance vocational students’ creativity through Minangkabau local wisdom Suryani, Karmila; Rahmadani, Ade Fitri; Widyastuti, Rini; Kholidasari, Inna; Fauziati, Popi; Alda Prayoga, Rama; Yulcherlina, Yulcherlina
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 14 No. 3 (2024): November
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v14i3.78591

Abstract

This study aims to design and develop an animated learning video integrating Randai, a traditional performing art rooted in Minangkabau local wisdom, as a culturally responsive learning medium to foster creativity among vocational students. In response to the limited use of innovative and culturally contextualized media in environmental ethics learning, this research employs a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. During the Define stage, a needs analysis was conducted to align the video content with environmental impact materials. In the Design stage, a narrative script based on Randai was created, followed by the development of storyboards and video production using Powtoon. Expert validation was carried out in the Develop stage, and product testing involving vocational students occurred in the Disseminate phase. Research instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and creativity assessments. Data were analyzed descriptively using percentage calculations. The results show that the developed animation video is considered valid by experts (89%) and highly practical by students (88%). Moreover, it significantly enhances students’ creative thinking skills, particularly in fluency, flexibility, and originality. This study contributes to the field by demonstrating how local cultural heritage can be effectively integrated into digital learning media, supporting the development of 21st-century skills while promoting cultural preservation in vocational education contexts.
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah Kholidasari, Inna; Noviyarsi, Noviyarsi; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Muchtiar, Yesmizarti
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i3.1048

Abstract

Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
PEMILIHAN SUPPLIER KOPI DI UMKM X DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Kholidasari, Inna; Sundari, Susanti; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Buana, Nopi Hari
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol. 5 No. 2 (2022): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v5i2.y2022.p106-113

Abstract

UMKM X memiliki kendala dalam mendapatkan supplier dengan bahan baku kopi tumbuk dengan kriteria yang diinginkan sehingga perlu menentukan kriteria pemilihan supplier bahan baku biji kopi dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process sekaligus mengukur supplier terbaik berdasarkan performa supplier dan penentuan supplier pemasok bahan baku terpilih sebagai tujuan dari penelitian ini dilakukan. Sehingga didapatkan hasil mengenai 5 (lima) kriteria yang ditentukan berupa harga, kualitas, respon supplier, ketepatan pengiriman dan pemenuhan order. Dan hasil analisa menunjukkan Eigen vektor terbesar pada kriteria pengiriman (0.33), kemudian kriteria kualitas (0.29), kemampuan order (0.17), kriteria harga (0.15), dan respon supplier (0.07). Ketepatan pengiriman adalah kriteria yang dipentingkan oleh perusahan demi lancarnya bahan baku. Supplier dengan nilai performa tertinggi adalah CV. C dengan nilai 2.711. Dari hasil perhitungan maka disarankan perusahan sebaiknya memilih CV. C sebagai supplier bahan baku kopi.
Inovasi Pemasaran Produk Madu Lebah Kelulut yang Diproduksi Menggunakan Teknologi Semen Fero di Kampung Temenin Lama_Koto Tinggi Johor Bahru-Malaysia Kholidasari, Inna; Fauziati, Popi; Yulcherlina
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i2.190

Abstract

Abstract: Kelulut honey is a kind of food which is produced from cultivation of kelulut bees (Trigona spp). The community of Temenin Lama Village, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, which mostly cultivate oil palms, utilize their land also to cultivate kelulut bees by implementing fero-cement technology for the beehives and selling the honey produced from the cultivation. The use of this technology has been proven to increase the production of honey. However, the way to sell the honey are still carried out traditionally. Thus, the innovation of marketing strategy is needed. The first step of this improvement of marketing strategy is conducting a socialization session for the community about some new innovations that can be carried out to increase the sales. The socialization of e-commerce, packaging re-design, and distribution management is conducted. The implemetation of these strategies will affect the marketing and distribution performance of honey managed by the farmers of kelulut be inTemenin Lama Village, Malaysia. Abstrak: Madu lebah kelulut merupakan produk makanan yang dihasilkan dari budidaya lebah kelulut (Trigona spp). Penjualan madu merupakan mata pencaharian sampingan bagi masyarakat petani maupun pemilik kebun yang diminati karena memberikan keuntungan yang relatif besar. Masyarakat Kampung Temenin Lama Kota Tinggi Negeri Johor Negara Malaysia yang sebagian besar berkebun kelapa sawit, memanfaatkan lahan mereka untuk membudidayakan lebah kelulut dengan membuat sarang lebah menggunakan teknologi semen fero dan menjual madu yang dihasilkan. Penggunaan teknologi ini terbukti meningkatkan hasil madu sedangkan penjualan madu masih dilakukan dengan cara tradisional. Dengan demikian, dibutuhkan inovasi untuk memasarkan produk madu yang dihasilkan. Sosialisasi mengenai inovasi strategi pemasaran madu lebah kelulut dilakukan sebagai upaya peningkatan pemasaran dan perbaikan pendistribusian produk madu lebah kelulut tersebut. Materi sosialisasi yang dilakukan di Kampung Temenin Lama berkenaan dengan e-commerce, re-design kemasan, manajemen pendistribusian produk madu lebah kelulut. Diharapkan dengan sosialisasi ini, petani lebah kelulut di Kampung Temenin Lama dapat mengelola pemasaran dan pendistribuasian produk madu lebah kelulut yang dihasilkannya.
Rancang Bangun Trainer Sepeda Listrik Berbasis Quick Responde Code (QR Code) Untuk Media Pembelajaran Amri, Azizul; Arif, Ahmad; Sudarno Putra, Dwi; Setiawan, M.Yasep; Kholidasari, Inna; Dwiyani, Nurindah
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.368

Abstract

Sektor transportasi menyumbang 24% emisi CO2 global, mendorong transisi ke kendaraan listrik. SMK menghadapi keterbatasan media pembelajaran praktikum sistem sepeda listrik yang mengintegrasikan komponen fisik dengan informasi digital. Penelitian ini merancang Trainer sepeda listrik berbasis QR Code menggunakan metode R&D dengan pendekatan PPE (Planning, Production, Evaluation). Trainer dikembangkan dengan memodifikasi sepeda listrik Genio Easton S2 (motor BLDC 750W, baterai 48V 12AH), menambahkan panel transparan fiberglass dan akrilik, bracket besi hollow 4x4cm, serta integrasi tiga QR Code untuk akses konten digital (video, PPT, PDF). Validasi ahli dan uji coba menunjukkan Trainer layak kategori baik dengan sistem kelistrikan optimal, QR Code terpindai 1-2 detik, serta memiliki keunggulan visualisasi komponen jelas dan kemudahan akses materi untuk pembelajaran teknologi kendaraan listrik di SMK. The transportation sector accounts for 24% of global CO2 emissions, driving the transition to electric vehicles. Vocational schools face limitations in practical learning media for electric bicycle systems that integrate physical components with digital information. This study designed an electric bicycle Trainer based on QR Codes using the R&D method with a PPE (Planning, Production, Evaluation) approach. The Trainer was developed by modifying the Genio Easton S2 electric bicycle (750W BLDC motor, 48V 12AH battery), adding a transparent fiberglass and acrylic panel, a 4x4cm hollow iron bracket, and integrating three QR Codes for access to digital content (videos, PPT, PDF). Expert validation and testing showed that the Trainer is suitable for the good category with an optimal electrical system, QR Codes scanned in 1-2 seconds, and has the advantages of clear component visualization and easy access to materials for learning electric vehicle technology in vocational schools.