Claim Missing Document
Check
Articles

The Risk of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in Preschool Children Widyastuti; Nurul Hartini; Nur Ainy Fardana Nawangsari
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 1 No 1 (2024): PROCEEDING INSPIRE 2024: INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON GLOBAL EDUCATION, PSYCHOLOGY,
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.25259

Abstract

ADHD symptoms in preschool children have an impact on social development, especially social competence. ADHD symptoms in preschool children will increase oppositional behavior and behavioral problems with peers, making it difficult for children to make friends and establish healthy relationships. Early detection of ADHD risk is important, but the picture of ADHD risk in preschool children is still not widely known. This study aims to obtain a description of ADHD symptoms in preschool children in East Java. This study used descriptive quantitative research with a sample size of 202 preschool children. The instrument to detect ADHD risk is the Abbreviated Conners Rating Scale (ACRS). Data findings were analyzed using univariate analysis. The results of data analysis showed that 30% (60 out of 202) preschool children had ADHD risk. The most common ADHD symptom is Tirelessness, or excessive activity. These findings suggest that ADHD risk detection needs attention at the preschool level.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ACCEPTANCE AND THE NARCISSISTIC TENDENCIES OF STUDENTS USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA Dhea Puspa Dewi; Widyastuti
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 1 No 1 (2024): PROCEEDING INSPIRE 2024: INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON GLOBAL EDUCATION, PSYCHOLOGY,
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.25262

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies in students who use Instagram social media in Sidoarjo. The hypothesis proposed is that researchers argue that there is a relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies. The method used is quantitative with a correlational approach. The population in this study was 23,039 and the sample was 85 using G-Power with random sampling technique. The result is a significant relationship that obtained a value (rxy) of 0.285. Hypothesis testing shows a significance value of 0.008, so the hypothesis can be accepted, and R Square is 8.1%. So it can be concluded that self-acceptance is weak against narcissistic tendencies, for that further researchers are expected to add other variables that have coverage of narcissistic tendencies.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONTROL AND NARCISSISTIC TENDENCIES IN STUDENTS USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA Amanda Octavia; Widyastuti
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 1 No 1 (2024): PROCEEDING INSPIRE 2024: INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON GLOBAL EDUCATION, PSYCHOLOGY,
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.25263

Abstract

The purpose of this study is to determine the relationship between self-control and narcissistic tendencies in students who use Instagram social media. So the hypothesis proposed is that there is a relationship between self-control and narcissistic tendencies in students who use Instagram social media. The population of this study was aimed at students who were studying at the University of Sidoarjo with a sample of 62 students. The data collection method in this study using a self-control scale was revealed using a self-control scale compiled by Lynantawati (2021) and the NPI-16 (Narcissistic Personality Inventory) scale compiled by Ames, Rose, and Anderson and adapted by Nida Monica Ulfa (2022). The data analysis used in the study used Pearson product moment correlation analysis which is used to see the direction and strength of the linear relationship between two variables. The analysis test can be used after the prerequisite test is carried out, the prerequisite tests carried out include normality test and linearity test. This research was assisted by the SPSS version 23.00 for Windows program. Based on data analysis between self-control and narcissistic variables, the correlation coefficient (rxy) value is 0.191 and (p) is 0.137. These results indicate that there is no significant relationship between the self-control variable and the narcissistic tendency variable in students who use Instagram social media. The self-control variable affects the narcissistic variable by 2.1%. and then the remaining 97.9% is influenced by other variables.
Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Adaptabilitas Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir Ahmad Irsyad; Widyastuti
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jikmk.v1i1.483

Abstract

Ketertarikan peneliti terhadap fenomena kesiapan terhadap dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir memotivasi penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir.. Penelitian kuantitatif ini mengeksplorasi hubungan antar variabel tertentu dengan menggunakan metode penelitian korelasi. Studi ini melibatkan 1.856 mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada penelitian ini, sampel berjumlah 298 siswa yang dipilih menggunakan tabel Isaac dan Michel dengan taraf kesalahan 5% dan metode pengambilan sampel random. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis Spearman. Hasilnya menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,378 dan nilai P-value sebesar 0,001, dengan p-value yang kurang dari 0,005 serta nilai R2 sebesar 9,2%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara efikasi diri dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Psychological Well-Being pada Karyawan Outsourcing PT. Mitra Usaha Sukses Sejahtera] Yani Sylvania; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4961

Abstract

Penelitian ini berangkat dari ketertarikan peneliti terhadap adanya fenomena kesiapan terhadap dunia kerja pada karyawan outsourcing PT. mitra usaha sukses sejahtera dikarenakan kesiapan kerja sangat penting bagi para karyawan agar bisa meningkatkan psychologycal well being yang dimiliki karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan psychological well-being pada karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel yang ada. Populasi pada penelitian ini adalah 250 karyawan. Sedangkan untuk Pengambilan jumlah sampel pada penenlitian ini menggunakan rumus Michele & Isaac, yang menggunakan toleransi kesalahan 5%. Sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 153 karyawan.. Hasil analisis dikeitahui bahwa nilai koeifisien korelasi rxy = 0,581 deingan nilai signifikansinya 0,000 (p < 0.05). Maka dapat diartikan adanya hubungan positif yang signigikan antara kepuasan kerja dengan psychological well being. Jadi semakin tinggi kepuasan kerja maka akan semakin tinggi juga psychological well being yang dimiliki oleh karyawan, sebaliknya semakin rendah kepuasan kerja maka akan semakin rendah pula psychological well being yang dimiliki oleh laryawan tersebut.
Hubungan Antara Locus Of Control Dengan Psychological Well-Being Pada Peserta Didik SMA Cendekia Sidoarjo Devy Maharani Putri; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara locus of control terhadap psychological well-being pada peserta didik. Penelitian ini merukapan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan psychological well-being. Populasi pada penelitian ini adalah 129 peserta didik. Sedangkan untuk pengambilan jumlah sampel pada penenlitian ini menggunakan tabel Isaac & Michael dengan toleransi kesalahan 5%, maka didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua alat ukur, yaitu skala locus of control yang diadopsi dari Maghfiroh dengan nilai reliabilitas sebesar 0,950 dan skala psychological well-being yang diadopsi yang dari Nugrahaini dan Sawitri dengan nilai reliabilitas sebesar 0,838. Hasil analisis diketahui bahwa nilai koeifisien korelasi rxy = 0,978 dengan nilai signifikansinya 0,000 (p < 0.05). Maka dapat diartikan adanya hubungan positif yang signigikan antara locus of control terhadap psychological well-being. Jadi semakin tinggi locus of control maka akan semakin tinggi juga psychological well-being yang dimiliki oleh peserta didik, sebaliknya semakin rendah locus of control maka akan semakin rendah pula psychological well-being yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.
Gambaran Subjective Well-Being pada Siswa SMK Airlangga Sidoarjo Syafira Devi Anita; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4964

Abstract

Penelitian ini didorong dengan maraknya siswa SMA/SMK yang melakukan pelanggaran, dimana ini menjadi fenomena yang ditemukan dari survei awal bahwa siswa sering izin hingga membolos saat Sekolah maupun PKL di tempat magang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini siswa SMK Airlangga Sidoarjo dengan jumlah 323 siswa. Penentuan sampel dengan tabel Krejcie dan Morgan dengan kesalahan 5% sehingga jumlah sampel 175 siswa, teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Variabel penelitian ini adalah subjective well-being. Penelitian diukur menggunakan skala yang mengacu pada teori Diener&Watson. Berdasarkan aspek-aspek subjective well-being, afeksi positif, afeksi negatif dan kepuasan hidup. Skala PANAS (The Positive and Negative Affect Schedule) yang dikembangkan Watson dan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) yang dikembangkan Diener. Keduanya diadaptasi Pratiwi dengan hasil analisis uji coba skala subjective well-being menunjukkan dari 25 aitem pernyataan menjadi 18 aitem valid. Skala ini diadopsi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas skala PANAS dan skala (SWLS) lebih besar dari rtabel (0,148). skala PANAS memiliki reliabilitas 0,787 > 0,148 dan skala (SWLS) memiliki reliabilitas 0,748 > 0,148 dihitung menggunakan bantuan SPSS 26, sehingga setiap butir pertanyaan pada skala bersifat reliabel. Hasil penelitian ditemukan 36 siswa (21%) memiliki tingkat Subjective well-being kategori tinggi, 111 siswa (63%) memiliki tingkat Subjective well-being sedang, dan 28 siswa (16%) memiliki tingkat Subjective well-being rendah. Dari hasil tersebut diketahui bahwa tingkat subjective well-being siswa SMK Airlangga tergolong sedang.
Penguatan Empati dan Pemahaman Teman Sebaya terhadap ABK melalui Psikoedukasi Kelompok di Kelas Inklusi SMK Widyastuti Widyastuti; Rosna Nur Faizah; Evania Surya Dewi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40401

Abstract

Abstract: Regular students in inclusive classrooms often exhibit inflexible responses toward peers with disabilities, particularly those with Autism Spectrum Disorder (ASD) and slow learner characteristics, primarily due to a lack of knowledge rather than ill intent. This community service activity aimed to strengthen peer roles in inclusive classes at SMKN 1 Sidoarjo through group psychoeducation, involving 66 students from classes X-TKR 1, X-TKR 2, and XII-TAV as part of an MBKM internship program. The activity employed a pretest-posttest design using the Interpersonal Reactivity Index (IRI) to measure empathy in 48 students who completed both measurements (X-TKR 1 and X-TKR 2), and a Likert scale (1–5) to assess understanding and perception of disability knowledge across all 76 participants. Results showed a significant increase in empathy scores (N = 48; M pretest = 76.50; M posttest = 80.21; p < .001; d = 0.860, large effect), substantial improvement in understanding of ABK characteristics across all three classes (average increase = 1.41 points; p < .001; d = 1.718), and increased perception of the importance of disability knowledge (average increase = 0.86 points; p < .001; d = 0.945). Students also demonstrated the ability to formulate concrete supportive actions for peers with ASD and slow learner. These findings confirm that group psychoeducation is an effective intervention for enhancing empathy, knowledge, and prosocial behavior among regular students in inclusive settings. Abstrak: Siswa reguler di kelas inklusi kerap menunjukkan respons yang kurang fleksibel terhadap teman penyandang disabilitas, khususnya mereka yang tergolong Autism Spectrum Disorder (ASD) maupun slow learner, yang umumnya bersumber dari ketidaktahuan bukan dari niat buruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan peran teman sebaya di kelas inklusi SMKN 1 Sidoarjo melalui psikoedukasi kelompok, melibatkan 66 siswa dari kelas X-TKR 1, X-TKR 2, dan XII-TAV dalam kerangka program magang MBKM. Kegiatan menggunakan rancangan pretest-posttest dengan Interpersonal Reactivity Index (IRI) sebagai alat ukur empati pada 48 siswa yang mengikuti pengukuran secara lengkap (X-TKR 1 dan X-TKR 2), serta skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman dan persepsi pentingnya pengetahuan ABK pada seluruh 76 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor empati (N = 48; M pretest = 76,50; M posttest = 80,21; p < 0,001; d = 0,860, efek besar), peningkatan substansial pemahaman tentang karakteristik ABK di ketiga kelas (rata-rata selisih = 1,41 poin; p < 0,001; d = 1,718), dan peningkatan persepsi pentingnya pengetahuan ABK (rata-rata selisih = 0,86 poin; p < 0,001; d = 0,945). Siswa juga mampu merumuskan bentuk bantuan konkret bagi teman dengan ASD maupun slow learner. Temuan ini mengonfirmasi bahwa psikoedukasi berbasis kelompok merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan empati, pemahaman, dan perilaku prososial siswa reguler di lingkungan inklusi.