Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Experimental Study of Artificial Coarse Aggregate Materials Made from Fly Ash Rajiman Rajiman; Ronny Hasudungan Purba; Inggit Anugriyya Netriza
International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2026): January : International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmecie.v3i1.389

Abstract

In general, infrastructure development requires materials from nature and one of them is natural coarse aggregate of crushed stone. The rapid development of infrastructure in Indonesia has resulted in the depletion of the natural coarse aggregate. Therefore, other efforts are needed in terms of using coarse aggregate as a construction material. So in this study the aim is to make artificial coarse aggregate made from fly ash. The results showed that this artificial coarse aggregate met the requirements of the General Specifications of Bina Marga 2010 rev 3 as a construction material, namely for an abrasion value of 40% and water absorption of 3%. In this study, 5 types of comparisons were carried out, namely, 70:30%, 60:40%, 50:50%, 40:60%, 30:70 and for the type of composition comparison 70:30% (70% fly ash:30% cement). ) the abrasion value is still below 40%, and the amount of water absorption is below 3% so that this artificial coarse aggregate still meets the standard specifications of General Highways 2010 rev 3. Based on the price comparison that has been made between artificial coarse aggregate and natural coarse aggregate of crushed stone , shows a price disparity of Rp. 35,779 - Rp. 58,779. Thus, this artificial coarse aggregate is one solution that can be developed to reduce the environmental impact due to the presence of fly ash which is quite abundant in Indonesia.
Keunggulan dan Penciri Utama Calon Varietas Kangkung RKS 06 pada Dataran Rendah Ardi Wijayago; Rajiman Rajiman; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2908

Abstract

The purpose of this study was to identify the benefits and primary features of the proposed RKS 06 kangkong variety. The study was carried out in January through May 2023 at the Karangsari experimental field of Polytechnic for Agricultural Development in Yogyakarta Magelang, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The experimental design was Complete Randomized Block Design (RAKL) with four replications using The RKS 06, Pusaka 33, KNBI001, and KD 99 variety as factors. Qualitative characters such as stem cross-sectional shape, stem color, leaf shape, leaf color, flower form, petal color, flower crown color, and head color were tested. Kangkong flavor, seed color, seed form, and pistil, harvest age, plant height, stem diameter, leaf length, leaf breadth, number of seeds per capsule, weight per plant, kangkong storageability, weight of 1000 seeds, yield per hectare, and seed demand per hectare were tested quantitative features Utilizing analysis of variance (ANOVA) and the 5% BNJ test, observational data were examined. The results demonstrated that the proposed RKS 06 kangkong variety had high production per hectare (21.8 tons/hectare). The primary features of proposed RKS 06 kangkong variety were the shape of elongated spear-shaped leaves with a tapering tip and a dark green stem color (RHS 144B).
Keragaan Hasil dan Morfologi Beberapa Varietas Sawi Pahit (Brassica juncea L.) di Dataran Tinggi Diana Trisna Levia; Rajiman Rajiman; Nicky Oktav Fauziah
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan pada kondisi dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2026 di Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, pada ketinggian 1.140 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yang terdiri atas empat varietas (SWBI002, SA 996, TM 701, dan Morakot) yang diulang sebanyak empat kali. Parameter agronomi yang diamati meliputi umur panen, tinggi tanaman, ukuran daun, jumlah daun, produktivitas hasil, daya simpan, dan umur berbunga, sedangkan karakter morfologi meliputi bentuk daun, warna daun, warna bunga, bentuk biji, warna biji, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap umur panen, tinggi tanaman, panjang daun, hasil, dan umur berbunga, namun tidak berpengaruh nyata terhadap lebar daun, jumlah daun, dan daya simpan. Varietas SWBI002 menghasilkan produksi tertinggi (27,35 ton/ha) dan memiliki rasa sedikit pahit, sedangkan varietas lainnya memiliki rasa pahit. Perbedaan morfologi terlihat pada bentuk daun, warna daun dan warna tangkai bunga. Variasi tersebut terutama dipengaruhi oleh faktor genetik. Penelitian ini penting dilakukan karena informasi mengenai karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit pada kondisi dataran tinggi masih terbatas, khususnya yang mengkaji hubungan antara produktivitas, karakter morfologi, dan preferensi kualitas hasil secara bersamaan. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada pertumbuhan dan hasil tanaman tanpa melakukan evaluasi morfologi secara komprehensif pada berbagai varietas sawi pahit di lingkungan dataran tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memperoleh informasi ilmiah yang lebih lengkap sebagai dasar pemilihan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan memiliki karakter morfologi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya maupun preferensi pasar.
PENGARUH METODE PRIMING PADA BERBAGAI UMUR SIMPAN TERHADAP MUTU BENIH TERONG VARIETAS SUMO Ayuni Ambarwati; Rajiman; Asih Farmia
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode priming pada berbagai umur simpan terhadap mutu benih terong (Solanum melongena L.) varietas Sumo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang pada tanggal 7-22 November 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×5 dengan tiga ulangan. Faktor umur simpan benih (A) terdiri dari benih baru (A0), benih edar (A1), dan benih expired 1 tahun (A2), sedangkan Faktor metode priming (B) terdiri dari kontrol (B0), hydropriming (B1), halopriming KNO₃ 2% (B2), H₂O₂ 1% (B3), dan air hangat 45°C (B4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara umur simpan benih dan metode priming pada parameter kecepatan tumbuh. Sementara itu, pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimal, indeks vigor, panjang hipokotil, panjang radikula, serta bobot segar dan bobot kering kecambah tidak terjadi interaksi yang nyata. Secara terpisah, faktor umur simpan benih (A) berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, di mana benih edar (A1) menunjukkan hasil tertinggi, diikuti benih baru (A0), dan terendah pada benih berjangka (A2). Faktor metode priming (B) berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan pertumbuhan kecambah, dengan perlakuan terbaik yang ditunjukkan oleh hydropriming (B1) dan halopriming KNO₃ 2% (B2).
Keunggulan Karakter Agronomi Calon Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) JS CR EVI 510 Khasanudin khasanudin; Asih Farmia; Rajiman R
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2032

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang stabil, namun produktivitasnya masih belum optimal sehingga diperlukan pengembangan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keunggulan karakter agronomi calon varietas cabai rawit JS CR EVI 510. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025-Maret 2026 di Dusun Rekesan, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada ketinggian 686 mdpl. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, panjang buah, diameter buah, berat buah, tebal kulit buah, berat buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per petak, dan produktivitas per hektare, dan daya simpan buah. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JS CR EVI 510 unggul pada berat buah (3,64 g), tebal kulit buah (1,82 mm), berat buah per tanaman (1,00 kg), jumlah buah per tanaman (273,40 buah), berat buah per petak (28,04 kg), produktivitas per hektare (13,92 ton/ha), dan daya simpan buah (12,50 hari). Berdasarkan hasil tersebut, JS CR EVI 510 berpotensi untuk diusulkan sebagai calon varietas unggul baru.
Keragaan Hasil Benih Melon (Cucumis melo L.) Hibrida 608 Melalui Pengaturan Cabang Ana Frintia; Agus Wartapa; Rajiman Rajiman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6124

Abstract

Permasalahan penurunan produksi benih melon di Indonesia melibatkan beberapa faktor mulai dari ketersediaan benih, kualitas benih, dan varietas benih yang hanya dikembangkan di daerah tertentu, oleh karena itu perlu adanya peningkatan hasil produksi benih melon unggul di dalam negeri untuk membantu petani mendapatkan benih melon yang berkualitas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan cabang terhadap keragaan hasil benih melon hibrida 608. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gamol, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang diulang sebanyak 6 kelompok dengan 4 perlakuan. Perlakuannya adalah P1 pemeliharaan semua cabang sebagai kontrol; P2 pemeliharaan cabang primer; P3 pemeliharaan serempak 3 cabang sekunder; P4 pemeliharaan serempak 3 cabang tersier. Parameter yang diamati terdiri dari jumlah buah per tanaman (buah), umur mulai panen (hari), berat buah per tanaman (kg), bobot 1000 butir benih (gr), dan produktivitas (kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter umur mulai panen, berat buah per tanaman, dan hasil produktivitas. Perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2) berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot 1000 butir benih. Produktivitas tertinggi benih melon hibrida 608 mencapai 158,86 kg/ha pada perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2). Perlakuan pemeliharaan cabang tersier (P4) menurunkan hasil jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, bobot 1000 butir benih, dan menurunkan hasil produktivitas benih melon hibrida 608. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan cabang efektif untuk meningkatkan hasil produksi benih melon hibrida 608 pada cabang primer. 
KERAGAAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG PANJANG DI DATARAN RENDAH Aisyah Humairoh; rajiman rajiman; Agus Wartapa
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 28 No 1 (2026): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/9e0d6613

Abstract

The study aimed to determine the production performance of several long bean varieties in the lowlands. The study was conducted from September to December 2025 at the Agro Nusantara Prima Garden in Sendangtirto Village, Berbah Subdistrict, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The study used a RAKL test design with 4 replications. The treatments consisted of varieties: KP ANP 01, Pertiwi, RKP 15, and Merah Putih Super. Observation data were analyzed using analysis of variance and continued with a 5% HSD test. The results showed that the variety treatment significantly affected the main parameters, namely pod weight per plant, number of pods per plant, pod length, storage capacity, leaf size and stem diameter, and productivity. However, it did not significantly affect the age at flowering. KP ANP 01 has a pod weight per plant of 762.33 grams, the number of pods per plant is 41.68, the pod length is 64.86 cm, the shelf life is 6.84 days, the leaf length is 15.45 cm, the leaf width is 9.59 cm, the stem diameter is 0.75 mm and the age of flowering is 38.50 days. The KP ANP 01 variety has advantages in the form of pod weight per plant, productivity and longer shelf life.
Analisis Karakter Fenotip Terong Ungu (Solanum melongena L.) menggunakan Metode Klaster Rizki Anisa Khumaira; Rajiman; Asih Farmia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/2km5mc22

Abstract

Kebutuhan terong (Solanum melongena L.) di Indonesia terjadi pergeseran minat ke arah warna ungu sehingga diperlukan penyediaan varietas yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman karakter fenotipe antar galur terong ungu generasi F5 menggunakan analisis klaster. Penelitian ini dilaksanakan di lahan RnD PT Tunas Agro Persada yang berlokasi di Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo , Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode single plant pada tiga galur yaitu TR3, TR 5 dan TR 12 yang masing-masing terdiri dari 30 tanaman. Data dianalisis menggunakan metode klaster hierarki dengan metode Ward dan jarak Euclidean kemudian disajikan dalam bentuk dendrogram. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi fenotip yang cukup jelas antar galur terutama pada karakter warna batang, intensitas pewarnaan antosianin, bentuk bunga dan bentuk buah. Berdasarkan dendrogram, galur yang diamati terbagi menjadi tiga klaster utama pada rescaled 8 dimana galur TR 3 dan TR 12 berada dalam kelompok yang berdekatan sedangkan TR 5 cenderung membentuk kelompok tersendiri akibat perbedaan beberapa karakter fenotipe. Perbedaan beberapa karakter fenotipe pada setiap galur dapat dimanfaatkan pada program pemuliaan untuk meningkatkan produktivitas serta memberikan informasi yang berguna untuk upaya pengembangan varietas yang lebih unggul.
Seleksi Galur Hibrida Mentimun Tipe Lalap (Cucumis sativus L.) Berdasarkan Karakter Fenotipe dan Nilai Heterosis Melani Rahmawati; Sari Megawati; Rajiman Rajiman; Ari Wibowo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/m6cy9s03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi karakter fenotip dan nilai heterosis dari beberapa galur mentimun yang terdiri dari 6 galur hibrida F1 4 galur tetua jantan dan 2 tetua betina. Penelitian dilaksanakan di lahan Teaching Factory Celeban Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Kampus Pertanian, Tahunan Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 7°48'17"S 110°22'54"E. Dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Single plant yakni menanam dan mengamati variabel karakter kuantitatif yaitu diameter batang, umur mulai berbunga, umur mulai panen, diameter buah, panjang buah, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, dan umur simpan buah. Kode mentimun TA-641,TA-642,TA-643,TA-64 4,TA-651,TA-654 dan tetua jantan yaitu 512, 555, 580, 585, 2 tetua betina 363 dan 376. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sementara data kuantitatif menggunakan rumus heterosis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai heterosis dapat dijadikan salah satu dasar dalam memilih hibrida unggul. Hasil analisis karakter antar hibrida dan tetua pada pengamatan karakter kualitatif dan kuantitatif serta seleksi nilai heterosis pada tanaman hibrida (F1). Kandidat hibrida terbaik yang dipilih berdasar kriteria tersebut adalah TA-642. Hibrida TA-642 F1 memiliki keunggulan pada warna buah, bentuk buah, rasa buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan jumlah buah per tanaman.
Pendampingan Perencanaan dan Pengawasan Pembangunan Gedung Kelas Tiga Lantai Pondok Al Firdaus Kemiling Bandar Lampung Rajiman Rajiman; Dian Perwita Sari
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v4i3.917

Abstract

The limited availability of learning spaces at Pondok Al Firdaus Kemiling, Bandar Lampung, requires technical assistance so that the construction of a new three-story classroom building can be implemented safely and systematically. This community service program aimed to assist the partner in preparing planning concepts, cost estimates, work schedules, and supervision instruments for quality and occupational safety. The method included coordination of spatial needs, existing-condition surveys, preliminary design assistance, budget and scheduling guidance, structural work supervision, and evaluation using observation, checklists, and pre-test/post-test instruments. The program produced preliminary planning documents and inspection checklists for foundation, column, beam, slab, and safety works. The construction committee’s understanding of drawings, quantities, cost, time, quality, and safety increased from an average score of 56.25 to 84.50. This assistance helped the partner reduce the risk of work errors, cost inefficiency, and quality nonconformity. The program confirms that civil engineering expertise from universities can strengthen community-based educational facility development in a more accountable and sustainable manner.