Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Identifikasi Penentuan Lokasi Pembangunan Gedung Galeri Dekranasda Kota Pangkalpinang Ilpandari, Ilpandari; Sabri, Fadillah; Maini, Miskar; Yudi, Ahmad; Ribowo, Anggarani Budi; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Marina, Bernaditha Catur; Saputra, Cahyo Agung; Zhafira, Elian; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Susanti, Junita Eka; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Mardika, M Gilang Indra; Michael, Michael; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Dwiyana, Putri Ayu; Kurniawan, Rahmat; Ekaputra, Reza Asriandi; Apriwelni, Siska; Syuhada, Syahidus; Sihombing, Tera Melya Patrice
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2031

Abstract

Pembangunan Gedung Galeri Dekranasda di Kota Pangkalpinang merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya kerajinan tangan khas Bangka Belitung. Gedung ini dirancang sebagai pusat promosi, pameran, dan pemasaran produk kerajinan lokal, sekaligus menjadi simbol identitas budaya daerah. Salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan adalah penentuan lokasi yang strategis, dengan mempertimbangkan aksesibilitas, konektivitas, dan potensi pengembangan kawasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi proses kolaborasi pemangku kepentingan dalam menentukan lokasi pembangunan Gedung Galeri Dekranasda. Metodologi yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial, dan diskusi kelompok terfokus dengan pemerintah daerah, pengrajin, komunitas lokal, serta akademisi. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil bersifat inklusif, berbasis data, dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini memberikan alternatif lokasi terbaik untuk pembangunan Gedung Galeri Dekranasda berdasarkan kajian teknis dan social yaitu direncanakan pada tiga alternatif lokasi, yaitu Lokasi 1 (Taman Mandara), Lokasi 2 (Tumpuk Pinangpura), dan Lokasi 3 (Tugu Remangok, Jl. Selindung). Ketiga lokasi tersebut telah dikaji berdasarkan berbagai aspek teknis, termasuk aksesibilitas melalui jalan lokal, ketersediaan jaringan air bersih, listrik, telekomunikasi tetap, penerangan jalan, dan kedekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Namun, infrastruktur pemadam kebakaran belum tersedia di ketiga lokasi tersebut.
Pendampingan Teknis Identifikasi Pedagang untuk Proyek Relokasi dan Perluasan Pasar Muntok di Kabupaten Bangka Barat Ilpandari, Ilpandari; Sabri, Fadillah; Maini, Miskar; Yudi, Ahmad; Ribowo, Anggarani Budi; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Marina, Bernaditha Catur; Saputra, Cahyo Agung; Zhafira, Elian; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Susanti, Junita Eka; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Mardika, M Gilang Indra; Michael, Michael; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Dwiyana, Putri Ayu; Kurniawan, Rahmat; Ekaputra, Reza Asriandi; Apriwelni, Siska; Syuhada, Syahidus; Sihombing, Tera Melya Patrice
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2032

Abstract

Pasar Muntok memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas ekonomi di Bangka Barat. Namun, peningkatan jumlah pedagang dan kunjungan masyarakat memunculkan berbagai permasalahan, seperti kemacetan, ketidakteraturan tata letak, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memulai proyek strategis relokasi dan perluasan Pasar Muntok guna menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih modern, tertib, dan nyaman. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas pasar, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Salah satu tahap awal yang krusial dalam pelaksanaan proyek ini adalah identifikasi pedagang terdampak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan akomodasi yang sesuai bagi para pedagang berdasarkan kebutuhan dan jenis usaha mereka, sekaligus meminimalkan potensi konflik, meningkatkan transparansi, serta mendorong partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil pendampingan teknis, ditemukan bahwa terdapat setidaknya 55 pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, sehingga mengurangi fungsi jalan tersebut sebagai jalur transportasi utama. Para pedagang ini direkomendasikan untuk direlokasi ke lokasi baru yang lebih layak dan mendukung kegiatan jual beli, yaitu di Pasar Muntok.Relokasi ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Selain itu, langkah ini juga bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur pasar, memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan sekitar pasar.
Pembelajaran Interaktif Konsep Cahaya melalui Media Aplikasi dan Eksperimen di SD Alam Lampung Dwiyana, Putri Ayu; Marina, Bernaditha Catur; Maini, Miskar; Khanza, Ayu Kamila; Ribowo, Anggarani Budi; Kirtinanda. P, Kirtinanda. P; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Zhafira, Elian; Saputra, Cahyo Agung; Syuhada, Syahidus; Prayogi, Galih Rio; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Susanti, Junita Eka; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.139

Abstract

Mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema "Cahaya Interaktif" di SD Sekolah Alam Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep dasar cahaya dan sifat-sifatnya melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi melalui presentasi interaktif, praktik langsung menggunakan alat peraga Kotak Cahaya, serta simulasi digital berbasis web untuk memperkuat pemahaman visual siswa. Guna mendorong keterlibatan aktif, siswa diberikan sistem poin dan hadiah sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mereka. Sebagai bentuk keberlanjutan program, alat peraga Kotak Cahaya dihibahkan kepada pihak sekolah untuk mendukung proses pembelajaran sains di masa mendatang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep cahaya, yang tercermin dari partisipasi aktif lebih dari 90% siswa dalam eksperimen dan diskusi. Pemanfaatan media peraga dan pendekatan interaktif berbasis teknologi terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
ANALISIS TINGKAT PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDAR LAMPUNG Elian Zhafira; Galih Rio Prayogi; Hesty Wulandari
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1464

Abstract

The construction industry has the highest rate of occupational accidents, including in Indonesia, accounting for 32% of all cases. Data from the Social Security Agency for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) shows a significant increase in claims, from 234,370 cases in 2021 to 360,635 in 2023, with 25% of these accidents occurring in high-rise building projects. In 2023, the province of Lampung recorded 3,142 occupational accidents, ranking 19th nationally and 7th in Sumatra. This study employed a quantitative approach using structured questionnaires, followed by qualitative analysis to identify the key barriers in safety implementation. The level of implementation of the Construction Safety Management System (CSMS) in building projects across Bandar Lampung ranged from 74% to 95%, classified as good to satisfactory, with all projects fully allocating safety-related budgets. The primary obstacles identified include a weak safety culture among leaders and workers, regulations that are not well-aligned with field conditions, and a shortage of qualified safety supervisors. Strengthening safety education, updating regulatory frameworks, and increasing the number of competent safety professionals are critical measures to improve occupational safety in construction projects.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID RAYA AL-BAKRIE BANDAR LAMPUNG Elian Zhafira; Rajiman, Rajiman
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1650

Abstract

One of the challenges in construction activities is occupational safety. Every work process often involves the use of heavy equipment, heavy and dangerous building materials, and the height of the building structure, which can increase the risk of work accidents. The number of work accidents in the last five years shows a reasonably high increase, with 32% of work accidents in Indonesia coming from the construction sector. This study aims to identify potential hazards and risks of work accidents, conduct risk assessments, and provide control efforts for the dangers in the Al-Bakrie Grand Mosque construction project in Bandar Lampung. The method used is HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). The hazard identification is based on literature studies, field observations, and interviews. Risk assessments are carried out to determine how high the risk is by filling out questionnaires by respondents, namely the frequency level questionnaire and the severity level questionnaire. The questionnaire was then processed using the severity index method and risk matrix sourced from PUPR Regulation No. 10 of 2021. The results of the analysis show that 35 hazard variables have the potential to cause work accidents. The risk assessment results obtained a low-risk category of 31 (88%) and a medium-risk category of 4 (12%). Control efforts must be carried out to eliminate or even reduce the risk of work accidents in the project by the control hierarchy, namely elimination, substitution, technical control, administrative control, and personal protective equipment (PPE).
ANALISIS KAPASITAS SUNGAI DELI DALAM RANGKA PENANGGULANGAN BANJIR Simanjuntak, Indi Rezki Uli; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Sinuraya, William Zones
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i1.36669

Abstract

Sungai Deli terletak di Kabupaten Karo dengan daerah aliran sungai seluas 472 km2 dan panjang 72km, mengalir melintasi Kota Medan Selat Malaka. Sungai Deli mengalami penyempitan atau pendangkalan sehingga menyebabkan kapasitas debit Sungai Deli tidak bisa menampung besarnya debit banjir yang diterima. Tujuan penelitian adalah menganalisis Sungai Deli untuk pegendalian banjir, meliputi analisis hidrologi dengan berbagai metode probabilitas frekuensi, perencanaan debit banjir menggunakan HSS ITB-1 dan HSS Gamma-1.Pada analisis hidraulika menggunakan bantuan software HEC-RAS (Hydrolic Engineering Center River Analysis System) 6.1 dilakukan dari bagian hulu sungai hingga titik outlet banjir, dengan wilayah tangkapan air (catcment area) memiliki luas sekitar 250.01 km2 sepanjang 45km. Hasilnya, kapasitas sungai hanya dapat mengurangi debit banjir sekitar 10%, dengan waktu puncak aliran antara 4 hingga 5 jam. Pada penelitian ini, solusi yang diambil adalah membangun parapet atau tembok penggendali banjir. Tinggi jagaan atau freeboard pada pemodelan ini adalah 0.5 hingga 1meter (maksimum).
KAJIAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA KONTRAKTOR DI KOTA BANDAR LAMPUNG Zhafira, Elian; Yuliyanto, Andry; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Simanjuntak, Indi Rezki Uli; Sihombing, Tera Melya Patrice; P., Kirtinanda; S., Andi
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 1 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v11i1.4365

Abstract

The Construction Safety Management System (SMKK) reduces work accident rates in the construction industry. Data grouping on construction companies implementing SMKK can provide information regarding its implementation to small and medium contractors in Bandar Lampung. This research uses a quantitative method through a questionnaire. It is statistically processed to obtain the percentage of SMKK implementation and a qualitative method by reviewing based on the Ministerial Regulation of Public Works and Housing Number 10 of 2021, other regulations, and previous research. SMKK contains several indicators: leadership and labor participation, construction safety planning, construction safety support, construction safety operations, and performance evaluation. Evaluation of the implementation of SMKK for small and medium contractors in Bandar Lampung shows that, on average, 49.1% of all indicators still need to be adequately implemented for small contractors. Meanwhile, an average of 61.7% for medium-sized contractors indicates that all indicators have been appropriately implemented. The outcome of this study was concluded with the recommendation that small and medium contractors should conduct SMKK training socialization to increase workers's knowledge, skills, and competencies in implementing SMKK in the construction field.
Implementasi Sosialisasi Bangunan Tahan Gempa dan Sumur Resapan dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sitepu, Arif Rahman Hakim; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Maini, Miskar; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Susanti, Junita Eka; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Perwitasari, Dian; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.462

Abstract

Kegiatan sosialisasi bangunan tahan gempa dan sumur resapan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di Desa Gedung Harapan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana dan konservasi air. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan materi, dan pelaksanaan kegiatan. Tahap persiapan meliputi survei kondisi lingkungan serta kebutuhan informasi warga. Selanjutnya, tahap pengumpulan materi menghasilkan media edukasi yang disusun dari literatur akademik dan pengalaman praktisi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode interaktif berupa presentasi, diskusi kelompok, simulasi sederhana, dan demonstrasi pembuatan sumur resapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan bangunan tahan gempa dan pemanfaatan sumur resapan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE SEVERITY INDEX DAN CONSTRUCTION SAFETY ANALYSIS Azzakiyah, Narindha Nasywa; Zhafira, Elian; Rajiman; Dwiyana, Putri Ayu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34577

Abstract

The dominance of the construction sector presents its own challenges, one of which is the risk of occupational accidents. This fact is evidenced by cases of work-related accidents in structural work at the Crystal Boulevard Shop House development project in Summarecon Bekasi. This situation is driven by the occurrence of unsafe actions and unsafe conditions during the implementation of work activities. This study aims to identify potential occupational accident risks, analyze the level of these risks, and assess risk control measures in structural work, including rebar installation, formwork, and concreting activities. The methods employed in this study are the Severity Index and Construction Safety Analysis. The results are 27 risk variables related to occupational accidents were identified in structural work, with 27% categorized as low risk and 73% as medium risk. The risk control analysis conducted refers to the hierarchy of controls based on ISO 45001:2018 standards. This approach provides systematic results by organizing controls according to priority order, include substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). Abstrak Dominasi sektor konstruksi memunculkan tantangan tersendiri, salah satunya adalah risiko kecelakaan kerja. Fakta ini diperkuat oleh adanya kasus kecelakaan kerja pada pekerjaan struktur di proyek pembangunan Ruko Crystal Boulevard Summarecon Bekasi. Hal tersebut dipicu oleh adanya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman selama pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menganalisis tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko pada pekerjaan struktur yaitu pembesian, perancah, bekisting dan pengecoran. Metode yang digunakan yaitu Severity Index dan Construction Safety Analysis (CSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 variabel risiko kecelakaan yang teridentifikasi pada pekerjaan struktur, diantaranya 27% risiko rendah (low) dan 73% risiko sedang (medium). Analisis pengendalian risiko yang dilakukan mengacu pada hierarki pengendalian berdasarkan standar ISO 45001:2018. Pendekatan ini memberikan hasil yang sistematis dengan menyusun pengendalian berdasarkan urutan prioritas, yaitu subtitusi, engineering control, administratif dan Alat Pelindung Diri (APD).
Bantuan Teknis Desain Konstruksi Beton Non-Struktural Berbasis Pemanfaatan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant untuk Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan Ribowo, Anggarani Budi; Maini, Miskar; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Sari, Dian Perwita; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1233

Abstract

Industri konstruksi seperti batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) menghasilkan limbah berupa sisa beton mengeras, slurry pencucian mixer, agregat terkontaminasi semen, serta residu aspal halus yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan infrastruktur berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi jenis dan volume limbah (±1–2 ton per minggu), pengolahan awal (pengeringan, penghancuran, dan pengayakan), perancangan komposisi campuran (mix design), pencetakan produk, curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan dan daya serap air. Hasil perancangan menghasilkan batako berdimensi 40 × 20 × 10 cm, paving block 20 × 10 × 6 cm, serta saluran beton pracetak dengan lebar 40–85 cm dan tinggi 45–60 cm. Secara teknis, agregat limbah batching plant efektif sebagai substitusi parsial agregat alami, sedangkan residu AMP berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan menurunkan porositas beton. Produk yang dihasilkan memenuhi kriteria mutu beton non-struktural untuk aplikasi pagar, perkerasan pejalan kaki, dan saluran drainase kawasan industri skala kecil–menengah maupun saluran irigasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan timbulan limbah, efisiensi biaya material, serta penguatan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.