Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Perawat Tentang Paliatif Care Saat Discharge Planning Pada Pasien Paliatif di RSUD RA Kartini Jepara Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Alvita, Galia Wardha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.320

Abstract

Penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini beralih dari penyakit infeksi ke penyakit degenerative kronik. jumlah pasien dengan penyakit degenerative kronik menjadi jumlah kunjungan terbanyak yaitu penyakit Gagal ginjal kronik, diabetes mellitus, kanker dan stroke. Penyakit tersebut jika telah memasuki  stadium akhir maka mereka dinamakan pasien tahap paliatif. Berdasarkan hasil analisa banyak perawat yang kurang memberikan edukasi tentang penyakit yang diderita pasien baik untuk pasien itu sendiri ataupun keluarga saat mereka mau pulang dikarenakan kurangnya pemahaman tentang paliatif care.Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan deskriptif obesrvasional dengan 12 sampel perawat di ruang rawat inap. Teknik pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan saat pre dan post test tentang peran perawat dalam discharge planning pada pasien paliatif. Setelah dilakukan penyampaian materi tentang peran perawat edukasi paliatif care terjadi peningkatan pemahaman perawat yang sebelumnya dalam pre test mendapatkan nilai rata-rata 61,67 naik menjadi nilai rata-rata 90. Pendidikan kesehatan ini diharapakan dapat mengubah perilaku perawat untuk dapat mengoptimalkan discharge planning pada psaien paliatif.
Kesejahteraan Keluarga Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil widyaningsih, heriyanti; Noor Sholekhah; Biyanti Dwi Winarsih; Noor Faidah; Sri Hartini
Jurnal Anestesi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v3i2.1578

Abstract

Pregnancy can trigger Chronic Energy Deficiency (CED). The main factors influencing CED in pregnant women include food intake, family welfare, and nutritional status. Efforts to reduce the prevalence of CED in Indonesia encompass early screening, nutrition education, and the provision of supplementary food. The novelty of this study lies in identifying the relationship between family welfare levels and the incidence of CED in pregnant women. The study aims to describe family welfare levels, examine the incidence of CED, and analyze the relationship between family welfare and CED occurrence. This research utilized an analytical observational approach with a cross-sectional design. The study population consisted of pregnant women in the UPTD Puskesmas Mayong I, Jepara area, in 2022, with inclusion criteria being pregnant women in their second and third trimesters who attended antenatal care at the maternal and child health clinic. The sample size was 87 respondents, calculated using the Slovin formula (error margin 0.05%), and sampling was conducted using non-probability consecutive sampling. Data analysis employed the chi-square test. Most families were categorized as "prosperous," with 79 respondents (90.8%). The majority of pregnant women did not experience CED, accounting for 61 respondents (70.1%). Additionally, most of the prosperous families had pregnant members without CED, comprising 59 respondents (67.8%), with a p-value of 0.012 (p-value < 0.05). There is a significant relationship between family welfare and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in UPTD Puskesmas Mayong I, Jepara Regency.  
Profile of Elderly Independence in Tluwuk Village, Wedarijaksa Pati Widyaningsih, Heriyanti; Muniroh, Fitri Ambarwati; Fitriana, Vera; Arsy, Gardha Rias; Putri, Devi Setya; Faidah, Noor; Winarsih, Biyanti Dwi; Hartini, Sri; Pujiati, Eny
Journal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v3i2.82

Abstract

Background: Elderly is a stage when a person enters the age of 60 years and above where changes occur in various aspects such as biological, cognitive, psychosocial, spiritual, and economic functions, which can affect the level of individual independence. Independence is related to a person's ability not to depend on others and not require full direction in carrying out activities. Elderly independence refers to the ability to carry out daily activities independently, make their own decisions, and meet their needs without assistance. Aspects of elderly independence include the ability to care for themselves such as eating, dressing, using the toilet, moving, bathing and eating independently. This independence can certainly be the main capital for the elderly in maintaining their health. Purpose: To find out the level of independence of the elderly in Tluwuk Village, Wedarijaksa Pati . Methods: The type of research used is quantitative descriptive with a survey design. The sample used in this study was the entire elderly population at the Tluwuk village health post as many as 30 respondents with a total sampling technique. The inclusion criteria include elderly people aged ≥ 60 years who live in Tluwuk village, are able to communicate fluently and are willing to be respondents. The instrument used to assess the function of independence is the Barthel Index. Results: Based on the results of the analysis, there were 16 elderly people in the independent category (53.3%), 13 people in the mild dependency category (43.3%) and 1 person in the heavy dependency category (3.3%). Conclusion: Almost half of the elderly in Tluwuk village have a good level of independence and can carry out daily activities without depending on or needing help from other people.
Pengaruh Terapi Mindfulness Spiritual Islam pada Kualitas Hidup Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Arsy, Gardha Rias; Ansori, Mokamad; Winarsih, Biyanti Dwi; Hindriyastuti, Sri
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.958

Abstract

Pendahuluan: Kualitas hidup CHF (Congestive Heart Failure) sangat penting dan merupakan perhatian khusus karena akan berdampak pada domain penting kualitas hidup pasien CHF diantaranya domain kesehatan fisik terdiri dari subdomain fisik dan fisiologi CHF (status kesehatan, gejala), intervensi medis perawatan kesehatan (efek samping obat, kejadian buruk, beban dalam minum obat dan lama pengobatan). Domain kesehatan mental pada pasien CHF yaitu psikologis dan emosional (depresi/ansietas, marah- marah, takut menularkan penyakit, persepsi sehat, dan spiritualitas) untuk itulah di berikan terapi mindfulness spiritual islam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF (Congestive Heart Failure) di RSI Sunan KudusMetode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitian yang digunakan pre and post test Dengan jumlah responden 23 dengan menggunakan Uji analisa Wilcoxon test.Hasil: Hasil analisis statistik uji wilcoxon diperoleh p value = 0.002 lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ <0.05. maka Ha ditolak dan Ho diterima. Terdapat kenaikan kualitas hidup pada pasien CHF yang mendapatkan terapi mindfulness spiritual dari 39,1% menjadi 47,8%.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF di RSI Sunan Kudus. Perawat dapat mengimplementasikan terapi mindfulness spiritual islam untuk dijadikan tambahan terapi selain pengobatan farmakologi.
Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan Stunting pada Orang Tua di Ruang Maranatha 1 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Wedyaningsih, Heriyanti; Yusianto, Wahyu; Hendrawan, Fajar
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.19

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi Anak Balita (bayi di bawah lima tahun) yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita yang pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) merupakan balita yang memiliki panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Data yang diperoleh oleh World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Indonesia pada tahun 2005-2017 memperoleh rata-rata prevalensi balita stunting adalah 36,4%.Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang diperoleh tahun 2021, prevalensi stunting hingga saat ini berada pada posisi angka 24,4 % atau 5,33 juta balita. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8% (Kemenkes, 2023). Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya di daerah Kudus yang anaknya dirawat di Rumasakit Mardirahayu tentang pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI POLIKLINIK MATA RSI SUNAN KUDUS Tutik Emi Tafiyah; Sri Hartini; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.101

Abstract

Pendahuluan: Gadget tidak hanya sekedar dijadikan media hiburan tetapi wajib digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan bisnis, atau pengerjaan tugas kuliah dan kantor. Faktanya gadget tak hanya digunakan oleh orang dewasa atau lanjut usia (22 tahun keatas), anak sekolah (12-21 tahun), tapi pada anak- anak (7-11 tahun), dan lebih ironisnya lagi gadget digunakan untuk anak usia (3-6 tahun) yang seharusnya belum layak untuk menggunakan gadget. Gangguan terhadap kualitas ketajaman penglihatan sering terjadi khususnya berkaitan dengan lama penggunaan gadget serta jarak pandang terhadap gadget. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah di poliklinik mata RSI Sunan Kudus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi korelasi. Hasil Penelitian: Sebagian besar pemakaian gadged responden pada kategori tinggi sebanyak 23 responden (69.7%). Sebagian besar gangguan penglihatan responden dalam kategori Miopia sebanyak 26 responden (78.8%). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pemakaian gadged dengan gangguan penglihatan pada anak di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus dengan p- value sebesar 0.008 dan OR = 10.500. Kata Kunci: Anak, Penggunaan Gadget, Penurunan Ketajaman Mata    
Pengaruh Terapi Mindfulness Spiritual Islam pada Kualitas Hidup Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Arsy, Gardha Rias; Ansori, Mokamad; Winarsih, Biyanti Dwi; Hindriyastuti, Sri
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.958

Abstract

Pendahuluan: Kualitas hidup CHF (Congestive Heart Failure) sangat penting dan merupakan perhatian khusus karena akan berdampak pada domain penting kualitas hidup pasien CHF diantaranya domain kesehatan fisik terdiri dari subdomain fisik dan fisiologi CHF (status kesehatan, gejala), intervensi medis perawatan kesehatan (efek samping obat, kejadian buruk, beban dalam minum obat dan lama pengobatan). Domain kesehatan mental pada pasien CHF yaitu psikologis dan emosional (depresi/ansietas, marah- marah, takut menularkan penyakit, persepsi sehat, dan spiritualitas) untuk itulah di berikan terapi mindfulness spiritual islam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF (Congestive Heart Failure) di RSI Sunan KudusMetode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitian yang digunakan pre and post test Dengan jumlah responden 23 dengan menggunakan Uji analisa Wilcoxon test.Hasil: Hasil analisis statistik uji wilcoxon diperoleh p value = 0.002 lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ <0.05. maka Ha ditolak dan Ho diterima. Terdapat kenaikan kualitas hidup pada pasien CHF yang mendapatkan terapi mindfulness spiritual dari 39,1% menjadi 47,8%.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF di RSI Sunan Kudus. Perawat dapat mengimplementasikan terapi mindfulness spiritual islam untuk dijadikan tambahan terapi selain pengobatan farmakologi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TUMPANG KRASAK KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS Putri, Salsabila Sofiana; Widyaningsih, Heriyanti; Ambarwati, Ambarwati; Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.224

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Semakin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Meskipun proses penuaan memang sesuatu yang alami, lansia dengan hipertensi tetap berisiko mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah arteri menjadi semakin keras dan tidak elastis.Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah jadi semakin kaku dan kinerja jantung dalam memompa darah jadi semakin berat. Akibatnya, tekanan darah jadi meningkat. Selain itu, perubahan hormon setelah menopause juga bisa menyebabkan hipertensi pada wanita lansia. Kadar hormon estrogen yang menurun setelah menopause membuat pembuluh darah arteri mengeras dan tegang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional, desain penelitian yang digunakan adalah metode survei. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang pola makan berisi 39 pernyataan. Subyek penelitian adalah lansia yang menderita hipetensi di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, dengan rentang usia lansia > 60 tahun dan lansia dengan tekanan darah >120->160mmHg/ >80-100mmHg di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Teknik sampling menggunakan rumus arikunto dengan jumlah responden 56 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Tumpang Kasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Hasil: Pola Makan yang dikonsumsi pada lansia adalah pola makan tidak baik sebanyak 35 responden (62,5%). Untuk kejadian hipertensi pada lansia adalah hipertensi stadium II sebanyak 37 responden (66,1%). Simpulan:  Pola Makan yang dikonsumsi pada lansia adalah pola makan tidak baik sebanyak 35 responden (62,5%), dan kejadian hipertensi pada lansia adalah hipertensi stadium II sebanyak 37 responden (66,1%).   Kata Kunci: Pola Makan, Kejadian Hipertensi, Lansia. 
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Yusiyanto, Wahyu; Winarsih, Biyanti Dwi; Ningsih, Siti Ragelia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.220

Abstract

ABSTRAKKeselamatan patient merupakan suatu hal yang utama yang harus dilakukan terlebih dengan pelopor tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit karena sangat erat hubungannya dan akan mempengaruhi kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya peraturan keselamatan patient di rumah sakit adalah agar keselamatan patient terlindungi serta terhindar dari insiden yang tidak diharapkan. Dari hasil survey pendahuluan di dapat data perawat yang sudah pelatihan patient safety sebanyak 152 perawat. Sedangkan yang belum melakukan pelatihan patient safety sebanyak 33 perawat dan yang belum  tersosialisasi 55.Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan penelitian ini dengan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dengan menggunakan tehnik stratified random sampling Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan perawat baik sebanyak 58 responden (96.7%), sedangkan responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 2 responden (3.3%).Tingkat pengetahuan perawat tentang pelaksanaan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dari 60 responden tingkat pengetahuan yaitu pengetahuan baik sebanyak 58 responden (96.7%).Kata Kunci : Pengetahuan, Perawat dan Patient Safety. 
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELING I JEPARA Purwandari, Nila Putri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Hidayat, Wahyu Tjahja
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.177

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Aktivitas fisik yang mengacu pada semua Gerakan secara teratur terbukti dapat membantu mencegah dan menangani penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dapat mengontrol kadar gula darah, menurunkan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan total sampling dengan melakukan survei yaitu melakukan penelitian dengan cara membagikan kuesioner dan Sample dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus sebanyak 43 pasien. Hasil: analisa dari total 43 pasien yang melakukan aktivitas fisik didapatkan hasil 11 pasien (26%) melakukan aktivitas fisik ringan, 17 pasien (39%) melakukan aktivitas fisik sedang dan 15 pasien (35%) melakukan aktivitas fisik berat. Simpulan: Aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di puskesmas Keling I menunjukan aktivitas fisik dengan kategori sedang. KataKunci : Aktivitas fisik, Diabetes Melitus