Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Yusiyanto, Wahyu; Winarsih, Biyanti Dwi; Ningsih, Siti Ragelia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.220

Abstract

ABSTRAKKeselamatan patient merupakan suatu hal yang utama yang harus dilakukan terlebih dengan pelopor tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit karena sangat erat hubungannya dan akan mempengaruhi kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya peraturan keselamatan patient di rumah sakit adalah agar keselamatan patient terlindungi serta terhindar dari insiden yang tidak diharapkan. Dari hasil survey pendahuluan di dapat data perawat yang sudah pelatihan patient safety sebanyak 152 perawat. Sedangkan yang belum melakukan pelatihan patient safety sebanyak 33 perawat dan yang belum  tersosialisasi 55.Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan penelitian ini dengan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dengan menggunakan tehnik stratified random sampling Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan perawat baik sebanyak 58 responden (96.7%), sedangkan responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 2 responden (3.3%).Tingkat pengetahuan perawat tentang pelaksanaan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dari 60 responden tingkat pengetahuan yaitu pengetahuan baik sebanyak 58 responden (96.7%).Kata Kunci : Pengetahuan, Perawat dan Patient Safety. 
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELING I JEPARA Purwandari, Nila Putri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Hidayat, Wahyu Tjahja
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.177

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Aktivitas fisik yang mengacu pada semua Gerakan secara teratur terbukti dapat membantu mencegah dan menangani penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dapat mengontrol kadar gula darah, menurunkan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan total sampling dengan melakukan survei yaitu melakukan penelitian dengan cara membagikan kuesioner dan Sample dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus sebanyak 43 pasien. Hasil: analisa dari total 43 pasien yang melakukan aktivitas fisik didapatkan hasil 11 pasien (26%) melakukan aktivitas fisik ringan, 17 pasien (39%) melakukan aktivitas fisik sedang dan 15 pasien (35%) melakukan aktivitas fisik berat. Simpulan: Aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di puskesmas Keling I menunjukan aktivitas fisik dengan kategori sedang. KataKunci : Aktivitas fisik, Diabetes Melitus
Peningkatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heriyanti; Fatmawati, Yayuk; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu; Nurdiana, Nova Fitri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.4

Abstract

Gadget merupakan sebuah sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet PC, dan juga telepon seluler atau smartphone yang dirancang lebih canggih jika dibandingkan dengan perangkat teknologi yang telah diciptakan sebelumnya. Anak-anak sering menggunakan gadget dengan tujuan selain belajar, seperti menonton youtube, mencari informasi, menggunakan media sosial, bermain game online, menonton film online dengan durasi waktu yang lama. Penggunaan gadget bagi anak-anak perlu pengawasan dari orang tua. Orang tua harus sepenuhnya mengawasi dan membimbing anak-anak mereka saat menggunakan gadget apalikasi yang digunakan maupun pengawasan dalam waktu penggunaan.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak. Peningkatan peran orang tua dilakukan dengan pemberian edukasi kepada 31 ibu anak usia dini. Peran orang tua pada anak usia dini ini menunjukkan sebagian besar dari ibu masuk dalam kategori kurang membimbing anaknya menggunakan gadget. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan peran ibu membimbing penggunaan gadget pada anak
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberculosis (TB ) Paru di Puskesmas Randublatung Blora Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heryanti; Narti, Narti; Yusianto, Wahyu; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.8

Abstract

Prevalensi Tuberculosis di Indonesia tahun 2020 tercatat sebanyak 285/100.000 dengan angka kematian 27/100.000 penduduk. Di Indonesia ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399/100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41/100.000 penduduk). Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui droplet orang terinfeksi. Penyakit TB terjadi karena perilaku dan sikap penderita yang kurang baik dalam mencegahan penularan. Upaya meningkatkan pengetahuan pencegahan TB paru melalui promosi kesehatan dengan pendidikan kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Metode dalam pengabdian masyarakat ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung kepada peserta dengan evaluasi diberikan Pre-and Post Test tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru. Sasaran dalam program ini sejumlah 33 orang. Hasil pengabdian ini mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan TB.  Sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori cukup 24 (72,7%), dan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori baik 24 (72,7%). Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Disarankan agar petugas kesehatan menerapkan program edukasi secara berkala kepada penderita TB untuk mengurangi resiko penularan pada orang lain
OPTIMALISASI KAPASITAS KADER DALAM IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER UNTUK MENDUKUNG TRANFORMASI PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU Biyanti Dwi Winarsih; Diana Tri Lestari; Eko Prasetyo
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3160

Abstract

Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, sehingga peningkatan kapasitas kader menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan sistem kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas kader dalam implementasi integrasi layanan primer untuk mendukung tranformasi layanan kesehatan di Posyandu. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan transfer knowledge, difusi ipteks, asset based community development dan participatory actions programs Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung yang berfokus pada keterampilan kader dalam deteksi dini, pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi layanan berjenjang bagi balita, remaja, dewasa, dan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader dalam melaksanakan integrasi layanan primer. Selain itu, kader lebih mampu mengidentifikasi masalah kesehatan secara komprehensif serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk tindak lanjut pelayanan. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih efektif, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
Penurunan Kecanduan Gadget melalui Terapi Bermain Tradisional Pada Anak Usia Sekolah Biyanti Dwi Winarsih; Jamaludin Jamaludin; Gardha Rias Arsy; Sri Hartini; Noor Faidah; Wahyu Yusianto; Feni Diah Kristiyanti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.126

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan prestasi akademik. Anak-anak masa kini cenderung menghabiskan banyak waktu di ponsel mereka. Anak dapat menjadi tergantung pada gadget jika penggunaannya tidak diatur dengan baik. Anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget mungkin mengalami kurangnya interaksi sosial secara langsung yang sangat penting untuk perkembangan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial mereka. Upaya meminimalisir penggunaan gadget pada anak yaitu memberikan mainan dan kegiatan alternatif dengan mengajarkan permainan tradisional karena permainan tradisional merupakan salah satu alternatif agar anak tidak bosan dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan tingkat kecanduan gadget melalui terapi bermain tradisional pada anak usia sekolah. Upaya yang telah dilakukan dengan memberikan terapi permainan tradisional kepada anak di sekolah dan dilanjutkan pada saat waktu senggang di rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecanduan gadget dari 90,2% menjadi 74,5% setelah dilakukan terapi bermain tradisonal
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG DI RAWAT DI ICU RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Mariati; Sri Hindriyastuti; Biyanti Dwi Winarsih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang; Kondisi kesehatan dapat menyebabkan seseorang harus menjalaniperawatan di ruang intensif. Kriteria pasien yang harus dirawat di ICU disebabkan karenapenyakit infeksi dan noninfeksi. Aktivitas pelayanan ICU menyebabkan keluarga mengalamkesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien. Keadaan seperti ini sebagai salah satu sebab yang membuat keluarga mengalami kecemasan. Perasaan cemas yang dihadapi dan dialami oleh salah satu anggota keluarga mempengaruhi seluruh keluarga. Kecemasan yang terjadibersumber dari kondisi pasien, keparahan penyakit dan informasi yang tidak adekuatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien yang di rawat di ICU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode; Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anggota yang dirawat di Ruang ICU RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 44 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data dalam bentuk deskriptif. Hasil; Hasil penelitian diperoleh data bahwa kecemasan keluarga pasien paling banyak adalah kategori kecemasan ringan sebanyak 16 responden (36,4%), kecemasan sedang sebanyak 12 responden (27,3%), tidak cemas sebanyak 9 responden (20,5%), kecemasan berat sebanyak 6 responden (13,6%) dan paling sedikit adalah panik sebanyak 1 responden (2,3%). Kesimpulan; Kecemasan keluarga pasien di ICU paling banyak adalah kategori ringan. 
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI PENYAKIT JANTUNG TERHADAP KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Sudarsih; Biyanti Dwi Winarsih; Heriyanti Widyaningsih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang; Pelayanan di ruang ICU diberikan kepada pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan pelayanan, pengobatan dan observasi secara ketat. Selama menjalani keperawatan kritis (ICU), pasien dan anggota keluarga mempunyai beban mental emosional berbeda. Kecemasan terjadi sebagai respon emosional ketika pasien atau keluarga merasakan ketakutan, yang diikuti beberapa tanda dan gejala. Kecemasan timbul karena kurangnya informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian informasi penyakit jantung terhadap kecemasan keluarga pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Mardi RahayuKudus. Metode; Jenis penelitian bersifat korelasi dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga pasien yang dirawat di ICU RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik sampling dengan purposive sampling sehingga besar sampel sebanyak 27 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil; Hasil analisa Chi Square mendapatkan nilai p 0,002. Kesimpulan; Terdapat hubungan antara pemberian informasi penyakit jantung dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang ICU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus