Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI POLIKLINIK MATA RSI SUNAN KUDUS Tutik Emi Tafiyah; Sri Hartini; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v8i2.101

Abstract

Pendahuluan: Gadget tidak hanya sekedar dijadikan media hiburan tetapi wajib digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan bisnis, atau pengerjaan tugas kuliah dan kantor. Faktanya gadget tak hanya digunakan oleh orang dewasa atau lanjut usia (22 tahun keatas), anak sekolah (12-21 tahun), tapi pada anak- anak (7-11 tahun), dan lebih ironisnya lagi gadget digunakan untuk anak usia (3-6 tahun) yang seharusnya belum layak untuk menggunakan gadget. Gangguan terhadap kualitas ketajaman penglihatan sering terjadi khususnya berkaitan dengan lama penggunaan gadget serta jarak pandang terhadap gadget. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah di poliklinik mata RSI Sunan Kudus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi korelasi. Hasil Penelitian: Sebagian besar pemakaian gadged responden pada kategori tinggi sebanyak 23 responden (69.7%). Sebagian besar gangguan penglihatan responden dalam kategori Miopia sebanyak 26 responden (78.8%). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pemakaian gadged dengan gangguan penglihatan pada anak di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus dengan p- value sebesar 0.008 dan OR = 10.500. Kata Kunci: Anak, Penggunaan Gadget, Penurunan Ketajaman Mata    
Pengaruh Terapi Mindfulness Spiritual Islam pada Kualitas Hidup Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Arsy, Gardha Rias; Ansori, Mokamad; Winarsih, Biyanti Dwi; Hindriyastuti, Sri
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.958

Abstract

Pendahuluan: Kualitas hidup CHF (Congestive Heart Failure) sangat penting dan merupakan perhatian khusus karena akan berdampak pada domain penting kualitas hidup pasien CHF diantaranya domain kesehatan fisik terdiri dari subdomain fisik dan fisiologi CHF (status kesehatan, gejala), intervensi medis perawatan kesehatan (efek samping obat, kejadian buruk, beban dalam minum obat dan lama pengobatan). Domain kesehatan mental pada pasien CHF yaitu psikologis dan emosional (depresi/ansietas, marah- marah, takut menularkan penyakit, persepsi sehat, dan spiritualitas) untuk itulah di berikan terapi mindfulness spiritual islam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF (Congestive Heart Failure) di RSI Sunan KudusMetode: Penelitian dilaksanakan di RSI Sunan Kudus menggunakan jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Quasy-eksperimental dengan Desain penelitian yang digunakan pre and post test Dengan jumlah responden 23 dengan menggunakan Uji analisa Wilcoxon test.Hasil: Hasil analisis statistik uji wilcoxon diperoleh p value = 0.002 lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ <0.05. maka Ha ditolak dan Ho diterima. Terdapat kenaikan kualitas hidup pada pasien CHF yang mendapatkan terapi mindfulness spiritual dari 39,1% menjadi 47,8%.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi mindfulness spiritual islam pada kualitas hidup pasien CHF di RSI Sunan Kudus. Perawat dapat mengimplementasikan terapi mindfulness spiritual islam untuk dijadikan tambahan terapi selain pengobatan farmakologi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TUMPANG KRASAK KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS Putri, Salsabila Sofiana; Widyaningsih, Heriyanti; Ambarwati, Ambarwati; Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Arsy, Gardha Rias
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.224

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Semakin bertambah usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Meskipun proses penuaan memang sesuatu yang alami, lansia dengan hipertensi tetap berisiko mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah arteri menjadi semakin keras dan tidak elastis.Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah jadi semakin kaku dan kinerja jantung dalam memompa darah jadi semakin berat. Akibatnya, tekanan darah jadi meningkat. Selain itu, perubahan hormon setelah menopause juga bisa menyebabkan hipertensi pada wanita lansia. Kadar hormon estrogen yang menurun setelah menopause membuat pembuluh darah arteri mengeras dan tegang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional, desain penelitian yang digunakan adalah metode survei. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang pola makan berisi 39 pernyataan. Subyek penelitian adalah lansia yang menderita hipetensi di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, dengan rentang usia lansia > 60 tahun dan lansia dengan tekanan darah >120->160mmHg/ >80-100mmHg di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Teknik sampling menggunakan rumus arikunto dengan jumlah responden 56 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Tumpang Kasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Hasil: Pola Makan yang dikonsumsi pada lansia adalah pola makan tidak baik sebanyak 35 responden (62,5%). Untuk kejadian hipertensi pada lansia adalah hipertensi stadium II sebanyak 37 responden (66,1%). Simpulan:  Pola Makan yang dikonsumsi pada lansia adalah pola makan tidak baik sebanyak 35 responden (62,5%), dan kejadian hipertensi pada lansia adalah hipertensi stadium II sebanyak 37 responden (66,1%).   Kata Kunci: Pola Makan, Kejadian Hipertensi, Lansia. 
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS Yusiyanto, Wahyu; Winarsih, Biyanti Dwi; Ningsih, Siti Ragelia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.220

Abstract

ABSTRAKKeselamatan patient merupakan suatu hal yang utama yang harus dilakukan terlebih dengan pelopor tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit karena sangat erat hubungannya dan akan mempengaruhi kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya peraturan keselamatan patient di rumah sakit adalah agar keselamatan patient terlindungi serta terhindar dari insiden yang tidak diharapkan. Dari hasil survey pendahuluan di dapat data perawat yang sudah pelatihan patient safety sebanyak 152 perawat. Sedangkan yang belum melakukan pelatihan patient safety sebanyak 33 perawat dan yang belum  tersosialisasi 55.Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan penelitian ini dengan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dengan menggunakan tehnik stratified random sampling Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan perawat baik sebanyak 58 responden (96.7%), sedangkan responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 2 responden (3.3%).Tingkat pengetahuan perawat tentang pelaksanaan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dari 60 responden tingkat pengetahuan yaitu pengetahuan baik sebanyak 58 responden (96.7%).Kata Kunci : Pengetahuan, Perawat dan Patient Safety. 
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELING I JEPARA Purwandari, Nila Putri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Hidayat, Wahyu Tjahja
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.177

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Aktivitas fisik yang mengacu pada semua Gerakan secara teratur terbukti dapat membantu mencegah dan menangani penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dapat mengontrol kadar gula darah, menurunkan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan total sampling dengan melakukan survei yaitu melakukan penelitian dengan cara membagikan kuesioner dan Sample dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus sebanyak 43 pasien. Hasil: analisa dari total 43 pasien yang melakukan aktivitas fisik didapatkan hasil 11 pasien (26%) melakukan aktivitas fisik ringan, 17 pasien (39%) melakukan aktivitas fisik sedang dan 15 pasien (35%) melakukan aktivitas fisik berat. Simpulan: Aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di puskesmas Keling I menunjukan aktivitas fisik dengan kategori sedang. KataKunci : Aktivitas fisik, Diabetes Melitus
Peningkatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heriyanti; Fatmawati, Yayuk; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu; Nurdiana, Nova Fitri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.4

Abstract

Gadget merupakan sebuah sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet PC, dan juga telepon seluler atau smartphone yang dirancang lebih canggih jika dibandingkan dengan perangkat teknologi yang telah diciptakan sebelumnya. Anak-anak sering menggunakan gadget dengan tujuan selain belajar, seperti menonton youtube, mencari informasi, menggunakan media sosial, bermain game online, menonton film online dengan durasi waktu yang lama. Penggunaan gadget bagi anak-anak perlu pengawasan dari orang tua. Orang tua harus sepenuhnya mengawasi dan membimbing anak-anak mereka saat menggunakan gadget apalikasi yang digunakan maupun pengawasan dalam waktu penggunaan.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak. Peningkatan peran orang tua dilakukan dengan pemberian edukasi kepada 31 ibu anak usia dini. Peran orang tua pada anak usia dini ini menunjukkan sebagian besar dari ibu masuk dalam kategori kurang membimbing anaknya menggunakan gadget. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan peran ibu membimbing penggunaan gadget pada anak
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberculosis (TB ) Paru di Puskesmas Randublatung Blora Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heryanti; Narti, Narti; Yusianto, Wahyu; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.8

Abstract

Prevalensi Tuberculosis di Indonesia tahun 2020 tercatat sebanyak 285/100.000 dengan angka kematian 27/100.000 penduduk. Di Indonesia ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399/100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41/100.000 penduduk). Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui droplet orang terinfeksi. Penyakit TB terjadi karena perilaku dan sikap penderita yang kurang baik dalam mencegahan penularan. Upaya meningkatkan pengetahuan pencegahan TB paru melalui promosi kesehatan dengan pendidikan kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Metode dalam pengabdian masyarakat ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung kepada peserta dengan evaluasi diberikan Pre-and Post Test tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru. Sasaran dalam program ini sejumlah 33 orang. Hasil pengabdian ini mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan TB.  Sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori cukup 24 (72,7%), dan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori baik 24 (72,7%). Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Disarankan agar petugas kesehatan menerapkan program edukasi secara berkala kepada penderita TB untuk mengurangi resiko penularan pada orang lain
PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU IBU DALAM PENYEDIAAN MAKANAN SEHAT KREATIF BALITA STUNTING Winarsih, Biyanti Dwi; Lestari, Fuji; Pujiati, Eny; Widyaningsih, Heriyanti; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.594

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dialami balita di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak diperlukan adanya peran orang tua, terutama peran ibu. Peran ibu sangat diperlukan dalam mencegah maupun menangani masalah gizi atau nutrisi pada anak. Kurangnya gizi pada anak dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memilih bahan makanan maupun menyajikan makanan yang tidak tepat. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui penyediaan makanan sehat dan kreatif oleh ibu. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu memiliki peran penting dalam penyediaan makanan tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam penyediaan makanan sehat kreatif balita stunting Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan pemberian edukasi kepada 45 ibu yang memiliki balita stunting. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sebagian besar dalam kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 91,1%, Sikap ibu dalam kategori baik sebanyak 28 responden (62,2%), dan Perilaku ibu dalam kategori baik sebanyak 60%. Mayoritas ibu terjadi peningkatan baik pengetahuan, sikap dan perilaku dalam penyediaan makanan sehat kreatif.
OPTIMALISASI KAPASITAS KADER DALAM IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER UNTUK MENDUKUNG TRANFORMASI PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU Winarsih, Biyanti Dwi; Tri Lestari, Diana; Prasetyo, Eko
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3160

Abstract

Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, sehingga peningkatan kapasitas kader menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan sistem kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas kader dalam implementasi integrasi layanan primer untuk mendukung tranformasi layanan kesehatan di Posyandu. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan transfer knowledge, difusi ipteks, asset based community development dan participatory actions programs Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung yang berfokus pada keterampilan kader dalam deteksi dini, pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi layanan berjenjang bagi balita, remaja, dewasa, dan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader dalam melaksanakan integrasi layanan primer. Selain itu, kader lebih mampu mengidentifikasi masalah kesehatan secara komprehensif serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk tindak lanjut pelayanan. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih efektif, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat