Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sifat Fisikokimia dan Fungsional Tepung Nanopartikel Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dari Kategori Mutu Edel dan Bulk Terfermentasi Djali, Mohamad; Mooira, Lumongga; Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fetriyuna, Fetriyuna; Utama, Gemilang Lara; Lembong, Elazmanawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.7

Abstract

Kulit biji kakao merupakan hasil samping agroindustri yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif penting seperti polifenol (katekin, epikatekin, antosianin, tannin), alkaloid (theobromine dan kafein), serat pangan, protein, serta mineral esensial yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Melalui teknologi nano, kulit biji kakao dapat dimodifikasi menjadi nanopartikel sehingga memiliki sifat fisikokimia, fungsional, dan amilografi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia nanopartikel kulit biji kakao terfermentasi dari kategori mutu edel, bulk, serta campuran keduanya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan deskriptif menggunakan tiga jenis sampel dan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kategori mutu tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia. Namun, kategori mutu edel memiliki nilai kelarutan (41,27%), swelling volume (96 mL/g), dan daya serap air (3,05 g/g) tertinggi. Hal ini diduga terkait dengan kadar serat dan amilosa yang lebih tinggi serta kadar lemak yang lebih rendah. Secara umum, ketiga sampel menunjukkan profil viskositas rendah yang menandakan kemampuan pengembangan terbatas, namun memiliki kapasitas penyerapan air yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kulit biji kakao, khususnya kategori edel, berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional dalam bentuk nanopartikel yang aplikatif untuk industri.
Karakteristik Solid Lipid Nanoparticle Fe-Sulfat Berbasis Asam Stearat dan Lemak Kaya Monolaurin dengan Metode Evaporasi Pelarut Subroto, Edy; Hartini, Deta; Cahyana, Yana; Indiarto, Rossi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.17

Abstract

Zat besi sangat penting bagi tubuh manusia, terutama untuk mencegah anemia atau defisiansi zat besi. Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi atau produk terfortifikasi zat besi, tetapi zat besi memiliki rasa dan bau menyengat sehingga tidak disukai. Nanoenkapsulasi menawarkan teknik enkapsulasi dimana bahan aktif terperangkap di dalam nanopartikel, diantaranya dalam sistem Solid Lipid Nanoparticle (SLN) berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin menggunakan metode evaporasi pelarut. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat yang menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang optimal dan sifat fisikokimia yang baik. Lemak kaya monolaurin digunakan pada konsentrasi 20%, 30% dan 40% (b/b lipid), sedangkan Fe-sulfat pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% b/b total lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat mempengaruhi karakteristik SLN Fe-sulfat. Perlakuan konsentrasi lemak kaya monolaurin 40% dengan konsentrasi Fe-sulfat 2% menghasilkan karakteristik SLN terbaik, yaitu nilai Z-Average sebesar 128,40 nm, polydispersity index (PI) sebesar 0,877, dan efisiensi enkapsulasi 97,38%. SLN Fe-sulfat memiliki morfologi partikel berbentuk bulat dan nilai loading capacity sebesar 0,17% dimana zat besi yang terkandung di dalamnya sebesar 12,97%. Dengan demikian, enkapsulasi Fe-sulfat berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin dengan metode evaporasi pelarut efektif menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang tinggi dan karakteristik fisikokimia yang baik.