Claim Missing Document
Check
Articles

Pusat Informasi Pariwisata sebagai Media Pemasaran Berbasis Budaya Sri Indrahti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 3, No 2: Juni 2020
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.09 KB) | DOI: 10.14710/endogami.3.2.189-194

Abstract

Tourism in the current development is part of industrial activities, because it involves and influences the emergence of new business units around tourist sites. In this regard, tourism marketing seems to be an important thing that needs attention, especially through culture. Utilizing interesting cultural values to be developed then conveyed to tourists through true and adequate information. The tourism information center needs to be well managed, equipped with sources of information relevant to the location of tourist visits. The writing of this article is based on the results of research on the packaging of local cultural values in pilgrimage tours in Kudus so that it prioritizes a cultural approach. Although it also takes into account the benefits that can be enjoyed by the community as a subject in tourism itself, preserving and maintaining cultural values that contain local wisdom.
Implementasi Shibori Di Indonesia SIti Maziyah; Sri Indrahti; Alamsyah Alamsyah
KIRYOKU Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Kiryoku
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.803 KB) | DOI: 10.14710/kiryoku.v3i4.214-220

Abstract

(Title: Shibori Implementation in Indonesia) Shibori is a technique for making batik-like cloth motifs carried out in Japan. Lately, this technique has been favored by many Indonesians because of its simpler technique and faster production than batik making. Actually this technique is similar to batik, which is doing a color barrier to create a motif on the fabric. If in batik the barrier device used is wax, then the shibori used can be from various tools such as rubber, yarn, clothespin, and so on. Based on a search on the culture of making traditional fabric motifs in Indonesia, it turns out that the shibori technique has also been carried out by fabric artisans in Indonesia. What is the implementation of shibori in Indonesia like? By using literature studies from various writings relating to making fabric motifs, finally some shibori techniques can be investigated that have been carried out by traditional fabric artisans in Indonesia.
Tradisi Lokal Penguat Etos Kerja di Daerah Industri Kreatif (Studi Kasus di Mantingan Jepara dan Trusmi Cirebon) Sri Indrahti; Siti Maziyah; Alamsyah Alamsyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 4 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.529 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.4.451-466

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggali faktor apakah yang  dapat menumbuhkan etos kerja pada dua daerah penelitian ini, di Desa Mantingan Jepara dan di Desa Trusmi Cirebon, sehingga dua daerah penelitian ini memiliki industri kreatif yang khas dalam waktu yang cukup lama. Desa Mantingan Jepara dikenal dengan industri ukirnya dan Desa Trusmi Cirebon dikenal dengan industri batiknya. Penulisan artikel ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data yang meliputi pengumpulan sumber primer dan  sekunder seperti kajian pustaka, observasi, partisipatoris, dan dept interview dengan informan dari berbagai elemen. Semua data yang telah dikumpulkan melalui berbagai pendekatan di atas selanjutnya akan diklasifikasikan, dihubung-hubungkan atau diakumulasikan antara data satu dengan yang lainnya, dikaitkan antara sumber primer dengan sumber-sumber pustaka atau sumber sekunder, sebagai suatu bentuk interpretasi dan disintesakan dalam rangka mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor yang menyebabkan kuatnya etos kerja pada dua daerah penelitian tersebut, yaitu adanya peran tokoh lokal yang dikeramatkan serta menumbuhkan tradisi yang dapat meningkatkan etos kerja sehingga ciri khas industri kreatif desa masih lestari hingga sekarang. Tradisi yang dimaksud adalah ganti luwur makam Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin, upacara memayu di Trusmi, serta ziarah, tahlilan, dan manaqiban.
Kintelan: Kuliner Tradisi Masyarakat Desa Tegalsambi dan Upaya Pelestariannya Siti Maziyah; Sri Indrahti
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.156 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.2.191-198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membangun penguatan identitas lokal masyarakat Desa Tegalsambi Kabupaten Jepara melalui kuliner tradisi pada upacara tradisi Perang Obor. Kuliner yang dimaksud adalah kintelan, yang hanya muncul pada setiap upacara tradisi itu. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara kepada pejabat terkait, perangkat desa dan masyarakat Desa Tegalsambi. Hasil wawancara kemudian dianalisis untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat upaya dari pemerintah daerah setempat untuk menjadikan kintelan sebagai identitas lokal masyarakat Desa Tegalsambi. Oleh karena itu selalu diupayakan agar kuliner tradisi ini tidak hanya muncul pada saat upacara tradisi Perang Obor saja, akan tetapi kuliner ini selalu dijadikan sebagai salah satu kudapan yang istimewa yang selalu muncul pada setiap acara penting di Desa Tegalsambi.
Dinamika Alat Tangkap Nelayan di Jepara dalam Dimensi Budaya Sri Indrahti; Siti Maziyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.919 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.4.461-469

Abstract

Mata pencaharian merupakan salah satu unsur budaya yang menarik untuk dikaji. Mengingat, dengan mempelajari ragam mata pencaharian, manusia akan diajak juga mempelajari perjalanan budaya suatu masyarakat, berkaitan dengan cara hidup dan bertahan serta jenis peralatan dan hasil-hasil budaya yang menyertainya. Mencari ikan merupakan salah satu mata pencaharian di Jepara yang menyebabkan munculnya perlengkapan alat tangkap yang berbeda antara tempat satu dengan lainnya. Tulisan kali ini menyoroti masalah alat tangkap nelayan berdasarkan historis dan budayanya. Bagaimana sejarah alat tangkap nelayan di Jawa? Budaya apa sajakah yang melatarbelakangi dan ditimbulkan oleh alat tangkap nelayan itu? Mengapa alat tangkap ini masih lestari hingga sekarang? Penelitian ini dilakukan beberapa tahap. Pertama, dimulai dengan mencari berbagai alat tangkap nelayan berdasarkan studi pustaka yang menyimpan informasi tersebut. Kedua, dilakukan penelitian lapangan di Jepara untuk mengetahui kesinambungan budaya berkaitan dengan temuan alat tangkap nelayan. Ketiga, digali lebih lanjut budaya yang melatarbelakangi dan ditimbulkan oleh alat tangkap nelayan. Keempat, dianalisis mengapa alat tangkap nelayan ini masih lestari hingga sekarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam alat tangkap yang digunakan disesuaikan dengan kondisi alam lingkungan tempat ikan berada, sehingga tidak semua alat tangkap ditemukan di setiap daerah. Berdasarkan berbagai jenis alat tangkap dapat menunjukkan bahwa mencari ikan itu merupakan pekerjaan sambilan atau pekerjaan utama. Pada masyarakat yang pekerjaan utamanya mencari ikan, maka muncullah budaya yang berkaitan dengan alat tangkapnya.
Pendekatan Nilai-Nilai Budaya dalam Pelatihan Efektivitas Usaha pada Anggota Koperasi Dumas Pasar Srondol UMKM Srondol Semarang Sri Indrahti; Siti Maziyah; Alamsyah Alamsyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.075 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.1.133-139

Abstract

Artikel ini mencoba mengkaji bagaimana perilaku usaha UMKM dengan keberagaman jenis usaha dalam lingkungan budaya di Kota Semarang. Para pelaku usaha UMKM diberikan pemberdayaan oleh Pemerintah melalui pelatihan dengan tujuan menciptakan kemandirian usaha dengan menonjolkan potensi berwirausaha UMKM. Para pelaku wirausaha memberikan peluang di sektor ekonomi dan lapangan pekerjaan untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak hanya dalam perekonomian, para pelaku usaha UMKM memberikan prinsip yang diterapkan dalam berwirausaha seperti kerja keras, kesabaran dalam usaha, mengutamakan kualitas produk, dan mengajarkan cara berbagi kepada orang lain. Prinsip tersebutlah yang membawa perilaku budaya dalam semangat kewirausahaan UMKM. Metode yang digunakan dalam pemerolehan sumber pada artikel ini melalui sumber primer dengan melakukan wawancara dengan pelaku usaha UMKM, dan sumber sekunder melalui buku, jurnal publikasi, peraturan pemerintah, serta berita online. Penelitian ini juga memberikan manfaat bahwa usaha UMKM tidak hanya berpusat dalam permasalahan sektor ekonomi, melainkan juga lingkungan budaya yang menjadi prinsip dari pelaku usaha UMKM.Kebiasaan yang sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, perlu dilakukan pendataan, didiskripsikan kemudian dilakukan analisa sehingga hal-hal yang positip dapat tetap dipertahankan, kemudian hal-hal yang dapat mengakibatkan kerugian dalam usaha bisa lebih dukurangi dan bila perlu dihilangkan, Kerja secara efektif yang diinginkan akan tercapai melalui pembenahan secara administratif disertai pendekatan budaya.
Identification of Fishing Gear in Java from Historical and Cultural Perspective Sri Indrahti; Siti Maziyah
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmsni.v5i1.11182

Abstract

Fishing is one of the livelihoods in Java which causes the emergence of different fishing gears from one place to another. By applying a historical perspective, this paper identifies variety of fishing gears for fishermen in Jepara and Pekalongan which can be traced to their historical roots since prehistoric times. Two important questions raised in this article, among others, related to the history of fishing gear for fishermen in Java and why this fishing gear is still sustainable up to the present day. This research was conducted in several stages. First, it begins by searching for various fishing gears based on literature studies. Second, field research which conducted in Jepara and Pekalongan to determine the continuity of culture related to the findings of fishermen's fishing gear. The results showed that fishing is a job that has been done by humans for a long time. The variety of fishing gear used are adjusted to the natural conditions where the fish are located. The diversity of fishing gear shows that fishing activity can be used either as a side job or a main job. Even though it has passed a dozen centuries, it turns out that some traditional fishing gear are still used until today, indeed with modifications and innovations.
Dinamika Dimensi Budaya Kerajinan Ukir Jepara : Dari Seni Hias Dinding Masjid Mantingan Menuju Pasar Internasional Sri Indrahti
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.736 KB) | DOI: 10.14710/anuva.6.2.179-188

Abstract

Artikel ini mendiskripsikan tetang proses masuknya pemodal asing  serta pengaruh yang ditimbulkan dalam pengelolaan industri kerjainan ukir di Jepara (1980-2010). Tujuan dari penelitian ini adalah; mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi industri kerajinan ukir    dalam menghadapi pemodal asing di Jepara, menemukan dan mendiskripsikan secara menyeluruh reaksi yang muncul, menemukan dan menganalisis interaksi sosial budaya orang asing dan orang pribumi, menemukan dan menganalisis proses datang-perginya pemodal asing, pengaruh yang ditimbulkan bagi keberlangsungan industri kerajinan ukir. Penelitian ini menggunakan  data primer dan data sekunder. Data primer, antara lain  arsip yang tersimpan di Dinarpus Jepara maupun Semarang, Dinas Perdagangan dan perindustrian Jepara tentang PMA dan PMDN, serta unit usaha kerajinan ukir.  Data sekunder antara lain majalah bulanan Gema Bumi Kartini bulanan terbitan Pemkab Jepara, jurnal, hasil penelitian yang relevan dengan industri kerajinan ukir Jepara pada periode penulisan. Fakta di lapangan akan dilengkapi dengan wawancara  informan pelaku, pengambil kebijakan serta komunitas yang mempunyai kepedulian pada sektor keberlangsungan industri kerajinan ukir. Tahap terakhir adalah historiografi dengan merekonstruksi  berdasarkan data yang diperoleh melalui proses pengujian dan analisis kritis, untuk menyajikan informasi baru tentang pemodal asing di Jepara dalm industri kerajinan ukir.
IMPLIKASI KULINER SESAJI DAN DHANYANG DALAM UPACARA TRADISI DI JEPARA Sri Indrahti; Siti Maziyah; Alamsyah Alamsyah; Yanuar Yoga Prasetyawan
Berkala Arkeologi Vol 39 No 1 (2019)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.733 KB) | DOI: 10.30883/jba.v39i1.327

Abstract

The article describes the culinary imp lic ation of offerings and d hanyang in 5 (five) villages in Jepara in the form of traditional ceremonies of Jembul Tulakan, Hari Jadi Kota Jepara, Sedekah Laut, Perang Obor, and Pesta Baratan. Only three out of five ceremonies were present ing culinary offerings as a representation of the dhanyang presence. The objective of this study is to reveal the existence of culinary offerings and d hanyang both by their food types and the intended dh anyang. This study was using a qualitative method which includes the collection of primary and secondary sources through literature study, observation, participants, structured interviews, indepth interviews, and Focus Group Discussion. The approaches which were used are anthropological and hermeneutical approaches. The study reveals a symbolic meaning from the presence of various culinaries presented to dhanyang and wishes expressed implicitly or explicitly in the ceremony. The wishes include the requests of safety, kindness, protection, etc. Recently, these wishes have shifted which caused by better knowledge, belief, and social experience of the performers towards their religion. Public belief in the power of d hanyang still exists even though it is not dominant.
Kuliner Tradisi Menjadi Daya Tarik Pemasaran Pariwisata Ziarah di Kudus Sri Indrahti
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.6.4.403-416

Abstract

Kulier upacara tradisi selalu dihadirkan bertepatan  dengan waktu ritual tersebut dilakukan, serta menjadi perhatian utama dalam rangkaian kegiatan karena mempunyai makna dan pengharapan dalam kehidupan bermasyarakat pada masa mendatang. Masyarakat sebagai pendukung dan pelestari upacara tradisi selalu menyambut dengan antusias dan pengharapan yang tinggi pada keberlangsungan upacara tradisi sekaligus kuliner yang menyertai.Artikel ini membahas permasalahan tentang keterkaitan antara kuliner tradisi dan pemasaran pariwisata sehingga masyarakat pendukung upacara mempunyai kepedulian yang besar untuk melestarikan. Tujuan penulisan, dengan mengetahui motivasi dan alasan yang mendasari masyarakat pendukung diharapkan ditemukan upaya-upaya pemberdayaan wisata ziarah. Metode pengumpulan dilakukan dengan obeservasi ke lokasi penelitian, melakukan wawancara dengan pelaku upacara tradisi serta pelaku wisata ziarah yang menikmati manfaat dari kuliner tradisi tersebut. Hasil dari penulisan. Persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya, mulai dari bahan baku yang harus ada, orang yang terpilih untuk memasak serta tokoh masyarakat yang bertugas memimpin do’a sebelum beragam kuliner dihidangkan. Makanan kuliner tradisi menjadi penghantar do’a kebaikan bagi seluruh masyarakat pendukung upacar tradisi. Penulisan artikel ini, dimulai dengan pengumpulan data tertulis yang sudah ada serta dilengkapi dengan wawancara pada pelaku upacara serta penikmat upacara baik wisatawan lokal maupun antar propinsi. Data dikumpulkan dan dilakukan analisa untuk mempertemukan antara motivasi tetap melakukan dan melestarikan upacara tradisi serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat pendukung upacara. Beberapa jenis kuliner menjadi daya tarik bagi upacara sendiri maupun kunjungan wisata ziarah yang ada di Kudus.