Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

I-Shibon (I-Spring Hydrocarbon): Inovasi Bahan Ajar Interaktif Untuk Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Danau Seluluk Bibit Harianto; Syarpin Syarpin
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v13i2.179

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan terhadap bahan ajar interaktif berbasis web pada materi Hidrokarbon di SMAN 1 Danau Seluluk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui proses pengembangan “ISHIBON” sebagai bahan ajar interaktif berbantuan program I-Spring pada materi hidrokarbon di SMAN 1 Danau Seluluk. 2) mengetahui tingkat efektivitas media pembelajaran “ISHIBON” bagi siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Danau Seluluk. Desain atau jenis yang diterapkan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan R & D (Research and Development). Model R & D yang diterapkan menggunakan metode ADDIE. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Proses penelitian dan pengembangan diawali dengan perancangan desain multimedia, proses validasi ahli meliputi empat orang ahli materi, satu orang ahli media, satu orang ahli bahasa, dan respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa pada aspek materi sebesar 92,5% (tidak perlu direvisi (SV)), Aspek konsruksi (media) sebesar 71,4% (tidak perlu direvisi (V)), dan aspek bahasa sebesar 80,0% (tidak perlu direvisi (SV)). Hasil angket respon siswa diperoleh persentase keidealan 84,1% (tidak perlu direvisi (SV)). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan penilaian oleh para ahli dan respon siswa dapat dinyatakan bahwa bahan ajar interaktif berbasis web “ISHIBON” sangat valid dan layak digunakan di SMAN 1 Danau Seluluk.
Uji Efektivitas Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Sembung (Blumea balsamifera) Sebagai Antimikroba Silvani Permatasari; Dewi Klarita Furtuna; Astrid Teresa; Syarpin Syarpin; Widya Krestina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.22831

Abstract

AbstrakHand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik yang yang praktis agar tubuh terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Hand sanitizer berbasis alkohol digunakan berlebihan dan terus menerus dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kandungan yang terdapat dalam bahan alami sebagai alternatif pengganti alkohol antara lain flavonoid dan terpenoid yang terdapat di daun sembung (Blumea balsamifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel hand sanitizer dari ekstrak daun sembung pada berbagai konsentrasi. Serbuk daun sembung diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat gel dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% ditambah carbopol 940, TEA, serta metil paraben. Sediaan gel hand sanitizer dievaluasi melalui uji organoleptis, pH, dan homogenitas selama 4 minggu. Setelah itu, dilakukan pengujian daya antiseptik dan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun sembung memiliki konsistensi kental, warna hijau kehitaman, aroma khas daun sembung, homogenitas baik, dan nilai pH 6. Sediaan ini juga memiliki daya antiseptik yang baik mampu mengurangi jumlah koloni hingga 95% sama dengan sediaan gel berbasis etanol. Sediaan gel konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang sangat kuat terhadap S. aureus dan C. albicans, serta kuat melawan E. coli. Gel hand sanitizer ekstrak Blumea balsamifera menunjukkan aktivitas antimikroba dan dapat digunakan menjadi kandidat agen antimikroba organik alami.Kata kunci: Antimikroba; Antiseptik; Ekstrak Blumea balsamifera; Hand sanitizer  AbstractHand sanitizer is one of antiseptic so that our body avoids diseases caused by microorganism. Hand sanitizer based on ethanol using continuously can cause skin irritation. The secunder metabolit contained in herbal as an alternative to hand sanitizer based ethanol contained flavonoid and terpenoid, are found in sembung leaves (Blumea balsamifera). The aim of this study is to determine the effectiveness of hand sanitizer gel from sembung leaf extract at various concentrations. Sembung leaf was extracted by maceration using 70% ethanol, and then gel was made with concentrations of 10%, 15%, and 20% plus carbopol 940, TEA, methyl paraben. The hand sanitizer gel preparation was evaluated through organoleptic, pH, and homogeneity tests for 4 weeks. After that, antiseptic activity and antimicrobial activity were tested against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. The hand sanitizer gel preparation of sembung leaf extract has a thick consistency, blackish green color, a distinctive aroma of sembung leaves, good homogeneity, and a pH value of 6. The gel with a concentration of 20% had a very strong zone of inhibition against S. aureus and C. albicans, also strong against E. coli. Blumea balsamifera extract hand sanitizer gel exhibits antimicrobial activity and can be used as a candidate natural organic antimicrobial agent.
Pembelajaran Kimia Berbasis Projek melalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal sebagai upaya Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru MGMP Kimia Kota Palangka Raya Fatchiyatun Ni'mah; Syarpin Syarpin; Abdul Hadjranul Fatah; Alda Alda; Muhamad Naufal Pasha
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7305

Abstract

MGMP Kimia merupakan musyawarah guru mata pelajaran kimia. Kelompok musyawarah ini memiliki peranan penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan terutama pada mata pelajaran kimia. Masa pandemi COVID-19 memaksa adanya perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran serta terhentinya kegiatan rutin MGMP Kimia Kota Palangka Raya. Di sisi lain perubahan kurikulum memberikan amanat baru yang  membutuhkan perhatian dan persiapan. Dari berbagai alternatif solusi yang ditawarkan, terpilihlah gagasan kegiatan sosialisasi pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2022 yang diikuti oleh 17 peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru khususnya guru mata pelajaran kimia Kota Palangka Raya memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih mengenai pembelajaran berbasis proyek. Adapun tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilaksanakan 1) meningkatkan motivasi guru untuk berinovasi dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek; 2) meningkatkan keterampilan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis proyek; dan 3) meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan guru-guru mitra telah memahami pembelajaran berbasis proyek dengan baik serta memberikan respon positif (sangat baik) terhadap pelakasanaan kegiatan pengabdian. Dengan demikian, kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif bagi guru-guru dalam memahami penerapan pembelajaran berbasis proyek. Guru mampu mengelaborasi dan mengembangkan pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran kimia serta berkolaborasi dengan mata pelajaran lainnya. MGMP Chemistry is the deliberation of the chemistry teacher. This deliberation group is important in developing and improving the quality of learning and education, especially in chemistry subjects. The COVID-19 pandemic forced changes in the implementation of learning and cessation of the routine activities of MGMP Chemistry in Palangka Raya City. On the other hand, curriculum changes provide new mandates that require attention and preparation. The idea of project-based learning dissemination activities was chosen using local resources from the various alternative solutions offered. The activity was held on November 19th 2022, and 17 participants attended. Through this activity, it is hoped that teachers, especially chemistry teachers in Palangka Raya City, will have more knowledge and insight regarding project-based learning. The PkM objectives that have been implemented 1) increase teacher motivation to innovate in project-based learning activities; 2) improve teacher skills in designing project-based learning activities; and 3) increase the motivation and enthusiasm for learning of students. Based on the evaluation results carried out by partner teachers have understood project-based learning well and provided a positive response (very good) to the implementation of service activities. Thus, the activities carried out positively impact teachers in understanding the application of project-based learning. Teachers can elaborate and develop project-based learning in chemistry subjects and collaborate with other subjects.
Uji Efektivitas Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Sembung (Blumea balsamifera) Sebagai Antimikroba Silvani Permatasari; Dewi Klarita Furtuna; Astrid Teresa; Syarpin Syarpin; Widya Krestina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.22831

Abstract

AbstrakHand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik yang yang praktis agar tubuh terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Hand sanitizer berbasis alkohol digunakan berlebihan dan terus menerus dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kandungan yang terdapat dalam bahan alami sebagai alternatif pengganti alkohol antara lain flavonoid dan terpenoid yang terdapat di daun sembung (Blumea balsamifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel hand sanitizer dari ekstrak daun sembung pada berbagai konsentrasi. Serbuk daun sembung diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat gel dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% ditambah carbopol 940, TEA, serta metil paraben. Sediaan gel hand sanitizer dievaluasi melalui uji organoleptis, pH, dan homogenitas selama 4 minggu. Setelah itu, dilakukan pengujian daya antiseptik dan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun sembung memiliki konsistensi kental, warna hijau kehitaman, aroma khas daun sembung, homogenitas baik, dan nilai pH 6. Sediaan ini juga memiliki daya antiseptik yang baik mampu mengurangi jumlah koloni hingga 95% sama dengan sediaan gel berbasis etanol. Sediaan gel konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang sangat kuat terhadap S. aureus dan C. albicans, serta kuat melawan E. coli. Gel hand sanitizer ekstrak Blumea balsamifera menunjukkan aktivitas antimikroba dan dapat digunakan menjadi kandidat agen antimikroba organik alami.Kata kunci: Antimikroba; Antiseptik; Ekstrak Blumea balsamifera; Hand sanitizer  AbstractHand sanitizer is one of antiseptic so that our body avoids diseases caused by microorganism. Hand sanitizer based on ethanol using continuously can cause skin irritation. The secunder metabolit contained in herbal as an alternative to hand sanitizer based ethanol contained flavonoid and terpenoid, are found in sembung leaves (Blumea balsamifera). The aim of this study is to determine the effectiveness of hand sanitizer gel from sembung leaf extract at various concentrations. Sembung leaf was extracted by maceration using 70% ethanol, and then gel was made with concentrations of 10%, 15%, and 20% plus carbopol 940, TEA, methyl paraben. The hand sanitizer gel preparation was evaluated through organoleptic, pH, and homogeneity tests for 4 weeks. After that, antiseptic activity and antimicrobial activity were tested against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. The hand sanitizer gel preparation of sembung leaf extract has a thick consistency, blackish green color, a distinctive aroma of sembung leaves, good homogeneity, and a pH value of 6. The gel with a concentration of 20% had a very strong zone of inhibition against S. aureus and C. albicans, also strong against E. coli. Blumea balsamifera extract hand sanitizer gel exhibits antimicrobial activity and can be used as a candidate natural organic antimicrobial agent.
Pengolahan Air Sungai Kahayan Kalimantan Tengah Menggunakan Biji Hanjeli (Coix lacryma–jobi L) Sebagai Koagulan Alami Syarpin Syarpin; Bibit Harianto
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 1 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v1i1.15590

Abstract

Sungai Kahayan memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ambang batas normal nilai kekeruhan air sungai adalah sebesar 50 NTU, sementara nilai kekeruhan air Sungai Kahayan saat ini telah mencapai 86,10-150 NTU. Metode untuk menurunkan tingkat kekeruhan air telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah dengan metode koagulasi. Tumbuhan Hanjeli (Coix lacryma jobi L) adalah salah satu tanaman liar di Kalimantan Tengah. Tumbuhan Hanjeli sering dijumpai di pinggir-pinggir sawah, pekarangan rumah, di pinggir sungai, dan di pinggir jalan. Biji Hanjeli memiliki kandungan protein 12,26% , dan Karbohidrat 74,36%. Kandungan Protein pada biji Hanjeli dapat dipertimbangkan sebagai koagulan dalam proses penjernihan air Sungai Kahayan. Penambahan koagulan serbuk biji hanjeli kedalam air sungai Kahayan dapat mempengaruhi nilai kekeruhan dan sedikit pada pH air. Massa optimum koagulan yang diperlukan untuk menyisihkan kekeruhan air adalah sekitar 0,2 gr/L. Ukuran koagulan optimum untuk menyisihkan kekeruhan air adalah 80 mesh. Kondisi efektif untuk penyisihan turbiditas dan pH air yang paling baik adalah dengan massa koagulan biji hanjeli 0,2 gr/L dan ukuran partikel 80 mesh  dengan penyisihan turbiditas sebesar (94%) dan penuruhan pH sebesar (3,6%)