Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN BARU KARYA HAMKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Yusri, Maurina Kharunissa; Gayatri, Satya; Wasana, Wasana
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.192

Abstract

Karya sastra, sebagai representasi kehidupan sosial, sering kali merefleksikan nilai-nilai dan dinamika masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Angkatan Baru karya Hamka melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap representasi lunturnya nilai moral perempuan Minangkabau yang tergambar di dalamnya. Penelitian ini juga mengkontekstualisasikan penggambaran tersebut dengan kondisi masyarakat Minangkabau pada periode waktu novel tersebut diterbitkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif interpretatif terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Angkatan Baru merefleksikan pergeseran nilai dan tantangan yang dihadapi perempuan Minangkabau seiring dengan perubahan sosial dan pendidikan, yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral tradisional dalam konteks kehidupan berkeluarga.
SASTRA LISAN BAGURAU PADA LAMAN FACEBOOK “MALAM BAGURAU MENDUNIA”: SEBUAH DESKRIPSI SINGKAT Izati, Nurul; Meigalia, Eka; Gayatri, Satya; Hidayat, Herry Nur
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan bagurau yang diselenggarakan oleh komunitas daring “Malam Bagurau Mendunia” di Kota Padang, Sumatera Barat. Bagurau, sebagai genre sastra lisan Minangkabau berupa dialog lelucon dalam bentuk pantun yang diiringi musik tradisional, mengalami adaptasi signifikan melalui pemanfaatan platform media sosial Facebook sebagai wadah utama pertunjukan selama pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota “Malam Bagurau Mendunia” untuk mengumpulkan data mengenai sejarah pembentukan komunitas daring, format pertunjukan, karakteristik penampil dan perlengkapan, serta interaksi dengan khalayak daring dan luring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” berhasil menciptakan ruang virtual untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi bagurau. Pertunjukan daring ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti dendang dan pantun, namun mengintegrasikan fitur-fitur media sosial untuk interaksi dengan penonton, termasuk request lagu dan donasi daring. Teks pantun yang disajikan bervariasi dalam tema dan fungsi, menjadi daya tarik utama pertunjukan. Khalayak daring yang luas menunjukkan apresiasi terhadap bagurau dan mendukung keberlangsungan komunitas ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” merupakan contoh sukses adaptasi seni tradisional di era digital, membuka peluang baru untuk pelestarian dan promosi warisan budaya Minangkabau.
NILAI-NILAI KEMANUSIAAN DALAM CERITA ANAK MINANGKABAU Gayatri, Satya; Ariany, Ria; Lita, Ratni Prima; Isramirawati, Isramirawati
Diksi Vol. 29 No. 2: DIKSI SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v29i2.43914

Abstract

(Title: Humanity Values in Minangkabau Children's Story). This article describes human values in oral stories for children from Minangkabau. This issue was raised because many traditional stories are neglected and underappreciated. The stories analyzed were 30 stories by considering the message of the story. The oral story data was obtained by recording and transcribing. Analyzing the story is done by reading it many times so that the news is received. The study results found that the story's message was to respect parents, especially mothers, the value of honesty was carried out under any conditions, to maintain a friendship in all forms of activity, and to restrain emotions in all actions. Keywords: humanitarian values, oral stories, Minangkabau children's stories, and huma­nita­rian values.
Teaching Islamic values through traditional stories Gayatri, Satya; Firmansyah, Okta; Pratiwi, Dyani Prades
Diksi Vol. 31 No. 1: DIKSI (MARCH 2023)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v31i1.59288

Abstract

This research is motivated by the lack of appreciation to explore the values of the Minangkabau story, even though the report also conveys a religious message. By using the close reading technique, this paper interprets the various moral messages contained in 11 Minangkabau stories, namely Anak Mudo, Limau Anyuik, The Honest Child, Batu Manangih, Boncah Tangkuluak, Carito Bukik Balacan, Kuciang jo Harimau, Rumah Raksasa, Urang Kayo Sampilik, Kawan nan Setia,, and Tupai jo Limbek. From the analysis of this story, moral messages were found, such as honesty, respect for mothers, humility, and mutual help. This morality is seen to be by Islamic character, based on the two measuring tools Gus Dur regarding the principle/consistency and sincerity of the message content, and also based on the reality of the Minangkabau people's customs intertwined with Islam. This story articulates the Minangkabau community's ability to cultivate themselves by adhering to traditions and Islam.Keywords: Morality, Value, Message, Minangkabau Story, Islam
PERUBAHAN NILAI-NILAI KEMASYARAKATAN PADA CARITO ANAK MINANGKABAU (The Change of Community Values on Carito Anak Minangkabau) Gayatri, Satya
Salingka Vol 14, No 01 (2017): SALINGKA, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v14i01.59

Abstract

This study aimed to describe the change of Minangkabau society values in Carito Anak Minangkabau. During the time, there are assumptions that Carito Anak Minangkabau is merely a fairy tale and monolithic. However, Carito can be interpreted according to the taste and ages. Carito was recorded from the memory conveyed by the active heir of three generations in a family (grandparents, parents, and child) in three Minangkabau areas, i.e darek, rantau, and pasisia. The carito text from the three generations are compared and focused on the dominant social problems in Minangkabau. It found that the changes in Carito Anak dealt with the changes in matrilineal systems from communal families to batih families, changes in understanding and implementation of Islam, and changes in motivation to migrate. Those dynamic changes are due to change of society that  undergoaccording to the nature as a social being.
Berwisata Karena Cerita: Strategi Branding Cerita Rakyat Terhadap Destinasi Wisata di Sumatera Barat Indonesia Pratiwi, Dyani Prades; Firmansyah, Okta; Gayatri, Satya; Hawa, Andina Meutia; Muhajir, Ahmad
Jurnal Bahastra Vol 8, No 2 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v8i2.8174

Abstract

Fungsi cerita rakyat sebagai identitas masyarakat membuat cerita rakyat dapat dikembangkan menjadi strategi branding tempat yang didiami masyarakat penciptanya. Salah satu bidang yang dapat memanfaatkan fungsi cerita rakyat tersebut adalah sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh cerita rakyat terhadap destinasi wisata dan memberikan rekomendasi cerita rakyat yang dapat digunakan untuk strategi branding destinasi wisata di Sumatera Barat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tahapan pengumpulan data dari kajian pustaka. Data juga dikumpulkan dari berbagai destinasi wisata potensial di Sumatera Barat, baik potensial dalam hal kepariwisataan maupun dalam kesastraan. Data pendukung didapat dari wawancara dengan subjek relevan, seperti Dinas Pariwisata, Agen Tour and Travel, dan Pemandu Wisata. Tahapan analisis data menggunakan pendekatan sastra pariwisata dan teori Storynomics. Hasil dari penelitian ini adalah cerita rakyat memiliki pengaruh sebagai daya tarik destinasi wisata, sebagai narasi panduan wisata, dan sebagai narasi dalam mempromosikan destinasi wisata. selain itu, penelitian ini juga menemukan cerita rakyat selain Legenda Malin Kundang yang dapat dikembangkan menjadi strategi branding destinasi wisata; Legenda Ngarai Sianok, Legenda Danau Kembar, Legenda Tuanku Taram, dan Legenda Danau Maninjau.
Utilization of Folklore in Optimizing Ngarai Sianok Tourist Destination in Bukittinggi West Sumatra Indonesia: al-Istifādah min al-Turāś al-Syu’bī fī Taḥsīni Wijhati Ngarai Sianok Tourist bi Bukittinggi Sumaṭrah Garbiyyah Indunīsiyyā Pratiwi, Dyani Prades; Firmansyah, Okta; Hawa, Andina Meutia; Gayatri, Satya; Muhajir, Ahmad
Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Vol. 4 No. 2 (2023): Geographical Coverage: Indonesia, Nigeria, and Iran
Publisher : Study Program of Arabic Language Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/aphorisme.v4i2.3774

Abstract

This study aims to provide recommendations for folklore branding strategies for the Ngarai Sianok tourist destination in Bukittinggi as an effort to restore tourism in Bukttinggi. The research method used is descriptive qualitative by conducting a literature review of folklore and data relating to the Ngarai Sianok tourist destination as the primary data. Supporting data is in the form of data obtained from scientific articles and popular articles, as well as interviews with relevant subjects, such as the Tourism Office, Tour and Travel Agents, and tour guides. Data analysis uses the storynomics theory by Robert Mcee and Thomas Gerace by focusing on stories as a strategy to improve the economy, in this case through tourist destinations. The results of this study are that folklore has a positive influence to be developed as a branding strategy for Ngarai Sianok tourist destinations. Folklore can become narratives of tour guides and narratives of tourism promotion at this destination. In addition, folklore can be an inspiration for making souvenirs that can improve the community's creative economy around tourist destinations. Utilizing folklore can enhance the reputation of the Ngarai Sianok and become a medium for character education in a fun way. The dissemination of the Legend of Ngarai Sianok can also be an effort to preserve the folklore of Bukittinggi and support the realization of Indonesian tourism based on local wisdom.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN BARU KARYA HAMKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Yusri, Maurina Kharunissa; Gayatri, Satya; Wasana, Wasana
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.192

Abstract

Karya sastra, sebagai representasi kehidupan sosial, sering kali merefleksikan nilai-nilai dan dinamika masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Angkatan Baru karya Hamka melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap representasi lunturnya nilai moral perempuan Minangkabau yang tergambar di dalamnya. Penelitian ini juga mengkontekstualisasikan penggambaran tersebut dengan kondisi masyarakat Minangkabau pada periode waktu novel tersebut diterbitkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif interpretatif terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Angkatan Baru merefleksikan pergeseran nilai dan tantangan yang dihadapi perempuan Minangkabau seiring dengan perubahan sosial dan pendidikan, yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral tradisional dalam konteks kehidupan berkeluarga.
SASTRA LISAN BAGURAU PADA LAMAN FACEBOOK “MALAM BAGURAU MENDUNIA”: SEBUAH DESKRIPSI SINGKAT Izati, Nurul; Meigalia, Eka; Gayatri, Satya; Hidayat, Herry Nur
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan bagurau yang diselenggarakan oleh komunitas daring “Malam Bagurau Mendunia” di Kota Padang, Sumatera Barat. Bagurau, sebagai genre sastra lisan Minangkabau berupa dialog lelucon dalam bentuk pantun yang diiringi musik tradisional, mengalami adaptasi signifikan melalui pemanfaatan platform media sosial Facebook sebagai wadah utama pertunjukan selama pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota “Malam Bagurau Mendunia” untuk mengumpulkan data mengenai sejarah pembentukan komunitas daring, format pertunjukan, karakteristik penampil dan perlengkapan, serta interaksi dengan khalayak daring dan luring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” berhasil menciptakan ruang virtual untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi bagurau. Pertunjukan daring ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti dendang dan pantun, namun mengintegrasikan fitur-fitur media sosial untuk interaksi dengan penonton, termasuk request lagu dan donasi daring. Teks pantun yang disajikan bervariasi dalam tema dan fungsi, menjadi daya tarik utama pertunjukan. Khalayak daring yang luas menunjukkan apresiasi terhadap bagurau dan mendukung keberlangsungan komunitas ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” merupakan contoh sukses adaptasi seni tradisional di era digital, membuka peluang baru untuk pelestarian dan promosi warisan budaya Minangkabau.