Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa dalam Komentar Akun X Gibran Rakabuming Raka Bulan Oktober 2023 Afifah Intan Puspita; Siti Isnaniah
Anufa Ikaprobsi Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v2i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa dalam komentar akun X Gibran Rakabuming Raka pada bulan Oktober 2023. Pokok masalah yang diangkat adalah bagaimana prinsip-prinsip kesantunan berbahasa diterapkan dalam interaksi digital di media sosial. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan pragmatik, di mana data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis komentar pada akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar mencerminkan kesantunan berbahasa dengan penggunaan bahasa yang sopan dan memperhatikan norma sosial. Namun, terdapat juga beberapa komentar yang menunjukkan ketidakseimbangan dalam kesantunan berbahasa. Kesimpulannya, meskipun media sosial memberikan ruang ekspresi bebas, norma kesantunan berbahasa tetap diterapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang penerapan kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital dan relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah.
From Denotation to Myth: a Semiotic-Pedagogical Framework for Solo Raya's Religious Traditions as Advanced Indonesian for Foreign Speakers’ Material Siti Isnaniah; Tiya Agustina; Endang Rahmawati
Penamas Vol 39 No 1 (2026): Volume 39, Issue 1, January-June 2026
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/24k5f754

Abstract

Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menuntut pemelajar mampu membaca makna implisit yang tertanam secara budaya, namun tradisi keagamaan Jawa belum dimanfaatkan untuk tujuan ini. Fokus pada kawasan Solo Raya, Jawa Tengah, penelitian ini menganalisis konstruksi makna tradisi keagamaan lokal dan menteorikan nilainya sebagai bahan ajar BIPA tingkat lanjut. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) dengan data dari wawancara mendalam, observasi visual, dokumentasi, dan studi pustaka yang dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi tanda, dan penyimpulan. Analisis terhadap tradisi-tradisi lokal di Solo Raya saling berkelindan antara tradisi Jawa dan Islam, dan harus mampu dibaca pemelajar tingkat lanjut. Berbasis kerangka semiotik-pedagogis yang menyelaraskan progresi Barthes dari denotasi ke mitos dengan kompetensi simbolik (Kramsch), tradisi-tradisi tersebut dapat dijadikan bahan ajar BIPA dalam mengembangkan kompetensi linguistik, antarbudaya, dan simbolik pemelajar asing dalam menafsirkan makna implisit serta berkomunikasi dalam konteks sosiokultural Jawa-Islam.
The naming of halal food and beverages: A multimodal semiology study Siti Isnaniah; Tiya Agustina; Muhammad Arief Rochman; Hari Kusmanto
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.30095

Abstract

The culinary business has been flourishing in every city in Indonesia, including Surakarta, Malang, and Tangerang. Consequently, determining the names of products becomes crucial to pique the interest of the public in these offerings. This research is aimed to review the naming of food and beverages using a semiology approach. The research uses a descriptive explanative method. The data in this research are the names of food and beverages. The sources of the data are documents related to names of culinary businesses (food and beverages) in restaurants in Surakarta, Malang, and Tangerang. The data collection was conducted through documentation, observation, and data recording in data format. The data analysis uses referential equivalent, strengthened with semiology theory from Roland Barthes, namely searching for signs, denotative meaning, connotative meaning, and myth. The research indicates that, in general, the names of food and beverages sold in restaurants often contain unconventional elements, including references to ghosts, animals, and other negative connotations prohibited in the Decree of The Head of Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH or the Halal Product Assurance Agency) Number 57 Year 2021. This suggests that the naming of food and beverages in Surakarta, Malang, and Tangerang does not align with the provisions outlined in Decree Number 57 Year 2021, preventing the business owners from obtaining halal certification. The research recommends that the naming of halal food and beverage products adhere to the guidelines set by this decree.
Representasi Nilai Kenabian dalam Antologi Puisi Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami Karya Sosiawan Leak: Tinjauan Sastra Profetik Agus Tika Dwi Savira; Siti Isnaniah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v3i2.4705

Abstract

This research was motivated by the problem of the inequality of the principle of 'Tibak Rasul' between the previous generations of prophets and the present generation, which is in the anthology book of poetry Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami by Sosiawan Leak. The objectives of this study are (1) to find out how the representation of prophetic values ​​in the poetry anthology entitled Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami by Sosiawan Leak, (2) to find out how it is implemented in learning Indonesian Language and Literature at Madrasah Aliyah. This study used a qualitative descriptive method, while the analysis knife applied was structuralism. The meaning is then described and analyzed using a prophetic literature review based on the theory presented by Kuntowijoyo in his book entitled Maklumat Sastra Prophetic. This type of research is a research library. The primary data source used is the anthology book by Sosiawan Leak, entitled Your house grows in our hearts. Reference sources used are in the form of books, journals, e-books, theses, theses, and articles that support and support research problems. The data collection technique used was content analysis, namely listen, read, and take notes. The results of this study indicate that there are (1) prophetic values ​​contained in the poetry anthology Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami, including humanization consisting of 4 data, transcendence of 7 data, and liberation of 2 data. (2) Implementation in learning Indonesian Language and Literature at Madrasah Aliyah.
Analisis Kualitas Butir Soal Asesmen Sumatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Siti Kasiyani; Siti Isnaniah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21239

Abstract

Exam questions are often designed without prior comprehensive analysis of the quality of each item. As a result, many questions fail to optimally measure student abilities. This study aimed to assess the quality of summative assessment items in the Indonesian language subject for eighth-grade students at Batik Special Program Junior High School, Surakarta, in the 2024/2025 academic year. This study employed a quantitative descriptive approach with the aid of Anates version 4 software to analyze validity, reliability, difficulty level, discriminating power, and distractor effectiveness. The subjects were all 25 eighth-grade students. The data analyzed consisted of 30 multiple-choice questions. Based on the analysis results, several conclusions were obtained: 1) as many as 53% of the questions were included in the valid category, 2) the reliability coefficient showed a value of 0.72 which placed the questions in the high reliability category, 3) the difficulty level of most of the questions was at the easy to very easy level, 4) the discriminating power analysis showed that 37% of the questions did not have the ability to differentiate students well, 5) the effectiveness of distractors indicated that most of the answer options did not function optimally. These findings indicate that the quality of the questions still needs to be improved, especially in the aspects of discriminating power and distractor effectiveness, so that it can be used as a basis for improving the preparation of assessment instruments in the future.
GLOKALISASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Siti Isnaniah; Tiya Agustina
Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding of International Conference on Cultures & Language 2024 411-425
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/1xnkjn18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep glokalisasi dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Glokalisasi mengacu pada strategi pengajaran yang menggabungkan unsur global dan lokal, memungkinkan pembelajar untuk memahami dan menggunakan bahasa target dalam konteks budaya yang relevan dengan mereka. Melalui studi ini, peneliti menginvestigasi efektivitas metode glokalisasi dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan bahasa Indonesia oleh penutur asing, serta dampaknya terhadap pengembangan kompetensi lintas budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan data berupa dokumentasi gambar. Sumber data berupa proses pembelajaran BIPA pada kelas wawasan keislaman. Data dikumpulkan melalui observasi, perekaman, dan pencatatan. Untuk memastikan keabsahan, dilakukan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa glokalisasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing diterapkan melalui pengenalan praktik-praktik keagamaan seperti penggunaan peci dan jilbab, model salaman, masjid, musala, surau, dan praktik keagamaan lainnya di masyarakat Indonesia. Integrasi unsur lokal seperti sejarah, budaya, dan norma sosial terkait penggunaan peci dan jilbab dapat membantu pembelajar asing dalam memahami nilai-nilai budaya dan agama yang terkandung di dalamnya. Selanjutnya, integrasi konteks lokal seperti peran masing-masing tempat ibadah dalam masyarakat setempat membantu pembelajar asing untuk mengenali perbedaan dan persamaan di antara mereka serta pentingnya tempat-tempat tersebut dalam kehidupan beragama di Indonesia. Selain itu, dengan memperkenalkan model salaman yang sesuai dengan budaya lokal, pembelajar asing dapat lebih terhubung dengan masyarakat setempat dan memperdalam pengalaman belajar mereka. Dengan demikian, glokalisasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya memfasilitasi pemahaman bahasa, tetapi juga memperkaya pengalaman pembelajar dengan memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang khas dari masyarakat Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai seberapa efektifnya penerapan glokalisasi dalam pengajaran bahasa Indonesia kepada para pembelajar asing, serta implikasinya untuk pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif dalam memfasilitasi pemahaman bahasa dan budaya bagi pembelajar asing.
Religious Tolerance in Indonesian Language Teaching for Foreign Speaker (BIPA) Siti Isnaniah; Tiya Agustina; Nurul Fadzilatul Husna
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 544-561
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/cz7gmt56

Abstract

Indonesian Language Teaching for Foreign Speaker (Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/BIPA) in Thammasat University Thailand has special uniqueness viewed from point of view of religious tolerance values. BIPA classroom consists of students from various religion such as Buddha, Christianity, and Islam. The background of different believes needs tollerance among religion believers. The objective of this study is to discuss religious tolerance in Indonesian Language Teaching for Foreign Speaker (Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/BIPA) classroom in Thammasat University Thailand. This research is qualitative descriptive Penelitian ini termasuk using ke dalam jenis techniques of collecting data in form of observation, penelitian interview, and deskriptif kualiatif dengan documentation. The validity of the data uses triangulation. The technique of data analysis uses interactive model. The result of the study shows that Indonesian Language Teaching for Foreign Speaker (Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/BIPA) teaching in Thammasat Univeraity Thailand has internalized religious tolerance values. It could be seen from 1) Planning step, constructed syllabus has integrated religious tolerance, especially in choosing reading material; 2) Action Step, tolerance value has been taught through respecting and appreciating other's believes which differ from their own ones, being tolerant of religious ceremony, worship places, bersikap and other believes, giving chance to moslem students who do required prayers, and introducing to other Indonesian cultures; 3) Evaluation Step, taken from product-and-process-based assessment based on dilakukan melalui students' competence, without seeing their backgrounds of religion, ethnic, race,nd groups. Along the process of BIPA teaching, character building were focused on tolerant manners, such as respecting, not disturbing public orders, respecting joint desicions, and receiving diversity in their environtment, as well as interpreting tolerance manners in the BIPA classroom and also out of the classroom.
INTRODUCTION OF MONAKSARA (MONOPOLI BAHASA DAN KEBUDAYAAN NUSANTARA) AS A PROTOTYPE OF BIPA LEARNING MEDIA AT UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA Siti Isnaniah; Afrizal Mufti
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 801-813
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization has increased cross-cultural communication needs and stimulated growing interest in Indonesian as a foreign language (BIPA). At beginner levels (B1–B2), speaking often stalls due to limited vocabulary, cognitive load, and social anxiety; thus, media that link communicative functions with authentic cultural contexts are needed. This article introduces MONAKSARA (Monopoly of Indonesian Language and Culture) as a prototype board-game medium for BIPA classes at UIN Raden Mas Said Surakarta. We adopt a prototype development approach with Define–Design–Develop stages: document-based needs analysis (B1–B2 syllabus and textbooks), mapping of game mechanics to communicative functions, and prototype construction. The outcome is a culturally themed board (food, heritage sites, places of worship, ceremonies) and “speaking-chance” cards providing scaffolded key expressions. The design is aligned with TBLT and the output/interaction hypotheses, game-based learning principles, cognitive-load management, and sociopragmatic competence. Anticipated strengths include engagement, equitable turn-taking, and language–culture integration; limitations include facilitator dependency, potential overload with lengthy instructions, and online-mode adaptation needs. This article does not report effectiveness testing; a staged evaluation (expert review, small-scale pilot, pre–post speaking tasks) is proposed to validate conceptual feasibility and pedagogic impact.
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK TERHADAP BAHASA DAKWAH AKTIVIS DAKWAH KAMPUS (ADK) SURAKARTA Siti Isnaniah
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v21i2.521

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan makna jargonyang digunakan oleh ADK Surakarta, alasan yang mendasari ADKmenggunakan jargon tersebut, dan kontribusi jargon yang digunakan olehADK Surakarta terhadap dakwah Islam. Bentuk-bentuk bahasa (jargon)dakwah yang digunakan oleh ADK Surakarta kebanyakan berasal dari bahasaArab. Penggunaan bentuk-bentuk bahasa dakwah tersebut hanya berupa katadan gabungan kata, tidak ada yang berupa kalimat. Penggunaan jargondakwah tersebut tidak dibedakan berdasarkan status sosial, letak geografis,dan tingkat pendidikan. Makna dari bentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwahyang digunakan oleh ADK Surakarta tidak hanya makna leksikal, tetapisituasi dan kondisi (konteks) komunikasi sangat menentukan makna jargondakwah yang digunakan. Alasan yang mendasari ADK Surakarta menggunakanbentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwah adalah untuk memasyarakatkanbahasa Arab di kalangan masyarakat umum, suasana komunikasilebih akrab  dan mempererat ukhuwah Islamiyah, menunjukkan jati dirikomunitas ADK untuk mempermudah syiar (dakwah) Islam, jargon ADKSurakarta dapat memberikan kontribusi terhadap dakwah Islam, yaitumemperkuat ukhuwah Islamiyah, ekspansi dakwah Islam, dan menyatukanmasyarakat Islam dengan menngunakan jargon bahasa Arab yang sama.