Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The naming of halal food and beverages: A multimodal semiology study Isnaniah, Siti; Agustina, Tiya; Rochman, Muhammad Arief; Kusmanto, Hari
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.30095

Abstract

The culinary business has been flourishing in every city in Indonesia, including Surakarta, Malang, and Tangerang. Consequently, determining the names of products becomes crucial to pique the interest of the public in these offerings. This research is aimed to review the naming of food and beverages using a semiology approach. The research uses a descriptive explanative method. The data in this research are the names of food and beverages. The sources of the data are documents related to names of culinary businesses (food and beverages) in restaurants in Surakarta, Malang, and Tangerang. The data collection was conducted through documentation, observation, and data recording in data format. The data analysis uses referential equivalent, strengthened with semiology theory from Roland Barthes, namely searching for signs, denotative meaning, connotative meaning, and myth. The research indicates that, in general, the names of food and beverages sold in restaurants often contain unconventional elements, including references to ghosts, animals, and other negative connotations prohibited in the Decree of The Head of Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH or the Halal Product Assurance Agency) Number 57 Year 2021. This suggests that the naming of food and beverages in Surakarta, Malang, and Tangerang does not align with the provisions outlined in Decree Number 57 Year 2021, preventing the business owners from obtaining halal certification. The research recommends that the naming of halal food and beverage products adhere to the guidelines set by this decree.
DEWA RUCI: SEBUAH ALTERNATIF SISTEM PENDIDIKAN Isnaniah, Siti
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2010): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v5i1.612

Abstract

The Dewa Ruci story tells us about Bratasena’s travel in finding the true life. On the way, he should obey to Durna, who is a controversial teacher and as the enemy of the Pandawa family. Along his journey, Bratasena encounters many obstacles and it makes him find out his mature, and deeper understanding of himself. Finally, Bratasena succeeds in discovering the life perfections. It is due to his loyalty to teacher, institution, and his profession. This story could be used as a reference in the education system. As an education instrument, wayang purwa offers values on teaching that could be applied by teachers. Nowadays, the puppet shows can be presented in various innovations. One of the innovation forms of Dewa Ruci Purwa Puppet played by Ki Manteb Soedharsono is packaged in the form of video compact disc including the Indonesian and English text. Dewa Ruci Purwa Puppet gives benefit to students, teachers, parents, societies, also government. Students can learn the story of Bratasena in finding the true life, the parents can learn from Dewi Kunthi the way she educates her children, and the government can improve education system by applying the values implied in the story. The education system can imitate Bratasena’s independence in finding science to get the best achievement by maintaining the motivations and the instruction of the teacher.
Analisis Kualitas Butir Soal Asesmen Sumatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Kasiyani, Siti; Isnaniah, Siti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21239

Abstract

Penyusunan soal ujian kerap dilakukan tanpa didahului oleh analisis yang komprehensif terhadap kualitas setiap butir soal. Akibatnya, banyak soal yang tidak mampu mengukur kemampuan siswa secara optimal. Dilaksanakannya penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kualitas butir soal asesmen sumatif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Batik Program Khusus Surakarta Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan bantuan perangkat lunak Anates versi 4 untuk menganalisis aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, serta efektivitas pengecoh. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 25 orang. Data yang dianalisis berupa 30 butir soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh beberapa kesimpulan: 1) sebanyak 53% butir soal termasuk dalam kategori valid, 2) koefisien reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,72 yang menempatkan soal dalam kategori reliabel tinggi, 3) tingkat kesukaran sebagian besar soal berada pada level mudah hingga sangat mudah, 4) analisis daya pembeda menunjukkan bahwa 37% butir soal belum memiliki kemampuan membedakan peserta didik secara baik, 5) efektivitas pengecoh mengindikasikan bahwa sebagian besar opsi jawaban tidak berfungsi secara maksimal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas soal masih perlu ditingkatkan, khususnya pada aspek daya pembeda dan efektivitas pengecoh, sehingga dapat dijadikan dasar dalam perbaikan penyusunan instrumen asesmen pada masa mendatang.
Kesantunan Berbahasa dalam Komentar Akun X Gibran Rakabuming Raka Bulan Oktober 2023 Afifah Intan Puspita; Siti Isnaniah
Anufa Ikaprobsi Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v2i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa dalam komentar akun X Gibran Rakabuming Raka pada bulan Oktober 2023. Pokok masalah yang diangkat adalah bagaimana prinsip-prinsip kesantunan berbahasa diterapkan dalam interaksi digital di media sosial. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan pragmatik, di mana data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis komentar pada akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar mencerminkan kesantunan berbahasa dengan penggunaan bahasa yang sopan dan memperhatikan norma sosial. Namun, terdapat juga beberapa komentar yang menunjukkan ketidakseimbangan dalam kesantunan berbahasa. Kesimpulannya, meskipun media sosial memberikan ruang ekspresi bebas, norma kesantunan berbahasa tetap diterapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang penerapan kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital dan relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah.